Pencarian global tidak diaktifkan.
Lewati ke konten utama

Ringkasan topik

    • Mata Kuliah Kewirausahaan Kelas C9 Semester Ganjil Tahun Ajaran 2021/2022
    • Assalamu Alaikum Wr.Wb

      Selamat Datang, Adik-adik Mahasiswa di Mata Kuliah Kewirausahaan, mata kuliah ini bertujuan, agar adik-adik mahasiswa mengetahui, memahami, dan tertarik untuk menjadi seorang wirausahawan khususnya di bidang jasa konstruksi. Seorang lulusan Teknik Sipil, diharapkan mampu menerapkan keilmuannya di masyarakat, dan profesi wirausaha seperti Kontraktor, Konsultan baik itu Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas ataupun Konsultan Manajemen Konstruksi, Developer, Ahli AMDAL, dll bisa menjadi pilihan profesi bagi lulusan Teknik Sipil. Selamat Belajar, dan tetap semangat.


      Sebelum kita memulai perkuliahan, seperti biasa, kita akan menyepakati Kontrak Perkuliahan, sebagai berikut:
      1. Jumlah kehadiran minimal untuk dapat mengikuti Ujian adalah 75%. 
      2. Keterlambatan maksimum untuk dapat mengisi absen virtual dan mengikuti perkuliahan daring, adalah 30 menit, lebih dari itu dianggap "ABSEN"
      3.Nilai Presensi Kehadiran adalah 15% dari komponen nilai akhir Mahasiswa/Mahasiswi.
      4.Sebagai bahan evaluasi harian, Dosen Matakuliah akan memberikan tugas, baik berupa Quiz, Tugas Besar kepada Mahasiswa yang nilainya sebesar 20% dari komponen nilai akhir Mahasiswa/Mahasiswi.
      5. Ujian Tengah Semester (UTS ) dapat diikuti oleh Mahasiswa/Mahasiswi yang telah mengikuti Perkuliahan Daring >= 4 kali pertemuan dari alokasi 8 kali pertemuan.
      6. Besaran Nilai Ujian Tengah Semester (UTS) adalah 30% dari komponen nilai akhir Mahasiswa/Mahasiswi.
      7. Ujian Akhir Semester (UAS ) dapat diikuti oleh Mahasiswa/Mahasiswi yang telah mengikuti Perkuliahan Daring >= 12 kali pertemuan dari alokasi 16 kali pertemuan.
      8. Perkuliahan yang membutuhkan Video Call (VC), Peserta perkuliahan wajib berpakaian rapi dan sopan, menghidupkan Video dan Mematikan Suara Perangkat selama perkuliahan berlangsung, kecuali pada saat akan bertanya kepada Dosen/Pemateri dengan terlebih dahulu melambaikan tangan/ijin.
      9. Tugas dikumpulkan dalam bentuk File yang telah diPDF dan telah disatukan dalam satu file, kecuali perhitungan yang membutuhkan analisa rumus yang digunakan, menggunakan File Microsoft Excell.
      10.Keterlambatan pengiriman tugas yang diakibatkan oleh kelalaian mahasiswa, dianggap tidak mengumpulkan tugas. 

      Wassalamu Alaikum wr.wb.
    • Silahkan Klik Link untuk bergabung ke Grup Kelas

  • Pertemuan 1. Pengertian, Aspek dalam Kewirausahaan

    Mahasiswa diharapkan :

    1.Mampu menjelaskan terkait pengertian Kewirausahaan, wiraswasta, latar belakang perlunya mahasiswa S1 memahami wirausaha, keuntungan dan kerugian menjadi wirausaha,

  • Pertemuan 2

    Pada Pertemuan 2 ini, mahasiswa diharapkan mampu mengetahui dan memahami perbedaan antara Wirausaha dan Wiraswasta
    • Mahasiswa dapat memahami dan membedakan pengertian antara Wirausaha dan Wiraswasta, serta aspek-aspek yang mempengaruhi keduanya.

    • Buat Proposal Bisnis (Wirausaha) yang memuat tentang prospek usaha yang akan dilakukan, rencana pengembangan, market, jumlah dan kapasitas produksi dalam satuan waktu, teknologi yang digunakan, tenaga kerja yang akan dilibatkan, Harga Jual, Harga Break Even Point, Jumlah Investasi yang dibutuhkan dan akan digunakan di bagian apa saja. Rencana cermat, pada waktu kapan investor/pemilik modal akan balik modal, dan memperoleh keuntungan. Aspek lain silahkan dikembangkan sendiri. Catatan: Ditulis tangan, minimal 5 halaman A4,  dengan jumlah kalimat dan paragraf yang proporsional, lalu di-PDF dan diuplod. Terima kasih.
  • PERTEMUAN 3. KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI SEBUAH BIDANG ILMU

    Pada Pertemuan di Pekan Ke-3 ini, diharapkan Adik-adik Mahasiswa, Mampu memahami konsep kewirusahaan sebagai suatu disiplin ilmu yang dapat dipelajari. Dan juga kunci sukses untuk menjadi seorang Wirausahawan.

    Indikator dari keberhasilan pencapaian tujuan mata kuliah  pada mahasiswa, antara lain: 

    1. Ketepatan menjelaskan konsep -konsep umum kewirusahaan
    2. Ketepatan menjelaskan dan menggambarkan karateristik dan nilai hakiki kewirusahaan dengan model sistim wirausaha dengan berbagi teori motivasi
    3. Ketepatan menjelaskan kompetensi kewirausahan dan cara -cara menciptakan peluang berwirausaha.

    Daftar Pustaka dan Bahan Referensi:

    Disiplin ilmu kewirausahaa, hakikat dan karateristik dan nilai-nilai kewirausahaan, kompetensi kewirausahaan, dan cara-cara peluang ciptakan oleh wirausaha

    [1] [2] [3] & [4]

    1. Thomas W Zimmerer, Norman M Scarborough, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Salemba empat, 200

    2. Achmad, Nur. 2015. Kewirausahaan: Suatu Alternatif Lain Menuju Kesuksesan. Surakarta: BPK FEB UMS.

    3. Achmad, Nur., Saputro, Edy Purwo dan Handayani, Sih. 3. 2016. Kewirausahaan di Era Digital. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti

    4. Effendy, Mochtar.2010.Kewirausahaan (Entrepreneurship) Tuntunan Untuk Praktisi. Yayasan Penerbit Al-Mukhtar : Palembang.

     5. Handoko T. Hani. 2003. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.



  • PERTEMUAN 4

    Masih melanjutkan Materi pada Pertemuan Ke-3, di Pertemuan Ke-4 ini, diharapkan Adik-adik Mahasiswa mampu menjabarkan tentang Kewirausahaan sebagai sebuah Disiplin Ilmu yang dapat dipelajari dan ditekuni., dan pada pertemuang sesi ke-4 ini diharapkan mahasiswa mampu mengetahui cara seorang Wirausahawan mendapatkan modal untuk memulai usaha.

    Daftar Pustaka dan Referensi :

    Disiplin ilmu kewirausahaan, hakikat dan karateristik dan nilai-nilai kewirausahaan, kompetensi kewirausahaan, dan cara-cara peluang ciptakan oleh wirausaha

    [1] [2] [3] & [4]

    1. Thomas W Zimmerer, Norman M Scarborough, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Salemba empat, 200

    2. Achmad, Nur. 2015. Kewirausahaan: Suatu Alternatif Lain Menuju Kesuksesan. Surakarta: BPK FEB UMS.

    3. Achmad, Nur., Saputro, Edy Purwo dan Handayani, Sih. 3. 2016. Kewirausahaan di Era Digital. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti

    4. Effendy, Mochtar.2010.Kewirausahaan (Entrepreneurship) Tuntunan Untuk Praktisi. Yayasan Penerbit Al-Mukhtar : Palembang.

     5. Handoko T. Hani. 2003. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.


  • Pertemuan 5. ETIKA BERWIRAUSAHA

    Pada sesi pertemuan ke-5 ini, merupakan lanjutan dari sesi pertemuan kita yang ke-4 yang menjelaskan tentang cara mendapatkan modal usaha.  Diharapkan adik-adik mahasiswa mampu menjelaskan cara Menyusun Konsep Kewirausahaan terkait etika berwirausaha, menjadi usahawan sukses, cara membuat perusahaan dan mendapatkan modal usaha. Indikator dari keberhasilan sesi pembelajaran yaitu 

    ·   Ketepatan mahasiswa menjelaskan cara cara Menyusun Konsep Kewirausahaan terkait etika berwirausaha, menjadi usahawan sukses, cara membuat perusahaan dan mendapatkan modal usaha.

    Referensi dan Daftar Pustaka pada sesi ini :

    Teori Konsep Kewirausahaan terkait etika berwirausaha, menjadi usahawan sukses, cara membuat perusahaan dan mendapatkan modal usaha

    [2]  & [4]

    1. Thomas W Zimmerer, Norman M Scarborough, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Salemba empat, 200

    2. Achmad, Nur. 2015. Kewirausahaan: Suatu Alternatif Lain Menuju Kesuksesan. Surakarta: BPK FEB UMS.

    3. Achmad, Nur., Saputro, Edy Purwo dan Handayani, Sih. 3. 2016. Kewirausahaan di Era Digital. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti

    4. Effendy, Mochtar.2010.Kewirausahaan (Entrepreneurship) Tuntunan Untuk Praktisi. Yayasan Penerbit Al-Mukhtar : Palembang.

     5. Handoko T. Hani. 2003. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.

  • Pertemuan 6. Kewirausahaan di Bidang Teknik Sipil

    Pada Pertemuan Ke-6 ini, diharapkan Adik-adik Mahasiswa, mengetahui, memahami Ruang Lingkup Usaha di Bidang Teknik Sipil, dan pada akhirnya, setelah lulus kuliah nanti dapat mengaplikasikan bidang keilmuan teknik sipil untuk memulai wirausaha sebagai seorang Konsultan, Kontraktor, Developer, dll. Indikator dari keberhasilan sesi perkuliahan kali ini, yaitu Ketepatan Mahasiswa dalam  Menjelaskan Ruang lingkup usaha bidang umum dan bidang ketekniksipilan (Kontraktor, Konsultan, Developer, Leasing dan Perdagangan material bangunan.

    Referensi dan Daftar Pustaka:

    Mengenalkan  Ruang lingkup usaha bidang umum dan bidang ketekniksipilan (Kontraktor, Konsultan, Developer, Leasing dan Perdagangan material bangunan

    [1] [2] [4] & [5]

    1. Thomas W Zimmerer, Norman M Scarborough, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Salemba empat, 200

    2. Achmad, Nur. 2015. Kewirausahaan: Suatu Alternatif Lain Menuju Kesuksesan. Surakarta: BPK FEB UMS.

    3. Achmad, Nur., Saputro, Edy Purwo dan Handayani, Sih. 3. 2016. Kewirausahaan di Era Digital. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti

    4. Effendy, Mochtar.2010.Kewirausahaan (Entrepreneurship) Tuntunan Untuk Praktisi. Yayasan Penerbit Al-Mukhtar : Palembang.

     5. Handoko T. Hani. 2003. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.


  • PERTEMUAN 7. BIDANG USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI (KONTRAKTOR)

    Pada pertemuan ke-7 ini, diharapkan Adik-adik mahasiswa mampu mengetahui, memahami aspek-aspek pentik dalam bidang jasa pelaksana konstruksi (kontraktor) dan bagaimana mengoperasikan proyek atau menjadi pelaksana proyek pada bidang teknik sipil. Indikator dari pemahaman tersebut dapat dilihat dari ketepatan mahasiswa dalam menjelaskan:

    1. terkait apa saja yang dibutuhkan dalam mendirikan perusahaan di bidang jasa pelaksana konstruksi.
    2. bagaimana mengoperasikan / menjalankan suatu proyek konstruksi atau bangunan teknik sipil.

    Daftar Pustaka dan Referensi:

    1. Thomas W Zimmerer, Norman M Scarborough, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Salemba empat, 200

    2. Achmad, Nur. 2015. Kewirausahaan: Suatu Alternatif Lain Menuju Kesuksesan. Surakarta: BPK FEB UMS.

    3. Achmad, Nur., Saputro, Edy Purwo dan Handayani, Sih. 3. 2016. Kewirausahaan di Era Digital. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti

    4. Effendy, Mochtar.2010.Kewirausahaan (Entrepreneurship) Tuntunan Untuk Praktisi. Yayasan Penerbit Al-Mukhtar : Palembang.

     5. Handoko T. Hani. 2003. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.


    Menjelaskan Terkait bidang usaha Kontraktor dan cara menjalankan/mengoperasikan suatu proyek bangunan sipil

    [1] [2] [4] & [5]




  • Pertemuan 8. Ujian Tengah Semester

    Pada pertemuan ke-8 ini, akan dilaksanakan Ujian Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran dari Pertemuan 1 hingga pertemuan 7. Diharapkan adik-adik maahsiswa mampu menyimak dengan baik apa yang telah dipaparkan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Bobot Ujian Tengah Semester adalah 30% dari keseluruhan item penilaian dalam satu semester.

    • Mata Kuliah : Kewirausahaan, Kelas C9

      Dosen Pengampu : Wudi Darul Putra, ST.,MT

      Durasi Waktu        : 75 (Tujuh Puluh Lima) Menit.

      TULIS TANGAN RAPI, PDF

      1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Kewirausahaan, Wirausaha, dan Wiraswasta (Bobot 10%)

      2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Etika Wirausaha, Prinsip Wirausaha. (Bobot 15%)

      3. Jelaskan cara mendapatkan modal untuk memulai wirausaha. (Bobot 15%)

      4. Jelaskan bidang usaha yang dapat ditekuni oleh Alumni Teknik Sipil setelah lulus kuliah yang berhubungan dengan bidang ilmu yang dimiliki. (Bobot 15%)

      5. Jelaskan tahapan yang harus dilalui untuk membuka perusahaan Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas, Kontraktor dan Developer Properti. Sebutkan dan jelaskan ijin-ijin prinsip yang harus dipenuhi sebelum memulai usaha di atas. (Bobot 20%)

      6. Jika anda seorang wirausahawan di sektor jasa konstruksi (Kontraktor), pada suatu kondisi anda mendapatkan proyek pembangunan gedung di wilayah terpencil. Pada Gambar Rencana pembesian kolom, balok, sloof dan ringbalk menggunakan besi Diameter 14 mm, sebanyak 8 batang sebagai tulangan pokok, beton K-350. Namun di pasaran, sulit untuk mendapatkan besi tulangan tersebut, dan untuk mendatangkan dari luar, butuh waktu yang lama, biaya transportasi yang besar yang dapat membuat biaya pelaksanaan menjadi meningkat. Apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut tanpa harus melanggar ketentuan dan aturan yang berlaku, Jelaskan.  Bagaimana cara anda untuk mengukur kualitas beton di saat laboratorium sangat jauh dari lokasi pekerjaan, Jelaskan. Beri Alasan yang tepat.(Bobot 25%)

      SELAMAT BEKERJA


  • PERTEMUAN 9. KONSULTAN KONSTRUKSI

    Pada pertemuan ke-9 ini, Adik-adik mahasiswa diharapkan memahami tentang bidang usaha Konsultan Konstruksi, antara lain Konsultan Perencana, Konsultan Manajemen Konstruksi dan Konsultan Pengawas. Indikator dari keberhasilan sesi adalah:

    1. Mahasiswa memahami Bidang Usaha Konsultan Perencana,Konsultan Manajemen Konstruksi dan Konsultan Pengawas., dari proses pendirian Badan Usaha, mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang usaha, dan cara bersaing yang sehat.
    2. Memiliki ketertarikan untuk memulai dan terjun di bidang usaha konsultan tersebut.

    Daftar Pustaka dan Referensi:

    Menjelaskan secara teori dan pengalaman Terkait bidang usaha Konsultan Teknis dan bagaimana menjalankan/mengoperasikan suatu perencanaan, manajemen konstruksi dan melakukan supervisi proyek bangunan sipil.

    [1] [2] [4] & [5]

    1. Thomas W Zimmerer, Norman M Scarborough, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Salemba empat, 200

    2. Achmad, Nur. 2015. Kewirausahaan: Suatu Alternatif Lain Menuju Kesuksesan. Surakarta: BPK FEB UMS.

    3. Achmad, Nur., Saputro, Edy Purwo dan Handayani, Sih. 3. 2016. Kewirausahaan di Era Digital. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti

    4. Effendy, Mochtar.2010.Kewirausahaan (Entrepreneurship) Tuntunan Untuk Praktisi. Yayasan Penerbit Al-Mukhtar : Palembang.

     5. Handoko T. Hani. 2003. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.



    • Pada Materi pertemuan ke-9 ini, dibahas tentang tugas dan tanggungjawab Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Konsultan Manajemen Konstruksi. Peraturan Menteri yang terkait dengan Konsultan Konstruksi

      1. Jelaskan  perbedaan tugas dan tanggungjawab  Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Konsultan Manajemen Konstruksi.
      2. Jelaskan minimal 3 Jenis Sertifikat Badan Usaha (SBU) dan Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) yang Wajib dimiliki untuk memulai usaha (mendirikan Badan Usaha) di Bidang Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas, beserta Sub Bidang nya.
      3. Berdasarkan Peraturan Menteri PU No. 22 Tahun 2018 (Lampiran), Jelaskan yang dimaksud dengan kategori Bangunan Sederhana dan Bangunan Tidak sederhana. Beserta perbedaan kedua Jenis Bangunan yang dimaksud.
      4. Di Kota Antah Berantah akan dibangun Gedung Kantor Dinas Pendidikan yang baru. Pagu anggaran yang disetujui oleh DPRD dan Pemerintah Kota, yang dimasukkan di APBD Kota Antah Berantah Tahun 2021 adalah Rp 95.300.000.000,00 (Sembilan Puluh Lima Milyar Tiga Ratus Juta Rupiah) yang terdiri dari Anggaran Fisik Konstruksi Bangunan Gedung, Biaya Konsultan Perencana, Biaya Konsultan Pengawas, Konsultan Manajemen Konstruksi dan Biaya Pengelolaan Proyek. Lakukan Interpolasi, untuk mengetahui besaran tiap item yang dimaksud (Berapa jumlah Biaya Fisik, Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas, Konsultan Manajemen Konstruksi dan Biaya Pengelolaan Proyek).

  • PERTEMUAN 10. BIDANG USAHA DEVELOPER (PROPERTI)

    Pada pertemuan ke-10 ini, diharapkan adik-adik mahasiswa, memahami tentang bidang usaha Developer atau Pengembang Perumahan dan bagaimana menjalankan/mengoperasikan suatu proyek Perumahan. Indikator dari kemampuan dan pemahaman mahasiswa adalah :

    ·      Ketepatan menjelaskan Terkait bidang usaha Developer atau Pengembang Perumahan dan bagaimana menjalankan/mengoperasikan suatu proyek Perumahan.

    Daftar Pustaka dan Referensi:

    Mengenalkan dan menjelaskan Terkait bidang usaha Developer atau Pengembang Perumahan dan bagaimana menjalankan/mengoperasikan suatu proyek Perumahan

    [1] [2] [4] & [5]

    1. Thomas W Zimmerer, Norman M Scarborough, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Salemba empat, 200

    2. Achmad, Nur. 2015. Kewirausahaan: Suatu Alternatif Lain Menuju Kesuksesan. Surakarta: BPK FEB UMS.

    3. Achmad, Nur., Saputro, Edy Purwo dan Handayani, Sih. 3. 2016. Kewirausahaan di Era Digital. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti

    4. Effendy, Mochtar.2010.Kewirausahaan (Entrepreneurship) Tuntunan Untuk Praktisi. Yayasan Penerbit Al-Mukhtar : Palembang.

     5. Handoko T. Hani. 2003. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.

    7. Video Presentasi dari Coach Omar tentang MEMULAI BISNIS PROPERTI



  • Pertemuan 11. Bidang Usaha Jasa Leveransir Material Bangunan

    Pada Pertemuan ke-11 ini, diharapkan adik-adik mahasiswa, memahami bidang usaha Jasa Leveransir Material Bangunan sebagai salah satu bidang usaha yang berkaitan dengan keilmuan Teknik Sipil. Indikator dari kemampuan tersebut dapat dilihat dari kemampuan menjelaskan terkait bidang usaha Perdagangan Material bangunan dan bagaimana mengoperasikan Konsep perdagangan pada bidang material bangunan di proyek teknik sipil.

    Daftar Pustaka dan Referensi :

    Mengenalkan dan Menjelaskan Terkait bidang usaha Perdagangan Material bangunan dan bagaimana mengoperasikan Konsep perdagangan pada bidang material bangunan proyek teknik sipil

    [1] [2] [4] & [5]

    1. Thomas W Zimmerer, Norman M Scarborough, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Salemba empat, 200

    2. Achmad, Nur. 2015. Kewirausahaan: Suatu Alternatif Lain Menuju Kesuksesan. Surakarta: BPK FEB UMS.

    3. Achmad, Nur., Saputro, Edy Purwo dan Handayani, Sih. 3. 2016. Kewirausahaan di Era Digital. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti

    4. Effendy, Mochtar.2010.Kewirausahaan (Entrepreneurship) Tuntunan Untuk Praktisi. Yayasan Penerbit Al-Mukhtar : Palembang.

     5. Handoko T. Hani. 2003. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.



  • PERTEMUAN 12. MENYUSUN PROPOSAL PENAWARAN TENDER

    Pada Pertemuan ke-12 ini, diharapkan adik-adik mahasiswa memahami cara menyusun Proposal Penawaran Tender Proyek. dan kelengkapannya. Indikator dari pemahaman tersebut adalah 

    ·   Ketepatan menjelaskan teknis dan metode menyusun proposal dan kelengkapan dokumen tender/lelang proyek bangunan teknis sipil.

    Daftar Pustaka dan Sumber Referensi:

    Mengenalkan dan menjelaskan teknis dan metode menyusun proposal dan kelengkapan dokumen tender/lelang proyek bangunan teknis sipil

    [1] [2] [4] & [5]

    1. Thomas W Zimmerer, Norman M Scarborough, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Salemba empat, 200

    2. Achmad, Nur. 2015. Kewirausahaan: Suatu Alternatif Lain Menuju Kesuksesan. Surakarta: BPK FEB UMS.

    3. Achmad, Nur., Saputro, Edy Purwo dan Handayani, Sih. 3. 2016. Kewirausahaan di Era Digital. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti

    4. Effendy, Mochtar.2010.Kewirausahaan (Entrepreneurship) Tuntunan Untuk Praktisi. Yayasan Penerbit Al-Mukhtar : Palembang.

     5. Handoko T. Hani. 2003. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.


  • PERTEMUAN 13. LANJUTAN PENYUSUNAN DOKUMEN PENAWARAN TENDER

    Pada Pertemuan ke-13 ini, diharapkan adik-adik mahasiswa memahami cara penyusunan Dokumen Penawaran Tender yang ideal untuk Proyek Teknik Sipil. Indikator dari keberhasilan sesi perkuliahan adalah :

    ·     Ketepatan menjelaskan teknis dan metode menyusun penawaran yang ideal bagi wirausahawan teknik sipil

    Daftar Pustaka dan Sumber Referensi:

    Mengenalkan dan menjelaskan teknis dan metode menyusun proposal dan kelengkapan dokumen tender/lelang proyek bangunan teknis sipil

    [1] [2] [4] & [5]

    1. Thomas W Zimmerer, Norman M Scarborough, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Salemba empat, 200

    2. Achmad, Nur. 2015. Kewirausahaan: Suatu Alternatif Lain Menuju Kesuksesan. Surakarta: BPK FEB UMS.

    3. Achmad, Nur., Saputro, Edy Purwo dan Handayani, Sih. 3. 2016. Kewirausahaan di Era Digital. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti

    4. Effendy, Mochtar.2010.Kewirausahaan (Entrepreneurship) Tuntunan Untuk Praktisi. Yayasan Penerbit Al-Mukhtar : Palembang.

     5. Handoko T. Hani. 2003. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.


    Video Pembelajaran Tentang cara penyusunan Dokumen Penawaran Tender dan Evaluasi Dokumen Tender Proyek Teknik Sipil


  • PERTEMUAN 14.RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN

    Pada Pertemuan ke-14 ini, diharapkan adik-adik mahasiswa mampu menyusun konsep Rencana pelaksanaan kegiatan secara sistimatis dan terstruktur berdasar schedule pelaksanaan. Indikator dari kemampuan tersebut adalah:

    ·      Ketepatan menyusun konsep Rencana pelaksanaan kegiatan secara sistimatis dan terstruktur berdasar schedule pelaksanaan.

    Daftar Pustaka dan Sumber Referensi:

    Mengenalkan dan menjelaskan konsep Rencana pelaksanaan kegiatan secara sistimatis dan terstruktur berdasar schedule pelaksanaan

     

    [1] [2] [4] & [5]

    1. Thomas W Zimmerer, Norman M Scarborough, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Salemba empat, 200

    2. Achmad, Nur. 2015. Kewirausahaan: Suatu Alternatif Lain Menuju Kesuksesan. Surakarta: BPK FEB UMS.

    3. Achmad, Nur., Saputro, Edy Purwo dan Handayani, Sih. 3. 2016. Kewirausahaan di Era Digital. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti

    4. Effendy, Mochtar.2010.Kewirausahaan (Entrepreneurship) Tuntunan Untuk Praktisi. Yayasan Penerbit Al-Mukhtar : Palembang.

     5. Handoko T. Hani. 2003. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta


  • PERTEMUAN 15. PELAPORAN KEGIATAN PROYEK TEKNIK SIPIL

    Pada Pertemuan ke-15 ini, diharapkan adik-adik mahasiswa memahami dan mengetahui cara menyusun pelaporan progres kegiatan di proyek teknik sipil. Pelaporan tersebut antara lain, Laporan Harian, Laporan Mingguan, Laporan Bulanan, Laporan Akhir dan Serah Terima. Indikator dari keberhasilan sesi perkuliahan adalah:

    • Ketepatan menyusun pelaporan hasil pelaksanaan suatu kegiatan proyek ketekniksipilan

    Daftar Pustaka dan Sumber Referensi:

    Mengenalkan dan menjelaskan tata cara menyusun pelaporan hasil pelaksanaan suatu kegiatan proyek ketekniksipilan

    [1] [2] [4] & [5]

    1. Thomas W Zimmerer, Norman M Scarborough, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Salemba empat, 200

    2. Achmad, Nur. 2015. Kewirausahaan: Suatu Alternatif Lain Menuju Kesuksesan. Surakarta: BPK FEB UMS.

    3. Achmad, Nur., Saputro, Edy Purwo dan Handayani, Sih. 3. 2016. Kewirausahaan di Era Digital. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti

    4. Effendy, Mochtar.2010.Kewirausahaan (Entrepreneurship) Tuntunan Untuk Praktisi. Yayasan Penerbit Al-Mukhtar : Palembang.

     5. Handoko T. Hani. 2003. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.

     


  • PERTEMUAN 16. UJIAN AKHIR SEMESTER

    Pada sesi ke-16 ini, dilaksanakan Evalusi Pembelajaran sepanjang 1 semester.

    • Waktu Ujian : 90 Menit.

      Jawaban     : Tulis Tangan, lalu scan PDF diupload ke Kalam UMI

      1. Jelaskan Jenis-jenis Pelaporan Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Kontraktor.
      2. Jelaskan Kelebihan dan Kekurangan Bidang Usaha Developer, Kontraktor, Konsultan, Toko Material Bangunan.
      3. Buat Skema dan Analisis Usaha  Toko Material Bangunan dengan Modal Rp 500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah), berapa biaya yang harus dikeluarkan? Berapa potensi keuntungan. Uraikan dengan jelas.
      4. Kerjakan secara berurutan.