Pencarian global tidak diaktifkan.
Lewati ke konten utama

Ringkasan topik

  • 1: RPS , Kontrak Kuliah dan Dasar Audit

  • 2:RISK MANAGEMENT

  • 3: RISK MANAGEMENT : RISK MITIGATION (MITIGASI RESIKO)

  • 4: Identifikasi Internal Control

  • 5: General IS Audit Procedure

    • Buatlah uraian rangkuman lima langkah merencanakan program audit menurut ISACA.

      Buku ISACA bisa kalian download di link https://community.mis.temple.edu/mis5201sec001sp2017/files/2017/03/IS-Auditing-Tools-and-Techniques-Creating-Audit-Programs.pdf

      uraikan dengan baik, ringkas dan pada. Anda dapat menggunakan AI translate untuk yang kesulitan dalam bahasa inggris.

      Jawaban di tulis dalam bentuk online text, bukan dalam bentuk pdf atau word.

  • 6: Compliance Test & Substantive Test

  • 7: Evidence (Bukti)

  • Topik 8

    • Gunakan Template Laporan

    • Membuat laporan audit

  • 9. Introduction to COBIT (Control Objectives for Information Technologies)

    • 1. Pengertian COBIT (Control Objectives for Information and Related Technologies)

      COBIT (Control Objectives for Information and Related Technologies) adalah sebuah framework yang dikembangkan oleh ISACA untuk membantu organisasi mengelola dan mengontrol teknologi informasi (TI) sesuai dengan tujuan bisnis. COBIT memberikan pedoman untuk memastikan bahwa TI dapat memberikan nilai maksimal, mengurangi risiko, dan membantu pencapaian tujuan organisasi. 

      Sejak peluncurannya pertama kali pada tahun 1996, COBIT telah diubah beberapa kali. Yang paling baru, COBIT 5, yang dirilis pada tahun 2012, adalah yang paling lengkap dan menyeluruh.

      2. Tujuan COBIT (Control Objectives for Information and Related Technologies)

      • Memastikan TI mendukung tujuan bisnis: COBIT menghubungkan strategi TI dengan tujuan bisnis organisasi.
      • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas TI: COBIT memungkinkan organisasi untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko TI
      • Memastikan kepatuhan: COBIT membantu organisasi memenuhi persyaratan peraturan dan standar industri dengan menerapkan kontrol yang tepat.
      • Mengoptimalkan penggunaan sumber daya TI: COBIT membantu mengelola sumber daya TI dengan memberikan struktur yang jelas.

      3. Komponen Utama Kerangka Kerja COBIT adalah:

      • Proses: COBIT menetapkan 37 proses yang mengatur seluruh siklus hidup TI dalam lima domain utama.
      • Struktur Organisasi: Memastikan bahwa ada tugas dan tanggung jawab yang jelas di sekitar manajemen TI. Informasi: Menjamin bahwa informasi yang digunakan dalam manajemen TI akurat, tepat waktu, dan relevan. 
      • Aset: Mengelola aset TI dengan baik untuk mendukung tujuan perusahaan.
      • Keahlian: Pastikan semua orang yang terlibat dalam pengelolaan TI memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan. 
      • Budaya dan Perilaku: Menciptakan budaya dan tindakan yang mendukung keberhasilan pengelolaan TI di seluruh organisasi.

      4. Domain COBIT 5 membagi prosesnya ke dalam lima domain utama:

      • Domain EDM (Evaluate, Direct, and Monitor) berkonsentrasi pada menjamin bahwa TI memberikan nilai, mengelola risiko, dan memastikan bahwa TI sesuai dengan strategi bisnis.
      • Domain APO— (Align, Plan, and Organize) Domain ini mencakup perencanaan dan pengorganisasian sumber daya TI untuk mencapai tujuan strategis dan operasional perusahaan.
      • Domain BAI— (Build, Acquire, and Implement) berbicara tentang bagaimana organisasi membangun, memperoleh, dan menerapkan TI.
      • Domain Deliver, Service, and Support (DSS) bertanggung jawab untuk memastikan bahwa layanan TI diberikan secara efisien dan efektif dan bahwa mereka mendukung operasional organisasi dengan baik.
      • Domain MEA - Monitor, Evaluate, and Assess, berkonsentrasi pada pemantauan dan evaluasi kinerja TI untuk memastikan bahwa kontrol TI membantu mencapai tujuan bisnis.

  • 10. Introduction to ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

    • What is ITIL ?

      1. ITIL = Information Technology Infrastructure Library

      ITIL adalah best practice atau panduan terbaik yang digunakan untuk mengelola layanan teknologi informasi (TI) di suatu organisasi. ITIL pertama kali dikembangkan pada akhir 1980-an oleh pemerintah Inggris untuk meningkatkan pengelolaan layanan TI di sektor publik dan sekarang digunakan oleh banyak organisasi di sektor publik dan swasta di seluruh dunia untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan bisnis.

      2. ITIL V3 (versi 3)

      ITIL V3, pembaruan dari framework ITIL yang dirilis pada tahun 2007, memperkenalkan konsep service lifecycle (siklus hidup layanan), yang terdiri dari lima fase utama/domain, dan lebih menekankan pendekatan berbasis layanan dalam manajemen layanan TI. Tujuan ITIL V3 adalah untuk memberikan pedoman yang lebih lengkap dan terorganisir untuk manajemen layanan TI dengan fokus pada nilai bisnis dan hubungan antara layanan TI dan pengguna. 

      3. Domain ITIL V3

      1. Service Strategy, memiliki 3 area: 
        •Demand Management: memahami dan mengelola permintaan layanan TI yang dibutuhkan pelanggan.
        •Service Portfolio Management: mengelola portofolio layanan untuk memastikan bahwa layanan yang disediakan memenuhi kebutuhan dan harapan bisnis.
        •Financial Management
      2. Service Design, memiliki 7 area:  
        •Service Catalog Management:  
        •Service Level Management: menetapkan dan mengelola kesepakatan tingkat layanan (SLA) dengan pelanggan.
        •Supplier Management, 
        •Information Security Management, 
        •Availability Management: memastikan bahwa layanan TI selalu tersedia dan dapat diakses oleh pengguna sesuai dengan kebutuhan.
        •Capacity Management: merencanakan kapasitas layanan TI agar dapat memenuhi permintaan di masa depan.
        •IT Service Continuity Management: menyusun rencana untuk melanjutkan layanan TI dalam kondisi darurat atau kegagalan.
      3. Service Transition, memiliki 4 area: 
        •Change Management: mengelola perubahan dalam layanan TI dengan cara yang terstruktur dan terkendali.
        •Release & Deployment  Management: mengelola pengujian dan penerapan perubahan layanan TI yang baru.
        •Service Asset and Configuration Management
        •Knowledge Management
      4. Service Operation, memiliki 9 area:
        •Service Desk, 
        •Incident Management: menangani gangguan layanan dan memastikan layanan pulih dengan cepat.
        •Event Management: memantau peristiwa (event) yang terjadi dalam sistem dan meresponsnya sesuai kebutuhan. 
        •Request Fulfillment, 
        •Access Management, 
        •Problem Management: mengidentifikasi penyebab dasar masalah dan mencegah masalah yang berulang.
        •Technical Management, 
        •IT Operation Management, 
        •Application Management 
      5. Continual Service Improvement, memiliki 7 step improvement process
      • Define what you should measure
      • Define what you can measure
      • Gather the data
      • Process the data
      • Analyze the data
      • Present and use the information
      • Implement corrective actions

       

       

  • 11-12 : BUSINESS APPLICATION DEVELOPMENT PROCESS

    • Buatlah rankuman dari video feasibilty dan requirement di atas, gunakan gambar jika dibutuhkan,

      Kumpulkan file dalam bentuk pdf

  • 13-16: Studi kasus audit sistem informasi pada sebuah unit bisnis atau perusahaan skala kecil