Pencarian global tidak diaktifkan.
Lewati ke konten utama

Ringkasan topik

  • MATA KULIAH PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS TINGGI

    Halo teman-teman!

    Senang sekali bisa berkumpul lagi di kelas daring melalui LMS SPADA INDONESIA. Mari kita mulai dengan semangat dan kolaborasi yang positif! Semoga semuanya dalam keadaan baik dan siap untuk belajar bersama dengan: 

    Mata Pelajaran : Pembelajaran Matematika Kelas Tinggi 

    Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 

    Dosen Pengampu : Dr. Mutiawati, S.Pd., M.Pd

    Institusi : Universitas Ubudiyah Indonesia 

    Mata kuliah ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan strategi dalam mengajar matematika pada kelas tinggi di Sekolah Dasar (SD). Materi yang dibahas mencakup konsep-konsep matematika tingkat lanjut yang diajarkan di kelas 4, 5, dan 6 SD, seperti bilangan bulat, pecahan, desimal, persen, geometri, pengukuran, dan statistik dasar.

    Selain itu, mata kuliah ini juga menekankan pada penggunaan metode pembelajaran yang inovatif dan interaktif, termasuk pemanfaatan teknologi pendidikan, pendekatan berbasis proyek (Project-Based Learning), dan teknik evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa kelas tinggi. Mahasiswa diharapkan mampu merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi pembelajaran matematika yang efektif serta mampu mengatasi tantangan yang mungkin muncul dalam proses pengajaran di kelas tinggi SD.

    Deskripsi Mata Kuliah : 

    Mata kuliah ini membahas landasan pembelajaran matematika berdasarkan scientific inquiry, pelaksanaan pembelajaran matematika yang konstruktivistik, media dalam pembelajaran matematika sd, bahan manipulatif dalam pembelajaran matematika sd, pembelajaran bilangan bulat di sd serta ragam permasalahannya, perkalian dan pembagian pada bilangan bulat serta sistem persamaan linear, bilangan rasional, kesulitan belajar dan pembelajaran bilangan rasional, perluasan nilai tempat desimal, bidang banyak dan bangun ruang, jaring-jaring bangun ruang, luas dan volume kubus, balok, prisma, dan tabung; luas dan volume limas, kerucut, dan bola; sistem bilangan real dan koordinat; persamaan dan pertidaksamaan linear; sudut dan fungsi trigonometri, fungsi trigonometri segitiga dan penerapannya, bilangan berpangkat, terapan bilangan berpangkat, notasi baku (scientific notattion), dan logaritma dan penerapannya.

    Profil Dosen Pengampu 

    Mata Kuliah Pembelajaran Matematika Kelas Tinggi akan diajarkan oleh dua orang dosen yang berasal dari dua kampus yang berbeda yaitu dari Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) dan Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta). Pembelajaran akan berlangsung secara Daring Kolaboratif melalui Laman SPADA Indonesia. Adapun Profil dari kedua dosen dapat diuraikan sebagai berikut: 

    1. Dr. Mutiawati, S.Pd., M.Pd (Universitas Ubudiyah Indonesia) 

    Mutiawati adalah seorang Doktor dalam Bidang Keahlian Matematika dan Aplikasi Sains, merupakan dosen tetap dari Universitas Ubudiyah Indonesia, Banda Aceh 23111, Indonesia. Pendidikannya dari program sarjana dan pascasarjana di bidang Pendidikan Matematika diselesaikan di Universitas Almuslim di Aceh dan gelar masternya di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung. Minat penelitiannya adalah tentang pengembangan kemampuan akademik di bidang pendidikan matematika pada khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya. Ia dapat dihubungi melalui email: mutia@uui.ac.id

    2. Firdaus, M.Pd. (Universitas Sultan Ageng Tirtayas)

    Firdaus adalah seorang dosen tetap dari Untirta dengan latar belakang pendidikan yaitu Pendidikan S1 Pendidikan matematika ditempuh di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, selanjutnya S-2 Pendidikan matematika ditempuh di Universitas Pendidikan Indonesia. Bidang penelitian: kemampuan pemecahan masalah matematika, self esteem. Pengalaman kerja : Universitas prima graha di prodi pendidikan matematika Universitas Banten jaya prodi teknik informatika Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prodi PGSD. 

    CP Mata Kuliah Pembelajaran Matematika Kelas Tinggi 

    1. Menguasai beragam teori belajar dan implikasinya dalam praktik pembelajaran matematika kelas tinggi di SD
    2. Menjelaskan konsep dasar teori pembelajaran yang berkaitan dengan angka dan bilangan, serta operasi hitung bilangan dan lambangnya
    3. Menerapkan penggunaan operasi matematika dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) pada bilangan bulat
    4. Mengimplementasikan penggunaan konsep bilangan bulat dan atau sistem persamaan/pertidaksamaan linear dalam masalah sehari-hari pada pembelajaran matematika kelas tinggi di SD
    5. Menemukenali pecahan dan operasi hitung pecahan
    6. Menggunakan konsep perkalian dan pembagian pada bilangan Rasional 
    7. Menggunakan representasi matematika, seperti gambar, diagram, atau benda konkret untuk menjelaskan konsep bidang banyak, bangun ruang dan jaring-jaring bangun ruang.
    8. Membiasakan diri bersikap jujur dalam menyelesaikan masalah matematika yang berhubungan dnegan bilangan berpangkat dan logaritma. 

    Petunjuk Belajar MK Pembelajaran Matematika Kelas Tinggi

    1. Pelajari dengan cermat kompetensi dasar yang harus dicapai di setiap pertemuan
    2. Identifikasi keterampilan matematika yang akan diajarkan, seperti pemahaman konsep bilangan, operasi hitung, geometri, data, dan pengukuran.
    3. Mulailah dengan konsep-konsep dasar sebelum melanjutkan ke topik yang lebih kompleks.
    4. Gunakan sumber belajar yang disediakan dosen, seperti buku teks, artikel, video pembelajaran, dan bahan ajar lainnya.
    5. Manfaatkan forum diskusi atau grup belajar untuk berdiskusi tentang konsep yang sulit dan berbagi tips atau solusi.
    6. Kerjakan latihan soal setiap minggu untuk memahami penerapan konsep matematika dalam konteks masalah nyata.
    7. Manfaatkan umpan balik dari dosen dan teman untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu diperbaiki.
    8. Jangan ragu untuk bertanya atau berdiskusi dengan dosen jika ada materi yang kurang jelas atau memerlukan penjelasan lebih lanjut.
    • Kepada seluruh mahasiswa yang terdaftar dalam Mata Kuliah Pembelajaran Matematika Kelas Tinggi,

      Selamat datang di semester baru! Berikut adalah beberapa informasi penting terkait perkuliahan yang perlu diketahui:

      1. Jadwal Kuliah: Perkuliahan akan dilaksanakan setiap Hari Kamis pukul 07.30 - 10.00 WIB. Pastikan untuk hadir tepat waktu, baik dalam sesi tatap muka maupun kelas daring.

      2. Format Perkuliahan: Perkuliahan akan dilakukan dengan kombinasi tatap muka dan daring. Informasi lebih lanjut mengenai format ini akan disampaikan pada pertemuan pertama.

      3. Materi dan Bahan Ajar: Seluruh materi kuliah, termasuk bahan bacaan dan tugas, akan diunggah secara berkala melalui Learning Management System (LMS) SPADA Indonesia. Pastikan untuk rutin memeriksa platform tersebut untuk mendapatkan informasi terbaru.

      4. Tugas dan Penilaian:

        • Mahasiswa diharapkan aktif dalam diskusi kelas dan menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu. Penilaian akan mencakup tugas individu, proyek kelompok, kuis, dan ujian akhir semester.
        • Informasi mengenai rincian penilaian dan jadwal pengumpulan tugas akan diumumkan pada awal perkuliahan.
      5. Konsultasi Dosen: Konsultasi dengan dosen dapat dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Mohon menghubungi dosen melalui email atau platform komunikasi yang disediakan untuk membuat janji pertemuan.

      6. Kehadiran dan Partisipasi: Kehadiran dan partisipasi aktif dalam setiap sesi perkuliahan sangat penting dan akan menjadi bagian dari penilaian akhir. Jangan ragu untuk bertanya dan berpartisipasi dalam diskusi kelas.

      7. Kode Etik Perkuliahan: Mahasiswa diharapkan menjaga etika dan sopan santun selama perkuliahan berlangsung, baik secara luring maupun daring, termasuk saat menggunakan fitur chat atau diskusi.

      Untuk informasi lebih lanjut atau pertanyaan seputar perkuliahan, silakan hubungi dosen pengampu melalui kontak yang tersedia.

      Terima kasih atas perhatian dan kerja sama semua mahasiswa. Semoga kita dapat melalui semester ini dengan semangat belajar yang tinggi dan kolaborasi yang baik!

      Dosen Pengampu,

      Mata Kuliah Pembelajaran Matematika Kelas Tinggi]

      Dr. Mutiawati, S.Pd., M.Pd

      HP. 082272345552

  • Pertemuan 1. RPS Kontrak Kuliah dan Teori Pembelajaran dalam Pembelajaran Matematika dan Penerapan teori-teori belajar dalam pembelajaran matematika

    1. PENDAHULUAN

    "Halo semuanya! Selamat Pagi Mahasiswa/Mahasiswi Ibu Sekalian!

    Apakabarnya??? Semoga Selalu dalam Keadaan Sehat dan Semangat Belajar. 

    Hari ini kita akan belajar dan berkolaborasi dengan cara yang menyenangkan. Siapkan pikiran terbuka dan mari kita mulai petualangan belajar kita!"

    Apa yang Anda ketahui tentang teori pembelajaran yang sering diterapkan dalam pembelajaran? Bagaimana teori ini dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika? Berikan contoh kegiatan pembelajaran matematika yang menggabungkan beberapa teori pembelajaran sekaligus!. Apakah Anda pernah mengalami pembelajaran matematika yang menggunakan teori tertentu (misalnya, konstruktivisme, behaviorisme)? Ceritakan pengalaman Anda.

    2. Gambaran Umum Materi

    Teori Pembelajaran dalam Pembelajaran Matematika adalah kerangka kerja konseptual yang digunakan untuk memahami bagaimana siswa belajar dan mengembangkan pemahaman matematika. Teori-teori ini membantu guru dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi pembelajaran yang efektif untuk mendukung pencapaian kompetensi matematika siswa. 

    Teori pembelajaran dalam pembelajaran matematika tingkat tinggi mengacu pada beberapa pendekatan dan teori pendidikan yang mendasari cara mengajar dan memfasilitasi pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika yang lebih kompleks. Beberapa teori pembelajaran yang relevan digunakan dalam pembelajaran matematika tingkat tinggi yaitu : Teori Konstruktivisme, Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory), Teori Kognitif (Cognitive Theory), Teori Pemrosesan Informasi (Information Processing Theory), Teori Koneksionisme (Connectionism Theory), Teori Belajar Experiental (Experiential Learning Theory), Teori Pembelajaran Kritis (Critical Pedagogy) dan Teori Pembelajaran Terpadu (Integrated Learning Theory). 

    3. Relevansi Materi dengan Kehidupan Sehari-hari

    Untuk mengimplementasikan teori-teori ini dalam pembelajaran matematika tingkat tinggi, guru dapat menggunakan strategi seperti: Pemecahan masalah kolaboratif, Penggunaan alat bantu visual, Kegiatan eksperiensial dan Diskusi kritis dan refleksi. Pendekatan ini akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan interaktif, di mana siswa dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam dan berkelanjutan terhadap konsep matematika yang kompleks. Untuk mengetahui lebih lanjut terkait dengan Materi Konsep dan Penerapan tentag Teori Pembelajaran Matematika di Kelas Tinggi. Silahkan pelajari handout berikut ini untuk meningkatkan pemahaman tentang Teori Pembelajaran Matematika, yang meliputi Teori belajar Behaviorisme, Kontruktivisme, dan lainnya. 

    Mata Kuliah (MK) Pembelajaran Matematika Kelas Tinggi sangat penting untuk memahami bagaimana siswa belajar dan bagaimana guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif. Teori-teori pembelajaran yang akan dipelajari menawarkan kerangka kerja dan pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika tingkat lanjut. Relevansi materi Teori-teori pembelajaran dengan MK Pembelajaran Matematika Kelas Tinggi diantaranya yaitu misal, melalui pembelajaran teori belajar Kontruktivisme mahasiswa dapat dilatih untuk menggunakan pendekatan konstruktivis dalam mengajar, seperti menggunakan alat manipulatif, simulasi, dan pendekatan berbasis proyek untuk mengajarkan konsep-konsep matematika yang lebih abstrak. Secara umum, teori-teori pembelajaran ini sangat relevan dalam membantu mahasiswa (calon guru) mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang berbagai pendekatan pembelajaran dan bagaimana menerapkannya dalam konteks pendidikan matematika. Teori-teori ini menyediakan dasar untuk merancang pengalaman belajar yang efektif, yang tidak hanya mengajarkan konsep matematika tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan aplikasi dunia nyata di kalangan siswa.

    4. Capaian Pembelajaran (SUB CPMK) yang diharapkan: 

    1. Mampu memahami struktur perkuliahan, garis besar tugas, UTS dan UAS.
    2. Menguasai Teori belajar Behaviorisme dan implementasinya dalam praktik pembelajaran matematika kelas tinggi di SD
    3. Menguasai teori belajar cognitivisme dan implementasinya dalam praktik pembelajaran matematika kelas tinggi di SD
    • PENYAJIAN

      Pada Pertemuan I ini, saya mengharapkan bahwa mahasiswa dapat mempelajari materi terkait dengan Konsep Pembelajaran Matematika Kelas Tinggi yang diajarkan melalui paparan PowerPoin berikut ini: 

      Adapun Sub CPMK yang diharapkan tercapai dari pembelajaran Materi Pertemuan 1 yaitu : 

      1. Mampu memahami struktur perkuliahan, garis besar tugas, UTS dan UAS. 
      2. Menguasai Teori belajar Behaviorisme dan Teori Belajar Cognitivisme

      Oleh Karena itu, Mahasiswa dapat melalui langkah-langkah berikut: 

      1. Mulailah dengan membaca secara keseluruhan setiap slide untuk mendapatkan gambaran umum tentang topik yang dibahas. Perhatikan judul dan subjudul untuk memahami struktur presentasi.
      2. Identifikasi tujuan pembelajaran yang biasanya terdapat pada slide pertama atau kedua. Hal ini membantu Anda fokus pada informasi yang relevan dan penting.
      3. Setiap slide biasanya memiliki poin-poin utama. Fokuslah pada poin-poin tersebut, terutama yang dicetak tebal, diberi warna berbeda, atau diberi simbol seperti bullet points.

      Diakhir dari pembelajaran ini, saya akan memeberikan tugas kepada mahasiswa sekalian. Jadi, Pelajari materi yang diberikan dengan seksama!

    • Bagi Mahasiswa yang tidak dapat mengakses bahan kuliah dalam bentuk powerpoint, berikut saya sajikan bahan kuliah dalam bentuk PDF

    • Rangkuman

      Materi Tambahan ini diberikan untuk menambah dan memperkuat pengetahuan mahasiswa terkait dengan teori belajar yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika kelas tinggi di Tingkat Jenjang pendidikan Guru Sekolah Dasar.

    • PENUTUP

      Sebagai bagian dari kegiatan penutup pertemuan kita pada kelas ini, rekan-rekan mahasiswa, untuk mengukur kemampuan Anda setelah selesai membaca semua slide PowerPoint. Silahkan tinjau kembali keseluruhan materi dan identifikasi poin-poin penting yang perlu diingat untuk selanjutnya dapat dikerjakan soal tugas berikut ini:

    • PENUTUP 

      Sebagai penutup dari kelas pertemuan 1 hari ini, maka mahasiswa sekalian kita dapat menonton Video E Learning yang disajikan berikut. Dalam Video tersebut, saya telah memaparkan dengan lebih rinci tentang: 

      1. Pengertian Pembelajaran Matematika 

      Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari konsep-konsep kuantitatif, hubungan antara angka, bentuk, dan struktur, serta pola dan perubahan. Ilmu ini berfokus pada pemecahan masalah dan pemahaman terhadap berbagai konsep yang melibatkan angka, geometri, fungsi, dan logika.

      Secara umum, matematika digunakan untuk menalar, memprediksi, dan menjelaskan fenomena baik di dunia alam maupun dalam ilmu sosial. Matematika meliputi berbagai bidang, seperti aritmetika, aljabar, geometri, statistik, dan kalkulus. Dalam praktiknya, matematika memiliki peran penting di berbagai disiplin ilmu, mulai dari fisika, kimia, biologi, hingga ekonomi, teknik, dan ilmu komputer.

      Matematika juga mengajarkan cara berpikir logis dan kritis, yang membantu dalam menyelesaikan masalah dan membuat keputusan berdasarkan bukti yang jelas dan terukur. 

      2. Tujuan Pembelajaran Matematika 

      Video yang disajikan dapat pula sebagai bahan diskusi bagi mahasiswa sekalian, jika ada yang ingin ditanyakan dapat ditanyakan dalam ruang diskusi yang disediakan. 
      Terima kasih 
      Wassalamu'alaikum Wrb

  • Pertemuan 2. Penerapan teori-teori belajar dalam pembelajaran matematika kelas tinggi di SD

    1. PENDAHULUAN

    "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi semuanya!

    Semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan semangat untuk belajar hari ini. Pada pertemuan pertama, kita telah membahas konsep dasar tentang teori-teori belajar. Hari ini, kita akan melanjutkan diskusi kita dengan lebih mendalam, yaitu tentang penerapan teori-teori belajar tersebut dalam pembelajaran matematika untuk kelas tinggi di SD.

    Untuk tahap awal, Adik-adik mahasiswa coba ingat-ingat kembali pertemuan sebelumnya dan apakah Anda memahami tentang teori-teori belajar (behavioristik, konstruktivistik, kognitivistik) dalam konteks pembelajaran matematika di SD? Menurut Anda, bagaimana cara membuat pelajaran matematika menjadi lebih menarik bagi siswa SD?

    Mari kita mulai pertemuan ini dengan semangat belajar yang tinggi dan siap untuk berdiskusi serta berbagi pengalaman. Jika ada yang ingin berbicara atau bertanya, jangan ragu untuk mengangkat tangan atau menulis di kolom chat. Terima kasih, dan mari kita mulai!"

    • Sub CPMK Pada Pertemuan 2 yaitu: 

      1. Menguasai teori belajar sosial dan implementasinya dalam praktik pembelajaran matematika kelas tinggi di SD
      2. Menguasai teori belajar kontruktivisme dan implementasinya dalam praktik pembelajaran matematika kelas tinggi di SD

      Kriteria Penilaian:

      1. Mahasiswa aktif berdiskusi, menyampaikan ide untuk memecahkan kasus terkait teori belajar dalam pembelajaran matematika di SD
      2. Mahasiswa melakukan analisis terhadap kasus untuk membangun rekomendasi solusi;
      3. Mahasiswa berdiskusi secara aktif

       

      Kriteria Pencapaian Nilai:

      50% nilai diperoleh dari bobot nilai akhir berdasarkan kualitas parsipatif diskusi kelas

       

      Teknik Penilaian:

      1. Studi Kasus
      2. Diskusi Kelompok
    • Bagi Mahasiswa yang tidak dapat mengakses bahan kuliah dalam bentuk powerpoint, berikut saya sajikan bahan kuliah dalam bentuk PDF

    • View Make a submission

      Buatlah makalah tentang Penerapan Teori Belajar dalam Pembelajaran Matematika Kelas Tinggi di SD dengan ketentuan sebagai berikut: 

      1. Kelompok terdiri dari 4 - 5 perkelompok, kelompok dapat dipilih sendiri oleh masing-masing siswa 
      2. Format Makalah : 1) Sampul, 2) Latar Belakang, 3) Pembahasan, 4) Simpulan, 5) Daftar Pustaka 
      3. Jumlah halaman maksimal 10 Lembar A4, dengan spasi 2 margin 4,4,3,3 
    • Baca dan Pelajari Artikel Ilmiah Berikut ini, kemudian lakukan analisis kritis kelebihan dan kelemahan teori behaviorisme, kognitivisme dan humanisme dari artikel tersebut. 

    • PENUTUP

      Sebagai penutup dari perkuliahan kita hari ini tentang bilangan cacah, saya ingin mengingatkan betapa pentingnya pemahaman konsep ini dalam matematika dasar. Bilangan cacah, yang meliputi semua angka positif mulai dari nol (0, 1, 2, 3, ...), adalah fondasi yang diperlukan untuk memahami konsep angka lainnya.

      Untuk memperdalam pemahaman kalian, saya telah menyiapkan video pembelajaran yang menjelaskan lebih lanjut tentang bilangan cacah, serta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Saya sangat mendorong kalian untuk menonton video ini sebagai bagian dari proses belajar mandiri.

      Silakan simak dengan baik, dan catat poin-poin penting yang kalian dapatkan dari video tersebut. Setelah menonton, kita akan berdiskusi mengenai hal-hal yang menarik atau mungkin membingungkan dari materi yang telah dipelajari.

      Terima kasih atas perhatian dan partisipasi kalian hari ini. Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya!

  • Pertemuan 3. Konsep Bilangan, Lambang dan Pembelajarannya di SD

    "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi semuanya!

    Bagaimana kabar Mahasiswa ibu hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat dan penuh semangat untuk belajar, ya!

    Pada pertemuan kali ini, kita akan masuk ke materi yang sangat menarik dan mendasar dalam pembelajaran matematika di SD, yaitu tentang konsep bilangan, lambang, dan bagaimana cara kita mengajarkannya kepada siswa. Bilangan adalah fondasi dari hampir semua konsep matematika yang akan dipelajari siswa di masa depan, jadi sangat penting bagi kita untuk memahami cara terbaik untuk memperkenalkannya dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

    Mari kita mulai dengan mengenali berbagai jenis bilangan yang ada, serta memahami bagaimana lambang-lambang matematika ini dapat kita ajarkan kepada siswa agar mereka tidak hanya memahami, tetapi juga merasa percaya diri dan senang saat belajar matematika.

    Apa perbedaan antara bilangan asli, bilangan bulat, dan bilangan pecahan? Mengapa penting bagi siswa SD untuk memahami lambang bilangan dan cara penggunaannya dalam operasi matematika? Bagaimana cara Anda menjelaskan hubungan antara konsep bilangan dan operasi dasar matematika (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian)?

    Saya harap kalian semua sudah siap untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan tentunya belajar bersama. Jika ada yang ingin menyampaikan pertanyaan atau pendapat, jangan ragu ya!

    Baik, kita mulai pertemuan hari ini. Terima kasih!"

    • Deskripsi Materi Konsep Bilangan 

      Konsep bilangan adalah dasar dari pembelajaran matematika yang mencakup berbagai jenis bilangan dan cara mereka digunakan dalam operasi matematika. Sedangkan  Lambang bilangan adalah simbol atau notasi yang digunakan untuk merepresentasikan bilangan. 

      Tujuan dari pembelajaran konsep bilangan dan lambangnya di SD adalah untuk membangun dasar matematika yang kuat, memastikan siswa tidak hanya dapat melakukan perhitungan tetapi juga memahami prinsip di balik operasi matematika.

      Sub CPMK yaitu: 

      1. Menjelaskan konsep dasar teori pembelajaran yang berkaitan dengan angka dan bilangan.
      2. Menjelaskan konsep dasar teori pembelajaran yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan

      Kriteria Penilaian:

      1. Mahasiswa aktif berdiskusi, menyampaikan ide dan memecahkan masalah.
      2. Mahasiswa melakukan analisis terhadap kasus untuk membangun rekomendasi solusi;
      3. Mahasiswa berdiskusi secara aktif

       

      Kriteria Pencapaian Nilai:

      50% nilai diperoleh dari bobot nilai akrih berdasarkan kualitas parsipatif diskusi kelas

       

      Teknik Penilaian:

      Tes Tertulis 

    • Konsep Bilangan adalah ide dasar yang menggambarkan kuantitas atau jumlah sesuatu. Bilangan digunakan untuk menghitung, mengukur, dan menandai urutan atau posisi dalam suatu urutan. Dalam matematika, bilangan memiliki beberapa jenis, seperti bilangan bulat, bilangan pecahan, bilangan desimal, bilangan real, bilangan rasional, dan bilangan imajiner. Setiap jenis bilangan memiliki karakteristik dan kegunaan tertentu.

      Lambang Bilangan adalah simbol atau notasi yang digunakan untuk mewakili bilangan tersebut.

      Untuk menambah pengetahuan mahasiswa terkait dengan konsep bilangan dan lambangnya dalam pembelajaran matematika di SD, mari mahasiswa/i sekalian untuk mempelajari meteri ke-2 dari Slide Presentasi yang saya tampilkan berikut ini:

      Mohon dapat di baca dan dipelajari secara seksama

    • Bagi Mahasiswa yang tidak dapat mengakses bahan kuliah dalam bentuk powerpoint, berikut saya sajikan bahan kuliah dalam bentuk PDF

    • Materi konsep dan Lambang ini penting dalam perhitungan matematika dan sains untuk mempermudah komunikasi dan pemahaman antar pengguna.

      Dalam soal ini, peserta didik diminta untuk menyelesaikan beberapa soal yang melibatkan operasi penjumlahan, pengurangan, dan perkalian bilangan bulat dalam konteks masalah sehari-hari. Peserta didik diharapkan mampu menganalisis situasi dalam soal, kemudian menentukan operasi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

      Langkah-langkah dalam menyelesaikan soal:

      1. Memahami Soal: Bacalah soal dengan cermat untuk memahami konteks masalah yang diberikan, serta data atau informasi yang tersedia.
      2. Menentukan Operasi yang Tepat: Tentukan apakah permasalahan tersebut memerlukan operasi penjumlahan, pengurangan, atau perkalian. Beberapa soal mungkin memerlukan kombinasi dari ketiganya.
      3. Menuliskan Langkah-langkah Penyelesaian: Setelah memilih operasi yang tepat, tuliskan langkah-langkah penyelesaian secara sistematis. Pastikan setiap operasi dilakukan dengan benar, sesuai aturan operasi bilangan bulat.
      4. Mengecek Jawaban: Setelah mendapatkan jawaban, periksa kembali langkah-langkah yang telah dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam perhitungan.
    • PENUTUP 

      Sebagai penutup perkuliahan hari ini tentang Konsep Bilangan, Lambang, dan Pembelajarannya di SD, kita telah membahas pentingnya pemahaman konsep bilangan dan lambang bagi anak-anak usia sekolah dasar. Konsep ini adalah dasar bagi kemampuan matematika yang akan terus dikembangkan di tingkat yang lebih lanjut, seperti operasi hitung, pola bilangan, hingga penyelesaian masalah.

      Untuk memperkuat pemahaman kalian, saya meminta kalian menonton video pembelajaran yang telah saya siapkan. Video ini akan memperlihatkan cara-cara konkret dan kreatif dalam mengajarkan konsep bilangan dan lambangnya kepada siswa SD, termasuk metode menggunakan benda konkret dan visualisasi yang efektif.

      Setelah menonton, saya harap kalian dapat merenungkan pendekatan apa saja yang menarik dan bagaimana kalian dapat mengaplikasikannya dalam pembelajaran di kelas nantinya. Silakan catat hal-hal penting atau ide-ide baru yang kalian temukan, dan kita akan diskusikan bersama pada pertemuan berikutnya.

      Selamat menonton, dan sampai bertemu di sesi selanjutnya!

  • Pertemuan 4. Konsep Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat

    "Selamat pagi, teman-teman!

    Semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan siap untuk belajar hari ini. Pada pertemuan kali ini, kita akan memasuki topik yang sangat penting dalam matematika dasar, yaitu konsep penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat.

    Bilangan bulat adalah bagian fundamental dari matematika yang digunakan dalam berbagai operasi sehari-hari dan memiliki aplikasi luas dalam kehidupan kita. Memahami konsep dasar ini dengan baik adalah kunci untuk menyelesaikan berbagai masalah matematika yang lebih kompleks di masa depan.

    Hari ini, kita akan:

    1. Mengeksplorasi Konsep Penjumlahan dan Pengurangan: Kita akan membahas cara-cara melakukan operasi ini pada bilangan bulat, serta strategi-strategi untuk memecahkan masalah yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan.

    2. Menggali Konsep Perkalian dan Pembagian: Kami akan melihat bagaimana operasi ini bekerja pada bilangan bulat, termasuk aturan-aturan dasar dan cara mengatasi kesalahan umum.

    3. Menghubungkan Konsep-Konsep Ini: Kita juga akan membahas bagaimana penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian saling berhubungan dan bagaimana mengaplikasikan konsep-konsep ini dalam konteks masalah yang lebih kompleks.

    Sebagai langkah awal, mari kita diskusikan apa yang kalian ketahui tentang operasi dasar ini dan bagaimana kalian biasanya mengajarkannya kepada siswa. Apakah ada tantangan atau strategi tertentu yang sudah kalian coba?

    Saya berharap pertemuan ini tidak hanya memperdalam pemahaman kalian tentang konsep-konsep ini tetapi juga memberikan kalian alat dan teknik yang berguna untuk mengajarkannya dengan cara yang efektif dan menarik.

    Jika ada pertanyaan atau hal-hal yang ingin kalian bahas sebelum kita mulai, silakan berbagi. Mari kita mulai perkuliahan ini dengan semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi!

    Terima kasih, dan mari kita mulai!"

    •  Deskripsi MK: 

      Bilangan bulat terdiri atas himpunan bilangan bulat negatif {…, -3, -2, -1}, nol {0}, dan himpunan bilangan bulat positif {1, 2, 3, ….}

      Sub CPMK: 

      1. Menerapkan Penggunaan operasi penjumlahan pada bilangan bulat dalam pembelajaran matematika kelas tinggi di SD
      2. Menerapkan Penggunaan operasi pengurangan pada bilangan bulat dalam pembelajaran matematika kelas tinggi di SD
      3. Menerapkan Penggunaan operasi perkalian pada bilangan bulat dalam pembelajaran matematika kelas tinggi di SD
      4. Menerapkan Penggunaan operasi pembagian  pada bilangan bulat dalam pembelajaran matematika kelas tinggi di SD

      Kriteria Penilaian: Mahasiswa melakukan eksplorasi, analisis, sintesis,  penilaian, problem solving dan/atau menghasilkan karya sebagai wujud dari hasil belajar penjumlahan, pengurangan dan perkalian bilangan bulat

      Kriteria Pemerolehan nilai:

      1. Aktivitas, partisipasi serta colaborasi
      2. Ketepatan solusi (memungkinkan menyelesaikan masalah)
      3. Penggunaan teori atau empiric yang melandasi solusi
      4. Visibilitas (Solusi dapat diterapkan)
      5. Creatif/inovatif
      6. Kemampuan berkomunikasi (presentasi)

       

      Teknik Penilaian:

      Presentasi Hasil Kerja Kelompok

    • Bagi Mahasiswa yang tidak dapat mengakses bahan kuliah dalam bentuk powerpoint, berikut saya sajikan bahan kuliah dalam bentuk PDF

    • PENUTUP

      Dalam rangka peningkatan pemahaman yang lebih baik, maka mahasiswa diharapkan untuk menonton video yang menjelaskan konsep dasar penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat. Video ini penting sebagai dasar dalam memahami operasi bilangan bulat yang akan digunakan dalam pembelajaran lebih lanjut. Pastikan Anda menonton video secara keseluruhan dan mencatat poin-poin penting.

      Terima kasih atas perhatian dan partisipasi kalian selama perkuliahan hari ini mengenai operasi hitung bilangan bulat. Sebelum kita akhiri, saya ingin mengingatkan kalian untuk menonton video pembelajaran yang telah saya siapkan. Video ini akan memberikan penjelasan lebih mendalam dan contoh-contoh yang bermanfaat dalam memahami materi yang telah kita bahas.

      Silakan klik tautan yang sudah saya bagikan di platform pembelajaran kita dan pastikan untuk mencatat poin-poin penting yang kalian temui. Setelah menonton, saya harap kalian dapat menjawab beberapa pertanyaan yang akan saya berikan sebagai tugas, untuk menguji pemahaman kalian.

      Jika ada pertanyaan atau hal yang ingin didiskusikan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi saya. Sampai jumpa di perkuliahan berikutnya, dan semoga kalian menikmati video tersebut!

      Selamat belajar!

  • Pertemuan 5. Konsep Bilangan Bulat dan atau sistem persamaan/pertidaksamaan linear

    Pendahuluan 

    "Selamat pagi, mahasiswa sekalian!

    Saya harap mahasiswa semua dalam keadaan baik dan siap untuk memulai perkuliahan kita hari ini. Pada kesempatan ini, kita akan mengeksplorasi dua konsep fundamental dalam matematika yang sangat penting, yaitu Bilangan Bulat dan Sistem Persamaan serta Pertidaksamaan Linear. Kedua konsep ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa ibu semuanya, namun ibu yakin ada banyak hal menarik yang bisa kita pelajari lebih dalam.

    Bilangan bulat bukan hanya tentang angka positif dan negatif, tetapi juga bagaimana mereka digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kegiatan menghitung suhu, mengelola keuangan, hingga aplikasi teknis lainnya. Begitu pula dengan persamaan dan pertidaksamaan linear, yang merupakan dasar untuk memahami hubungan antara variabel dalam berbagai konteks, baik di bidang ekonomi, teknik, maupun ilmu komputer.

    Gambaran Umum Materi : 

    Bilangan bulat adalah jenis bilangan yang meliputi bilangan positif, bilangan negatif, dan nol. Dalam notasi matematika, himpunan bilangan bulat dilambangkan dengan huruf Z, yang berasal dari kata Jerman "Zahlen" yang berarti angka. Bilangan bulat penting dalam berbagai konsep matematika, seperti aritmetika dasar, operasi aljabar, dan penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari.

    Contoh:

    • Positif: 1, 2, 3, ...
    • Negatif: -1, -2, -3, ...
    • Nol: 0

    Sistem persamaan linear adalah himpunan dari satu atau lebih persamaan linear yang harus dipenuhi secara bersamaan. Persamaan linear dalam satu variabel berbentuk seperti ax + b = 0, di mana a dan b adalah konstanta dan x adalah variabel.

    Contoh:

    Persamaan linear sederhana:

    • 2x+3=72x + 3 = 7

    Pertidaksamaan linear adalah ekspresi matematika yang menunjukkan hubungan ketidaksamaan antara dua ekspresi aljabar, seperti ax + b > 0 atau ax + b ≤ c. Pertidaksamaan linear digunakan untuk menemukan rentang nilai yang memenuhi kondisi tertentu.

    Contoh:

    Pertidaksamaan linear sederhana:

    • 3x5>73x - 5 > 7

    ari kita sama-sama memperdalam pemahaman kita, menemukan cara baru dalam menyelesaikan masalah melalui kegiatan pemebalajaran melalui PPT dan Video yang disajikan berikut.  Saya sangat berharap diskusi kita hari ini akan menarik, interaktif, dan bermanfaat bagi kalian semua.

    Selamat belajar, dan mari kita mulai perjalanan matematika kita!"

    • Dengan mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:

      • Memahami konsep dasar bilangan bulat serta operasinya.
      • Menyelesaikan sistem persamaan dan pertidaksamaan linear.
      • Menerapkan konsep bilangan bulat dan persamaan/pertidaksamaan linear dalam masalah sehari-hari.

      Pembahasan materi ini akan membantu mahasiswa untuk menguasai konsep dasar yang diperlukan untuk memahami topik-topik yang lebih kompleks dalam matematika dan sains.

    • Bagi Mahasiswa yang tidak dapat mengakses bahan kuliah dalam bentuk powerpoint, berikut saya sajikan bahan kuliah dalam bentuk PDF

    • PENUTUP 

      Sebagai penutup perkuliahan kita hari ini mengenai pembulatan suatu bilangan desimal, saya ingin mengingatkan pentingnya konsep ini dalam kehidupan sehari-hari dan aplikasi matematis yang lebih luas. Pembulatan tidak hanya memudahkan kita dalam melakukan perhitungan, tetapi juga membantu dalam membuat estimasi yang lebih akurat.

      Untuk memperdalam pemahaman kalian, saya telah menyiapkan video pembelajaran yang akan menjelaskan lebih lanjut tentang teknik dan langkah-langkah dalam membulatkan bilangan desimal. Silakan tonton video tersebut dengan seksama, karena akan ada beberapa contoh yang menarik dan latihan yang dapat kalian coba setelah menonton.

      Setelah menonton, jangan ragu untuk bertanya jika ada yang masih kurang jelas, dan siapkan diri untuk diskusi kita di pertemuan berikutnya. Terima kasih atas perhatian dan partisipasi kalian hari ini. Selamat belajar!

    • PENUTUP 

      Mahasiswa diharapkan untuk menonton video berikut yang menjelaskan konsep dasar dan metode penyelesaian Sistem Persamaan Linear (SPL). Setelah menonton, kerjakan tugas yang telah disediakan. Tujuan dari video ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih lanjut terkait dengan konsep dasar SPL, termasuk definisi, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, serta teknik penyelesaiannya.

      Sebagai penutup untuk perkuliahan hari ini mengenai konsep sistem persamaan linear, saya ingin mengingatkan kalian tentang pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap materi ini. Sistem persamaan linear adalah alat yang sangat berguna dalam berbagai aplikasi, baik dalam matematika maupun dalam kehidupan sehari-hari.

      Untuk membantu kalian lebih memahami konsep ini, saya telah menyiapkan video pembelajaran yang akan menjelaskan lebih lanjut tentang sistem persamaan linear, langkah-langkah penyelesaian, serta contoh-contoh yang relevan. Saya mendorong kalian untuk menonton video tersebut di luar jam kuliah, sehingga kalian bisa mencerna materi dengan lebih baik dan melihat penerapannya dalam konteks yang lebih luas.

      Setelah menonton video, silakan siapkan pertanyaan atau diskusi yang ingin kita bahas pada pertemuan berikutnya. Semoga materi hari ini bermanfaat dan meningkatkan kemampuan kalian dalam memahami matematika. Terima kasih atas perhatian dan partisipasi kalian, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya!

  • Pertemuan 6. Konsep Pecahan sederhana

    Pendahuluan 

    "Selamat pagi, mahasiswa semuanya!

    Senang sekali bisa bertemu dengan Mahasiswa sekalian pada perkuliahan dipertemuan ke-6. Pada sesi kali ini, kita akan membahas sebuah konsep yang mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki peran yang sangat penting dalam matematika dan kehidupan sehari-hari, yaitu Pecahan Sederhana.

    Pecahan sederhana adalah dasar untuk memahami banyak konsep matematika lainnya, seperti desimal, persentase, dan bahkan konsep-konsep yang lebih kompleks dalam aljabar. Melalui Pembelajaran Pecahan dapat menggambarkan bagian dari keseluruhan, sesuatu yang kita jumpai setiap hari, mulai dari berbagi makanan, menghitung diskon, hingga memahami data dan statistik.

    Saya yakin mahasiswa semuanya pasti telah pernah berurusan dengan pecahan, entah ketika membagi pizza dengan teman atau saat menghitung jumlah bahan dalam resep masakan. Namun, hari ini kita akan mencoba melihat pecahan dari sudut pandang yang lebih mendalam dan memahami bagaimana kita dapat menggunakan pecahan untuk menyelesaikan berbagai masalah matematika dengan lebih efisien.

    Gambaran Umum Materi:

    Pecahan adalah bentuk angka yang menggambarkan bagian dari keseluruhan. Pecahan terdiri dari dua bagian utama yaitu Pembilang dan Penyebut.

    Pecahan Sederhana adalah pecahan di mana pembilang dan penyebut tidak memiliki faktor persekutuan selain 1. Artinya, tidak ada angka lain yang dapat membagi kedua angka tersebut selain 1.

    Capaian Pembelajaran:

    Menemukenali Pecahan sederhana dari beberapa pecahan yang diberikan

    Mari kita mulai perkuliahan dengan semangat, antusiasme, dan pikiran yang terbuka untuk belajar hal-hal baru. Saya berharap kita semua bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam memahami materi ini.

    Selamat belajar dan semoga perkuliahan kita hari ini bermanfaat untuk semuanya!"

    • Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:

      • Memahami konsep dasar dan jenis-jenis pecahan.
      • Menyederhanakan pecahan dan melakukan operasi aritmatika dasar dengan pecahan.
      • Mengonversi pecahan ke bentuk desimal dan persentase.
      • Menggunakan pecahan dalam konteks sehari-hari dan memecahkan masalah yang melibatkan pecahan.

      Semoga materi ini membantu dalam memahami konsep pecahan sederhana secara menyeluruh!

    • Bagi Mahasiswa yang tidak dapat mengakses bahan kuliah dalam bentuk powerpoint, berikut saya sajikan bahan kuliah dalam bentuk PDF

    •  Setelah membaca slide ppt yang disajikan, mahasiswa sekalian tentunya telah memahami pengertian dari Pecahan. Pecahan adalah bilangan yang menunjukkan bagian dari keseluruhan. Sebuah pecahan terdiri dari dua bagian:

      • Pembilang: Angka di atas yang menunjukkan berapa bagian yang diambil.
      • Penyebut: Angka di bawah yang menunjukkan berapa bagian total dalam satu kesatuan.

      Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan kemampuan calon Guru SD terkait teknik mengajarkan siswa SD tentang Konsep Pecahan Sederhana, Maka dapat dilakukan dengan menyelesaikan tugas berikut ini: 

    • PENUTUP 

      Sebagai penutup dari perkuliahan tentang Konsep Pecahan Sederhana, mari kita simpulkan bahwa pecahan sederhana merupakan dasar penting dalam memahami pecahan secara lebih luas. Memahami konsep ini akan memudahkan kita dalam mengerjakan operasi hitung dengan pecahan dan dalam penerapannya pada kehidupan sehari-hari, seperti dalam pengukuran, pembagian, dan estimasi.

      Untuk memperkuat pemahaman dan melihat aplikasi konsep pecahan sederhana secara visual, saya mengajak Anda untuk menonton video pembelajaran yang telah disiapkan. Video ini akan membantu menjelaskan materi dengan cara yang interaktif dan memberikan contoh-contoh praktis yang dapat meningkatkan pemahaman Anda.

      Setelah menonton, silakan catat hal-hal penting atau konsep yang masih membingungkan, karena kita akan mendiskusikannya pada pertemuan berikutnya. Terima kasih atas partisipasi aktif Anda hari ini, dan semoga video tersebut memperjelas dan memperkaya wawasan kita semua tentang pecahan sederhana.

  • Pertemuan 7. Operasi Hitung Pecahan

    Pendahuluan 

    "Selamat pagi, mahasiswa sekalian!

    Saya senang sekali bisa bertemu dengan kalian semua dalam perkuliahan hari ini. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas topik yang sangat menarik dan aplikatif, yaitu Operasi Dasar Pecahan — meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan — serta bagaimana kita menerapkannya dalam konteks masalah sehari-hari.

    Mungkin sebagian dari kalian berpikir bahwa pecahan hanyalah sekumpulan angka di atas dan di bawah garis. Namun, sebenarnya, pecahan adalah alat yang sangat berguna dan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dari membagi makanan secara adil, menghitung potongan harga saat berbelanja, hingga mengukur bahan untuk resep masakan, semua itu membutuhkan pemahaman tentang operasi pecahan.

    Hari ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana cara menyelesaikan berbagai jenis operasi pecahan dengan tepat dan efisien, dan bagaimana konsep-konsep ini dapat membantu kita membuat keputusan yang lebih baik dalam berbagai situasi. Saya yakin, dengan memahami dasar-dasar ini, kalian akan semakin percaya diri dalam menggunakan pecahan untuk menyelesaikan masalah nyata.

    Gambaran Umum Materi: 

    Operasi dasar pecahan meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.  Penjumalahan Pecahan Sejenis (Penyebut Sama) Untuk menjumlahkan pecahan dengan penyebut yang sama, cukup tambahkan pembilangnya saja, sedangkan Penjumlahan Pecahan Tidak Sejenis (Penyebut Berbeda) Samakan penyebut dengan mencari Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari kedua penyebut, lalu ubah pecahan menjadi sejenis dan tambahkan pembilangnya. Hal yang sama juga berlaku untuk konsep pengurangan Pecahan.

    Namun berbeda hal untuk operasi perkalian dan pembagian pecahan, oleh karena itu untuk mengetahui lebih lanjut, mahasiswa sekalian dapat mari kita bersama-sama belajar dengan penuh semangat dan keterbukaan, serta tidak ragu untuk bertanya atau berbagi pengalaman tentang bagaimana kalian menggunakan pecahan dalam kehidupan sehari-hari.

    Selamat belajar, dan mari kita mulai perkuliahan hari ini dengan antusias!"

    • Menguasai operasi dasar pecahan penting untuk banyak aspek kehidupan. Dengan memahami cara menjumlahkan, mengurangkan, mengalikan, dan membagi pecahan, kita dapat menyelesaikan berbagai masalah praktis, mulai dari berbagi barang hingga menghitung keuangan sehari-hari. 

    • Bagi Mahasiswa yang tidak dapat mengakses bahan kuliah dalam bentuk powerpoint, berikut saya sajikan bahan kuliah dalam bentuk PDF

    • Complete the activity

      Silahkan asah kemampuan mahasiswa sekalian terkait dengan konsep pecahan sederhana melalui pengerjaan tugas-tugas yang ada dalam soal berikut ini

    • PENUTUP 

      Sebagai penutup dari perkuliahan hari ini mengenai Operasi Hitung Pecahan, saya berharap materi yang telah kita pelajari bisa membantu Anda memahami cara mengoperasikan pecahan, baik dalam penjumlahan, pengurangan, perkalian, maupun pembagian.

      Untuk memperdalam pemahaman, saya meminta Anda menonton video pembelajaran yang telah disediakan. Video ini akan mengulas kembali konsep-konsep yang telah kita bahas dan memberikan contoh soal yang bisa Anda kerjakan sendiri. Melalui video tersebut, Anda dapat melihat penerapan operasi hitung pecahan dalam berbagai konteks yang lebih nyata dan lebih mudah dipahami.

      Silakan luangkan waktu untuk menonton dan mencatat hal-hal penting yang mungkin belum jelas selama perkuliahan. Jika ada pertanyaan atau kesulitan, jangan ragu untuk mendiskusikannya pada pertemuan selanjutnya. Semoga video pembelajaran ini dapat memperkaya pemahaman Anda dan membantu Anda menguasai materi dengan lebih baik.

      Terima kasih atas perhatian dan partisipasi Anda hari ini.

  • Pertemuan 8. UTS

    •  Intruksi yang harus diikuti terkait pelaksanaan UTS: 

      • Waktu: Ujian ini berlangsung selama 120 menit.
      • Total Soal : Terdapat 20 soal yang terdiri dari soal pilihan ganda, jawaban singkat, dan esai.
      • Alat yang Diperbolehkan: Anda diperbolehkan membawa kalkulator dan alat tulis.
      • Keterampilan: Bacalah setiap soal dengan seksama sebelum menjawab.
      • Jawaban:
        • Untuk soal pilihan ganda, pilihlah jawaban yang benar.
        • Untuk soal isian singkat, tuliskan jawaban pada tempat yang disediakan.
        • Untuk soal essay, jawab dengan jelas dan terstruktur.
      • Pengumpulan: Jawaban terkumpul secara otomatis ketika soal selesai dikerjakan
      • Larangan : Dilarang bekerjasama dalam menjawab pertanyaan
      • Penilaian: Jawaban Anda akan dinilai berdasarkan ketepatan dan kejelasan.
  • Pertemuan 9. Konsep perkalian dan pembagian pada bilangan Rasional

    Pendahuluan 

    "Selamat pagi/siang, teman-teman semua!

    Hari ini kita akan melanjutkan pembelajaran kita dengan topik yang sangat menarik, yaitu 'Konsep Perkalian dan Pembagian pada Bilangan Rasional'. Materi ini penting karena bilangan rasional sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berbagai perhitungan matematika.

    Saya harap semua sudah siap dan semangat untuk belajar hari ini. Mari kita mulai dengan membuka pikiran kita untuk memahami konsep-konsep yang akan kita bahas. Jika ada pertanyaan atau hal yang kurang jelas, jangan ragu untuk bertanya.

    Gambaran Umum Materi: 

    Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai perbandingan atau pecahan antara dua bilangan bulat, di mana pembaginya (penyebut) tidak sama dengan nol. Secara umum, bilangan rasional dapat ditulis dalam bentuk ab\frac{a}{b}, dengan:

    • aa = pembilang (bilangan bulat)
    • b0b \neq 0 = penyebut (bilangan bulat)

    Contoh bilangan rasional: 34,52,0,7\frac{3}{4}, -\frac{5}{2}, 0, 7 (di mana 7 dapat ditulis sebagai 71\frac{7}{1}).

    Relevansi Materi dengan Kehidupan Sehari-hari: 

    • Dalam Kehidupan Sehari-hari: Konsep perkalian dan pembagian bilangan rasional sering digunakan dalam berbagai situasi seperti menghitung diskon, konversi satuan, dan mengukur bahan dalam resep masakan.
    • Dalam Ilmu Pengetahuan: Perkalian dan pembagian bilangan rasional digunakan dalam fisika, kimia, ekonomi, dan berbagai bidang lainnya untuk menghitung perbandingan, kecepatan, konsentrasi, dll.

    Ayo, kita jadikan pertemuan ini sebagai kesempatan untuk memperdalam pemahaman kita tentang matematika, khususnya tentang bilangan rasional. Selamat belajar!"

    CP yang diharapkan dari Materi ini yaitu: 

    1. Memecahkan masalah matematika yang berbentuk pecahan kedalam bentuk persen secara kritis dan kreatif.
    2. Memecahkan masalah matematika yang berbentuk desimal, atau kebalikannya secara kritis dan kreatif.
    • Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai pecahan ab\frac{a}{b}, di mana aa dan bb adalah bilangan bulat, dan b0b \neq 0. Contoh bilangan rasional termasuk 34,72,\frac{3}{4}, -\frac{7}{2}, dan 55 (yang bisa ditulis sebagai 51\frac{5}{1}). Menyederhanakan hasil perkalian atau pembagian bilangan rasional dengan membagi pembilang dan penyebut dengan faktor persekutuan terbesar (FPB).

  • Pertemuan 10. Pembulatan terhadap suatu bilangan desimal

    Pendahuluan

    "Selamat pagi/siang, teman-teman semua!

    Semoga kalian dalam keadaan sehat dan siap untuk belajar bersama lagi hari ini. Pada pertemuan kali ini, kita akan membahas topik yang sangat penting dan sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu 'Pembulatan terhadap Suatu Bilangan Desimal'.

    Pembulatan desimal bukan hanya tentang mengubah angka menjadi lebih sederhana, tetapi juga memiliki aplikasi nyata, seperti saat kita menghitung uang, mengukur panjang, atau memperkirakan waktu. Oleh karena itu, memahami cara dan kapan harus melakukan pembulatan adalah keterampilan yang sangat berguna.

    Gambaran Umum Materi:

    Pembulatan adalah proses mengubah suatu bilangan ke bilangan terdekat yang lebih sederhana dengan mengikuti aturan tertentu. Dalam konteks bilangan desimal, pembulatan digunakan untuk menyederhanakan angka dengan membatasi jumlah tempat desimal, sehingga lebih mudah digunakan dalam perhitungan sehari-hari.

    Pembulatan terhadap suatu bilangan desimal dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

    1. Pembulatan ke atas (ceil): Mengubah bilangan desimal ke bilangan bulat terdekat yang lebih besar.
    2. Pembulatan ke bawah (floor): Mengubah bilangan desimal ke bilangan bulat terdekat yang lebih kecil.
    3. Pembulatan ke bilangan bulat terdekat (round half up): Jika angka pada tempat desimal pertama di sebelah kanan adalah 5 atau lebih besar, pembulatan dilakukan ke atas; jika kurang dari 5, pembulatan dilakukan ke bawah.

    Relevansi dengan kehidupan sehari-hari: 

    • Berlatih pembulatan dengan angka desimal yang berbeda dan periksa apakah hasilnya sesuai dengan aturan pembulatan.
    • Pahami kapan pembulatan dibutuhkan dan seberapa banyak desimal yang diperlukan dalam konteks tertentu (misalnya, untuk eksperimen ilmiah, keperluan bisnis, dan lain-lain).

    Oleh karena itu, saya harap kalian siap untuk menyimak, berdiskusi, dan bertanya jika ada hal yang kurang jelas. Mari kita mulai perkuliahan ini dengan penuh semangat dan antusiasme! Selamat belajar!"

    Capaian Pembelajaran Materi: 

    1. Menginterpretasikan makna proporsi dalam nilai satuan.
    2. Menginterpretasikan faktor pengali dalam rasio atau antar rasio
    • Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan titik desimal untuk memisahkan bagian bilangan bulat dengan bagian pecahannya. Contoh bilangan desimal meliputi 3.45, 0.7, dan 125.678. Pembulatan adalah proses mengubah bilangan desimal ke nilai yang lebih sederhana atau lebih mudah digunakan, biasanya dengan mengurangi jumlah digit setelah titik desimal.

  • Pertemuan 11. Makna proporsi proporsi dalam nilai satuan, faktor pengali dalam rasio, atau antar rasio

    Pendahuluan 

    "Selamat pagi, rekan-rekan mahasiswa!

    Semoga kalian semua dalam keadaan baik dan siap untuk mengikuti perkuliahan hari ini. Pada kesempatan kali ini, kita akan mendalami topik yang sangat penting dan relevan, yaitu tentang 'Makna Proporsi dalam Nilai Satuan, Faktor Pengali dalam Rasio, atau Antar Rasio.'

    Materi ini sangat menarik karena konsep rasio dan proporsi sering kali kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam perhitungan keuangan, konversi satuan, maupun analisis data. Memahami konsep ini dengan baik akan membantu kalian dalam menganalisis dan memecahkan masalah secara lebih tepat dan efisien.

    Gambaran Umum Materi: 

    • Proporsi adalah perbandingan antara dua nilai atau lebih yang menunjukkan hubungan sebanding atau kesetaraan antar nilai tersebut. Dalam matematika, proporsi dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan atau rasio.
    • Contoh: Jika ada perbandingan 3:4, maka dikatakan bahwa nilai pertama (3) memiliki hubungan yang sebanding dengan nilai kedua (4)
    • Rasio adalah perbandingan antara dua besaran atau angka. Rasio biasanya digunakan untuk membandingkan bagian dari keseluruhan atau untuk menunjukkan hubungan kuantitatif antar dua hal.
    • Contoh: Rasio 2:5 berarti bahwa untuk setiap 2 bagian dari satu nilai, ada 5 bagian dari nilai lainnya.

    Relevansi Materi:

    Pemahaman tentang proporsi, nilai satuan, faktor pengali, dan rasio sangat penting dalam berbagai aplikasi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam matematika yang lebih kompleks. Memahami cara menghitung dan menggunakan proporsi serta rasio memungkinkan kita untuk membuat perbandingan yang jelas dan memecahkan masalah yang melibatkan perbandingan dan skala.

    Untuk mempelajari lebih rinci terkait materi ini, maka mari kita bersama-sama jelajahi konsep ini lebih dalam, berdiskusi, dan bertanya jika ada hal-hal yang kurang jelas. Semoga kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik setelah perkuliahan ini. Selamat belajar dan tetap semangat!"

    Capaian Pembelajaran 

    1. Menggunakan representasi matematika, seperti gambar, diagram, atau benda konkret untuk menjelaskan konsep bidang banyak.
    2. Menggunakan representasi matematika, seperti gambar, diagram, atau benda konkret untuk menjelaskan konsep bangun ruang dan jaring-jaring bangun ruang
  • Pertemuan 12. Bidang banyak dan bangun ruang

      • Bidang banyak (atau poligon) adalah bangun datar yang dibentuk oleh sejumlah sisi garis lurus yang saling bertemu di titik sudut. Contoh bidang banyak meliputi segitiga, persegi, persegi panjang, segilima, segienam, dan sebagainya.
      • Bangun ruang adalah bentuk tiga dimensi yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Bangun ruang memiliki volume (ruang yang dapat diisi) dan luas permukaan.
  • Pertemuan 13. Jaring-jaring bangun ruang

    Pendahuluan 

    "Selamat pagi, mahasiswa/i hebat!

    Semoga semuanya dalam keadaan baik dan siap untuk mengeksplorasi dunia matematika yang penuh dengan bentuk dan ruang! Hari ini, kita akan membahas 'Jaring-jaring Bangun Ruang'. Prnahkah kalian melihat kemasan kotak susu atau kardus mainan dan berpikir bagaimana bentuk-bentuk tersebut disusun? Hari ini, kita akan memahami konsep 'Jaring-jaring Bangun Ruang' dan bagaimana benda-benda di sekitar kita terbentuk dari pola-pola ini."

    Siapkan diri kalian untuk sebuah petualangan dalam ruang tiga dimensi! Hari ini kita akan menguak rahasia di balik jaring-jaring bangun ruang dan bagaimana mereka membantu kita memahami bentuk-bentuk di dunia nyata.

    Gambaran Umum Materi: 

    Jaring-jaring bangun ruang adalah representasi dua dimensi dari suatu bangun ruang yang dapat dilipat atau disusun menjadi bentuk tiga dimensi. Jaring-jaring ini terdiri dari gabungan beberapa sisi (bidang) dari bangun ruang yang digambarkan dalam posisi terbuka. Ketika jaring-jaring tersebut dilipat pada garis-garis tertentu, mereka akan membentuk suatu bangun ruang tertentu, seperti kubus, balok, prisma, atau limas.

    Relevansi Materi dengan Kehidupan Sehari-hari:

    • Pembelajaran Geometri: Jaring-jaring bangun ruang adalah alat penting dalam pembelajaran geometri, membantu siswa memahami sifat-sifat bangun ruang dan hubungannya dengan bentuk dua dimensi.

    • Desain dan Rekayasa: Di dunia nyata, konsep jaring-jaring digunakan dalam desain kemasan, arsitektur, dan pembuatan berbagai objek tiga dimensi.

    Mahasiswa sekalian, Ayo kita mulai perjalanan menarik ini!"

    Capaian Pembelajaran Materi: 

    1. Menjelaskan miskonsepsi yang terjadi pada unsur-unsur ruang.
    2. Mengimplementasikan konsep jaring-jaring bangun ruang untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dalam pembelajaran matematika kelas tinggi di SD
  • Pertemuan 14. Konsep luas dan Volumen bangun ruang

    Pendahuluan 

    Selamat pagi mahasiswa sekalian. Pada pertemuan kali ini, kita akan membahas topik yang sangat penting dalam matematika, yaitu 'Konsep Luas dan Volume Bangun Ruang'. Mari kita eksplorasi bersama bagaimana kita dapat memahami dan menghitung luas serta volume dari berbagai bangun ruang. Pernahkah kalian bertanya-tanya bagaimana menghitung luas permukaan kubus atau volume sebuah prisma? 

    Tahukah kalian bahwa konsep luas dan volume bangun ruang tidak hanya digunakan di kelas matematika, tetapi juga di dunia nyata? Dari arsitektur hingga pengemasan, pemahaman tentang luas dan volume sangatlah penting.

    Gambaran Umum Materi: 

    Luas permukaan adalah jumlah luas dari semua sisi luar bangun ruang. Setiap bangun ruang memiliki rumus luas permukaan yang berbeda sesuai dengan bentuk dan jumlah sisi yang dimilikinya. Volume adalah ukuran ruang yang ditempati oleh bangun ruang. Setiap bangun ruang memiliki rumus volume yang berbeda.

    Relevansi dengan Kehidupa Sehari-hari:

    Materi tentang luas dan volume bangun ruang memiliki relevansi yang luas dalam berbagai bidang kehidupan sehari-hari dan profesi, Seperti: Desain dan Arsitektur, Industri dan Produksi, dan Geografi dan Lingkungan. 

    Mari kita mulai belajar dan lihat bagaimana matematika berperan besar dalam kehidupan sehari-hari." Yuk, kita cari tahu bersama!

    Capaian Pembelajaran Materi: 

    1. Menjelaskan konsep luas bangun ruang dengan menggunakan media yang sesuai.
    2. Menjelaskan konsep volume bangun ruang dengan menggunakan media yang sesuai. 
    • Salam 
      Untuk pemahaman lebih lanjut terkait dnegan konsep luas bangun ruang, mahasiswa sekalian dapat membaca dan memahami materi yang idsediakan dalam pertemuan kita kali ini. 
      Terima kasih 

    • Salam, 
      Adik-adik sekalian jika sebelumnya kita sudah sama-sama memahami tentang Luas Bangun Ruang. 
      Nah, untuk lebih memahami tentang bagaiamana menyelesaikan Projek Pembuatan alat peraga, maka saat ini kami suguhkan materi terkait dengan Volume Bangun Ruang. 
      Mohon dapat dipelajari dan dapat dipahami secara baik. 
      Wassalam

    • Salam mahasiswa sekalian,

      Untuk menambah pengetahuan dan kemampuan matematika maka adik-adik mahasiswa sekalian sayya tugaskan untuk menyelasaikan sebuah Project, yang dapat dikerjakan secara bersama-sama dalam tim atau kelompok. Adapun Tugas yang diberikan yaitu:

      1. Membuat Alat Peraga Pembelajatan Matematika 
      2. Mmembuat nama sendiri atau spesifik untuk alat peraga
      3. Saat membuat alat peraga tidak perlu di dokumentasikan
      4. Video yang diuploud pada saat UAS adalah Video alat peraga  yang sudah jadi. (isi keterangan video: perkenala anggota, nama 2 dosen, penjelasan alat peraga, cara/langkah² menggunakannya, fungsi)
      5. Video selanjutnya di upload di youtube & Gdrive
      6. Hasil Video selanjutnya dibua hak cipta 

      * syarat membuat hak cipta (SOFT FILE SAJA): KTP masing² anggota, TTD digital, materai 3 kelompok dengan 3 jenis berbeda
      * biaya untuk membuat hak cipta: umum: Rp. 400.000, universitas: Rp. 200.000

      Adapun Pembagian Kelompok terdiri dari : 

      Kelompok 1

      Kelompok 2

      Kelompok 3

      Kelompok 4

      Salma
      Oca
      Putri c
      Raka
      Kobus
      Alin
      Zahra
      Silvana
      Liana
      Nadila
      Dwi
      Riya

      Juan
      Andy
      Mei
      Hanif
      Sarah
      Zaki
      Fitri
      Aci
      Husnul r
      Elza
      Bia
      Icut

      Febby
      Fuji
      Denti
      Revina
      Husnul h
      Mumun
      Sifa
      Haura
      Sulis
      Putri m
      Hani
      Caca

      Ikhsan
      Zahara
      Nurul Adillah
      Siti Rahmayanti
      Sulasmi
      Fazia Febrina

       

    • Assalamu'alaikum Wrb

      Forum ini dibuat untuk diskusi terkait dengan cara penyelesaian Project. Project dapat diselesaikan selama 3 pertemuan

      Assalamu'alaikum temen-temen & pak firdaus, izin mengirimkan link google meet perkuliahan mtk pada hari ini yang akan dimulai pukul 07.30-10.00.
      Untuk bergabung ke rapat di Google Meet, klik link ini:

      https://meet.google.com/czu-huow-pas

      Terimakasih🙏🏻

  • Pertemuan 15. Bilangan Berpangkat

    Pendahuluan

    "Selamat pagi, semua!

    Hari ini, kita akan mempelajari materi yang sangat menarik, yaitu 'Bilangan Berpangkat.' Ini adalah konsep dasar dalam matematika yang memiliki banyak aplikasi di berbagai bidang. Saya harap kalian sudah siap untuk mendalami topik ini dengan semangat.

    Kita akan mulai dengan pemahaman dasar tentang bilangan berpangkat, lalu kita akan eksplorasi lebih dalam mengenai bagaimana konsep ini diterapkan dalam berbagai situasi. Jangan ragu untuk bertanya jika ada hal yang belum kalian pahami, dan mari kita belajar bersama dengan antusias.

    Gambaran Umum Materi: 

    • Bilangan berpangkat adalah bentuk yang menyatakan pengulangan perkalian dari suatu bilangan dengan dirinya sendiri.
    • Notasi umum: ana^n, di mana aa adalah bilangan dasar dan nn adalah pangkat.

    Relevansi Materi: 

    Dengan memahami bilangan berpangkat, siswa dan profesional dapat lebih mudah menyelesaikan masalah matematika yang kompleks dan menerapkan konsep ini dalam berbagai bidang, dari ilmu pengetahuan hingga teknologi dan ekonomi.

    Yuk, kita mulai perkuliahan hari ini!"

  • Pertemuan 16. UAS (PjBL)

    • Salam 
      Untuk menyelesaikan pembelajaran Matematika Kelas Tinggi, maka untuk pertemuan kelas terakhir maka akan kita jalankan perkuliahan kelas Kolaboratif untuk menyelesaikan IKU 7 dari PT yaitu pelaksanaan kelas secara kelolaboratif. maka oleh karena itu, berikut saya berikan soal UTS. Mohon Petunjuk pengerjaan soal, sehingga project dapat diselesaikan dengan baik. 
      Proyek dapat dikerjakan selama 3 Pertemuan dan dikumpulkan di Akhir Pertemuan Ini.