Global searching is not enabled.
Skip to main content

Topic outline

  • Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Selamat datang di SPADA Indonesia! approve

    Kampus STKIP Muhammadiyah Kuningan pada matakuliah Psikologi Pendidikan

    Berikut ini adalah panduan agar Anda dapat memanfaatkan platform ini secara maksimal untuk mendukung proses perkuliahan.

    • Cara Login dan Mengakses Kelas→ Login→ Pilih Kelas Psikologi Pendidikan
    • Mengakses Materi Kuliah→ Buka Materi video, slide berupa video, slide dan infografis→ Belajar Mandiri
    • Mengikuti Kuliah Daring→ Sesi Kuliah melalui zoom meeting→ Presensi Online sesuai kehadiran di zoom meeting
    • Mengerjakan kuis→klik menu tugas dan latihan
    • Mengerjakan dan Mengumpulkan Tugas→ Instruksi Tugas →Unggah Tugas
    • Mengikuti Ujian Tengah Semester→ Siapkan Diri →Baca Teknis Pengerjaan
    • Menambahkan komentar → Menu Diskusi dan Refleksi
    • Mengikuti Ujian Akhir Semester→ Siapkan Diri →Baca Teknis Pengerjaan
    • Mengecek Pengumuman Secara Berkala →Pengumuman Penting
    •  Jika mengalami kendala hubungi pada TIM IT kampus dan Dosen
    • Meeting ID: 901 995 3225
      Passcode: 1Mi81v

    • Make attempts: 1
    • Pengukuran memberikan data kuantitatif tentang kemampuan siswa, tetapi tantangannya adalah memastikan bahwa pengukuran tersebut valid dan reliabel. Saya menyadari bahwa pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan alat yang tepat untuk menghindari hasil yang tidak akurat atau bias. Penting bagi guru untuk memahami berbagai jenis pengukuran, mulai dari nominal hingga rasio, dan kapan harus menggunakan setiap skala pengukuran. Namun, pengukuran yang akurat saja tidak cukup jika tidak dilanjutkan dengan analisis dan evaluasi yang komprehensif. Pengukuran berperan sebagai landasan dalam seluruh proses evaluasi pendidikan. Tanpa pengukuran, guru akan kekurangan data untuk memahami sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran. Pengukuran juga membantu dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa secara lebih objektif, sehingga intervensi yang lebih tepat dapat dilakukan. Namun, pengukuran cenderung bersifat kuantitatif, sehingga harus dilengkapi dengan evaluasi kualitatif yang lebih menyeluruh. Evaluasi melampaui sekadar pengukuran, karena di dalamnya terkandung makna analisis yang lebih dalam tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam proses pembelajaran. Evaluasi memberikan konteks bagi data pengukuran dan membantu guru melihat gambaran besar tentang keberhasilan atau tantangan pembelajaran. Evaluasi juga memberikan kesempatan bagi guru dan siswa untuk merenungkan proses belajar dan hasil yang dicapai. Evaluasi formatif, misalnya, memungkinkan guru untuk melakukan penyesuaian selama proses belajar berlangsung, sementara evaluasi sumatif memberikan penilaian akhir yang membantu merencanakan langkah-langkah ke depan. Secara keseluruhan, proses refleksi ini menegaskan bahwa evaluasi dan pengukuran harus menjadi bagian yang dinamis dan terus berkembang dalam pendidikan. Guru perlu melakukan refleksi secara teratur terhadap praktik pengukuran dan evaluasi yang mereka terapkan, memastikan bahwa proses ini tidak hanya menghasilkan angka, tetapi juga memberikan makna bagi perbaikan pembelajaran di masa depan.