IDENTIFIKASI MASALAH SOSIAL DAN PENYUSUNAN PROJECT CITIZEN TENTANG KEARIFAN LOKAL YANG SELARAS DENGAN TOPIK DAN MATERI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
PENGANTAR
Assalamu’alaikum, Wr. Wb.,
Shalom,
Om Swastiastu;
Namo Budaya;
Salam Kebajikan;
Selamat Sejahtera bagi kita semua.Teman-teman kita berjumpa kembali pada Pertemuan ke-14 (empat belas) dalam pembelajaran matakuliah Kewarganegaraan, dan semoga kita semua tetap menjaga kesehatan, sekaligus semangat dalam belajarnya yang menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam perkuliahan ini. Kami selalu menghimbau agar di setiap pertemuan teman-teman melakukan beberapa hal berikut di bawah ini:
- Selalu melakukan aktivitas pada Course Section sesuai dengan pertemuan;
- mempelajari materi pada buku Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi, Ditjen Belmawa Ristekdikti, cetakan I, 2016 (khususnya Bab 9 atau Modul 9) dan/atau materi pembelajaran lain tentunya relevan pada kajian atau pokok bahasan tentang URGENSI DAN TANTANGAN KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA BAGI INDONESIA DALAM MEMBANGUN KOMITMEN KOLEKTIF KEBANGSAAN;
- berpartisipasi dalam menjawab video H5P, forum diskusi dan quizz.
Semoga teman-teman selalu dalam keadaan sehat dan semangat, dan sebelum memulai pembelajaran Pertemuan ke-14 (empat belas) ini perlu dipelajari kembali tentang bagaimana kita mengkaji dan memperdalam lebih lanjut perihal Ketahanan Nasional dan konsep Bela Negara. Sesuai dengan kaidah pembelajaran ilmiah yang aktif, teman-teman diminta untuk menelusuri, menanya menggali, membangun argumentasi, dan mendeskripsikan kembali konsep Ketahanan Nasional dan Bela Negara baik secara tulisan maupun lisan
Sebelum kita belajar, mari kita berdoa terlebih dahulu agar Allah S.W.T., selalu memudahkan dan melancarkan kegiatan ini. Selanjutnya, untuk kemampuan akhir yang diharapkan dari teman-teman setelah mengikuti pertemuan Pertemuan ke-8 (delapan) ini adalah:
- mahasiswa bersikap ikhlas dalam menghadapi tantangan penguatan ketahanan nasional bagi Indonesia untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia; berani dan siap menghadapi gangguan ketahanan nasional dengan cara membangun komitmen kolektif yang kuat dari seluruh komponen bangsa untuk mengisi kemerdekaan Indonesia;
- mahasiswa mampu menganalisis urgensi dan tantangan ketahanan nasional bagi Indonesia dalam membangun komitmen kolektif yang kuat dari seluruh
komponen bangsa untuk mengisi kemerdekaan Indonesia dan mampu menyajikan hasil kajian kelompok mengenai suatu kasus terkait tantangan ketahanan nasional bagi Indonesia dalam membangun komitmen kolektif yang kuat dari seluruh komponen bangsa untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.
Catatan:
bagi teman-teman mahasiswa yang tidak berpartisipasi dalam forum diskusi selama 3 (tiga) pekan berturut-turut, maka ke-ikut sertaan-nya dalam pembelajaran ini dipertimbangkan untuk di non-aktif-kan.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
MODUL AJAR
teman-teman bisa mempelajari mandiri dari Modul 9 seperti slide yang kami embed dalam materi Pertemuan ke-14 (empat belas) tentang URGENSI DAN TANTANGAN
KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA BAGI INDONESIA DALAM MEMBANGUN KOMITMEN KOLEKTIF KEBANGSAAN seperti dibawah ini!RESUME MATERI
IDENTIFIKASI MASALAH SOSIAL UNTUK PROJECT CITIZEN TENTANG KEARIFAN LOKAL
- Hilangnya Praktik Kearifan Lokal yang dipetakan dengan Masalah: Generasi muda kurang mengenal dan mempraktikkan tradisi atau adat istiadat daerah. Dampak: Tradisi dan kearifan lokal terancam punah, Contoh Kasus: Upacara adat atau permainan tradisional yang mulai ditinggalkan karena dianggap tidak relevan.
- Eksploitasi Kearifan Lokal untuk Komersialisasi dengan memetakan Masalah: Unsur budaya lokal digunakan tanpa izin atau penghormatan terhadap nilai aslinya. Dampak: Hilangnya makna dan nilai budaya, serta merugikan masyarakat adat. Contoh Kasus: Tari tradisional atau seni lokal yang diubah untuk tujuan wisata tanpa melibatkan masyarakat adat.
- Kurangnya Dokumentasi dan Pelestarian yang dipetakan dengan Masalah: Minimnya upaya untuk mendokumentasikan kearifan lokal, baik secara lisan maupun tertulis. Dampak: Informasi mengenai kearifan lokal sulit diakses oleh generasi mendatang. Contoh Kasus: Bahasa daerah yang mulai punah karena tidak lagi digunakan atau diajarkan.
- Konflik antara Modernisasi dan Tradisi mengetahui terlebih dahulu Masalah: Modernisasi menggeser nilai-nilai tradisional kearifan lokal. Dampak: Terjadi konflik antar generasi dalam menjalankan tradisi. Contoh Kasus: Gaya hidup modern yang mengesampingkan ritual adat.
- Kurangnya Dukungan Pemerintah untuk Kearifan Lokal dengan dipetakan dari Masalah: Kebijakan publik kurang mendukung pelestarian budaya lokal. Dampak: Tidak adanya insentif atau perlindungan hukum bagi masyarakat yang ingin melestarikan budaya. Contoh Kasus: Kurangnya dana untuk festival budaya lokal.
- Pengaruh Budaya Asing yang dipetakan dengan Masalah: Budaya asing mendominasi dan mengubah preferensi budaya masyarakat lokal. Dampak: Identitas lokal melemah, khususnya di kalangan generasi muda. Contoh Kasus: Penggunaan pakaian adat hanya untuk acara formal, sementara sehari-hari lebih dipengaruhi tren luar negeri.
Penyusunan Project Citizen dengan topik Kearifan Lokal yang relevan dengan materi Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk mendorong peserta didik memahami, menghargai, dan mengembangkan kearifan lokal sebagai wujud identitas bangsa yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan keutuhan NKRI. Berikut langkah-langkah penyusunannya:
- Identifikasi Masalah, dimana Peserta didik diajak untuk mengidentifikasi isu atau tantangan terkait pelestarian kearifan lokal di komunitas mereka, misalnya: Minimnya pemahaman masyarakat tentang kearifan lokal, Berkurangnya praktik tradisi akibat globalisasi dan Ancaman terhadap keberlangsungan budaya lokal karena urbanisasi atau modernisasi. Materi PKn terkait dengan hal tersebut antara lain Nilai-nilai Pancasila, Integrasi nasional dalam keberagaman budaya dan Hak dan kewajiban warga negara dalam pelestarian budaya.
- Penelitian dan Pengumpulan Data, dimana Peserta didik melakukan penelitian sederhana untuk memahami masalah melalui: Wawancara dengan tokoh masyarakat atau pelaku budaya, Observasi lapangan terhadap praktik kearifan lokal dan Studi literatur terkait budaya lokal dan relevansinya dengan nilai-nilai kewarganegaraan. Hasil yang diharapkan adalah Data atau informasi tentang bentuk, fungsi, dan tantangan kearifan lokal tersebut.
- Analisis Masalah dimana Peserta didik menganalisis dampak dari isu yang ditemukan, baik terhadap masyarakat lokal maupun keberlanjutan budaya, dengan menggunakan sudut pandang: Sosial: Bagaimana kearifan lokal mendukung kehidupan bermasyarakat, Politik: Kontribusi kearifan lokal terhadap harmoni dalam kehidupan bernegara dan Ekonomi: Potensi kearifan lokal dalam mendukung kewirausahaan.
- Penyusunan Kebijakan Alternatif, dimana Peserta didik merancang solusi yang inovatif dan praktis untuk melestarikan kearifan lokal, seperti: Program edukasi budaya di sekolah, Pembuatan media digital tentang kearifan lokal dan Pendampingan pelaku budaya untuk mengembangkan usaha kreatif berbasis tradisi. Materi PKn terkait adalah Peran serta warga negara dalam menjaga identitas nasional dan Kebijakan publik berbasis kearifan lokal.
- Advokasi dan Penyampaian Proposal, dimana Peserta didik menyusun proposal atau rencana aksi yang mencakup: Latar belakang masalah, Tujuan program, Strategi implementasi serta Anggaran dan evaluasi.
- Implementasi dan Evaluasi, yaitu Peserta didik bersama komunitas melaksanakan rencana aksi, seperti: Menyelenggarakan pameran budaya lokal, Mengadakan diskusi publik dan Melibatkan generasi muda dalam pelestarian tradisi. Setelahnya, evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas program. Contoh Topik Kearifan Lokal antara lain adalah: Gotong Royong sebagai Modal Sosial Membangun Desa, Batik Sebagai Identitas Nasional dan Inovasi Kreatif, Tradisi Upacara Adat sebagai Simbol Harmoni dalam Keberagaman.
Selamat Belajar!
POSTER PEMBELAJARAN
Selanjutnya teman-teman perhatikan Poster Pembelajaran di Pertemuan ke-14 (empat belas) dengan membuka per-slide-nya tentang PROJECT CITIZEN TENTANG KEARIFAN LOKAL YANG SELARAS DENGAN TOPIK DAN MATERI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN di bawah ini
SLIDE MATERI PEMBELAJARAN
Kemudian untuk memperkaya preferensi belajarnya, teman-teman pelajari juga materi di Pertemuan ke-14 (empat belas) tentang PANCASILA DAN KEARIFAN LOKAL BANGSA dengan membuka per-slide-nya di bawah ini!
VIDEO PEMBELAJARAN PERTEMUAN KE-14
Sebelum masuk ke Forum Diskusi pada Pertemuan ke-14 (empat belas) tentang PROJECT CITIZEN TENTANG KEARIFAN LOKAL YANG SELARAS DENGAN TOPIK DAN MATERI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN teman-teman cermati video di bawah ini dan jawablah pertanyaan (H5P) dalam video tersebut!
FORUM DISKUSI
Dari berbagai bahan dan sumber belajar di Pertemuan ke-14 (empat belas) tentang PROJECT CITIZEN TENTANG KEARIFAN LOKAL YANG SELARAS DENGAN TOPIK DAN MATERI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN selanjutnya, coba teman-teman perhatikan pertanyaan dibawah ini, kemudian jawab melalui menu replay jawaban pada platform ini!
- Mengapa penting untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam pendidikan kewarganegaraan di era globalisasi ini?
- Apa tantangan terbesar dalam mengimplementasikan proyek citizenship berbasis kearifan lokal?
Selamat Mengerjakan!
QUIZ PERTEMUAN 14
Selanjutnya seperti pada Pertemuan sebelumnya, untuk mengukur seberapa dalam pemahaman teman-teman setelah mempelajari semua materi tentang PROJECT CITIZEN TENTANG KEARIFAN LOKAL YANG SELARAS DENGAN TOPIK DAN MATERI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN pada Pertemuan ke-14 (empat belas), silakan kerjakan quiz yang tersedia di bawah ini!
Selamat Mengerjakan!