ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER
PENGANTAR
Assalamu’alaikum, Wr. Wb.,
Shalom,
Om Swastiastu;
Namo Budaya;
Salam Kebajikan;
Selamat Sejahtera bagi kita semua.Teman-teman mahasiswa, tidak terasa kita kembali berjumpa pada Pertemuan ke-3 (tiga) pada pembelajaran matakuliah Kewarganegaraan, sebagai dosen tentu kami selalu menghimbau agar di setiap pertemuan teman-teman untuk melakukan:
- memenuhi semua aktivitas dalam pertemuan;
- mempelajari materi pada buku Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi, Ditjen Belmawa Ristekdikti, cetakan I, 2016 (khususnya Bab 2 atau Modul 2) dan/atau materi pembelajaran lain tentunya relevan pada kajian Bagaimana Esensi dan Urgensi Identitas Nasional Sebagai Salah Satu Determinan Pembangunan Bangsa Dan Karakter;
- berpartisipasi dalam menjawab video H5P, forum diskusi dan quiz.
Semoga teman-teman selalu dalam keadaan sehat dan semangat, dan sebelum memulai pembelajaran Pertemuan ke-3 (tiga) ini perlu dipelajari kembali tentang:
- Menggali sumber historis, sosiologis dan politik tentang identitas nasional indonesia (bendera negara Indonesia, bahasa negara Indonesia, lambang negara Indonesia, lagu kebangsaan Indonesia raya dan semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika);
- Memahami dan mengimplementasikan dasar falsafah negara Pancasila; dan
- Memahami dan menganalisa azas kewarganegaraan (ius soli dan ius sanguinis)
Sebelum kita belajar, mari kita berdoa terlebih dahulu agar Allah S.W.T., selalu memudahkan dan melancarkan kegiatan ini. Selanjutnya, untuk kemampuan akhir yang diharapkan dari teman-teman setelah mengikuti Pertemuan ke-3 (tiga) adalah sebagai berikut:
- Mampu memahami dan menjelaskan esensi dan urgensi identitas nasional sebagai salah satu determinan pembangunan bangsa dan karakter.
- Mampu mempertahankan jati diri bangsa dari budaya populer dalam arus globalisasi.
- Mampu mengkontruksi peran budaya lokal dalam integrasi nasional.
Catatan:
bagi teman-teman mahasiswa yang tidak berpartisipasi dalam forum diskusi selama 3 (tiga) pekan berturut-turut, maka ke-ikut sertaan-nya dalam pembelajaran ini dipertimbangkan untuk di non-aktif-kan.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
MODUL AJAR
Untuk menunjang kegiatan belajar secara mandiri, berikut di bawah ini adalah Modul Ajar 2 pada Mata Kuliah Kewarganegaraan dengan pokok bahasan BAGAIMANA ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER
RESUME MATERI
ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER
Identitas Nasional Indonesia merupakan konsep yang mencerminkan karakteristik, nilai, dan simbol yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Identitas ini tidak muncul secara instan, melainkan berkembang melalui proses historis, sosiologis, dan politik. Berikut adalah penjelasan tentang aspek historis, sosiologis, dan politik yang membentuk identitas nasional Indonesia:
- Aspek Historis melalui Sejarah Indonesia sebagai bangsa sangat memengaruhi pembentukan identitas nasional. Berikut beberapa titik penting dari hal tersebut: (a) Masa Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam; (b) Penjajahan Kolonial; (c) Kebangkitan Nasional; dan (d) Kemerdekaan dan Revolusi Nasional.
- Aspek Sosiologis dengan Identitas nasional Indonesia juga dipengaruhi oleh aspek-aspek sosial dan budaya yang khas berupa: (a) Keberagaman Etnis, Agama, dan Budaya; (b) Agama dan Tradisi; dan (c) Proses Modernisasi dan Urbanisasi.
- Aspek Politik melalui Pembentukan identitas nasional Indonesia juga sangat dipengaruhi oleh dinamika politik, baik pada masa perjuangan kemerdekaan maupun setelahnya dengan beberapa hal antara lain: (a) Pancasila sebagai Ideologi Negara; (b) Sistem Pemerintahan; dan (c) Gerakan Politik dan Revolusi Sosial.
Kesimpulan
Identitas nasional Indonesia merupakan hasil dari proses panjang yang mencakup sejarah perjuangan melawan kolonialisme, dinamika sosial yang melibatkan keberagaman etnis dan budaya, serta perkembangan politik yang membentuk ideologi dan sistem pemerintahan negara. Identitas ini berakar pada nilai-nilai yang menjunjung tinggi persatuan, keberagaman, dan demokrasi, dengan Pancasila sebagai fondasi utama.
Dasar Falsafah Negara Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia yang menjadi dasar dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila terdiri dari lima sila yang menggambarkan nilai-nilai fundamental yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia. Kelima sila tersebut adalah:
- Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama ini menekankan pentingnya pengakuan dan penghormatan terhadap adanya Tuhan yang menjadi landasan spiritual bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. - Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila ini mencerminkan pengakuan atas martabat dan hak-hak asasi manusia, dengan menuntut adanya keadilan dan perlakuan yang manusiawi dalam setiap aspek kehidupan. - Persatuan Indonesia
Sila ini menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keragaman suku, agama, ras, dan budaya yang ada di Indonesia. - Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakila
Sila keempat menekankan pentingnya sistem demokrasi yang mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. - Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila ini menekankan perlunya distribusi keadilan sosial dalam kehidupan ekonomi, politik, dan sosial, sehingga seluruh rakyat Indonesia dapat merasakan kesejahteraan secara merata.
Sebagai dasar falsafah negara, Pancasila bukan hanya menjadi pedoman dalam kehidupan bernegara, tetapi juga menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mencerminkan tujuan bangsa Indonesia untuk menciptakan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera, dan berkeadilan sosial.
Azas Kewarganegaraan (Ius Soli dan Ius Sanguinis)
Azas Kewarganegaraan adalah prinsip atau dasar yang digunakan untuk menentukan status kewarganegaraan seseorang. Dalam konteks internasional, ada dua azas utama yang sering digunakan, yaitu Ius Soli dan Ius Sanguinis.
- Ius Soli (Azas Kewarganegaraan Berdasarkan Tempat Lahir)
Ius Soli berasal dari bahasa Latin yang berarti "hak berdasarkan tempat." Prinsip ini menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan tempat kelahirannya. Jadi, seseorang yang lahir di suatu negara akan secara otomatis menjadi warga negara tersebut, terlepas dari kewarganegaraan orang tuanya. Contoh negara yang menerapkan Ius Soli: Amerika Serikat, Kanada, dan Brasil. Di negara-negara ini, anak yang lahir di wilayah negara tersebut otomatis mendapat kewarganegaraan, bahkan jika orang tuanya bukan warga negara. - Ius Sanguinis (Azas Kewarganegaraan Berdasarkan Keturunan)
Ius Sanguinis berarti "hak berdasarkan darah" dalam bahasa Latin. Prinsip ini menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan kewarganegaraan orang tuanya, bukan tempat kelahirannya. Seseorang dapat menjadi warga negara dari negara asal orang tuanya, meskipun ia lahir di luar negara tersebut. Contoh negara yang menerapkan Ius Sanguinis: Indonesia, Jepang, Jerman. Di negara-negara ini, kewarganegaraan diwariskan dari orang tua kepada anak-anak mereka, tanpa memandang tempat lahir anak tersebut.
Penerapan di Indonesia
Indonesia lebih mengutamakan prinsip Ius Sanguinis. Kewarganegaraan seseorang ditentukan oleh kewarganegaraan orang tuanya. Namun, Indonesia juga menerapkan prinsip Ius Soli terbatas bagi anak-anak yang lahir di wilayah Indonesia dari orang tua yang tidak memiliki kewarganegaraan.
Selamat Belajar!
POSTER PEMBELAJARAN
Selanjutnya teman-teman perhatikan Poster Pembelajaran di Pertemuan ke-3 (tiga) dengan membuka per-slide-nya tentang ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER di bawah ini!
SLIDE MATERI PEMBELAJARAN
Kemudian untuk memperkaya preferensi belajarnya, teman-teman pelajari juga materi di Pertemuan ke-3 (tiga) tentang ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER dengan membuka per-slide di bawah ini!
VIDEO PODCAST PEMBELAJARAN
Sebelum masuk ke Forum Diskusi pada Pertemuan ke-3 (tiga) tentang ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER, teman-teman cermati video di bawah ini dan jawablah pertanyaan (H5P) dalam video tersebut!
FORUM DISKUSI
Setelah mempelajari berbagai bahan ajar pada Pertemuan ke-3 (tiga) tentang ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER, coba teman-teman perhatikan pertanyaan dibawah ini, kemudian jawab melalui menu replay jawaban pada platform ini!
- Bagaimana peristiwa-peristiwa sejarah seperti penjajahan, perang kemerdekaan, dan berbagai gerakan nasionalisme membentuk persepsi dan kesadaran kolektif bangsa Indonesia sebagai sebuah entitas yang utuh?
- Bagaimanakah keberagaman suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) di Indonesia justru memperkaya dan memperkuat identitas nasional, alih-alih menjadi sumber konflik?
- Bagaimana dinamika politik pasca-kemerdekaan, termasuk reformasi, memengaruhi konstruksi dan re-konstruksi identitas nasional Indonesia?
Selamat Mengerjakan!
QUIZ PERTEMUAN 3
Di akhir Pertemuan ke-3 (tiga) dengan materi tentang ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER, untuk menambah pemahaman teman-teman maka kerjakan quiz seperti di bawah ini!
Selamat mengerjakan!