LMS-SPADA INDONESIA


![]() |
Nama : RINTO SUPPA Email: rinto_suppa@unanda.ac.id ![]() |
|
| Mata Kuliah | : | Elektronika Digital |
| Kode | : | KK623142 |
| Program Studi | : | S1 Teknik Informatika |
| Perguruan Tinggi | : | Universitas Andi Djemma |
Mata kuliah Elektronika Digital memberikan gambaran tentang dasar dasar sistem digital dalam elektronika yang meliputi defenisi sistem digital, gerbang logika, aritmatika biner, komparator, transistor, dan flip-flop .
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
Mahasiswa diharapkan dapat memahami gambaran dasar tentang aplikasi sistem digital dalam elektronika dan mampu menerapkannya untuk menyelesaikan masalah elektronika dan sistem otomatisasi
| Unduh RPS |
Teknologi analog adalah metode transmisi, pemrosesan, atau penyimpanan informasi menggunakan sinyal kontinu yang merepresentasikan besaran fisis. Tidak seperti teknologi digital yang menggunakan nilai diskrit yang direpresentasikan oleh digit biner (0 dan 1), teknologi analog bergantung pada sinyal yang terus berubah, seperti tegangan listrik, gelombang suara, atau intensitas cahaya, untuk menyampaikan informasi. Sebagai alternatif, kita dapat mendefinisikan analog sebagai sesuatu yang bukan digital.
Dalam sistem analog, amplitudo, frekuensi, atau fase sinyal membawa informasi yang ditransmisikan. Misalnya, dalam teknologi audio analog, gelombang suara diubah menjadi sinyal listrik yang merepresentasikan variasi tekanan udara dari waktu ke waktu. Sinyal listrik ini kemudian dapat diperkuat dan dikirim melalui speaker untuk menciptakan kembali suara aslinya (Bowers & Stapleton, 2022). Teknologi analog lazim digunakan di berbagai bidang sebelum munculnya teknologi digital. Beberapa contoh umum antara lain telepon analog, piringan hitam, kamera analog, dan televisi analog. Dalam setiap kasus ini, informasi disampaikan melalui variasi besaran fisika yang berkelanjutan.
Di sisi lain, digital merepresentasikan biner pamungkas: aktif atau tidak aktif, tanpa perantara. Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, orang Amerika menghabiskan enam jam sehari berinteraksi dengan media digital di ponsel pintar dan tablet mereka. Sejarah teknologi digital merupakan narasi yang menarik tentang kemajuan teknologi yang telah merevolusi dunia secara mendalam. Dimulai dengan perkembangan komputer elektronik pada pertengahan abad ke-20, revolusi digital telah membuka jalan bagi perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya di berbagai bidang. Makalah ini memberikan catatan sejarah singkat tentang tonggak-tonggak penting dalam evolusi teknologi digital, dengan fokus pada perkembangan penting dan dampak sosialnya.Dengan menyasikan video ini diharapkan kalian bisa dengan mudah memahami perbedaan cara kerja kedua sistem ini. Selain itu, video ini akan meningkatkan pengetahuan kalian tentang ilmu di bidang elektronika.

Materi Sistem Bilangan Digital dan Konversinya membahas konsep dasar representasi angka yang digunakan dalam perangkat elektronik dan sistem komputer. Karena komputer hanya mampu memproses sinyal dalam bentuk dua keadaan logika (ON/OFF atau 1/0), maka pemahaman mengenai berbagai sistem bilangan menjadi fundamental bagi mahasiswa teknik, khususnya di bidang elektronika dan informatika.
Dalam materi ini, mahasiswa akan mempelajari empat sistem bilangan utama yang digunakan pada perangkat digital, yaitu bilangan biner, oktal, desimal, dan heksadesimal. Setiap sistem bilangan memiliki basis yang berbeda dan digunakan dalam konteks yang berbeda pula di dalam pemrograman, perangkat keras digital, mikrokontroler, dan komunikasi data.
Topik ini juga mencakup berbagai teknik konversi antar-sistem bilangan, seperti konversi dari desimal ke biner, biner ke oktal/heksadesimal, maupun sebaliknya. Selain itu, mahasiswa juga akan dikenalkan pada konsep representasi bilangan bertanda, termasuk komplemen satu dan komplemen dua, yang penting dalam operasi aritmatika pada komputer.
Sistem bilangan yang hanya terdiri dari dua digit: 0 dan 1. Sistem ini merupakan bahasa dasar komputer dan seluruh rangkaian digital.
Rangkaian logika digital seperti gerbang AND, OR, NOT, flip-flop, counter, dan register.
Instruksi mesin mikroprosesor/mikrokontroler, yang dieksekusi dalam bentuk kode biner.
Representasi data di media penyimpanan, seperti flashdisk, RAM, SSD.
Komunikasi digital, misalnya sinyal high–low pada UART, I2C, SPI.
Sistem bilangan yang memiliki digit 0–7. Oktal digunakan untuk menyederhanakan representasi biner.
Sistem operasi UNIX/Linux untuk pengaturan izin file (permission) dalam format oktal, misalnya chmod 755.
Representasi singkat kode mesin pada era komputer generasi awal.
Penulisan alamat memori pada beberapa sistem komputer lawas dan sistem embedded tertentu.
Sistem bilangan yang umum digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari, terdiri dari digit 0–9.
Input dan output perangkat digital, seperti angka pada keypad, kalkulator, dan display.
Perhitungan pada software dan aplikasi, misalnya operasi matematika pada program komputer.
Konversi hasil sensor yang biasanya berbentuk data biner menjadi representasi desimal yang mudah dibaca manusia.
Menggunakan digit 0–9 dan huruf A–F. Heksadesimal digunakan untuk menyederhanakan representasi biner menjadi format yang lebih ringkas dan mudah dibaca.
Addressing memori pada komputer, misalnya alamat RAM dan ROM ditampilkan dalam format hex.
Representasi warna dalam web (HTML/CSS), seperti #FF5733.
Debugging dan low-level programming, misalnya melihat isi register CPU dalam bentuk hex.
Kode instruksi mesin dan firmware yang sering ditulis atau ditampilkan dalam format heksadesimal.

Materi Gerbang Logika Dasar membahas blok fungsional utama yang digunakan untuk membangun seluruh sistem digital, mulai dari rangkaian sederhana sampai komputer modern. Gerbang logika merupakan komponen yang memproses sinyal digital berupa dua kondisi: logika 1 (HIGH) dan logika 0 (LOW). Dengan menggabungkan berbagai gerbang, kita dapat membangun rangkaian yang mampu melakukan perhitungan, pengambilan keputusan, penyimpanan data, hingga kendali otomatis.
Dalam materi ini, mahasiswa mempelajari perilaku dan tabel kebenaran dari beberapa gerbang logika dasar, yaitu: AND, OR, NOT, NAND, NOR, XOR, dan XNOR. Setiap gerbang memiliki fungsi spesifik serta aplikasi yang luas dalam sistem elektronik.
Output bernilai 1 hanya jika semua input bernilai 1.
Sistem keamanan pintu:
Pintu hanya terbuka jika dua kondisi terpenuhi, misalnya:
kartu akses dan password benar
sensor pintu tertutup dan tombol ditekan
Kontrol mesin industri:
Mesin hanya berjalan jika saklar utama ON dan sensor keselamatan aktif.
Output bernilai 1 jika salah satu input bernilai 1.
Sistem alarm keamanan:
Alarm berbunyi jika sensor pintu atau sensor jendela aktif.
Kontrol lampu tangga:
Lampu menyala jika tombol atas atau tombol bawah ditekan.
Output adalah kebalikan dari input (0 menjadi 1, 1 menjadi 0).
Active-low control, seperti LED atau relay yang menyala saat sinyal 0.
Debouncing logika, menormalkan kondisi tombol yang aktif-low.
Kebalikan dari AND – output bernilai 0 hanya jika semua input bernilai 1.
Rangkaian pengunci (latch SR) banyak dibangun dari 2 gerbang NAND.
Gerbang universal: seluruh rangkaian digital dapat dibangun hanya dari NAND.
Kebalikan dari OR – output bernilai 1 hanya jika semua input bernilai 0.
Pengendali lampu otomatis:
Lampu menyala jika tidak ada sinyal dari sensor tertentu.
Gerbang universal juga digunakan untuk membangun flip-flop SR dan logika kompleks.
Output bernilai 1 jika input berbeda (1–0 atau 0–1).
Rangkaian pendeteksi kesalahan (parity generator/checker).
Sistem pengunci digital sederhana: password benar jika pola input berbeda dari pola penyandi tertentu.
Kalkulator digital untuk operasi penjumlahan bit (half-adder).
Output bernilai 1 jika kedua input sama.
Pendeteksi kecocokan (comparator):
Digunakan dalam sistem keamanan atau identifikasi pola.
Sistem verifikasi input seperti kunci digital:
Output benar (1) jika input = password.
Gerbang logika tidak hanya digunakan dalam belajar teori, tetapi juga menjadi dasar dari:
Mikrokontroler (Arduino, AVR, PIC)
Prosessor komputer
Sistem kendali mesin otomatis
Perangkat komunikasi (router, modem, Wi-Fi)
Sistem keamanan elektronik
Pengolah sinyal dan perangkat IoT
Seluruh teknologi digital modern pada dasarnya tersusun dari kombinasi jutaan hingga miliaran gerbang logika.
Tugas ini berisi soal tentang materi Konversi Bilangan dan Gerbang logika.

Materi Aritmatika Biner membahas cara melakukan operasi perhitungan matematika pada sistem bilangan basis-2 (0 dan 1) yang digunakan oleh semua perangkat digital dan komputer. Tidak seperti aritmatika desimal yang umum digunakan manusia, aritmatika biner bekerja berdasarkan logika gerbang elektronik yang hanya mengenal dua kondisi: ON (1) dan OFF (0). Oleh karena itu, pemahaman aritmatika biner menjadi sangat penting bagi mahasiswa dalam memahami cara kerja prosesor, memori, serta rangkaian digital.
Pada materi ini mahasiswa akan mempelajari berbagai operasi dasar dalam aritmatika biner, antara lain:
Penjumlahan biner (Binary Addition)
Pengurangan biner (Binary Subtraction)
Perkalian biner (Binary Multiplication)
Pembagian biner (Binary Division)
Representasi bilangan bertanda
Sign magnitude, Komplemen Satu, dan Komplemen Dua
Deteksi dan penanganan overflow
Aritmatika dalam ALU (Arithmetic Logic Unit)
Aritmatika biner dilakukan menggunakan gerbang logika seperti AND, OR, XOR yang membentuk rangkaian lebih kompleks seperti Half Adder, Full Adder, dan ALU.
| Bidang | Contoh Real Aplikasi | Peran Aritmatika Biner |
|---|---|---|
| Komputer & Prosesor | ALU dalam CPU | Melakukan operasi +, −, ×, ÷ |
| Mikrokontroler (Arduino, STM32, dll.) | Penanganan data sensor | Perhitungan logika & konversi |
| Robotika | Pengendalian motor & navigasi | Kalkulasi kecepatan, posisi |
| Sistem Komunikasi | Pengkodean dan decoding data | Operasi bit & error checking |
| Pengolahan Citra & Audio | Kompresi JPEG, MP3 | Operasi biner skala besar |
| Keamanan Digital | Kriptografi dan hashing | Operasi bitwise |
| AI & Machine Learning | Layer komputasi matriks | Menggunakan arithmetic unit biner |
Capaian pembelajaran di pertemuan ke 7 ini adalah Mahasiswa mampu memahami tentang komparatorMateri Rangkaian Kombinasional membahas berbagai jenis rangkaian logika yang outputnya bergantung sepenuhnya pada kondisi input saat itu, tanpa melibatkan elemen penyimpanan atau memori. Pada rangkaian jenis ini, setiap perubahan pada input akan langsung memengaruhi output, sehingga sifatnya deterministik dan cepat. Pemahaman terhadap rangkaian kombinasional sangat penting karena menjadi dasar dalam merancang sistem digital modern, termasuk komputer, perangkat kontrol, sistem komunikasi, dan peralatan otomatisasi.
Dalam materi ini, mahasiswa akan mempelajari beberapa blok dasar dalam rangkaian kombinasional, yaitu Komparator, Decoder, Encoder, Multiplexer (MUX), dan Demultiplexer (DEMUX).
Komparator adalah rangkaian yang membandingkan dua bilangan biner dan menghasilkan output berupa kondisi lebih besar (>), lebih kecil (<), atau sama (=).
Membandingkan dua input digital
Memberi keputusan logika berdasarkan hasil perbandingan
Sistem pengukur suhu digital (membandingkan nilai sensor dengan ambang batas)
Sistem alarm dan proteksi (tegangan rendah/overvoltage)
Sorting digital dalam prosesor
Kendali kecepatan motor (membandingkan feedback dengan setpoint)
Decoder mengubah input biner menjadi satu dari beberapa output aktif.
Contoh: 2-to-4 decoder, 3-to-8 decoder.
Mengaktifkan hanya satu output berdasarkan kombinasi input
Digunakan untuk seleksi memori, tampilan, dan pengalamatkan perangkat
Mengaktifkan digit pada 7-segment display
Pengalamatan memori pada mikrokontroler dan RAM
Pemilihan perangkat I/O
Sistem pemilihan menu dalam rangkaian digital
Encoder adalah kebalikan decoder: mengubah beberapa input menjadi kode biner output.
Menghasilkan kode biner dari beberapa input
Dipakai untuk membuat sistem yang efisien dalam pengiriman data
Keypad 4×4 (menjadi 4-bit biner untuk mikrokontroler)
Sensor posisi roda (rotary encoder)
Sistem keyboard komputer awal
Sistem otomatisasi yang membutuhkan pengenalan posisi
MUX memilih satu dari beberapa input dan meneruskannya ke satu output berdasarkan sinyal selektor.
Menggabungkan banyak sinyal ke satu jalur
Menghemat pin/dunia komunikasi data
Sistem komunikasi (multiple data lines → one line)
Pemilihan sensor pada Arduino
Routing data pada CPU (ALU, register)
Sistem audio (memilih input mic/aux)
DEMUX adalah kebalikan MUX: mengambil satu input dan mengarahkan ke salah satu dari beberapa output.
Mendistribusikan sinyal dari satu sumber ke beberapa tujuan
Digunakan dalam sistem kontrol dan tampilan
Drive display 7-segment bergantian (digit multiplexing)
Mengendalikan banyak relay dari satu pin Arduino
Sistem satelit dan telekomunikasi (signal distribution)
Pengendalikan lampu indikator multi-channel

Transistor-Transistor Logic (TTL) adalah teknologi rangkaian digital yang menggunakan transistor bipolar junction transistor (BJT) sebagai elemen utama untuk membangun gerbang logika.
TTL diperkenalkan oleh Texas Instruments pada tahun 1960-an dan menjadi standar utama dalam sistem digital sebelum CMOS berkembang.
TTL menggunakan dua tahap transistor dalam proses logika:
| Tahap | Fungsi |
|---|---|
| Transistor pertama | Bertindak sebagai rangkaian input atau pengendali logika |
| Transistor kedua | Bertindak sebagai penguat (amplifier) dan output switch |
Jadi, istilah TTL muncul karena logika DIBUAT dan DIPROSES oleh transistor, bukan oleh resistor atau dioda seperti pendahulunya (RTL, DTL).
| Teknologi | Komponen utama | Kekurangan |
|---|---|---|
| RTL (Resistor-Transistor Logic) | Resistor + transistor | Boros daya, noise tinggi |
| DTL (Diode-Transistor Logic) | Dioda + transistor | Lambat |
| TTL (Transistor-Transistor Logic) | Transistor-transistor | Lebih cepat & stabil |
| CMOS | MOSFET | Sangat hemat daya, modern |
TTL menjadi solusi transisi terbaik sebelum CMOS mendominasi.
| Parameter | Nilai Umum |
|---|---|
| Tegangan kerja | 5 Volt DC |
| Logika tinggi (HIGH) | 2.0V – 5V |
| Logika rendah (LOW) | 0V – 0.8V |
| Konsumsi daya | Medium (lebih besar dari CMOS) |
| Kecepatan | Cepat (10–50 ns switching time) |
| IC | Fungsi |
|---|---|
| 7400 | Gerbang NAND (4 gerbang NAND 2-input) |
| 7432 | Gerbang OR |
| 7486 | XOR |
| 74138 | Decoder |
| 74157 | Multiplexer |
TTL dikenal sebagai keluarga seri 74xx.
Input diberikan ke basis transistor pertama
Jika kedua input HIGH, transistor menghantar
Transistor output dipaksa LOW
➡️ Maka output = LOW
Jika ada satu input LOW, transistor input tidak menghantar, output tetap HIGH
📌 Ini sesuai tabel kebenaran NAND:
| A | B | Output |
|---|---|---|
| 0 | 0 | 1 |
| 0 | 1 | 1 |
| 1 | 0 | 1 |
| 1 | 1 | 0 |
Kecepatan switching cepat
Stabil dan tidak mudah terganggu noise
Komponen tersedia luas
Konsumsi daya lebih tinggi dari CMOS
Ukuran fisik lebih besar pada sistem lama
Bekerja hanya pada tegangan tetap, biasanya 5V
TTL digunakan dalam berbagai sistem digital, terutama generasi elektronik sebelum CMOS:
✔ Kalkulator digital
✔ Mesin ATM lama
✔ Traffic light controller
✔ Sistem komunikasi radio
✔ Controller mesin industri
✔ Komputer generasi awal (IBM, PDP-11)
✔ Sistem robotika dasar
✔ Pendidikan elektronika dan microcontroller interfacing
📌 Hingga saat ini TTL tetap digunakan di:
PLC sistem industri
Rangkaian interface mikrokontroler
Laboratorium pembelajaran digital
| Parameter | TTL | CMOS |
|---|---|---|
| Daya | Lebih tinggi | Sangat rendah |
| Kecepatan | Cepat | Sangat cepat (modern) |
| Tegangan kerja | Tetap 5V | Fleksibel 3.3V–15V |
| Besar komponen | Lebih besar | Lebih kecil |
Sistem digital modern dibangun berbasis komponen elektronik yang dapat merepresentasikan dua level logika: 0 (LOW) dan 1 (HIGH).
Transistor menjadi komponen utama dalam menjalankan fungsi logika, switching, dan penguatan sinyal.
Transistor-Transistor Logic (TTL) adalah keluarga rangkaian logika digital yang menggunakan transistor BJT (Bipolar Junction Transistor) sebagai elemen utama untuk:
Membentuk logika (AND, OR, NAND, NOR, NOT)
Menguatkan sinyal
Mengatur switching ON/OFF
TTL menjadi standar logika digital pada tahun 1960–1980 sebelum digantikan CMOS.
Karena dua fungsi utama dalam rangkaian—logika dan penguatan sinyal—dibentuk oleh transistor, bukan resistor atau dioda seperti pada RTL dan DTL.
| Parameter | Nilai Umum |
|---|---|
| Tegangan kerja | 5V |
| Logika HIGH | 2.0–5V |
| Logika LOW | 0–0.8V |
| Kecepatan switching | Cepat (10–50ns) |
| Konsumsi daya | Sedang (lebih tinggi dari CMOS) |
7400 → NAND
7432 → OR
7486 → XOR
74138 → Decoder
74157 → Multiplexer
TTL akhirnya digantikan oleh teknologi baru berbasis MOSFET (Metal-Oxide Semiconductor Field-Effect Transistor) karena lebih hemat daya, lebih cepat, dan lebih kecil.
MOSFET adalah jenis transistor yang bekerja berdasarkan medan listrik (field-effect), bukan perpindahan arus pembawa seperti BJT.
MOSFET memiliki tiga terminal utama:
Gate (G) → tempat input logika
Drain (D) → output
Source (S) → ground atau supply
Ketika tegangan diberikan pada gate, MOSFET menyambungkan atau memutus aliran listrik di channel antara Drain–Source.
Aktif (ON) ketika Gate diberi tegangan HIGH
Lebih cepat dari PMOS
Lebih efisien
Logika:
HIGH → ON (Mengalir)
LOW → OFF (Terputus)
Contoh fungsi dalam rangkaian digital: menarik output menjadi LOW (pull-down).
Aktif (ON) ketika Gate diberi tegangan LOW
Lebih lambat dari NMOS
Logika kebalikan NMOS:
| Gate | Kondisi |
|---|---|
| LOW | ON |
| HIGH | OFF |
Digunakan sebagai pull-up pada rangkaian digital.
CMOS adalah teknologi yang menggabungkan NMOS + PMOS secara komplementer sehingga:
✔ Ketika output HIGH → hanya PMOS aktif
✔ Ketika output LOW → hanya NMOS aktif
📌 Tidak ada transistor yang aktif bersamaan → konsumsi daya sangat rendah.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Tegangan kerja | 3.3V – 15V (fleksibel) |
| Konsumsi daya | Sangat rendah |
| Kecepatan | Sangat cepat |
| Noise immunity | Tinggi |
| Ukuran | Sangat kecil (nanometer scale) |
Seri 40xx, misalnya:
4011 → NAND
4049 → Inverter
4093 → NAND Schmitt Trigger
| Aspek | TTL (BJT) | NMOS/PMOS | CMOS |
|---|---|---|---|
| Teknologi | BJT | MOSFET | MOSFET (NMOS + PMOS) |
| Konsumsi daya | Menengah | Menengah | Sangat rendah |
| Kecepatan | Cepat | Lebih cepat | Sangat cepat |
| Ukuran perangkat | Lebih besar | Kecil | Sangat kecil (VLSI) |
| Tegangan kerja | Fix 5V | Fleksibel | Fleksibel |
✔ Komputer dan laptop
✔ Smartphone dan IoT
✔ Kalkulator digital
✔ Sensor otomatis (PIR, proximity)
✔ Mikrokontroler (Arduino, STM32, ESP32, PIC)
✔ Sistem komunikasi (Wi-Fi, Bluetooth, RF)
✔ CPU, GPU, dan memori (RAM, ROM, Flash)
CMOS mendominasi industri VLSI (Very Large Scale Integration) seperti Intel, AMD, Apple Silicon, dan Qualcomm.
TTL merupakan teknologi dasar logika digital berbasis BJT.
MOSFET membawa perkembangan baru dengan konsumsi daya lebih rendah dan performa lebih tinggi.
NMOS dan PMOS bekerja dengan logika berlawanan.
CMOS menggabungkan keduanya sehingga menjadi teknologi logika digital paling efisien saat ini.
Hampir semua perangkat elektronik modern menggunakan CMOS.

Flip-Flop adalah rangkaian logika sequential yang memiliki dua keadaan stabil (bistable) dan digunakan untuk menyimpan 1 bit data.
Flip-Flop berbeda dari gerbang logika biasa karena:
✔ memiliki memori
✔ kondisi output bergantung pada input saat ini + kondisi sebelumnya
✔ digunakan untuk penyimpanan data, register, counter, dan clocking
Nama “Flip-Flop” berasal dari perilakunya:
“Flip” → berpindah ke keadaan baru
“Flop” → tetap mempertahankan keadaan sebelumnya
Flip-Flop dapat:
Set (menyimpan 1)
Reset (menyimpan 0)
Hold (menahan keadaan)
RS Flip-Flop adalah bentuk sederhana dari flip-flop yang dibangun menggunakan dua gerbang NOR atau dua gerbang NAND.
RS = Reset–Set
(Anda bisa masukkan gambar RS NOR dalam PPT)
S (Set) → mengatur output Q menjadi 1
R (Reset) → mengatur output Q menjadi 0
Q' → komplemen dari Q
| S | R | Q (baru) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 0 | 0 | Q (lama) | Hold / Tidak berubah |
| 1 | 0 | 1 | Set |
| 0 | 1 | 0 | Reset |
| 1 | 1 | - | Tidak valid (Forbidden State) |
Kondisi S = R = 1 menghasilkan keadaan tidak stabil → output tidak dapat diprediksi.
Tabel kebenaran sedikit berbeda karena sifat NAND.
| S' | R' | Q (baru) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | 1 | Q (lama) | Hold |
| 0 | 1 | 1 | Set |
| 1 | 0 | 0 | Reset |
| 0 | 0 | - | Tidak Valid |
Kondisi S'=R'=0 → tidak valid.
D Flip-Flop diciptakan untuk menghilangkan kondisi tidak valid pada RS Flip-Flop.
“D” dapat diartikan sebagai:
Data → input data
Delay → output mengalami delay satu siklus clock
D Flip-Flop menggunakan input:
D (Data)
CLK (Clock)
Ketika pulsa clock naik (rising edge) atau turun (falling edge) (tergantung jenis FF):
➡ Output Q mengikuti nilai D
| Clock | D | Q (baru) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| ↑ (edge) | 0 | 0 | Menyimpan 0 |
| ↑ (edge) | 1 | 1 | Menyimpan 1 |
| 0 / tidak aktif | X | Q (lama) | Hold |
Rangkaian umum:
D masuk ke FF
Clock mengatur kapan data disimpan
Output Q dan Q'
| Aspek | RS Flip-Flop | D Flip-Flop |
|---|---|---|
| Input | S & R | D |
| Masalah | Forbidden state | Tidak ada forbidden state |
| Kemudahan | Rumit (2 input) | Sangat mudah (1 input) |
| Fungsi utama | Set–Reset | Register data |
| Aplikasi | Penyimpanan dasar | Register, counter, memori clocked |
Digunakan dalam register CPU.
Misalnya pada shift register.
Menghitung pulsa clock.
Flip-Flop dapat membagi frekuensi clock menjadi 1/2, 1/4, dst.
Digunakan dalam SRAM, cache, dan buffer I/O.
Menahan dan mensinkronisasi data pada sistem clocked.
7474 — Dual D Flip-Flop
7475 — 4-bit D Latch
7476 — JK Flip-Flop
7400 Family TTL
4013 — Dual D Flip-Flop (CMOS)
Flip-Flop adalah elemen memori digital paling dasar.
RS Flip-Flop: sederhana tetapi memiliki kondisi tidak valid.
D Flip-Flop: solusi sederhana untuk menyimpan data secara sinkron.
Digunakan dalam hampir semua sistem elektronik modern.