Istilah administrasi secara umum yang diungkapkan Siagian yang dikutif oleh Soekarto Indrafachrudi (2006 : 57-58) yaitu “administrasi didefinisikan keseluruhan proses kerja sama antara dua orang manusia atau lebih yang berdasarkan pada rasionalitas untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya”.
Administrasi Pendidikan ialah keseluruhan proses kerjasama baik dua orang atau lebih dengan memanfaatkansemua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah di tetapkan secara efektif dan efisien.
Dari pengertian di atas dapat kita tarik kesimpulan, bahwa pentingnya kita sebagai mahasiswa dan calon guru dalam mempelajari administrasi pendidikan itu ialah:
Dengan demikian diharapkan kita dapat termotifasi untuk memberi sesuatu yang berbeda yang mengarah pada proses perbaikan dalam dunia pandidikan, setelah kita mempelajari administrasi pendidikan.karena seorang guru selain menjadipelaksana administrasi pendidikan juga bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik.
Tujuan administrasi pendidikan tidak lain adalah agar semua kegiatan itu mendukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi digunakan didalam dunia pendidikan adalah agar tujuan pendidikan tercapai.
Seperti yang dikatakan Sergiovanni dan Carver (1975), ada 4 tujuan aministrasi yaitu: efektivitas produksi, efisiensi, kemampuan menyesuaikan diri (adaptiveness), dan kepuasan kerja.
Sasaran administrasi pendidikan adalah manusia, maka pelaksanaannya tidak boleh tidak dapat disetarafkan dengan “ordenil mesin”. Sifat administrasinya tidak bisa bersifat mekanik. Pelaksanaan administrasi pendidikan harus bersendikan pada prinsip-prinsip yang kooperatif dan demokratis. Kegiatan administrasi pendidikan hendaknya didasarkan pada: