Merupakan gabungan antara teori pertama dan teori kedua, untuk menjadi pemimpin perlu bakat dan disertai pembinaan bakat tersebut.
Setiap orang bisa menjadi pemimpin asalkan kemampuannya diperlukan pada kondisi tersebut. Teori ini disebut teori situasi.
Kemampuan berhubungan dengan bawahan
Kemampuan menerapkan ilmunya ke dalam pelaksanaan (operasional)
Kemampuan dalam melihat sesuatu sacara keseluruhan yang kemudian dapat merumuskannya. Seperti dalam mengamibil keputusan, membentuk kebijakan, dll. Kemampuan ini juga disebut Managerial Skill
Pendekatan yang didasari asumsi bahwa kondisi fisik dan karakteristik pribadi adalah penting bagi kesuksesan pemimpin.
Pendekatan yang memandang kepemimpinan dapat dipelajari dari pola tingkah laku, dan bukan sifat-sifatnya. Studi ini melihat dan mengidentifikasi perilaku yang khas dari pemimpin dalam kegiatannya dalam mempengaruhi anggota-anggota kelompoknya.Pendekatan ini menitikberatkan pandangannya pada dua aspek perilaku kepemimpinan :
Gaya-gaya kepemimpinan dapat dikategorikan sebagai gaya yang berorientasi pada tugas (task oriented) dan gaya yang berorientasi dengan bawahannya (employee oriented).