Media Pembelajaran Berbasis Android
|
Situs:
|
LMS-SPADA INDONESIA
|
|
kursus:
|
Literasi dan Media Pembelajaran IT
|
|
Buku:
|
Media Pembelajaran Berbasis Android
|
|
Dicetak oleh:
|
Pengguna tamu
|
|
Tanggal:
|
Kamis, 22 Oktober 2026, 05:46
|
Deskripsi
Sahabat mahasiswa, silakan Anda mempelajari materi ini secara mandiri dan penuh tanggungjawab!
1. Definisi Android
Sugeng
Purwantoro, Heni Rahmawati
dan Achmad Tharmizi
(2013: 177) mengatakan “Android merupakan
suatu software (perangkat lunak) yang
digunakan pada mobile device (perangkat berjalan) yang meliputi
sistem operasi, middleware dan
aplikasi inti”. Android menurut Satyaputra dan Aritonang (2014: 2) adalah
sebuah sistem operasi untuk smartphone
dan tablet. Sistem operasi dapat diilustrasikan sebagai
jembatan antara piranti (device) dan
penggunaannya, sehingga pengguna dapat
berinteraksi dengan device-nya dan
menjalankan aplikasi-aplikasi yang tersedia pada device.
2. Sejarah Android
Stephanus (2011:2) Android merupakan
sistem operasi yang dikembangkan untuk perangkat mobile berbasis Linux. Pada awalnya sistem operasi ini dikembangkan oleh Android Inc. pada tahun 2003 yang kemudian dibeli oleh Google pada tahun
2005. Eueung (2012:2) Google memprakarsai dan memimpin konsorsium OpenHandset Alliane (OHA) yang salah satu misi utamanya adalah
pengembangan platfrom Android. OHA merupan
aliansi bisnis yang beranggotakan lebih dari 80 perusahaaan. Tujuan utamanya
adalah untuk mengembangkan standar terbuka
untuk perangkat bergerak. Anggotanya antara lain Google, HT, Sony, Dell, Intel, Motorola, Qualcomm, dan
lain-lain.
3. Komponen Aplikasi Android
Menurut
Arif Akbarul Huda (2013: 4-5) komponen aplikasi
merupakan bagian penting
dari sebuah Android.
Setiap komponen mempunyai fungsi yang berbeda, dan antara
komponen satu dengan yang lainnya
bersifat saling berhubungan. Berikut ini komponen aplikasi yang harus diketahui, yaitu:
- Activities. Activity
merupakan satu halaman
antarmuka yang bisa digunakan oleh user untuk berinteraski dengan aplikasi. Biasanya
dalam satu activity terdapat button,
spinner, list view, edit text, dan sebagainya.
Satu aplikasi dalam Android dapat terdiri atas lebih dari satu activity.
- Services.
Services merupakan komponen aplikasi yang dapat berjalan secara background, misalnya
digunakan untuk memuat data dari server
database. Selain itu, aplikasi pemutar musik atau radio juga memanfaatkan servis supaya aplikasinya
bisa tetap berjalan meskipun pengguna melakukan aktivitas dengan aplikasi lain.
- Contact Provider. Komponen ini digunakan untuk mengelola data sebuah aplikasi, misalnya
kontak telepon. Siapapun
bisa membuat aplikasi Android dan dapat mengakses kontak
yang tersimpan pada sistem Android. Oleh karena itu, agar dapat mengakses
kontak, user memerlukan komponen contact provider.
- Broadcast Receiver.
Fungsi komponen ini sama seperti
bahasa terjemahannya yaitu
penerima pesan. Kasus beterai lemah merupakan
kasus yang sering dialami handphone
Android. Sistem Android
dirancang untuk menyampaikan “pengumuman” secara otomatis jika baterai
habis. Apabila aplikasi
yang dibuat dilengkapi dengan komponen
broadcast receiver, maka user dapat mengambil tindakan menyimpan kemudian menutup
aplikasi atau tindakan
yang lain.
4. Fitur-fitur Android
Android adalah sistem operasi gratis dan
bisa dicostumize dengan mengkonfigurasikan hardware
dan software. Menurut
Lee (2011: 3), Android memiliki beberapa fitur di bawah ini:
- Storage, menggunakan SQLite,
relational database.
- Connectivity, supports
GSM/EDGE, IDEN, CDMA, EV-DO, UMTS, Bluethooth,
WiFi, LTE, dan WiMax.
- Messaging, supports
SMS dan MMS.
- Web browser, didasarkan pada
open-source WebKit bersama dengan Chrome’s V8 JavaScript
engine.
- Media
support, termasuk H.263, H.264, MPEG-4 SP, AMR, AMR- WB, AAC, HE-AAC, MIDI, Ogg Vorbis, WAV, JPEG, PNG, GIF, dan BMP.
- Hardware support, akselarasi sensor, kamera, digital kompas, proximity sensor, dan GPS.
- Multi-touch
- Multi-tasking
- Flash support
- Tathering, support sharing
koneksi internet.
5. Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Android
Media
pembelajaran berbasis aplikasi android merupakan suatu yang baru dalam dunia pendidikan, media
pembelajaran ini biasanya sudah berbentuk sebuah aplikasi pendidikan ataupun aplikasi yang memuat materi
dan bahan belajar. Produk aplikasi tersebut dapat diunduh pada smartphone dan gadget yang
bersistem operasi
android, biasanya sudah tersedia di google play ataupun play store.
Pada
dasarnya media pembelajaran berbasis aplikasi android adalah suatu pruduk media pembelajaran berbentuk sebuah
aplikasi yang dapat diunduh
atau didownload di smartphone
berbasis android.
Aplikasi android merupakan suatu media yang tergolong
dalam media pembelajaran bentuk elektronik, karena produk aplikasi android tersebut dijalankan pada smartphone dan gadget bersistem operasi
android. Yang mana smartphone dan gadget tersebut termasuk salah satu teknologi komunikasi.
Atas dasar tersebutlah
media pembelajaran berbasis aplikasi android dikatakan sebagai media elektronik.
5.1. Smartphone dan Gadget Sebagai Media Pembelajaran
Perkembangan teknologi sangat pesat salah satunya
perkembanganteknologi dibidang komunikasi yaitu perkembangan handphone
pintar atau yang sering dikenal
dengan smartphone. Smartphone sendiri telah digunakan
di berbagai sektor kehidupan manusia dan hadirnya smartphone tersebut
dapat dirasakan di berbagai bidang salah satunya yaitu bidang pendidikan.
Penggunaan smartphone ataupun gadget mungkin merupakan
sesuatu yang baru dalam dunia pendidikan. Namun, jika dilihat
penggunaan smartphone sebagai
media pembelajaran sangatlah
baik, karena peserta
didik akan lebih mudah mecari-materi pelajaran yang dibutuhkan dan dapat juga memberi
kesempatan dan kebebasan kepada peserta
didik untuk mengakses materi pelajaran secara luas lebih luas yang mungkin saja materi tersebut belum
pernah diajarkan oleh pendidik. Penggunaan semartphone sebagai media pembelajaran juga akan memberikan pengalaman yang baru bagi
peserta didik dan penggunaan smatrphone
sebagai media pembelajaran akan lebih memudahkan peserta didik dalam belajar, karena bentuknya yang simpel aksesnya
yang luas sehinnga smartpohone mudah digunakan kapan saja dan
dimana saja.
5.2. Aplikasi Android Sebagai media pembelajaran
Penggunaan aplikasi android sebagai
media pembelajaran adalah sesuatu yang menarik dan baru dalam dunia pendidikan, aplikasi android telah memberi warna baru dalam perkembangan media
pembelajaran. Penggunaan aplikasi ini
membuat media pembelajaran semakin menarik dan beragam.
Namun, penggunaan aplikasi
android sebagai media pembelajaran tidak hanya dinilai
satu sisi. Aplikasi
abdroid harus mempunyai tujuan untuk memberikan motivasi
kepada peserta didik dan harus mampu
merangsang peserta didik untuk selalu mengingat apa yang sudah dipelajari serta mempu memberi rangsangan belajar bagi
peserta didik. Dengan demikian, penggunaan aplikasi android sebagai
media pembelajaran harus memenuhi beberapa kreteria.
Thorn.
W dalam buku Hujair A.H Sanaky (2013:208), mengajukan enam kreteria
untuk menilai multimedia interaktif, yaitu:
- Kemudahan navigasi, artinya sebuah
program media harus dirancang sesederhana, serapi, dan seindah mungkin
- Ada kandungan kognisi,
- Pengetahuan dan presentasi
informasi. Kedua kriteria diatas adalah untuk
menilai isi dari program itu sendiri, apakah program itu tela memenuhi
kebutuhan pembelajaran si
pembelajar atau belum.
- Integrasi media, yaitu media itu
harus bisa mengintegrasikan aspek tujuan
pembelajaran, materi yang harus dipelajari, metode artinya variasi
metode yang digunakan
dan kemampuan si pembelajar.
- Untuk menarik minat pembelajar,
program media harus mempelajari tampilan
yang artistik dan tak lupa estetika juga merupakan kriteria.
- Fungsi secara keseluruhan, artinya
program yang dikembangkan harus memberikan pembelajaran yang diinginkan oleh pembelajar (tujuan
pembelajaran), sehingga pada waktu selesai
menjalankan sebuah program
(belajar) dia akan merasa telah belajar sesuatu
dengan nyaman dan
menyenangkan.
6. Contoh Aplikasi Pembuat Media Pembelajaran Berbasis Android
Untuk membuat media pembelajaran
berbasis Android, Anda dapat menggunakan berbagai perangkat lunak atau
software, termasuk berikut ini:
- Android Studio: Android Studio adalah lingkungan pengembangan terintegrasi (IDE)
resmi dari Google untuk mengembangkan aplikasi Android. Anda dapat membuat
aplikasi pembelajaran interaktif dengan menggunakan Android Studio dan
bahasa pemrograman Java atau Kotlin.
- Unity: Unity
adalah platform pengembangan permainan yang juga dapat digunakan untuk
membuat aplikasi pembelajaran berbasis Android. Anda dapat membuat
simulasi, permainan pendidikan, dan konten interaktif lainnya dengan
Unity.
- MIT App Inventor: MIT App Inventor adalah platform pemrograman visual yang
sederhana dan ramah pengguna untuk membuat aplikasi Android tanpa perlu
pengetahuan pemrograman yang mendalam. Ini sangat cocok untuk pembuatan
aplikasi pembelajaran sederhana.
- Thunkable: Thunkable
adalah platform pembuatan aplikasi visual yang memungkinkan Anda membuat
aplikasi Android dan iOS dengan mudah. Anda dapat menggunakan fitur
drag-and-drop untuk membuat aplikasi pembelajaran.
- Kodular: Kodular
adalah platform serupa dengan MIT App Inventor yang memungkinkan Anda
membuat aplikasi Android dengan komponen visual. Ini cocok untuk membuat
aplikasi pembelajaran sederhana.
- Construct 3: Construct 3
adalah perangkat lunak pengembangan permainan berbasis web yang dapat
digunakan untuk membuat permainan pendidikan dan aplikasi pembelajaran
yang dapat diakses di perangkat Android.
- Stencyl: Stencyl
adalah platform pengembangan permainan dengan antarmuka drag-and-drop yang
memungkinkan Anda membuat aplikasi pembelajaran dan permainan pendidikan
berbasis Android dengan mudah.
- Coggle: Coggle
adalah alat pemetaan pikiran yang dapat digunakan untuk membuat peta
konsep dan diagram untuk materi pembelajaran. Anda dapat mengaksesnya
melalui browser di perangkat Android.
- ScratchJr: ScratchJr
adalah versi sederhana dari Scratch yang dirancang khusus untuk anak-anak.
Anda dapat menggunakan ScratchJr untuk membuat proyek pembelajaran yang
dapat dijalankan di perangkat Android.
Pilihan Anda akan tergantung pada
tingkat keahlian Anda dalam pemrograman dan desain, serta kompleksitas dari
media pembelajaran yang ingin Anda buat. Beberapa dari alat-alat ini lebih
cocok untuk pemula, sementara yang lain memerlukan tingkat keahlian yang lebih
tinggi.
7. Tutorial Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Android
Tutorial Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Android