Kajian ilmu fisika, membahas bahwa bunyi awal mulanya dihasilkan oleh sumber bunyi atau dapat dikatakan timbul karena ada benda yang bergetar. Kemudian, benda yang bergetar akan menggetarkan sebagian molekul-molekul ke udara yang berada di sekitarnya (Kustaman, 2017).
Perspektif kajian ilmu agama mengenai bunyi,
meurut Firman Allah SWT yang artinya:
“Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan (bunyi) saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.” (Q.S. Yasin 36 : 49). Ayat tersebut mengandung arti kata yang menginterpretasikan makna bunyi, yaitu pada kata ( shoihah / teriakan) . Artinya, menurut banyak ulama menginterpretasikan peniupan sangkakala kedua, dimana mengisyaratkan bahwa yang hidup ketika itu akan langsung binasa bergelimpangan. Makna bunyi dalam sains memang telah dipelajari dalam ilmu Fisika
sejak dahulu, dan juga telah dibuktikan benar adanya oleh ayat-ayat Al-Qur’an yang membahasnya (Ulinuha,
2018). Menggali pengetahuan dan mengkaji makna sains dalam Al-Qur’an perlu kita dorong untuk lebih memahami terkhusus tentang ilmu pengetahuan yang ada disekitar.
Perspektif kajian ilmu agama mengenai bunyi,
meurut Firman Allah SWT yang artinya:
“Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan (bunyi) saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.” (Q.S. Yasin 36 : 49). Ayat tersebut mengandung arti kata yang menginterpretasikan makna bunyi, yaitu pada kata ( shoihah / teriakan) . Artinya, menurut banyak ulama menginterpretasikan peniupan sangkakala kedua, dimana mengisyaratkan bahwa yang hidup ketika itu akan langsung binasa bergelimpangan. Makna bunyi dalam sains memang telah dipelajari dalam ilmu Fisika
sejak dahulu, dan juga telah dibuktikan benar adanya oleh ayat-ayat Al-Qur’an yang membahasnya (Ulinuha,
2018). Menggali pengetahuan dan mengkaji makna sains dalam Al-Qur’an perlu kita dorong untuk lebih memahami terkhusus tentang ilmu pengetahuan yang ada disekitar.