Kartika Dewi Rencani (0723012631)
Permisi, Izin menjawab Penentuan Uji Hipotesis Rataan Penentuan apakah akan menggunakan uji satu pihak (one-tailed) atau uji dua pihak (two-tailed) dalam pengujian hipotesis rataan didasarkan pada dua hal utama: rumusan hipotesis penelitian dan arah dugaan yang dimiliki oleh peneliti.
1. Uji Satu Pihak (One-Tailed Test) Uji ini digunakan ketika peneliti sudah memiliki dugaan arah yang jelas mengenai hasil penelitian. Artinya, peneliti menduga perbedaan hanya bergerak ke satu arah spesifik: Lebih besar (>): Contoh, menduga bahwa perlakuan baru akan menghasilkan rata-rata nilai lebih tinggi dari perlakuan lama. Lebih kecil (<): Contoh, menduga bahwa program diet baru akan menghasilkan rata-rata penurunan berat badan lebih rendah (berat yang tersisa lebih kecil) dari program sebelumnya. Fokus uji ini adalah untuk membuktikan dugaan satu arah tersebut.
2. Uji Dua Pihak (Two-Tailed Test) Uji ini digunakan ketika peneliti tidak memiliki dugaan arah yang spesifik. Peneliti hanya menduga bahwa ada perbedaan atau tidak sama antara dua kelompok atau nilai, tanpa memprediksi apakah perbedaan itu akan menjadi lebih besar atau lebih kecil. Berbeda (\neq): Contoh, ingin menguji apakah ada perbedaan rata-rata kecepatan lari antara atlet dari kota A dan kota B. Tidak ada dugaan spesifik kota mana yang lebih cepat. Tujuannya adalah untuk mendeteksi perbedaan, baik positif maupun negatif.