Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Forum Diskusi Pertemuan Ke-6

uji anava

uji anava

by KARTIKA DEWI RENCANI - Number of replies: 12

Kartika Dewi rencani (0723012631) 

Universitas Pekalongan 

 

Permisi, Izin bertanya. Dalam konteks penelitian pendidikan, apakah selalu tepat menggunakan uji ANAVA untuk membandingkan hasil belajar siswa dari tiga metode pembelajaran yang berbeda?  

In reply to KARTIKA DEWI RENCANI

Re: uji anava

by RETNO RETNO -
Nama : Retno
NPM : 23144100013
Pendidikan Matematika UPY
 
uji ANAVA tepat digunakan hanya jika data memenuhi syarat statistik (normal, homogen, dan independen) serta hasil belajar diukur dalam skala numerik. Namun, jika syarat tersebut tidak terpenuhi, maka uji non-parametrik seperti Kruskal-Wallis atau uji lain yang sesuai dengan desain penelitian lebih tepat digunakan.
In reply to RETNO RETNO

Re: uji anava

by ZULITA TRI CAHYANINGRUM -
Nama : Zulita Tri Cahyaningrum
NPM : 23144100022
Tidak selalu tepat. ANAVA memang umum digunakan untuk membandingkan hasil belajar dari tiga metode pembelajaran, tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan karakteristik data dan desain penelitian. Jika data tidak normal, varians tidak homogen, atau sampelnya tidak independen, maka ANAVA tidak cocok dan perlu diganti dengan uji lain atau analisis yang sesuai dengan desain eksperimennya.
In reply to KARTIKA DEWI RENCANI

Re: uji anava

by MUHAMMAD PASCAL ADDARAQUTNI -
Contoh: Anda memiliki tiga kelompok siswa masing-masing diberi metode A, B, C, dan mengukur skor belajar (numerik). Dalam kondisi ini, uji satu-arah ANOVA (one-way ANOVA) bisa digunakan untuk mengecek apakah rata-rata skor berbeda antar kelompok.

Jadi poin-kuncinya:

Variabel dependen (hasil belajar) berskala kontinu (misalnya skor tes)

Variabel bebas (metode pembelajaran) berskala kategori dengan ≥ 3 kelompok

Kelompok independen (setiap siswa hanya di satu metode)

Anda tertarik untuk tahu "apakah ada perbedaan rata-rata antar kelompok"
In reply to KARTIKA DEWI RENCANI

Re: uji anava

by ALISA NUR ADILA -
Alisa Nur Adila (23144100010)
Universitas PGRI Yogyakarta
Tidak selalu. Uji ANAVA tepat digunakan jika data memenuhi beberapa asumsi, yaitu data berskala interval atau rasio, berdistribusi normal, dan memiliki varians yang homogen antar kelompok. Jika asumsi-asumsi tersebut terpenuhi, ANAVA dapat digunakan untuk membandingkan hasil belajar dari tiga metode pembelajaran yang berbeda. Namun, jika asumsi tidak terpenuhi misalnya data tidak normal atau variansnya tidak sama maka sebaiknya digunakan alternatif nonparametrik seperti uji Kruskal-Wallis, agar hasil analisis tetap valid.
In reply to KARTIKA DEWI RENCANI

Re: uji anava

by FRIDA ALANDIA KRIJTHE -
Frida Alandia Krijthe (23144100012)
UPY
Dalam penelitian pendidikan, Uji ANAVA sering digunakan untuk membandingkan hasil belajar siswa dari tiga atau lebih metode pembelajaran, tetapi tidak selalu cocok untuk semua kasus.

Uji ANAVA bisa digunakan jika beberapa syarat terpenuhi, seperti:

1. Data yang digunakan berupa angka (skala interval atau rasio), misalnya nilai tes.
2. Setiap kelompok siswa berbeda dan tidak saling memengaruhi.
3. Data dari tiap kelompok berdistribusi normal.
4.  Perbedaan nilai antar kelompok tidak terlalu jauh (variansnya sama).
5. Kalau syarat-syarat ini tidak terpenuhi, sebaiknya gunakan uji lain seperti Uji Kruskal-Wallis, yang tidak terlalu bergantung pada asumsi tersebut.

Jadi, ANAVA memang berguna untuk membandingkan beberapa metode pembelajaran, tapi harus dipastikan dulu bahwa data memenuhi syaratnya supaya hasilnya benar dan bisa dipercaya.
In reply to KARTIKA DEWI RENCANI

Re: uji anava

by ANGGITA AULIA PUTRI -
Tidak selalu tepat, Meskipun ANAVA biasanya digunakan untuk membandingkan hasil belajar dari tiga metode pembelajaran, penggunaannya harus memenuhi beberapa asumsi seperti normalitas data, homogenitas varians, dan data berskala interval/rasio. Jika asumsi tersebut tidak terpenuhi atau data tidak sesuai model, maka uji alternatif seperti Kruskal, Wallis lebih tepat digunakan. Jadi, ANAVA efektif, tetapi tetap harus melihat karakteristik data dan desain penelitian terlebih dahulu.
In reply to KARTIKA DEWI RENCANI

Re: uji anava

by PADRUL JANA -
Tidak harus pakai ANAVA tergantung desain penelitian yang direncanakan serta apakah memenuhi uji prasyarat apa tidak.
In reply to KARTIKA DEWI RENCANI

Re: uji anava

by ALFIN NOVIAN ZYAPUTRA -
Tidak selalu tepat, karena ANAVA hanya cocok digunakan jika data berdistribusi normal dan varians antar kelompok homogen. Jika syarat itu tidak terpenuhi, lebih baik menggunakan uji non-parametrik seperti Kruskal-Wallis.
In reply to KARTIKA DEWI RENCANI

Re: uji anava

by DIVA FITRIANA -
Diva Fitriana_23144100016_UPY

Tidak selalu. Uji ANAVA tepat digunakan jika data berdistribusi normal dan varians antar kelompok homogen. Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka sebaiknya menggunakan uji nonparametrik.
In reply to KARTIKA DEWI RENCANI

Re: uji anava

by FATIMAH FATIMAH -
Nama : Fatimah
NPM : 23144100021
Menurut saya, dalam konteks penelitian pendidikan, uji ANAVA memang tepat digunakan ketika kita ingin membandingkan tiga atau lebih kelompok yang diberi perlakuan berbeda, misalnya tiga metode pembelajaran. Namun, penggunaan ANAVA tidak selalu otomatis tepat, karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu, seperti:
1. Data berdistribusi normal.
2. Varians antar kelompok homogen.
3. Sampel diambil secara acak dan independen.
In reply to KARTIKA DEWI RENCANI

Re: uji anava

by SALSABILAH SILVIANA PUTRI -
Nama: Salsabilah Silviana Putri
NPM: 23144100014
UPY
Tidak selalu tepat menggunakan uji ANAVA untuk membandingkan hasil belajar siswa dari tiga metode pembelajaran yang berbeda meskipun pada umumnya uji ANAVA memang sering digunakan untuk situasi seperti itu.
In reply to KARTIKA DEWI RENCANI

Re: uji anava

by YULIANDANI YULIANDANI -
Menurut saya, penggunaan uji ANAVA untuk membandingkan hasil belajar siswa dari tiga metode pembelajaran yang berbeda tidak selalu tepat, tergantung pada karakteristik data dan desain penelitian. Uji ANAVA memang cocok jika data memenuhi asumsi-asumsi dasar, seperti data berdistribusi normal, varians antar kelompok homogen, dan sampel yang independen. Namun, jika data tidak memenuhi asumsi tersebut misalnya data berskala ordinal atau distribusinya tidak normal maka lebih tepat menggunakan uji non-parametrik. Jadi, sebelum memutuskan menggunakan ANAVA, peneliti harus memastikan jenis data dan syarat statistiknya sesuai agar hasil analisis dapat dipercaya dan mencerminkan perbedaan yang sebenarnya antar metode pembelajaran.