1. Sistem Pakar adalah sistem komputer yang meniru berpikir pakar dalam bidang tertentu untuk membantu non-pakar memecahkan masalah kompleks. Karakteristik utamanya: (1) berbasis pengetahuan pakar bukan hanya algoritma biasa; (2) memiliki kemampuan penalaran logis untuk menarik kesimpulan.
2. Tiga komponen utama:
- Basis Pengetahuan: Menyimpan fakta dan aturan IF-THEN sebagai inti pengetahuan pakar.
- Mesin Inferensi: "Otak" sistem yang mencocokkan fakta dengan aturan untuk menarik kesimpulan.
- Antarmuka Pengguna: Menghubungkan pengguna dengan sistem untuk input data dan output hasil serta penjelasan.
3. Basis pengetahuan disebut jantung karena menjadi sumber pengetahuan utama untuk pengambilan keputusan. Contoh aturan: IF gejala = batuk AND demam THEN penyakit = ISPA.
4. Fungsi antarmuka pengguna: Menerima input data dari pengguna dan menampilkan hasil serta penjelasan. Penting karena memudahkan non-pakar berinteraksi dengan sistem, meningkatkan kepercayaan dan penerimaan masyarakat.
5. Perbedaan pengetahuan:
- Deklaratif: Menyatakan fakta/data (contoh: "suhu pasien = 39°C").
- Prosedural: Menyatakan cara/prosedur (contoh: "jika suhu > 38°C, beri obat penurun panas").
6. Perbedaan Forward vs Backward Chaining:
- Arah penalaran: Forward dari fakta ke kesimpulan; Backward dari kesimpulan/goal ke fakta pendukung.
- Tujuan: Forward untuk diagnosis/prediksi berbasis data; Backward untuk pembuktian hipotesis/goal tertentu.
7. Metode yang tepat untuk diagnosa gejala→penyakit adalah Forward Chaining. Alasan: dimulai dari gejala (fakta input pengguna) lalu mencari aturan yang cocok untuk menghasilkan kesimpulan penyakit, sesuai dengan alur berpikir diagnostik.
8. Langkah Forward Chaining (fakta = hujan):
- Fakta "hujan" cocok dengan R1 → tambahkan fakta baru "tanah_basah".
- Fakta "tanah_basah" cocok dengan R2 → tambahkan fakta baru "rumput_tumbuh".
- Fakta "rumput_tumbuh" cocok dengan R3 → kesimpulan akhir "kambing_senang".
9.Cara kerja Backward Chaining (goal = melanggar peraturan lalu lintas):
- Tentukan goal: "apakah melanggar peraturan lalu lintas?".
- Cari aturan dengan kesimpulan sesuai goal (misal: IF tidak punya SIM AND mengemudi THEN melanggar).
- Periksa premis: "tidak punya SIM?" dan "mengemudi?". Jika belum diketahui, jadikan sebagai sub-goal untuk mencari fakta pendukung.
- Jika premis terpenuhi, goal terbukti; jika tidak, goal ditolak.
10. Kombinasi metode (hybrid reasoning) digunakan untuk mengoptimalkan keunggulan keduanya. Keuntungan: lebih fleksibel—misal menggunakan Forward untuk mengumpulkan fakta awal, lalu Backward untuk membuktikan hipotesis yang muncul, sehingga lebih efisien dan akurat dibandingkan menggunakan satu metode saja.