Sebagai pengembang, saya tertarik merancang sistem pakar di bidang pendidikan, khususnya untuk mendeteksi dini risiko kesulitan belajar mahasiswa. Sistem ini bertujuan membantu dosen dan pihak akademik dalam mengambil keputusan bimbingan secara lebih objektif dan berbasis pengetahuan. Pengetahuan dalam sistem diperoleh dari pakar pendidikan dan data historis mahasiswa, seperti IPK, kehadiran, aktivitas di Learning Management System (LMS), serta hasil kuesioner motivasi belajar.
Sistem pakar ini bekerja menggunakan aturan berbasis IF–THEN. Misalnya, IF kehadiran rendah AND aktivitas LMS minim AND IPK menurun THEN mahasiswa dikategorikan berisiko tinggi. Mesin inferensi akan mencocokkan fakta yang dimasukkan dengan aturan yang ada untuk menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi, seperti perlunya konseling akademik atau pendampingan belajar tambahan.
Dengan adanya sistem pakar ini, proses pengambilan keputusan di institusi pendidikan menjadi lebih konsisten, cepat, dan terstruktur. Namun, sistem ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran dosen, melainkan sebagai alat pendukung keputusan agar intervensi akademik dapat dilakukan lebih dini dan tepat sasaran.