Pencarian global tidak diaktifkan.
Lewati ke konten utama
Forum

Forum Diskusi Pertemuan ke-10

Ong Tien Atsilatul Azizah _ 1822600013

Ong Tien Atsilatul Azizah _ 1822600013

oleh ONG TIEN ATSILATUL AZIZAH - Jumlah balasan: 0

Mikoremediasi dan fitoremediasi adalah teknik bioteknologi lingkungan yang sangat efektif untuk menangani pencemaran logam berat. Mikoremediasi memanfaatkan mikroorganisme seperti jamur, bakteri, dan alga untuk mendegradasi atau mengikat logam berat, sementara fitoremediasi memanfaatkan tanaman untuk menyerap, mengakumulasi, atau mengurangi toksisitas logam berat di lingkungan

Fitoremediasiel

Selain enceng gondok (Eichhornia crassipes) dan semanggi air (Marsilea crenata), beberapa tanaman lain yang berpotensi sebagai fitoremediator logam berat termasuk:

1. Mangrove (misalnya Rhizophora mucronata dan Avicennia marina) - Mangrove dapat menyerap logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium melalui akarnya, terutama di lingkungan pesisir yang tercemar.

2. Vetiver (Chrysopogon zizanioides) - Tanaman ini dikenal mampu menyerap logam berat seperti timbal, arsenik, dan kadmium, terutama di tanah yang terkontaminasi.

3. Brassica juncea (Indian mustard) - Tanaman ini memiliki kemampuan akumulasi tinggi terhadap logam berat seperti nikel dan kadmium.e

Teknik mikoremediasi dan fitoremediasi menawarkan solusi berkelanjutan yang ramah lingkungan. Namun, keberhasilan aplikasinya di lapangan memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai kondisi lingkungan, spesies yang digunakan, serta efektivitas dalam skala besar

Daftar Pustaka

1. Syafrina, M. (2019). "Bioremediasi Logam Berat oleh Fungi Laut." Jurnal AMINA. Diakses dari journal.ar-raniry.ac.id.

2. Afifudin, et al. (2023). "Mangrove Forests as Heavy Metal Remediators in Sempu Island." Journal of Marine and Coastal Science. Diakses dari e-journal.unair.ac.id.