1. Network Planning digunakan untuk:
Mengidentifikasi hubungan antar aktivitas proyek.
Mengatur urutan dan durasi aktivitas.
Mengoptimalkan sumber daya dan waktu pelaksanaan proyek.
Mendeteksi jalur kritis untuk memastikan proyek selesai tepat waktu.
2. -Risiko keterlambatan proyek meningkat.
-Biaya proyek bisa membengkak karena tidak terkontrol.
-Pemanfaatan sumber daya menjadi tidak efisien.
-Kesulitan dalam mengelola risiko dan menyelesaikan konflik.
-Kegagalan mencapai tujuan proyek.
3. -Identifikasi aktivitas: Tentukan semua pekerjaan/proses yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek.
-Urutkan aktivitas: Atur aktivitas berdasarkan urutan logisnya.
-Tentukan durasi aktivitas: Perkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap aktivitas.
-Buat diagram jaringan (Network Diagram): Gambarkan hubungan antar aktivitas menggunakan metode seperti PERT atau CPM.
-Analisis jalur kritis (Critical Path Method): Identifikasi jalur aktivitas terpanjang untuk menentukan durasi total proyek.
-Evaluasi dan revisi: Pastikan rencana realistis dan sesuai kebutuhan.