Global searching is not enabled.
Skip to main content
Lesson

Struktur dan Komponen Kimiawi Kloroplas

Completion requirements
View Go through the activity to the end

Struktur Kloroplas

Kloroplas merupakan salah satu jenis organel yang disebut plastid pada tumbuhan dan alga. Kloroplas mengandung klorofil, pigmen hijau yang menangkap energi cahaya untuk fotosintesis, yaitu serangkaian reaksi yang mengubah energi cahaya menjadi energi kimiawi yang disimpan dalam molekul karbohidrat dan senyawa organik lain. Kloroplas merupakan organel tempat berlangsungnya fotosisintesis  Bentuk koloroplas pada berbagai jenis tuimbuhan cukup bervariasi, antara lain berbentuk mangkuk, bentuk pita, hingga bentuk menyerupai lensa. 

         Satu sel alga uniseluler dapat memiliki satu kloroplas saja, sementara satu sel daun dapatmemiliki 20 sampai 100 kloroplas. Organel ini cenderung lebih besar daripada mitokondria, dengan panjang 5–10 µm atau lebih. Kloroplas biasanya berbentuk seperti cakram dan, seperti mitokondria, memiliki membran luar dan membran dalam yang dipisahkan oleh ruang antarmembran. Membran dalam kloroplas menyelimuti stroma, yang memuat berbagai enzim yang bertanggung jawab membentuk karbohidrat dari karbon dioksida dan air dalam fotosintesis. Suatu sistem membran dalam yang kedua di dalam stroma terdiri dari kantong-kantong pipih disebut tilakoid yang saling berhubungan. Tilakoid-tilakoid membentuk suatu tumpukan yang disebut granum (jamak, grana). 


Gambar 1. Struktur Kloroplas 

         Klorofil terdapat pada membran tilakoid, yang berperan serupa dengan membran dalam mitokondria, yaitu terlibat dalam pembentukan ATP. Sebagian ATP yang terbentuk ini digunakan oleh enzim di stroma untuk mengubah karbon dioksida menjadi senyawa antara berkarbon tiga yang kemudian dikeluarkan ke sitoplasma dan diubah menjadi karbohidrat. Sama seperti mitokondria, kloroplas juga memiliki DNA dan ribosomnya sendiri serta tumbuh dan memperbanyak dirinya sendiri. Kedua organel ini juga dapat berpindah-pindah tempat di dalam sel. 

       Membran luar permiabel terhadap sejumlah senyawa dengan berat molekul rendah seperti nukleotida, fosfat organik, derivat-derivat fosfat, asam karboksilat dan sukrosa.  Membran dalam bekerja sebagai pembatas fungsional antara sitosol  dan stroma.  Membran dalam tidak permiabel terhadap sukrosa, sorbitol, dan berbagai anion, misalnya di dan trikarboksilat, fosfat, dan senyawa-senyawa seperti nukleotida dan gula fosfat, namun demikian bersifat permiabel terhadap CO2, asam-asam monokarboksilat tertentu seperti asam asetat, asam gliserat, dan asam glikolat.  Pada membran dalam terdapat sejumlah protein pembawa tertentu untuk mengangkut fosfat, fosfogliserat, dihidroksi aseton fosfat, dikarboksilat, dan ATP.  Membran bagian dalam terdiri atas kantung-kantung membran berbentuk pipih  yang dinamakan tilakoid.  Tilakoid terdapat di dalam stroma.  Tilakoid terdiri dari dua bentuk, yaitu bentuk cakram pipih dan bentuk lamella. Tumpukan beberapa tilakoid yang berbentuk cakram pipih disebut grana., dan masing-masing tilakoidnya disebut tilakoid grana (grana lamella).  Tilakoid yang memanjang ke arah stroma dinamakan tilakoid stroma (grana lamella) yang menghubungkan tilakoid grana.  Setiap tilakoid  memiliki ruang dalam yang dinamakan lokulus.