LMS-SPADA INDONESIA
Jaringan otot merupakan jaringan khusus pada hewan yang berfungsi melakukan kontraksi, sehingga memberikan kekuatan seluruh bagian tubuh. Jaringan otot terdiri dari sel otot (serat otot) yang saling terhubung dalam lembaran dan serat. Bersama lembaran dan serat ini dan dikenal sebagai otot, dan mengontrol pergerakan suatu organisme serta berbagai fungsi kontraktil lainnya. Sel otot mampu berkontraksi karena mengandung protein kontraktil yang di sebut miofibril. Miofibril terbuat dari protein kontraktil aktin dan miosin. Serabut otot tersusun menjadi berkas paralel yang kemudian membentuk otot. Disebut protein kontraktil, artinya mereka dapat memendek dan menghasilkan gaya tarik. Ketika melekat di antara dua benda bergerak, seperti dua tulang, kontraksi otot menyebabkan tulang bergerak. Beberapa gerakan otot bersifat volunter, yang berarti melakuakn kontraksi/ pergerakan di bawah kendali sadar. Misalnya, seseorang memutuskan untuk membaca buku, membuka pintu dan sebagainya. Gerakan otot yang bersifat involunter, artinya mereka tidak di bawah kendali sadar, seperti kontraksi pupil di cahaya terang.
Peranan otot dapat menggerakkan organ di luar tubuh maupun di dalam tubuh. Misalnya di dalam tubuh jantung untuk mempompa darah dan ginjal. Sedangkan di luar tubuh pergerakan tangan, kelopak mata, kaki, dan lainnya.
Dengan kemampuan otot dalam berkontraksi, ia mengemban 3 fungsi utama yaitu melaksanakan gerakan, memelihara postur dan memproduksi panas.
Jaringan otot polos memiliki beberapa ciri spesifik yang membedakannya dengan jaringan otot lain. Ciri ciri jaringan otot polos tersebut yaitu:
Otot dalam tubuh terhimpun dalam sutau sistem: Sistem Pergerakan. Otot sebagian terbesar menyelaputi rangka dan tersusun teratur di bawah kulit. Jika diamati otot pangkal lengan atas orang, tampaklah bahwa otot itu tersusun atas beberapa gumpalan. Gumpalan itu bekerja antagonis (timbal-balik): jika satu gumpalan mengerut, gumpalan lain mengendur. Gumpalan terdiri dari beberapa berkas otot, yang disebut fasciculus. Tiap berkas dibina atas banyak serat otot. Satu serat otot adalah 1 sel otot, yang bentuknya kecil panjang seperti serat tumbuhan (Yatim, 1990).
Berikut adalah struktur dari sel otot
Sarcolemma (membrane sel/serat otot) merupakan unit structural jaringan otot yang berdiameter 0,01 – 0,1 mm dengan panjang 1-40 mm yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot. Setiap 1 serat otot dilapisi oleh lapisan elastik tipis yang disebut sarcolemma.
Protoplasma serat otot yang berisi materi semi cair disebut sarkoplasma. Sarkoplasma, merupakan cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana myofibril dan miofilamen berada.Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0,001 mm yang disebut miofibril. Miofibril, merupakan serat-serat yang terdapat dalam otot. Di bawah mikroskop, miofibril akan tampak seperti pita gelap & terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh myosin. Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, troponin & tropomiosin)
.
Gambar 1. Struktur Sel otot (Serat Otot)

Gambar 2. Struktur Miofibril
Miofilamen, merupakan benang-benang/filament halus yang merasal dari myofibril. Terbagi atas dua macam yaitu miofilamen homogen (terdapat pada otot polos) dan miofilamen heterogen (terdapat pada otot jantung/otot kardiak dan pada otot lurik.
Jaringan otot polos merupakan otot yang terletak di organ dalam tubuh manusia seperti pada sistem pencernaan, kantung kemih, dan reproduksi serta saluran udara dan pembuluh darah. Otot polos dapat disebut juga sebagai otot tak sadar karena cara bekerjanya di luar kesadaran manusia, tanpa harus diperintah otak. kontraksi jaringan otot polos bertanggung jawab atas gerakan yang tidak disengaja (involunter) pada organ-organ dalam Setiap sel ototberbentuk spindel/gelendongan dengan nukleus tunggal dan tidak ada peregangan yang terlihat.
Secara umum, otot polos visceral menghasilkan kontraksi yang lambat dan stabil yang memungkinkan zat-zat, seperti makanan di saluran pencernaan, bergerak melalui tubuh. Pada bagian permukaan otot polos memiliki serabut-serabut (fibril) yang bersifat sama sehingga apabila kita amati melalui mikroskop bentuknya akan terlihat polos dan tidak memiliki garis seperti otot lain apabila otot polos terkena rangsangan reaksinya akan menjadi lambat. Berikut ciri-ciri otot polos :

Gambar 1. Otot Polos pada organ dalam
2. Otot Polos
Otot rangka melekat pada tulang dan kontraksinya memungkinkan terjadinya pergerakan, ekspresi wajah, postur, dan gerakan sadar (volunter). Empat puluh persen dari massa tubuh Anda terdiri dari otot rangka. Otot rangka menghasilkan panas sebagai produk sampingan dari kontraksi sehingga memiliki peran dalam homeostasis termal. Menggigil adalah kontraksi otot rangka yang tidak disengaja sebagai respons terhadap suhu tubuh yang lebih rendah dari normal.

Gambar 2. Otot Rangka/Lurik Pada tumbuh
Sumber: https://www.thinglink.com

Gambar 3. Sel Otot Rangka/Lurik
Sumber: https://www.getbodysmart.com

