# One-sample t-test (Uji t Satu Sampel) # Data nilai tes mahasiswa Pendidikan Matematika (contoh) nilai_tes <- c(70, 72, 68, 74, 77, 81, 78, 73, 75, 76, 72, 74, 79, 80, 69, 71, 74, 73, 76, 78) # Nilai rata-rata standar yang akan diuji (misal nilai minimum kelulusan = 75) standar <- 75 # Melakukan uji t satu sampel uji_t <- t.test(nilai_tes, mu = standar) # Menampilkan hasil uji print(uji_t) # Interpretasi hasil pengujian cat("\nInterpretasi:\n") if(uji_t$p.value < 0.05){ cat("Terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata nilai tes mahasiswa dengan standar (p-value =", uji_t$p.value, ")\n") } else { cat("Tidak terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata nilai tes mahasiswa dengan standar (p-value =", uji_t$p.value, ")\n") } #=============================================================================== # Data nilai tes mahasiswa Pendidikan Matematika (contoh) nilai_tes <- c(70, 72, 68, 65, 69, 70, 71, 73, 67, 69, 71, 68, 65, 70, 71, 69, 68, 72, 70, 66) # Nilai rata-rata standar yang diuji (misal nilai kelulusan = 75) standar <- 75 # Melakukan uji t satu sampel uji_t <- t.test(nilai_tes, mu = standar) # Menampilkan hasil uji print(uji_t) # Interpretasi hasil pengujian cat("\nInterpretasi:\n") if(uji_t$p.value < 0.05){ cat("Terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata nilai tes mahasiswa dengan standar (p-value =", uji_t$p.value, ")\n") } else { cat("Tidak terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata nilai tes mahasiswa dengan standar (p-value =", uji_t$p.value, ")\n") }