Global searching is not enabled.
Skip to main content

Topic outline

  • Pertemuan 1:1. Definisi. 2. Generator AC.

    • Rekan-rekan, lingkungan belajar membutuhkan partisipasi, nah ... saya persilahkan rekan-rekan berkenan untuk bergabun dalam media sosial yang berda dalam URL di atas. Sumbangsih rekan-rekan sangat diperlukan dalam pengembangan keilmuan Lingkungan Belajar

    • Rekan-rekan dapat melihat lingkungan belajar yang dapat meningkatkan pembelajaran, Pembahasan tersebut terindeks scopus 2015 sd 2021. Silahkan dibaca abstraknya saja melalui link yang telah tertera

    • Rekan-rekan, silahkan memilih jurnalnya, tapi jangan sama ya dalam satu kelas. Berilah komentar atas kelebihan dan kekurangannya. Anggap saja kita sedang bergotong royong membangun pemikiran bersama

  • Pertemuan 2: Konsep Lingkungan Belajar

    • Dalam mencari definisi lingkungan belajar yang dapat diterima secara universal saya telah meminjam dari publikasi Tessmer dan Harris yang berguna Menganalisis Pengaturan Instruksional(1992, p. 15): "Lingkungan belajar adalah ruang fisik yang dialokasikan untuk belajar. Lingkungan ini dapat berupa ruang kelas, pusat pelatihan, lab komputer, ruang belajar di rumah, meja kantor, mobil, atau kombinasi dari semua ini. . " Dalam mengutip karya Spivak (1975) dan David (1975), Tessmer dan Harris mencatat (p. 18): "Lingkungan memberikan pengaruh yang kuat pada pembelajaran dan perilaku, meskipun kita mungkin tidak menyadarinya atau mungkin memilih untuk abaikan itu. " Para penulis ini selanjutnya menyatakan bahwa "... desain (fasilitas) berbasis lingkungan masih lebih banyak seni daripada sains." Meskipun saya menyadari bahwa ini mewakili konsepsi populer, saya percaya bahwa hal itu lebih benar di masa lalu daripada sekarang.

    • Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk meringkas apa yang merupakan penelitian ergonomis yang diterapkan pada fasilitas pendidikan, dan dengan demikian dimaksudkan untuk representatif dan tidak komprehensif. Dalam membuat pilihan studi yang representatif secara ergonomis, saya telah memilih (1) dua studi survei preferensi pengguna yang menghubungkan tanggapan siswa pada kuesioner tipe skala peringkat dengan pengukuran fisik fitur lingkungan dan tampilan; (2) studi eksperimental pola interaksi sosial dengan pengaturan tempat duduk kelas yang berbeda menggunakan televisi sebagai alat observasi; (3) studi eksperimental yang menyelidiki pengaruh kontras kecerahan fotometri pada preferensi, perhatian, kenyamanan visual, dan kelelahan siswa; dan (4) studi eksperimental tentang keterbacaan tampilan yang mengeksplorasi perbedaan kualitatif antara proyeksi layar depan dan belakang. Studi pertama yang dilaporkan adalah studi saya sendiri, dan empat lainnya adalah disertasi doktoral yang saya supervisi di Universitas Boston antara1976-91. Dengan memberikan sampler seperti itu, diharapkan pembaca memperoleh wawasan tentang metodologi representasional dalam penelitian ergonomis pendidikan, serta kesadaran akan substansi temuan mereka, yang saya yakini memiliki arti penting saat ini terkait dengan desain dan pemanfaatan lingkungan belajar.

    • Dua dari tujuan utama penelitian adalah untuk mempengaruhi perubahan dalam kondisi yang tidak diinginkan atau untuk memverifikasi keefektifan kondisi yang ada. Akibatnya, ketika mencari panduan dalam mengembangkan lingkungan belajar, perencana fasilitas pendidikan melihat ke penelitian dan merencanakan buku pegangan sebagai panduan. Hal ini juga berlaku untuk pendidik ketika mencari cara di mana lingkungan belajar tertentu dapat digunakan untuk memberikan efek yang paling positif pada kesejahteraan fisik dan pembelajaran siswa. Sayangnya, topik mempengaruhi keuntungan pembelajaran melalui desain lingkungan atau manipulasi fitur-fiturnya berada di luar cakupan dan panjang yang dialokasikan dari makalah ini. Jika saya mengetahui dokumentasi hubungan sebab dan akibat spesifik antara beberapa aspek fisik atau sensorik dari fasilitas pendidikan dan pembelajaran, saya akan melaporkannya, tetapi fokus dari bagian bab ini adalah pada pedoman yang diyakini berkontribusi pada kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan fisik siswa, serta mereka yang berkontribusi pada orientasinya terhadap tugas dan lokalisasi transmisi informasi baik dari guru, pembahas kelas lain, atau dari beberapa bentuk teknologi pendidikan. Bagi para pembaca yang tertarik pada sumber yang lebih substantif khususnya mengenai lingkungan dan pengaruhnya terhadap pembelajaran manusia,

    • Bab ini membahas beberapa faktor lingkungan, ergonomis, dan sistem tampilan yang berkontribusi pada keefektifan lingkungan belajar secara umum, dengan penekanan khusus pada pengaturan ruang kelas dan konferensi, dan stasiun kerja di mana media pendidikan, termasuk VDT, digunakan secara ekstensif. Ketika faktor-faktor seperti itu secara hati-hati diintegrasikan ke dalam desain lingkungan belajar, mereka telah memperoleh penerimaan dan penghargaan Eroin baik mahasiswa maupun fakultas (McVey, 1979). Pelatih dan peserta pelatihan yang bekerja di lingkungan yang dirancang serupa juga mengenali dan menghargai fitur mereka.

    • Cobalah cari referensiku di https://scholar.google.com/ atau di https://z-lib.org/ (klik bagian artikel saja) carilah dengan kata kunci learning environment atau lingkungan belajar. Kemudian baca dan pahami artikel tersebut, kemudian masukkan sesauai contoh

  • Pertemuan 3: Konteks Lingkungan Belajar

    • rekan-rekan, Lingkungan Belajar merupakan kondisi riil yang setiap hari kita temui dalam segala aktivitas. Oleh karena itu saya ERGONOMI DALAM PERSPEKTIF LINGKUNGAN BELAJAR merupakan konteks keilmuan yang kita gunakan. Saya menginginkan sumbangan pemikiran rekan-rekan dalam tulisan tersebut. selipkanlah tulisan anda 1 paragraf saja sebagai ide rekan-rekan dalam mengungkapkan lingkungan belajar.

    • rekan-rekan, Lingkungan Belajar merupakan kondisi riil yang setiap hari kita temui dalam segala aktivitas. Oleh karena itu  KENYAMANAN LINGKUNGAN BELAJAR merupakan konteks keilmuan yang kita gunakan. Saya menginginkan sumbangan pemikiran rekan-rekan dalam tulisan tersebut. selipkanlah tulisan anda 1 paragraf saja sebagai ide rekan-rekan dalam mengungkapkan lingkungan belajar.

  • Pertemuan 4:Analisis kebutuhan pengembangan lingkungan belajar yang terdiri dari: 1) Analisis karakteristik pebelajar dan pengguna pengembangan lingkungan belajar, 2) Analisis lembaga dan lingkungan pelaksanaan pengembangan lingkungan belajar, 3) Anali


    • Kami mengharapkan rekan-rekan membaca dengan seksama mengenai beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam lingkungan belajar yang ergonomi. Antara lain adalah beberapa lingkungan fisik yang perlu diperhatikan. Silahkan menyimak bahan bacaan berikut

    • Bacalah dengan seksama CONTOH ANALISIS yang disajikan dalam bacaan, kemudian berilah contoh lain dari berbagai permasalahan di sekolah anda dahulu. Tentunya pengelaman rekan-rekan ada yang menyenangkan dan mungkin ada yang merasa trauma. Karena analisis bersifat pribadi, maka pengalaman anda akan saya fasilitasi menggunakan google form. Sebagai contoh saya menulis pengalaman:

      Saya adalah alumni SMPN Sawahan Madiun. SMP saya merupakan SMP yang berada ditengah persawahan, mirip dengan nama SMPku. Suasana di SMPku sangat mendukung proses belajar. Lingkungan yang sangat asri, dikelilingi persawahan yang membentang luas maka tidak ada kegaduhan, pencahayaannya sangat bagus dan sirkulasi udaranya cukup membuat saya sangat merasakan dukungan fisik lingkungan belajarnya. Secara arsitektur, SMP saya tidak bertingkat dan setiap kelas memiliki teras luar dan bukan lorong. Sehingga, jendela SMPku langsung menghadap keluar ruangan dan disisi lain langsug menghadap ke sawah. Kondisi ini sangat sesuai untuk saya dan teman-teman saya belajar denga tenang.
      Pengalaman ditulis antara 75 sd 100 kata

      Kemudian melampirkan gambar sekolah
      sempesa

    • kirimkan pengalamanmu dalam form google berikut seperti yang telah dicontohkan

  • Pertemuan 5:Analisis kebutuhan pengembangan lingkungan belajar yang terdiri dari: 1) Analisis karakteristik pebelajar dan pengguna pengembangan lingkungan belajar, 2) Analisis lembaga dan lingkungan pelaksanaan pengembangan lingkungan belajar, 3) Anali

    • Rekan-rekan, Mari kita analisis disekitar kita. Apa saja yang perlu kita benahi dari sisi lingkungan belajarnya. beberapa hal mungkin luput dari pengamatan kita. Anatara lain adalah bagaimana kita melihat bangku, kursi, lampu, ruang, taman, ruang belajar kita dan lain lain. Kita jarang memikirkan hal itu. Sebagai contoh .... saya memikirkan sebuah tempat yang disebut lorong sekolah, oleh karena itu klik merancang analisis nanti akan muncul contohnya. Kemudian tulislah ide rekan-rekan seperti contoh yang ada ....

  • Pertemuan 6:Jenis-jenis Motor DC: Permanent-Magnet, Wound-Field. - Losses pada Motor DC: Electrical Losses,i2R Copper Losses, Eddy -Current Losses, Hysteresis Losse. Electrical Losses, Mechanical Losses, Frictional Losses, Windage Losses.

    • Rekan-rekan, Mari kita landasi analisis disekitar kita dengan konsep yang sesui. Apa saja yang perlu kita benahi dari sisi lingkungan belajarnya perlu kita landas konsep berpikir kita dengan prinsip ergonomi. Prinsip ergonomi dapat rekan-rekan baca ulang yang Antara lain membahas pencahayaan, suara, kondisi fisik dll. Kita jarang memikirkan hal itu. Sebagai contoh .... saya menggunakan konsep arsitektur bangunanoleh karena itu klik konsep dasar nanti akan muncul contohnya. Kemudian tulislah ide rekan-rekan seperti contoh yang ada ....

  • Pertemuan 7:Analisis kebutuhan pengembangan lingkungan belajar yang terdiri dari: 1) Analisis karakteristik pebelajar dan pengguna pengembangan lingkungan belajar, 2) Analisis lembaga dan lingkungan pelaksanaan pengembangan lingkungan belajar, 3) Anali

    • Rekan-rekan, Mari kita landasi analisis disekitar kita dengan konteks yang anda inginkan. Apa saja yang perlu kita benahi dari sisi lingkungan belajarnya perlu kita jelaskan konteksnya sesuai dengan prinsip ergonomiPrinsip ergonomi dapat rekan-rekan baca ulang yang antara lain membahas pencahayaan, suara, kondisi fisik dll. Kita jarang memikirkan hal itu. Sebagai contoh .... saya menggunakan konteks lorong pada bangunan sekolaholeh karena itu klik KONTEKS OBYEK nanti akan muncul contohnya. Kemudian tulislah ide rekan-rekan seperti contoh yang ada ....

  • Pertemuan 8:Ujian Tengah Semester

    • Rekan-rekan, web berikut merupakan contoh bagaimana kita bersama menganalisis sebuah konteks lorong sekolah. Lorong sekolah adalah salah satu tempat yang termasuk lingkungan belajar. Lorong sekolah memerlukan konstruksi bangunan yang perlu mendapatkan masukan berupa prinsip-prinsip ergonomi. Rekan-rekan saya berharap untuk mengkonstruksi analisis seperti yang dicontohkan dalam artikel pada web di ANALSIS KONTEKS OBYEK PRINSIP ERGONOMI

  • Pertemuan 9:Pengembangan lingkungan belajar berlandaskan hasil analisis kebutuhan. Pengembangan meliputi: 1) Konten/bahan/materi berdasarkan kebutuhan secara kelembagaan, 2) Media dalam pengembangan lingkungan belajar berdasarkan karakteristik pebelaja

  • Pertemuan 10:Pengembangan lingkungan belajar berlandaskan hasil analisis kebutuhan. Pengembangan meliputi: 1) Konten/bahan/materi berdasarkan kebutuhan secara kelembagaan, 2) Media dalam pengembangan lingkungan belajar berdasarkan karakteristik pebelaja

  • Pertemuan 11:Pengembangan lingkungan belajar berlandaskan hasil analisis kebutuhan. Pengembangan meliputi: 1) Konten/bahan/materi berdasarkan kebutuhan secara kelembagaan, 2) Media dalam pengembangan lingkungan belajar berdasarkan karakteristik pebelaja

  • Pertemuan 12:Evaluasi pengembangan berbasis online membutuhkan 1) Evaluasi formatif, 2) Evaluasi Sumatif, 3) Evaluasi khusus (sesui dengan karakteristik lembaga evaluator)

  • Pertemuan 13:Evaluasi pengembangan berbasis online membutuhkan 1) Evaluasi formatif, 2) Evaluasi Sumatif, 3) Evaluasi khusus (sesui dengan karakteristik lembaga evaluator)

  • Pertemuan 14:Evaluasi pengembangan berbasis online membutuhkan 1) Evaluasi formatif, 2) Evaluasi Sumatif, 3) Evaluasi khusus (sesui dengan karakteristik lembaga evaluator)

  • Pertemuan 15:Evaluasi pengembangan berbasis online membutuhkan 1) Evaluasi formatif, 2) Evaluasi Sumatif, 3) Evaluasi khusus (sesui dengan karakteristik lembaga evaluator)

  • Pertemuan 16:Ujian Akhir Semester