LMS-SPADA INDONESIA





Bahan pembelajaran audio dapat diartikan bahan Belajar atau materi pelajaran yang direkam pada pita magnetik/kaset audio atau Compact disk (CD) yang dapat didengarkan kembali dengan menggunakan alat penampil tape recorder atau CD player. Program kaset audio/CD ini dapat dipakai untuk belajar secara perorangan/individual, kelompok, maupun klasikal. Di samping itu program kaset audio ini dapat menjadi bahan belajar yang berdaya guna karena dapat didengarkan di kelas, ruang perpustakaan, laboratorium, di rumah, di halaman, bahkan di perjalanan.
Bahan Belajar kaset audio/CD memiliki beberapa kelebihan dan juga keterbatasan.
Kelebihan bahan belajar kaset audio/CD antara lain sebagai berikut.
Keterbatasan bahan belajar kaset audio/CD seperti:
Ada beberapa format program audio yaitu uraian, wawancara, diskusi, dialog, drama/ sandiwara, ceritera. Berikut ini akan diuraikan secara singkat dari masing- masing format tersebut.
Uraian (talk)
Program audio tanpa uraian
tidak dapat kita bayangkan. Uraian benar-benar merupakan dasar dari semua bentuk program audio. Uraian dapat berupa program yang berdiri sendiri atau dapat pula menjadi bagian program/komponen pokok dari suatu acara yang disajikan dalam bentuk lain.
Sifat mendasar dari uraian
adalah pembicaraan, yang dimaksudkan untuk memberikan informasi, penjelasan, dan penerangan, sehingga pesan yang disampaikan mudah dimengerti. Format uraian sebenarnya tidak memerlukan persiapan yang terlalu rumit, kadang
tidak membutuhkan hiasan musik atau efek suara.
Wawancara
Wawancara merupakan format program audio yang menampilkan dua pihak yang melakukan pembicaraan. Pihak pertama yaitu pewawancara yaitu orang yang bertugas mewawancarai
pihak lain untuk mencari/memperoleh informasi dari seorang atau suatu kelompok melalui Tanya jawab. Pihak kedua yaitu orang yang diwawancarai.
Diskusi
Diskusi merupakan format program audio yang menampilkan beberapa orang
yang mempunyai ide atau pendapat yang berbeda dalam memecahkan suatu masalah. Dalam diskusi biasanya dipimpin seorang moderator.
Dialog
Dialog yaitu percakapan antara dua orang atau lebih untuk membahas suatu masalah. Melalui
format ini sebenarnya akan dapat menunjukkan kepada pendengar apa yang terjadi, dimana kejadiannya, mengapa hal itu terjadi, dan
siapa saja yang terlibat dalam kejadian tersebut. Agar dialog dapat berjalan dengan baik, maka pelaku dalam dialog
itu harus seimbang dalam pengalamannya, pengetahuan, keahlian/pendidikan dan status sosialnya,.
Drama/sandiwara
Drama merupakan sebuah ceritera/kisah yang dramatis, dalam arti menampilkan reaksi orang-orang apabila dihadapkan kepada suatu konflik. Struktur dasar penulisan format drama meliputi empat tahap yaitu tahap pemaparan/eksposisi, penggawatan/kritis, tahap klimak, dan tahap peleraian/anti klimak.
Ceritera (story)
Story atau ceritera merupakan
salah satu format program audio yang bentuknya mirip dengan uraian yaitu pada umumnya pesan diucapkan oleh satu orang hanya saja pesan yang disampaikan berupa kisah atau ceritera.
Istilah-istilah Teknis dalam Penulisan Naskah Audio
Ada beberapa istilah teknis yang perlu dipahami penulis naskah dalam penulisan naskah audio. Hal ini dimaksudkan agar para pelaksana produksi dapat memahami dan memproduksi naskah
tersebut sesuai yang dimaksudkan oleh penulis naskah. Peristilahan-peristilahan yang dimaksud antara lain :
Beberapa Petunjuk untuk Menulis Naskah Audio
Langkah-langkah Penulisan Naskah Audio
Ada beberapa langkah yang perlu ditempuh dalam penulisan naskah audio, yaitu 1). Menentukan topik, b). melakukan riset pendengar, 3) merumuskan tujuan, 4) menentukan pokok-pokok materi
program, 5) menulis draft naskah. Untuk lebih memahami langkah-langkah tersebut, maka berikut ini akan diuraikan satu per satu.
Dalam memproduksi bahan pembelajaran audio, secara garis besar dapat ditempuh langkah-langkah/ prosedur yaitu penyusunan naskah, perbanyakan naskah, latihan, dan rekaman. Untuk lebih memperoleh pemahaman prosedur produksi, maka di bawah ini akan diuraikan langkah demi langkah.
1. Penyusunan naskah
Langkah awal yang perlu dilakukan dalam memproduksi bahan pembelajaran audio yaitu menyusun naskah. Agar diperoleh naskah yang baik, maka dapat dibuat draftnya terlebih dahulu baru dilakukan pengetikan.
2. Perbanyakan Naskah
Naskah yang telah selesai disusun dan sudah baik, kemudian diperbanyak/digandakan sesuai kebutuhan. Perbanyakan ini sangat penting, mengingat semua anggota tim pperlu memahami isi naskah. Disamping itu untuk anggota tim, seperti para pemain agar dapat melakukan latihan-latihan. Bagi propertyman agar dapat mempersiapkan peralatan yang diperlukan. Dan untuk kerabat kerja yang lain agar dapat melakukan tugas sesuai fungsinya.
3. Latihan
Setelah naskah diperbanyak sesuai jumlah personil yang terlibat dalam program ini dan juga telah dibagikan kepada mereka, maka selanjutnya diadakan latihan. Secara umum latihan dapat dikelompokkanmenjadi dua yaitu latihan kering (dry rehearsal) dan dan latihan basah (wet rehearsal). Latihan kering yaitu latihan yang dilakukan di luar studio. Pada kegiatan ini para pemain berlatih berbagai hal seperti membaca dan berdialog dengan pemain lain sesuai yang tertulis dalam naskah. Hal ini dilakukan agar hasil rekaman berkualitas. Sedangkan latihan basah lebih ditekankan pada latihan beklerja sama antara pemain dengan para teknisi. Namun demikian jika waktunya tidak memungkinkan untuk latihan basah, maka setidaknya latihan dilakukan untuk bagian-bagian yang dianggap sukar saja.
4. Rekaman
Langkah terakhir dari produksi yaitu rekaman. Rekaman pada tahap awal yaitu rekaman yang dilakukan dengan menggunakan open reel. Setelah itu dilakukan editing, kemudian dibuat masternya, dan
selanjutnya dibuat duplikatnya sesuai kebutuhan.