LMS-SPADA INDONESIA
Assalamualikum Wr. Wb. Salam Sejahtera untuk kita semua, semoga kebahagian dan kesuksesan selalu menyertai setiap langkah perjuangan kita menggapai cita dan cinta di masa depan. Amien YRA.
Perkenalkan nama saya Wiwik Suharso, dosen pengampu mata kuliah Basis Data pada Program Diploma III Manajemen Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember. Senang sekali bisa belajar bersama dan berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang topik Pemodelan Basis Data. Topik ini sangat penting karena menjadi langkah pertama dan utama yang paling menentukan tingkat kesuksesan basis data dan tingkat kesesuaian dengan kebutuhan nyata untuk menyimpan data dan informasi penting dari suatu organisasi.
Dalam Materi Terbuka Pemodelan Basis Data ini, kami sampaikan Profil Materi Terbuka, Profil Penulis, Deskripsi Materi Terbuka, Capaian Pembelajaran, Struktur Materi Terbuka, dan Referensi. Ayo tetap jaga semangat juang meraih pengetahuan dan ketrampilan untuk masa depan yang lebih baik. Selamat Belajar. Terimakasih.
Bagian ini menjelaskan profil materi terbuka tentang Pemodelan Basis Data. Profil ini meliputi identitas materi terbuka dan kedudukannya dalam mata kuliah Basis Data. Ingin tau lebih lanjut, silahkan klik “A. Profil Materi Terbuka”.
Anda ingin tau profil penulis Pemodelan Basis Data ? Berikut ini daftar riwayat hidup penulis mulai identitas diri, riwayat pendidikan, riwayat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam lima tahun terakhir. Silahkan klik “B. Profil Penulis”. Selamat berkenalan.

Wiwik Suharso, S.Kom, M.Kom
Anda dapat mengetahui gambaran materi apa saja
yang akan dipelajari, tujuan kenapa kita harus belajar pemodelan basis data
secara konseptual sebelum membahas basis data secara fisikal, alat bantu
perangkat lunak pemodelan yang bisa digunakan, dan bagaimana manfaatnya dalam
menentukan kualitas database secara fisik dalam perangkat lunak pengelola basis
data atau sering disebut DBMS (Database Management System). Menarik bukan, sepakat
menarik sekali dan membuat penasaran. Baiklah, untuk informasi lebih lanjut
silahkan klik “C. Deskripsi Materi Terbuka”.
Apa yang akan kita capai dalam pembelajaran dalam materi terbuka Pemodelan Basis Data ?. Secara umum diharapkan mahasiswa dapat menganalisis kebutuhan rancangan basis data relasional dalam bentuk model konseptual dan fisikal tentang suatu sistem informasi, dan menerapkan rancangan tersebut dalam perangkat lunak pemodelan. Berat ? Tidak, intinya kita terampil membuat model konseptual dan model fisikal yang mewakili kebutuhan nyata dari struktur penyimpanan dalam suatu database. Ternyata mudah juga.
Sedangkan informasi target capaian secara rinci silahkan klik “D. Capaian Pembelajaran”
Materi Terbuka Pemodelan Basis Data memiliki
empat bab utama meliputi Konsep Basis Data Relasional, Perancangan Diagram ER, Pemetaan
Diagram ER, Normalisasi Data. Anda ingin informasi detail sub-bab dalam setiap
bab, silahkan klik “E. Struktur Materi Terbuka”.
Semangat Pagi untuk kita semua.
Kita mengawali pembelajaran dengan materi konsep basis data relasional. Konsep ini sangat penting untuk dipelajari terlebih dahulu karena menyediakan pengetahuan, wawasan dan informasi awal yang dibutuhkan dalam membuat pemodelan basis data. Perancang basis data harus memiliki pemahaman yang utuh tentang apa itu basis data relasional, model relasional, abstraksi data, dan komponen sistem basis data termasuk perangkat lunak pemodelan dan sistem manajemen basis data.
Kita mulai mempelajari konsep basis data relasional secara bertahap melalui sub-bab berikut ini.
1.1. Pengertian Basis Data Relasional
1.2. Model Relasional
1.3. Abstraksi Data
1.4. Komponen Sistem Basis Data
Apa itu Basis Data dan kenapa kita perlu mempelajari Basis Data ?. Jawaban dari pertanyaan ini sangat penting sebagai langkah awal untuk memahami konsep Basis Data Relasional. Untuk mengikuti pembahasan materinya, silahkan klik “Pengertian Basis Data Relasional”.
Dalam Basis Data dikenal model relasional, model
hierarki, model jaringan, dan model object oriented. Meskipun ketiga model
terakhir juga telah digunakan dan diterima
oleh pengguna, akan tetapi model relasional yang paling popular dan banyak digunakan
dalam Basis Data. Ingin tahu bagaimana model relasional, silahkan ikuti penjelasannya
di “Model Relasional”
Tingkatan atau level bagaimana kita melihat data dalam sistem basis data bervariasi sesuai kebutuhannya. Penting memahami siapa dan bagaimana cara pandang pihak-pihak yang berkepentingan terhadap basis data. Untuk mengetahui abstraksi data tersebut, anda bisa mengikutinya di "Abstraksi Data"
Basis Data tidak berdiri sendiri, tetapi bagian dari sistem komputer. Sistem Basis Data Relasional meliputi perangkat keras, sistem operasi, basis data, sistem manajemen basis data, pengguna, perangkat lunak bantuan. Penjelasan dan informasi lebih lanjut dapat diakses di "Komponen Basis Data"
Semangat Pagi untuk kita semua.
Saatnya kita membahas pendekatan pertama dalam Pemodelan Basis Data yaitu Entity Relationship Diagram (selanjutnya lebih mudah kita sebut Diagram ER). Diagram ER ini menggambarkan desain basis data secara konseptual dengan notasi dan simbol. Idealnya, kita perlu menggambar model konseptual terlebih dahulu sebelum membuat basis data (database) yang akan diterapkan dalam perangkat lunak DBMS. Filosofinya sama dengan seorang arsitek bangunan perlu membuat sketsa gambar bangunan, persyaratan dan kebutuhannya sebelum benar-benar membangun gedung secara fisik. Perencanaan yang baik saja tidak dapat menjamin kesuksesan desain basis data sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna, apalagi tidak direncanakan pasti akan berakhir dengan kegagalan.
Pertanyaannya apa ada untungnya membuat Diagram ER sebelum membuat database ? Ya pasti ada, kalau tidak ada untungnnya kenapa para perancang basis data profesional menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya untuk membuat Diagram ER sebelum membuat database secara fisikal. Salah satu keuntungannya adalah menghindari kesalahan atau bongkar pasang struktur penyimpanan data karena perubahan struktur saat database telah berisi data atau telah digunakan menyimpan data transaksi akan mengakibatkan kehilangan data dan inkonsistensi data sehingga informasi yang dihasilkan menjadi tidak akurat. Nah bahaya sekali, sudah semakin jelas.
Jika sudah jelas kenapa kita perlu membuat model sebelum membuat database, baiklah kita mulai pelajari secara bertahap sub-bab berikut ini.
2.1. Pengertian Diagram ER
2.2. Jenis Atribut dan Kunci Atribut
2.3. Jenis-Jenis Relasi
Apa yang dimaksud dengan Diagram ER dan bagaimana
bentuk rancangannya baik secara konvensional tanpa bantuan tools dan dengan
bantuan tools pemodelan basis data serta perbandingan keduanya ?. Meskipun desain
diagram ER konvensional sudah digantikan dengan desain berbantuan tools
(Conceptual Data Model atau disingkat CDM), tetapi konsep, komponen dan maksud
keduanya sama. Menarik untuk diikuti pembahasannya dengan mengunjungi link “Pengertian Diagram
ER”. Selamat mengikuti.
Apakah atribut hanya menjadi karakteristik dari suatu
entitas ?. Ternyata, atribut juga berperan penting dalam menghilangkan
redundansi atau pengulangan data yang tidak perlu dan ikut menentukan relasi yang
terjadi antara dua entitas. Karena itu, penting kita mengetahui jenis atribut
dan atribut yang akan menjadi kunci (key attribute). Mau mengikuti
pembahasannya, silahkan menunjungi link “Jenis Atribut dan Atribut Kunci”.
Relasi antar entitas memiliki peran sangat
penting dalam mengetahui hubungan satu baris data dengan baris data lain pada
entitas yang berbeda. Secara konseptual dikenal beberapa jenis relasi dan komponen
dari relasi yang menjamin hubungan antar entitas sesuai dengan aturan bisnis
dan menjamin integritas (kesatuan) data. Jangan lewatkan materi yang paling
menentukan dalam pemodelan basis data ini, silahkan kunjungi link “Jenis
Relasi”.
Semangat Pagi semuanya.
Setalah anda mengenal, memahami dan menghasilkan model konseptual dalam bentuk Diagram ER dan Conceptual Data Model (CDM) pada bab sebelumnya. Saatnya model konseptual (Diagram ER, CDM) tersebut kita petakan (mapping) ke model fisikal dalam bentuk Physical Data Model (PDM). Kita harus memahami algoritma mapping agar PDM yang dihasilkan sesuai kebutuhan.
Kita akan mempelajari
pemetaan Diagram ER . Slide diatas menyediakan materi tentang aturan pemetaan (mapping) dari model konseptual (Diagram ER, CDM) ke bentuk model fisikal, dan penerapan mapping. Silahkan akses di "Pemetaaan Diagram ER"
Apakah ada perangkat lunak bantu (tools) pemodelan untuk pemetaan Diagram ER?. Ada lebih dari satu, salah satu tools yang sering digunakan adalah Sybase PowerDesigner. Tools ini dapat melakukan pemetaan secara otomatis dari model konseptual (Conceptual Data Model/CDM) ke model fisikal (Physical Data Model/PDM). Setelah memiliki model CDM, kita dapat melanjutkan ke fitur menu generate physical sehingga menjadi model PDM. Menarik, silahkan akses di "Tools Pemetaaan Diagram ER".
Mengevaluasi kemampuan mahasiswa dalam pemetaan Diagram ER
Semangat Pagi semuanya.
Normalisasi adalah salah satu pendekatan yang bersifat terapan dengan menguji proses pembentukan struktur basis data agar menjadi standar. Dalam prakteknya banyak kita temukan penerapan struktur basis data yang tidak standar. Untuk memperbaikinya perlu pengujian struktur basis data menggunakan seperangkat aturan normalisasi. Nah, penting untuk kita pelajari proses pembentukan struktur data dan pengujian struktur basis data tersebut. Selamat Belajar.
Kita bisa mempelajari proses normalisasi dengan menerapakan aturan bentuk normal 1 (1 NF), bentuk normal 2 (2 NF), bentuk normal 3 (3 NF), dan BCNF (Boyce Code Normal Form). Materi tersebut telah tersedia di slide "Normalisasi Data".