LMS-SPADA INDONESIA
Pada bab pertama modul ini, penulis akan menyampaikan hal-hal mendasar terkait modul. Penjelasan meliputi latar belakang penyusunan modul, capaian pembelajaran, ragam bentuk dan modul dan target pembaca, pengetahuan mendasar, dan seterusnya. Penjelasan tersebut disampaikan pada awal bab, agar pembaca atau pengguna modul digital ini dapat benar-benar memaksimalkan fitur atau fungsi pada modul ini. Dengan demikian, eksistensi dan aktualisasi modul digital ini dapat lebih terasa.

Hal-hal yang diungkapkan pada Bab ini:
Menganalisis
kesalahan berbahasa bukanlah hal yang mudah. Perkembangan zaman yang begitu
pesat, mau tidak mau, juga dapat memengaruhi bagaimana seseorang atau suatu
komunitas berbahasa atau berkomunikasi. Mulai dari munculnya kosakata, istilah,
juga kebiasaan-kebiasaan baru yang pada akhirnya menghasilkan aturan berbahasa
baru. Perkembangan tersebut juga meliputi munculnya kepastian kaidah terkait
keberadaan kosakata atau istilah yang tadinya belum dilingkupi oleh EYD. Selain
itu, bahasa merupakan objek yang rumit dan kompleks, yang perubahannya tidak
mudah untuk diamati. Oleh karena itu, melakukan analisis kesalahan berbahasa
atau mengidentifikasi suatu kesa-lahan dalam berbahasa bukanlah hal yang mudah
untuk dilakukan.
Untuk lebih mengefektifkan penggunaan modul digital ini, pada bab pertama modul ini, penulis akan menyampaikan hal-hal mendasar terkait modul. Penjelasan meliputi latar belakang penyusunan modul, capaian pembelajaran, ragam bentuk dan modul dan target pembaca, pengetahuan mendasar, dan seterusnya. Penjelasan tersebut disampaikan pada awal bab, agar pembaca atau pengguna modul digital ini dapat benar-benar memaksimalkan fitur atau fungsi pada modul ini. Dengan demikian, eksistensi dan aktualisasi modul digital ini dapat lebih terasa. Berikut ini adalah sub-bab terperinci terkait hal-hal yang diungkapkan pada bab pertama
Kesalahan berbahasa adalah penyimpangan-penyimpangan berbahasa yang dilakukan oleh seseorang secara sistematis dan konsisten. Penyimpangan berbahasa secara sistematis diartikan sebagai bentuk penyimpangan berbahasa yang dilakukan oleh seseorang secara terstruktur. Penyimpangan berbahasa akan terjadi mulai dari hal yang kecil sampai pada hal yang besar. Penyimpangan berbahasa secara konsisten diartikan sebagai bentuk penyimpangan berbahasa yang dilakukan secara terus-menerus. Hal ini disebabkan karena pengguna bahasa belum memiliki pengetahuan terkait kebahasaan yang digunakannya.
Hal-hal yang diungkapkan pada Bab ini:
Kakak berusaha memerinci pendapatannya bulan yang lalu.
Hal-hal yang dibahas pada Bab ini:
Kesalahan berbahasa tataran fonologi termasuk dalam kesalahan yang paling sering ditemukan dan dapat dengan mudah diamati. Kesalahan berbahasa tataran ini ditemukan di berbagai komunikasi lisan. Sebagai pengantar, berikut ini adalah video yang membahas kesalahan berbahasa tataran fonologi.
Salah satu sumber kesalahan dalam pembentukan
kata adalah karena salah penentuan bentuk asal. Bentuk asal adalah satuan
terkecil yang menjadi asal suatu kata kompleks.
Hal-hal yang dibahas pada Bab ini:
Kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis cukup kompleks karena terdapat 12 jenis kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis.
Hal-hal yang dibahas pada Bab ini:
Kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis cukup kompleks karena terdapat 12 jenis kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis. Kesalahan tersebut adalah (1) ada-nya pengaruh bahasa daerah; (2) penggunaan preposisi yang tidak tepat; (3) susunan kata yang tidak tepat; (4) penggunaan unsur yang berlebihan; (5) penggunaan bentuk superlatif yang berlebihan; (6) penjamakan yang ganda; (7) penggunaan resiprokal ya-ng salah; (8) kalimat tidak bersubjek; (9) kalimat tidak berpredikat; (10) penggandaan subjek; (11) kalimat tidak logis; dan (12) kalimat ambigu. Sebagai pengantar, berikut ini merupakan penjelasan jenis-jenis kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis secara umum. Silakan simak video berikut secara seksama!