LMS-SPADA INDONESIA

![]() |
Nama : ANGGA WIRA PERDANA Email: anggawirap@ub.ac.id ![]() |
|
| Mata Kuliah | : | Perancangan Unit Produksi Perikanan |
| Kode | : | PMT61028 |
| Program Studi | : | S1 Teknologi Hasil Perikanan |
| Perguruan Tinggi | : | Universitas Brawijaya |
Mata kuliah ini mempelajari penerapan konsep konsep keteknikan proses dalam perancangan unit produksi hasil perikanan. Substansi kuliah meliputi tahapan seleksi proses, lokasi dan kapasitas pabrik, perencanaan tata letak pabrik termasuk tata letak peralatan proses, pembuatan flowsheet proses menggunakan software, penentuan mesin, peralatan dan instrumentasi kendali, perhitungan massa dan energi serta spesifikasi peralatan, penyediaan dan flowsheet utilitas, struktur organisasi, keselamatam pabrik, dan studi kalayakan. Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok (5 orang) untuk mempersiapkan karya tulis yang menjadi dasar di dalam prarencana pabrik. Pada akhir semester setiap kelompok mempresentasi hasil karya tulis
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
Tim Pengampu

Desain Instruksional
Urutan aktivitas pembelajaran dalam mata kuliah Perancangan Unit Produksi Perikanan tercantum dalam desain instruksional sebagai berikut.

Rencana Pembelajaran Semester
Untuk lebih detail, silahkan akses Rencana Pembelajaran Semester berikut ini:
| Unduh RPS |
Matriks Penilaian
Tabel berikut menunjukkan matriks penilaian yang terdiri dari 5 aspek utama. Setiap aspek memiliki bobot dan nilai akhir adalah akumulasi dari kelima aspek setelah dikali oleh bobot.
Klasifikasi Nilai Akhir Perkuliahan
Tabel berikut adalah klasifikasi nilai akhir dari perkuliahan ini. Nilai akhir diperoleh dari akumulasi penugasan, diskusi, quiz, UTS, UAS, serta penugasan proyek.
Mekanisme Credit Earning
Mahasiswa yang telah disetujui untuk mengikuti perkuliahan dan menyelesaikan seluruh mekanisme pembelajaran, akan mendapatkan credit perkuliahan sebanyak 2 SKS dengan mekanisme rekognisi yang disetujui oleh Kaprodi Teknologi Hasil Perikanan, FPIK, UB. Saat ini, mahasiswa di luar UB yang telah mengikuti perkuliahan adalah dari Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan. Sesuai kesepakatan kerjasama, maka mata kuliah ini dapat direkognisi menjadi mata kuliah Perancangan Pabrik 2 SKS.
Salam Sejahtera,
Apa kabar para mahasiswa? Semoga dalam keadaan sehat dan selalu diberikan kemudahan di setiap langkah dalam menuntut ilmu ya. Pada pertemuan perdana ini kita akan belajar mengenai Spesifikasi dan Tahapan Perancangan Unit Produksi.
Dalam dunia manufaktur dan produksi, spesifikasi dan tahapan perancangan unit produksi memainkan peran penting dalam memastikan efisiensi, kualitas, dan keselamatan produk yang dihasilkan. Spesifikasi perancangan unit produksi mencakup berbagai aspek teknis yang harus dipenuhi untuk mencapai kinerja optimal. Ini melibatkan pemilihan bahan baku, peralatan, dan teknologi yang sesuai, serta pengaturan tata letak yang efisien untuk meminimalkan limbah dan meningkatkan produktivitas. Selain itu, spesifikasi ini juga harus mempertimbangkan standar kualitas dan regulasi yang berlaku untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan pasar dan konsumen.
Tahapan perancangan unit produksi melibatkan serangkaian langkah yang sistematis, mulai dari identifikasi kebutuhan produksi hingga implementasi dan pengujian. Proses ini dimulai dengan analisis kebutuhan dan studi kelayakan untuk menentukan apakah unit produksi yang dirancang akan memenuhi target bisnis dan operasional. Selanjutnya, dilakukan perancangan konsep dan detail yang mencakup penentuan spesifikasi teknis, pemilihan peralatan, dan simulasi alur produksi. Tahap berikutnya adalah pembuatan prototipe dan pengujian untuk memastikan bahwa unit produksi berfungsi sesuai dengan rencana. Setelah prototipe disetujui, tahap implementasi dilakukan dengan pembangunan unit produksi secara penuh dan pengujian akhir untuk memastikan semua sistem berjalan dengan baik sebelum produksi massal dimulai.
Capaian Pembelajaran. Adapun capaian pembelajaran di pertemuan ke 1 ini adalah: Mampu menjelaskan konsep perancangan pabrik.
Referensi. Anda dapat mengakses sumber belajar yang bisa dipelajari yaitu Helmus F P. 2008. Process Plant Design: Project Management from Inquiry to Acceptance. WILEY-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA, Weinheim. Anda dapat klik gambar dibawah untuk bisa membaca secara online:
Berikut adalah materi pertemuan 1 untuk belajar mandiri
Berikut adalah Quiz pertemuan 1. Untuk mengikuti dengan klik Mulai Quiz
Apabila ada pertanyaan terkait dengan topik pembelajaran, tulislah pertanyaan Anda pada kolom di bawah.
Tugas anda adalah membuat kelompok sesuai dengan instruksi yang telah diberikan di praktikum atau di kelas. Selanjutnya, pilihlah satu pabrik yang akan kelompok anda rancang dengan poin uraian sesuai dengan video instruksi kerja berikut. Kumpulkan tugas sesuai instruksi kerja, masing-masing mahasiswa wajib mengumpulkan tugas sesuai dengan hasil pekerjaan kelompoknya.
SIlahkan akses video di bawah ini untuk menyimak instruksi kerja
Salam Sejahtera,
Apa kabar para mahasiswa? Semoga dalam keadaan sehat dan selalu diberikan kemudahan di setiap langkah dalam menuntut ilmu ya. Pada pertemuan kedua ini kita akan belajar mengenai Kapasitas Produksi.
Kapasitas produksi merupakan salah satu aspek fundamental dalam manajemen operasi yang menentukan kemampuan suatu perusahaan atau pabrik untuk memproduksi barang atau jasa dalam jumlah tertentu selama periode waktu tertentu. Pemahaman yang mendalam tentang kapasitas produksi sangat penting untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengurangi biaya, dan meningkatkan efisiensi operasional. Dalam konteks ini, kapasitas produksi tidak hanya mencakup jumlah output maksimal yang dapat dihasilkan oleh fasilitas produksi, tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti keterbatasan peralatan, tenaga kerja, dan bahan baku. Dengan mengelola kapasitas produksi secara efektif, perusahaan dapat lebih responsif terhadap permintaan pasar dan mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan produksi.
Selain itu, perencanaan dan pengelolaan kapasitas produksi melibatkan beberapa strategi kunci, termasuk penyesuaian kapasitas jangka pendek dan jangka panjang, serta strategi untuk menangani variasi permintaan. Pada jangka pendek, perusahaan mungkin perlu menyesuaikan jadwal kerja, menambah shift, atau menggunakan outsourcing untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Sementara itu, pada jangka panjang, perusahaan dapat mempertimbangkan investasi dalam peningkatan fasilitas produksi, teknologi baru, atau pengembangan produk untuk meningkatkan kapasitas produksi secara keseluruhan. Pengelolaan kapasitas yang efektif membantu perusahaan mencapai keseimbangan yang optimal antara efisiensi biaya dan fleksibilitas produksi, sehingga dapat bersaing lebih baik di pasar global.
Capaian Pembelajaran. Adapun capaian pembelajaran di pertemuan ke 2 ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan dan menghitung kapasitas pabrik.
Tata Cara Pelaksanaan. Mahasiswa menyimak video pembelajaran yang terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama terkait dengan teori perhitungan kapasitas dan bagian kedua adalah contoh soal dan penyelesaiannya. Apabila ada materi yang belum jelas, anda dapat mengetikkan pertanyaan di kolom diskusi. Selanjutnya kerjakan quiz. Selamat Belajar !
Berikut adalah materi pembelajaran mengenai kapasitas pabrik bagian pertama.
Selanjutnya, anda dapat menyimak contoh perhitungan kapasitas pabrik
Silahkan akses materi ini dan Anda dapat mengunduh atau mempelajari secara online.
Dari materi yang telah Anda simak dari video di atas, menurut Anda manakah metode terbaik dalam menentukan kapasitas produksi? uraikan pula alasannya secara singkat.
Pertemuan ke-3: Lokasi Pabrik
Salam Sejahtera,
Apa kabar para mahasiswa? Semoga masih semangat untuk terus mencari ilmu dan kita semua selalu dalam keadaan sehat dimudahkan di setiap langkah dalam mencari dan melakukan kebaikan ya.
Memasuki pertemuan ketiga, kali ini kita akan berdiskusi mengenai Lokasi Pabrik.
Pemilihan lokasi pabrik adalah keputusan strategis yang memiliki dampak jangka panjang terhadap operasi dan kesuksesan sebuah perusahaan. Keputusan ini melibatkan berbagai pertimbangan, mulai dari biaya operasional, ketersediaan tenaga kerja, aksesibilitas transportasi, hingga regulasi lokal. Lokasi yang tepat dapat mengurangi biaya produksi, meningkatkan efisiensi logistik, dan memaksimalkan keuntungan. Sebaliknya, lokasi yang kurang strategis dapat menimbulkan berbagai kendala operasional dan finansial yang menghambat pertumbuhan perusahaan. Oleh karena itu, pemilihan lokasi pabrik harus dilakukan dengan cermat melalui analisis yang mendalam dan komprehensif.
Selain faktor-faktor ekonomi, pemilihan lokasi pabrik juga mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial. Dampak lingkungan dari aktivitas pabrik harus diminimalkan untuk menjaga kelestarian alam dan memenuhi regulasi lingkungan. Hal ini mencakup pengelolaan limbah, penggunaan sumber daya yang berkelanjutan, dan upaya untuk mengurangi jejak karbon. Di sisi sosial, perusahaan harus mempertimbangkan kesejahteraan komunitas lokal, termasuk penyediaan lapangan kerja dan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah. Dengan mempertimbangkan semua aspek tersebut, perusahaan dapat memilih lokasi pabrik yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga berkontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat.
Capaian pembelajaran. Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan konsep spesifikasi produk, persyaratan bahan baku dan bahan pembantu dalam sistem proses yang didapatkan dari belajar di pertemuan ketiga ini.
Tata cara pelaksanaan. Pada pertemuan kali ini akan dibagi menjadi 3 sesi, masing-masing sesi berisi tentang Pemilihan Lokasi seperti persyaratan, faktor-utilitas, dan metode disertai contoh soal, untuk terkait Persyaratan dapat dilihat pada video pembelajaran berikut :
Sedangkan untuk Pemilihan Lokasi terkait Faktor dan Utilitas dapat dilihat pada video pembelajaran berikut:
Referensi. Sumber belajar yang bisa dipelajari yaitu Helmus F P. 2008. Process Plant Design. Project Management from Inquiry to Acceptance. WILEY-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA, Weinheim.
Metode pemilihan lokasi pabrik terdiri dari beberapa macam, pada infografis berikut tercantum 3 metode pemilihan lokasi, antara lain :
Berikut adalah materi pertemuan 3 yang bisa dipelajari mandiri secara online ataupun didownload terlebih dahulu
Apabila ada pertanyaan terkait dengan topik pembelajaran, tulislah pertanyaan Anda pada kolom di bawah.
Tugas anda dalam pertemuan ini adalah membuat perencanaan penentuan lokasi pabrik sesuai dengan hasil pengarahan praktikum di kelas. Masing-masing mahasiswa mengumpulkan laporan praktikumnya sesuai progres kelompok.
Tugas anda dalam pertemuan ini adalah tugas kelompok membuat perencanaan perhitungan penentuan lokasi pabrik sesuai metode yang telah ditentukan di kelas. Instruksi kerja untuk tugas ini antara lain:
Pertemuan ke-4: Pengembangan Proses
Salam Sejahtera,
Apa kabar para cendekiawan muda? Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan, dimudahkan setiap langkah kita dalam melakukan kebaikan dan dalam mencari ilmu. Bertemu lagi di pertemuan ke 4 yang akan membahas tentang Pengembangan Proses.
Pengembangan proses merupakan elemen kunci dalam mencapai efisiensi operasional dan peningkatan kualitas dalam manufaktur. Proses pengembangan ini melibatkan evaluasi dan peningkatan sistem produksi untuk memastikan bahwa setiap tahap produksi berjalan secara optimal dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tujuan utama dari pengembangan proses adalah untuk mengidentifikasi dan menghilangkan bottleneck, mengurangi limbah, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Melalui pendekatan sistematis dan berkelanjutan, perusahaan dapat menciptakan proses yang lebih efisien dan responsif terhadap perubahan kebutuhan pasar. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya dapat mengoptimalkan operasional mereka tetapi juga meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap inovasi teknologi dan dinamika pasar global.
Capaian pembelajaran di pertemuan ke 4 ini adalah mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang pengembangan proses.
Tata Cara Pelaksanaan. Mahasiswa menyaksikan video pembelajaran yang terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama menjelaskan mengani parameter perancangan proses dan bagian kedua menjelaskan mengenai studi kasus perancangan proses. Selanjutnya, mahasiswa mengerjakan quiz dan diskusi pada kolom yang telah disediakan. Selamat belajar !
Berikut adalah materi pembelajaran bagian pertama.
Selanjutnya adalah materi pembelajaran bagian kedua
Sumber belajar yang bisa dipelajari yaitu Helmus F P. 2008. Process Plant Design. Project Management from Inquiry to Acceptance. WILEY-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA, Weinheim.
Salam Semangat,
Apa kabar para cendekiawan muda? Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan, dimudahkan setiap langkah kita dalam melakukan kebaikan dan dalam mencari ilmu. Tak terasa sudah memasuki pertemuan keenam dari pembelajaran mata kuliah Perancangan Unit Produksi Perikanan.
Neraca energi merupakan konsep esensial dalam rekayasa dan manajemen industri yang berfokus pada keseimbangan energi dalam suatu sistem. Prinsip dasar neraca energi adalah hukum kekekalan energi, yang menyatakan bahwa energi dalam sistem tertutup tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, melainkan hanya dapat diubah bentuknya. Dalam konteks industri, neraca energi digunakan untuk menghitung dan mengoptimalkan aliran energi dalam proses produksi. Ini mencakup identifikasi sumber energi, konversi energi, serta distribusi dan pemanfaatan energi. Dengan memahami dan menerapkan neraca energi, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi energi, mengurangi biaya operasional, dan meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas produksi.
Selain itu, neraca energi juga berperan penting dalam perencanaan dan pengembangan teknologi baru yang lebih efisien. Dalam era modern ini, keberlanjutan menjadi fokus utama dalam pengelolaan energi, dan neraca energi membantu insinyur dan manajer untuk mengidentifikasi peluang penghematan energi dan mengimplementasikan teknologi yang ramah lingkungan. Misalnya, dalam proses pemanasan dan pendinginan industri, neraca energi dapat digunakan untuk mengoptimalkan sistem agar mengurangi kehilangan energi dan meningkatkan efisiensi termal. Dengan demikian, penerapan neraca energi tidak hanya mendukung pencapaian target ekonomi perusahaan tetapi juga berkontribusi pada upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Capaian pembelajaran di pertemuan ke-6 ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan mengenai neraca energi pada perancangan pabrik.
Tata Cara Pelaksanaan. Mahasiswa menyaksikan video pembelajaran yang terdiri dari 3 bagian. Selanjutnya mahasiswa mengerjakan quiz dan diskusi pada kolom yang telah disediakan. Selamat belajar!
Berikut adalah materi pembelajaran Neraca Energi bagian 1.
Selanjutnya adalah materi pembelajaran Neraca Energi bagian 2.
Bagian terakhir pada materi pertemuan kali ini adalah sebagai berikut.
Sumber belajar yang bisa dipelajari yaitu:
1. Helmus F P. 2008. Process Plant Design. Project Management from Inquiry to Acceptance. WILEY-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA, Weinheim.
2. Peters, M.S., Timmerhaus, K.D. 1991. Plant Design and Economics for Chemical Engineers. 4th Ed. New York: McGraw-Hill.
Capaian Pembelajaran. Mahasiswa mampu menentukan mesin dan peralatan yang digunakan dalam industri perikanan.
Tata Cara Pelaksanaan. Mahasiswa menyaksikan video pembelajaran Mesin dan Peralatan yang terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama berisi tentang tipe mesin dan peralatan serta sistem peralatan pabrik. Bagian kedua berisi tentang faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan mesin dan peralatan. Selanjutnya mahasiswa mengerjakan quiz dan diskusi pada kolom yang telah disediakan. Selamat belajar!
Berikut adalah materi mengenai mesin dan peralatan bagian pertama.
Selanjutnya adalah materi mengenai mesin dan peralatan bagian kedua.
Kerjakan soal-soal berikut sebanyak 20 soal dengan waktu pengerjaan 25 menit yang dapat anda kerjakan sewaktu-waktu hingga tgl 15 November 2024 pukul 23.59 WIB. Setelah itu, link akan tertutup.
Sumber belajar yang bisa dipelajari yaitu
1. Helmus F P. 2008. Process Plant Design. Project Management from Inquiry to Acceptance. WILEY-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA, Weinheim.
2. Peters, M.S., Timmerhaus, K.D. 1991. Plant Design and Economics for Chemical Engineers. 4th Ed. New York: McGraw-Hill.
Salam Sejahtera,
Semoga masih semangat untuk terus mencari ilmu dan kita semua selalu dalam keadaan sehat dimudahkan di setiap langkah dalam mencari dan melakukan kebaikan ya.
Pada pertemuan 11 ini, topik yang dibahas adalah perencanaan utilitas pabrik.
Utilitas pabrik adalah komponen pendukung yang memastikan operasional pabrik berjalan dengan lancar dan efisien. Dalam industri pengolahan hasil perikanan, utilitas pabrik meliputi sistem penyediaan air bersih, pengolahan air limbah, penyediaan energi, sistem pendingin, ventilasi, dan pencahayaan. Air bersih dan sistem sanitasi menjadi prioritas utama untuk memastikan proses pengolahan memenuhi standar keamanan pangan dan higienitas. Sistem pendingin, seperti ruang penyimpanan dingin atau blast freezer, sangat penting untuk menjaga kesegaran produk hasil perikanan dan mencegah kerusakan.
Perencanaan utilitas yang matang tidak hanya mendukung efisiensi produksi, tetapi juga membantu menekan biaya operasional, meningkatkan produktivitas, dan menjaga keberlanjutan bisnis. Oleh karena itu, utilitas pabrik menjadi elemen yang tidak dapat diabaikan dalam desain dan perancangan fasilitas pengolahan hasil perikanan.
Capaian Pembelajaran. Mahasiswa mampu mengidentifikasi komponen utilitas pabrik dan prinsip-prinsip dalam utilitas yang harus diperhatikan dalam perancangan pabrik.
Tata Cara Pelaksanaan. Simak materi pembelajaran dalam bentuk video yang terdiri dari dua bagian. Bagian pertama terkait dengan komponen utilitas pabrik, sedangkan bagian 2 adalah contoh perhitungan kebutuhan utilitas. Setelah anda menyaksikan video pembelajaran, anda dapat mengerjakan quiz, diskusi dan tugas yang terdapat di kolom selanjutnya. Selamat belajar !
Berikut adalah materi mengenai utilitas pabrik bagian pertama. Anda dapat menyimak
Sumber belajar yang bisa dipelajari yaitu Helmus F P. 2008. Process Plant Design. Project Management from Inquiry to Acceptance. WILEY-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA, Weinheim.
Anda dapat mempelajari kembali secara mandiri mengenai materi yang disampaikan melalui modul berikut.
Apabila ada pertanyaan terkait dengan topik pembelajaran, tulislah pertanyaan Anda pada kolom di bawah.
Salam Semangat,
Tak terasa kita sudah menginjak pertemuan ke-12. Semoga kawan-kawan mahasiswa masih semangat untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran kali ini hingga memperoleh ilmu yang bermanfaat. Pada pertemuan 12 ini, topik yang dibahas adalah desain tata letak pabrik.
Tata letak pabrik memainkan peran krusial dalam menentukan efisiensi operasional, kualitas produk, dan keberlanjutan proses produksi, terutama di industri hasil perikanan. Dengan tata letak yang dirancang secara optimal, alur produksi dapat berjalan lancar tanpa adanya hambatan, seperti tumpang tindih aktivitas atau keterlambatan proses. Tata letak yang baik juga memastikan pemisahan antara area bersih dan kotor untuk memenuhi standar keamanan pangan dan mencegah kontaminasi. Selain itu, desain tata letak yang efisien membantu mengurangi waktu dan biaya operasional, seperti transportasi bahan baku dan energi.
Capaian Pembelajaran. Mahasiswa mampu mengidentifikasi tahap-tahap desain tata letak dan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam perancangan pabrik.
Tata Cara Pelaksanaan. Mahasiswa menyimak materi melalui video pembelajaran. Selanjutnya apabila ada materi yang belum jelas, mahasiswa dapat menuliskan pertanyaan di kolom diskusi.
Materi mengenai prinsip dasar tata letak pabrik dapat disimak di video berikut.
Anda dapat mempelajari kembali secara mandiri mengenai materi yang disampaikan melalui modul berikut.
Apabila ada pertanyaan mengenai materi dari video di atas, tuliskan di sini. Mahasiswa lain juga dapat merespon pertanyaan yang diberikan. Mahasiswa yang merespon jawaban dari rekan mahasiswa akan mendapatkan nilai keaktifan tambahan.
Buatlah powerpoint untuk menghitung luas lantai dan Peta Keterkaitan Kegiatan dari pabrik yang sedang anda rancang. Adapun kelompoknya masih menggunakan kelompok yang telah ditunjuk sebelumnya. Powerpoint akan dipresentasikan pada hari Jumat tgl 20 Des 2024 Pukul 13.00 WIB. Batas waktu pengumpulan powerpoint untuk semua mahasiswa adalah Hari tgl 24 Des 2024 Pukul 13.00 WIB. Power point terdiri dari :
Unggah powerpoint dalam bentuk file pdf terlebih dahulu. Selamat mengerjakan !
Buatlah Area Relationship Diagram (ARD) atau Area Allocation Diagram (AAD) berdasarkan Peta Keterkaitan Kegiatan yang telah dirancang oleh kelompok. Ini adalah tugas individu sehingga apabila ada pekerjaan yang sangat mirip maka nilai akan dikurangi. Penentuan mahasiswa yang mengerjakan ARD atau AAD sesuai dengan pembagian berikut. File dikirimkan dalam bentuk pdf.
Batas pengumpulan tugas tanggal 2 Januari 2024 pukul 15.00 WIB.
Anda dapat mempelajari kembali secara mandiri mengenai materi yang disampaikan melalui modul berikut.
Jelaskan perbedaan jaminan sosial untuk karyawan shift dan karyawan non shift sesuai UU no.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan!
Setelah kita belajar banyak materi dalam beberapa pertemuan terakhir, sekarang saatnya bersantai sejenak sambil tetap belajar! Yuk, kita coba mainkan game ini sebagai selingan seru untuk menguji pemahaman kalian. Amati gambar-gambar berikut yang menunjukkan berbagai posisi atau jabatan dalam organisasi Lini dan Staf. Urutkan gambar-gambar tersebut berdasarkan tingkat kewenangan, dimulai dari yang memiliki kewenangan tertinggi hingga yang terendah.
Kerjakan quiz berikut dalam waktu 10 menit. Anda dapat memulai mengerjakan kapan saja dengan batas submit hingga tgl 29 November 2024 pukul 23.59 WIB.
Salam Semangat,
Burung pipit terbang ke sarang,
Mentari tenggelam, langit merang.
Perjalanan kita memang terbilang,
Namun semangat takkan pernah hilang!
Tak terasa kita sudah berada pada materi terakhir sebelum UAS teori dan presentasi hasil proyek kelompok. Materi kali ini terkait dengan analisis teknoekonomi.
Analisis teknoekonomi adalah metode evaluasi yang menggabungkan aspek teknis dan ekonomis untuk menentukan kelayakan suatu proyek atau usaha. Dalam konteks industri, termasuk pengolahan hasil perikanan, analisis ini mencakup penilaian terhadap teknologi yang digunakan, biaya produksi, efisiensi operasional, potensi pendapatan, dan dampaknya terhadap pasar serta lingkungan. Tujuannya adalah memastikan bahwa teknologi yang diimplementasikan tidak hanya layak secara teknis tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui analisis teknoekonomi, pengambil keputusan dapat menilai alternatif solusi teknologi yang memberikan nilai tambah tertinggi dengan risiko dan biaya yang paling minimal.
Capaian Pembelajaran. Mahasiswa mampu menghitung analisis teknoekonomi pada pabrik yang telah direncanakan.
Tata Cara Pelaksanaan. Simaklah video pembelajaran berikut dengan seksama yang terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah Komponen biaya pada analisis teknoekonomi. Bagian kedua adalah parameter pada analisis teknoekonomi. Selanjutnya kerjakan quiz dan apabila ada pertanyaan dapat dituliskan pada kolom diskusi. Selamat belajar !
Tujuan dari permainan ini adalah untuk mencocokkan beberapa gambar yang menunjukkan jenis biaya ke dalam kategori atau posisi yang sesuai. Pindahkan gambar jenis-jenis biaya di bagian atas ke dalam kelompok biaya yang tepat. Batas waktu pengerjaan adalah Tanggal 4 Desember 2024 pukul 19.00 WIB. Selamat bermain !
Anda dapat mempelajari kembali secara mandiri mengenai materi yang disampaikan melalui modul berikut.
Apabila ada pertanyaan terkait dengan topik pembelajaran, tulislah pertanyaan Anda pada kolom di bawah.
Kerjakan quiz sebanyak 10 soal yang dikerjakan dalam waktu 10 menit. Quiz berbatas waktu, ketika anda mengakses quiz maka durasi pengerjaan akan dimulai. Batas waktu pengerjaan quiz hingga 13 Desember 2024 pukul 23.59 WIB.
Setiap kelompok membuat perencanaan biaya sesuai dengan perencanaan pabrik yang telah dibuat sebelumnya. Penyusunan perencanaan biaya sesuai dengan template berikut. Batas waktu pengumpulan hingga tgl 6 Desember 2024 pukul 19.00 WIB.
Setelah kelompok lain mengunggah file perencanaan biaya, berikan masukan dan saran perbaikan dari pekerjaan kelompok lain. Satu mahasiswa wajib memberikan komentar pada minimal satu mahasiswa lain di luar kelompoknya. Pemberian komentar secara otomatis dibatasi hingga tanggal 15 Desember 2024 pukul 16.00 WIB.
Salam Sejahtera,
Apa kabar para pencari ilmu? Semoga kita selalu dalam perlindungan Tuhan YME, diberikan semangat untuk terus mencari ilmu. Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dimudahkan di setiap langkah dalam mencari dan melakukan kebaikan ya.