LMS-SPADA INDONESIA


![]() |
Nama : MUHAMMAD NURTANZIS SUTOYO Email: mns.usn21@gmail.com |
|
| Mata Kuliah | : | Kecerdasan Buatan |
| Kode | : | MKKF1A1331 |
| Program Studi | : | S1 Sistem Informasi |
| Perguruan Tinggi | : | Universitas Sembilanbelas November Kolaka |
Mata kuliah ini membahas konsep, prinsip, dan teknik dalam membangun sistem yang mampu meniru kecerdasan manusia. Topik mencakup sejarah dan perkembangan AI, representasi pengetahuan, penalaran logis, pencarian solusi masalah, penanganan ketidakpastian, pembelajaran mesin, serta penerapan AI dalam berbagai bidang seperti pengenalan pola, sistem pakar, pemrosesan bahasa alami, dan robotika. Mahasiswa akan mempelajari metode pencarian (uninformed search, informed search), representasi pengetahuan dengan logika proposisional dan logika predikat, penalaran probabilistik, logika fuzzy, serta algoritma pembelajaran mesin dasar seperti decision tree, k-nearest neighbor, dan nave Bayes. Pembelajaran dilakukan melalui kombinasi teori, studi kasus, simulasi, dan implementasi praktis menggunakan bahasa pemrograman atau perangkat lunak pendukung AI.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
| Unduh RPS |
Selamat datang di perkuliahan Mata Kuliah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence).
Pada pertemuan pertama ini, kita akan memulai perjalanan seru memahami konsep dasar AI, mulai dari pengertian, sejarah perkembangannya, hingga bagaimana AI berperan besar dalam dunia modern dari sistem rekomendasi di YouTube, mobil tanpa pengemudi, hingga sistem pakar yang membantu pengambilan keputusan.
Tujuan pertemuan ini adalah agar Anda memahami:
Selamat datang kembali di Pertemuan 2 mata kuliah Kecerdasan Buatan.
Semoga Anda tetap semangat dan antusias melanjutkan perjalanan kita dalam memahami dunia Artificial Intelligence.
Pada pertemuan kali ini, kita akan membahas topik yang sangat penting, yaitu Representasi Pengetahuan dan Penalaran.
Topik ini menjadi pondasi utama AI, karena di sinilah kita belajar bagaimana pengetahuan disimpan, diolah, dan digunakan oleh mesin untuk berpikir layaknya manusia.
Selamat datang di Pertemuan 3 mata kuliah Kecerdasan Buatan.
Kita sudah belajar bagaimana pengetahuan direpresentasikan dan digunakan untuk melakukan penalaran. Nah, kali ini kita akan masuk ke salah satu penerapan paling menarik dari AI, yaitu Sistem Pakar (Expert System).
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu:
Menjelaskan konsep dan karakteristik sistem pakar dalam konteks AI.
Mengidentifikasi komponen utama sistem pakar: basis pengetahuan, mesin inferensi, dan antarmuka pengguna.
Menjelaskan jenis penalaran pada sistem pakar (forward chaining dan backward chaining).
Menganalisis studi kasus penerapan sistem pakar untuk pemecahan masalah di bidang tertentu.
Selamat datang di Pertemuan ke-4 mata kuliah Kecerdasan Buatan. Pada pertemuan sebelumnya, kita telah membahas Sistem Pakar sebagai salah satu penerapan AI berbasis pengetahuan. Sekarang, kita akan mempelajari salah satu konsep inti dalam pemecahan masalah AI, yaitu Pencarian dalam Ruang Keadaan (State Space Search).
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu:
Menjelaskan konsep state, operator, dan goal dalam ruang pencarian.
Membedakan strategi pencarian tanpa informasi (uninformed search) seperti BFS dan DFS.
Menganalisis efisiensi algoritma berdasarkan kompleksitas waktu dan ruang.
Menerapkan algoritma pencarian jalur sederhana pada kasus nyata.
Selamat datang di Pertemuan ke-5 mata kuliah Kecerdasan Buatan.
Pada pertemuan sebelumnya, kita telah memahami bagaimana mesin mencari solusi dalam ruang keadaan menggunakan berbagai algoritma dasar seperti BFS dan DFS.
Kini kita akan melangkah lebih jauh ke dalam dunia Pencarian Heuristik dan Algoritma Informasi (Heuristic and Informed Search) — konsep penting yang membuat mesin dapat berpikir lebih cerdas dan efisien dalam menemukan solusi.
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu:
Menjelaskan konsep heuristik dan fungsi evaluasi dalam ruang pencarian.
Membedakan antara algoritma uninformed search dan informed search.
Menerapkan algoritma Best-First Search dan A** untuk menemukan solusi optimal.
Menganalisis efektivitas fungsi heuristik dalam menentukan efisiensi pencarian.
Selamat datang di Pertemuan ke-6 mata kuliah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence).
Kita sudah mempelajari bagaimana mesin berpikir melalui penelusuran keadaan dan menggunakan heuristik untuk mencari solusi yang efisien.
Namun, pada dunia nyata, tidak semua informasi yang kita miliki lengkap dan pasti. Di sinilah peran penting Representasi Pengetahuan Tak Lengkap dan Ketidakpastian.
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu:
Menjelaskan konsep ketidakpastian dan penyebab munculnya dalam sistem AI.
Menjelaskan dasar teori probabilitas dan penerapannya pada penalaran AI.
Menerapkan Teorema Bayes untuk memperbarui tingkat keyakinan terhadap hipotesis berdasarkan bukti baru.
Menganalisis penerapan inferensi probabilistik dalam berbagai bidang seperti medis, NLP, dan sistem cerdas lainnya.
CPL-P1 (Pengetahuan):
Mahasiswa mampu memahami konsep dasar logika fuzzy, termasuk fungsi keanggotaan, operasi fuzzy, serta tahapan inferensi dan defuzzifikasi dalam sistem kecerdasan buatan.
CPL-P2 (Keterampilan Umum):
Mahasiswa mampu menganalisis perbedaan antara logika klasik dan logika fuzzy serta menerapkan prinsip logika fuzzy untuk memecahkan masalah yang mengandung ketidakpastian.
CPL-S (Keterampilan Khusus):
Mahasiswa mampu merancang model sederhana sistem fuzzy untuk pengambilan keputusan, termasuk menentukan himpunan fuzzy dan fungsi keanggotaan yang sesuai.
CPL-A (Sikap):
Mahasiswa menunjukkan sikap ilmiah, terbuka terhadap konsep baru, dan kritis dalam memahami penerapan logika fuzzy sebagai pendekatan cerdas dalam sistem berbasis AI.
Selamat datang di Pertemuan 8 mata kuliah Kecerdasan Buatan. Pada pertemuan ini kita akan membahas topik yang sangat penting, yaitu Jaringan Syaraf Tiruan (Artificial Neural Network – ANN). ANN meniru cara kerja otak manusia dalam memproses informasi melalui neuron-neuron buatan yang saling terhubung. Konsep ini menjadi dasar dari berbagai teknologi modern seperti pengenalan wajah, deteksi suara, dan sistem prediksi cerdas.
Melalui pertemuan ini, diharapkan kalian dapat memahami bagaimana jaringan saraf bekerja, mengenal struktur dasarnya, serta memahami proses training dan learning pada sistem ANN.
Capaian Pembelajaran Pertemuan (CPL)
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar Jaringan Syaraf Tiruan (Artificial Neural Network – ANN) sebagai model komputasi yang meniru cara kerja otak manusia.
Mahasiswa mampu mengidentifikasi komponen utama ANN, seperti neuron buatan, bobot, bias, fungsi aktivasi, dan arsitektur jaringan.
Mahasiswa mampu menganalisis proses pelatihan jaringan (training) dan penyesuaian bobot (learning) menggunakan algoritma dasar seperti backpropagation.
Mahasiswa mampu mengaitkan penerapan ANN dalam berbagai bidang, seperti pengenalan pola, klasifikasi, dan prediksi.
Capaian Pembelajaran
Selamat datang di Pertemuan 10 mata kuliah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dengan topik Pembelajaran Tak Terawasi (Unsupervised Learning).
Pada pertemuan ini, kita akan mempelajari bagaimana sistem kecerdasan buatan dapat menemukan pola, struktur, atau kelompok data tanpa adanya label atau target output. Pendekatan ini sangat penting dalam analisis data besar, di mana klasifikasi awal belum diketahui.
Mari bersama-sama memahami konsep, algoritma, dan penerapannya dalam dunia nyata seperti clustering dan dimensionality reduction untuk memperluas wawasan kita tentang cara mesin belajar secara mandiri dari data mentah.
CPL pada pertemuan ini adalah