LMS-SPADA INDONESIA
Instruksi:
Situasi:
Perusahaan XYZ sering mengalami kekurangan stok di saat permintaan tinggi, yang mengakibatkan penurunan kepuasan pelanggan dan peningkatan biaya ekspedisi darurat. Saat ini, perusahaan melakukan pengadaan stok dalam jumlah besar untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan, tetapi mengakibatkan biaya penyimpanan yang sangat tinggi. Manajemen mempertimbangkan untuk menerapkan metode pengendalian persediaan Just-In-Time (JIT) untuk mengurangi biaya penyimpanan serta memperbaiki pengendalian stok.
Pertanyaan:
Situasi:
Perusahaan ABC mengelola persediaan dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk mengoptimalkan jumlah pesanan dan mengurangi biaya penyimpanan serta pemesanan. Namun, perusahaan masih mengalami biaya penyimpanan yang tinggi karena ketidakmampuan memprediksi fluktuasi permintaan yang tidak terduga. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan mendadak, perusahaan menyimpan stok tambahan dalam bentuk safety stock.
Pertanyaan:
Situasi:
Perusahaan DEF menghadapi tantangan dalam mengelola ruang penyimpanan di gudangnya. Sering kali perusahaan mengalami overstock karena salah memperkirakan jumlah stok yang dibutuhkan, sehingga mengakibatkan gudang penuh dan biaya penyimpanan meningkat. Selain itu, perusahaan juga mengalami masalah kerusakan barang akibat buruknya penanganan dan tata letak gudang.
Pertanyaan:
Situasi:
Perusahaan GHI memiliki persediaan yang terdiri dari bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi. Persediaan ini memiliki tingkat permintaan yang bervariasi, dan perusahaan ingin menerapkan analisis ABC dan XYZ untuk mengelola persediaan dengan lebih baik. Perusahaan berharap dengan klasifikasi ini, mereka dapat mengurangi biaya penyimpanan dan mengoptimalkan proses pengadaan barang.
Pertanyaan: