Menurut
Arif Akbarul Huda (2013: 4-5) komponen aplikasi
merupakan bagian penting
dari sebuah Android.
Setiap komponen mempunyai fungsi yang berbeda, dan antara
komponen satu dengan yang lainnya
bersifat saling berhubungan. Berikut ini komponen aplikasi yang harus diketahui, yaitu:
- Activities. Activity
merupakan satu halaman
antarmuka yang bisa digunakan oleh user untuk berinteraski dengan aplikasi. Biasanya
dalam satu activity terdapat button,
spinner, list view, edit text, dan sebagainya.
Satu aplikasi dalam Android dapat terdiri atas lebih dari satu activity.
- Services.
Services merupakan komponen aplikasi yang dapat berjalan secara background, misalnya
digunakan untuk memuat data dari server
database. Selain itu, aplikasi pemutar musik atau radio juga memanfaatkan servis supaya aplikasinya
bisa tetap berjalan meskipun pengguna melakukan aktivitas dengan aplikasi lain.
- Contact Provider. Komponen ini digunakan untuk mengelola data sebuah aplikasi, misalnya
kontak telepon. Siapapun
bisa membuat aplikasi Android dan dapat mengakses kontak
yang tersimpan pada sistem Android. Oleh karena itu, agar dapat mengakses
kontak, user memerlukan komponen contact provider.
- Broadcast Receiver.
Fungsi komponen ini sama seperti
bahasa terjemahannya yaitu
penerima pesan. Kasus beterai lemah merupakan
kasus yang sering dialami handphone
Android. Sistem Android
dirancang untuk menyampaikan “pengumuman” secara otomatis jika baterai
habis. Apabila aplikasi
yang dibuat dilengkapi dengan komponen
broadcast receiver, maka user dapat mengambil tindakan menyimpan kemudian menutup
aplikasi atau tindakan
yang lain.