LMS-SPADA INDONESIA
1) Kepemimpinan Transformasional diukur dalam hubungannya dengan efek pemimpin tersebut terhadap para pengikutnya.
2) Formulasi dari teori Kepemimpinan Transformasional antara lain :
a) Karisma
b) Stimulasi intelektual
c) Perhatian yang individualisasi
Dapat dikatakan bahwa seorang kepala sekolah menerapkan teori Kepemimpinan Transformasional jika dia mampu mengubah energy sumber-sumber daya baik manusia maupun non manusia untuk mencapai tujuan-tujuan sekolah seperti yang dikemukakan oleh Sudarwan Danim (2003 : 54).
Menurut Leithwood dkk (1999) mengatakan “transformational leadership is seen to be sensitive to organiation building developing shared vision, distributing leadership and building school culture necessary to current restructing efforts in school”.
Pemimpin dengan kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang memilki visi ke depan dan mampu mengidentifikasikan perubahan lingkungan serta mampu mentransformasikan perubahan tersebut ke dalam organisasi. Dimensi-dimensi Kepemimpinan Transformasional Menurut BASS dan AVOLIO (1994) dengan konsep 4I.
1) Idealized Influenced, perilaku yang menghasilkan rasa hormat (respect) dan rasa percaya dari orang- orang yang dipimpinnya.
2) Inspirational Motivation, senantiasa menyediakan tantangan dan makna atas pekerjaan orang-orang yang dipimpinnya.
3) Intellectual Simulation, senantiasa menggali ide-ide baru dan solusi yang kreatif dari orang-orang yang dipimpinnya
4) Individualized consideration, memberikan perhatian khusus kepada kebutuhan prestasi dan kebutuhan orang yang dipimpinnya.
Model kepemimpinan transformasial perlu diterapkan dalam dunia pendidikan, karena merupakan salah satu solusi krisis kepemimpinan terutama dalam bidang pendidikan. Olga Epitropika (2001:1) mengemukakan 6 hal mengapa kepemimpinan transformasial penting bagi suatu organisasi.
Implementasi odel kepemimpinan transformasional dalam organisasi / intstansi pendidikan perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.
Kritisi model kepemimpina transformasional :