Diskusi Lemak dan Minyak

Ganissa A

Ganissa A

oleh GANISSA AZZAHRA -
Jumlah balasan: 3

selamat pagi, izin bertanya.

mengapa minyak goreong bisa rusak dan bagaimana cara penyimpanannya agar lebih tahan lama ? dan apa dampak pada lingkungan dari produksi minyak kelapa sawit ?

Sebagai balasan GANISSA AZZAHRA

Re: Ganissa A

oleh GANISSA AZZAHRA -
Tapi menurut saya sendiri minyak goreng bisa rusak karena proses oksidasi, yang terjadi pada saat minyak terlalu lama terpapar sinar matahari secara langsung,udara dan cahaya. Oksidasi itu yang menyebabkan minyak menjadi tengik, dan menghasilkan bau dan rasa yang tidak enak serta menurunnya kualitas nutrisi pada minyak tersebut.

Dan untuk dampak kelapa sawit tersendiri itu adalah hilangnya keanekaragaman hayati karena spesies spesies sangat bergantung pada hutan yang alami serta terjaga, hal ini yang menyebabkan hilangnya habitat alami bagi banyak spesies terutama satwa yang terancam punah seperti orangutan, harimau sumatera dan gajah.

menurut saya seperti itu, jika ada yang ingin mengoreksi atau menambahkan saya persilahkan dan sangat berterimakasih.
Sebagai balasan GANISSA AZZAHRA

Re: Ganissa A

oleh NISWA NISWA -
Izin menjawab, karena adanya proses oksidasi yang membuat adanya bau khas tengik sehingga kualitas pada minyak goreng sendiri menurun, adanya kontaminasi dari bahan yang tidak bersih sehingga mempengaruhi kualitas, cara penyimpanan nya yaitu simpan di tempat gelap dan jauh dari paparan sinar matahari. Dampaknya banyakan penebangan liar sehingga mengancam satwa liar, terjadinya perubahan iklim
Sebagai balasan GANISSA AZZAHRA

Re: Ganissa A

oleh ANGEL EVANDO -
Minyak goreng bisa rusak karena terpapar sinar matahari, panas, udara, dan mikroba, yang dapat menyebabkan bau tengik dan penurunan kualitas. Untuk menyimpannya agar lebih tahan lama, gunakan botol kaca dan simpan di tempat sejuk dan gelap, jauh dari kompor. Pastikan wadah tertutup rapat dan terhindar dari kontaminasi.
Produksi minyak kelapa sawit berdampak negatif pada lingkungan, termasuk deforestasi, kehilangan habitat, dan emisi gas rumah kaca, yang mengancam keanekaragaman hayati.