Apa tujuan kita melakukan uji normalitas? dan apa dampaknya jika data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal?
Nama : Mochammad Rifqi Al Khadziq
Npm: 0723012671
tujuannya untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berdistribusi normal atau tidak. Dampaknya hasil analisis datanya tidak valid
Npm: 0723012671
tujuannya untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berdistribusi normal atau tidak. Dampaknya hasil analisis datanya tidak valid
iya betul sekali mas rifqi, solusinya jika tidak normal maka bisa menggunakan statistik non parametrik.
Budi Santoso-22144100002-UPY
Uji Normalitas kita gunakan untuk mengetahui apakah data yang kita ambil data data yang kita dapatkan berdistribusi normal atau tidak. jika data yang kita dapatkan atau kita ambil tidak berdistribusi normal, nantinya jika kita menganalisis dengan analisis parametrik maka hasil analisis data akan tidak valid dan kesimpulan yang nantinya kita akan hasilkan akan kurang akurat mungkin akan menyesatkan. solusinya jika data tidak berdistribusi normal, data bisa kita uji dengan uji non-parametrik.
iya terima kasih mas budi, tepat sekali jawabannya.
Tujuan dilakukannya uji normalitas adalah untuk memastikan bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Jika data tidak normal, maka dampaknya : Hasil uji statistik bisa menjadi tidak valid, harus menggunakan uji alternatif (nonparametrik), dan interpretasi hasil menjadi terbatas.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
Tujuan uji normalitas adalah memastikan bahwa data berasal dari populasi berdistribusi normal.
Dampaknya, jika data tidak normal, maka uji parametrik menjadi tidak sah dan perlu diganti dengan uji non-parametrik agar hasil tetap valid.
Tujuan uji normalitas adalah memastikan bahwa data berasal dari populasi berdistribusi normal.
Dampaknya, jika data tidak normal, maka uji parametrik menjadi tidak sah dan perlu diganti dengan uji non-parametrik agar hasil tetap valid.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Izin menjawab ibu, uji normalitas dilakukan untuk memastikan data berdistribusi normal agar hasil analisis statistik parametrik valid.
Jika data tidak normal, hasil analisis bisa bias, sehingga perlu transformasi data atau menggunakan uji nonparametrik sebagai alternatif.
Jika data tidak normal, hasil analisis bisa bias, sehingga perlu transformasi data atau menggunakan uji nonparametrik sebagai alternatif.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang digunakan mengikuti distribusi normal, karena banyak analisis statistik parametrik seperti uji t, ANOVA, dan regresi linier mensyaratkan asumsi bahwa data berdistribusi normal. Tujuannya adalah memastikan kelayakan penggunaan metode parametrik sehingga hasil analisis valid dan dapat dipercaya. Jika data tidak berdistribusi normal, maka hasil uji statistik dapat menjadi tidak akurat, nilai p tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, dan kesimpulan penelitian bisa keliru. Dalam kondisi demikian, peneliti dapat melakukan transformasi data agar mendekati normal atau menggunakan metode nonparametrik sebagai alternatif analisis.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Tujuan utama uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data kita berdistribusi normal atau tidak artinya, apakah data mengikuti pola sebaran yang simetris seperti kurva lonceng
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Uji normalitas bertujuan untuk memastikan bahwa data yang digunakan memenuhi asumsi dasar analisis statistik parametrik.
Jika data tidak normal, maka analisis tidak valid dan kita perlu menggunakan uji non-parametrik atau melakukan transformasi data.
Jika data tidak normal, maka analisis tidak valid dan kita perlu menggunakan uji non-parametrik atau melakukan transformasi data.
Efti pujj lestari (0723012541)
Tujuan Uji Normalitas kita gunakan untuk mengetahui apakah data yang kita ambil data data yang kita dapatkan berdistribusi normal atau tidak.
Konsekuensi dari melanggar asumsi mornmmalitas atau homogen saat menggunakan uji t ata anava adalah nilai p yang tidak akurat yang mengakibatkan peningkatan risiko kesalahan atau kekuatan statistik sehingga validitas kesimpulan inferensial menjadi diragukan.
Tujuan Uji Normalitas kita gunakan untuk mengetahui apakah data yang kita ambil data data yang kita dapatkan berdistribusi normal atau tidak.
Konsekuensi dari melanggar asumsi mornmmalitas atau homogen saat menggunakan uji t ata anava adalah nilai p yang tidak akurat yang mengakibatkan peningkatan risiko kesalahan atau kekuatan statistik sehingga validitas kesimpulan inferensial menjadi diragukan.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik karena hasil uji statistik tidak valid/akurat. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Diva Fitriana_23144100016_UPY
Tujuan melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang digunakan berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Hal ini penting karena banyak uji statistik, seperti uji-t dan ANAVA, mensyaratkan data yang normal agar hasil analisisnya valid. Jika data tidak berdistribusi normal, maka hasil perhitungan bisa menjadi tidak akurat dan kesimpulan penelitian bisa salah. Dalam kasus seperti itu, sebaiknya digunakan uji non-parametrik yang tidak memerlukan asumsi normalitas.
Tujuan melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang digunakan berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Hal ini penting karena banyak uji statistik, seperti uji-t dan ANAVA, mensyaratkan data yang normal agar hasil analisisnya valid. Jika data tidak berdistribusi normal, maka hasil perhitungan bisa menjadi tidak akurat dan kesimpulan penelitian bisa salah. Dalam kasus seperti itu, sebaiknya digunakan uji non-parametrik yang tidak memerlukan asumsi normalitas.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Tujuan utama kita melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berasal dari populasi yang berdistribusi normal (berbentuk lonceng simetris). Dan dampak apabila data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal adalah kesimpulan statistik bisa menjadi tidak valid.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Nama : Mutiarofah
NPM : 0723012781
Izin menjawab pertanyaan ibu,
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam suatu penelitian berdistribusi normal atau tidak. Distribusi normal berarti data tersebar secara seimbang di sekitar nilai rata-rata sebagian besar data berada di tengah, dan semakin sedikit data yang jauh dari rata-rata (membentuk kurva lonceng).
Dampak jika data tidak berdistribusi normal yaitu hasil uji bisa bias atau menyesatkan dan kesimpulan penelitian menjadi tidak valid
NPM : 0723012781
Izin menjawab pertanyaan ibu,
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam suatu penelitian berdistribusi normal atau tidak. Distribusi normal berarti data tersebar secara seimbang di sekitar nilai rata-rata sebagian besar data berada di tengah, dan semakin sedikit data yang jauh dari rata-rata (membentuk kurva lonceng).
Dampak jika data tidak berdistribusi normal yaitu hasil uji bisa bias atau menyesatkan dan kesimpulan penelitian menjadi tidak valid
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Izin menjawab ibu,
tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak.
Dampaknya jika data yang kita gunakan tidak ber distribusi normal adalah hasil analisis statistik bisa menjadi tidak akurat atau tidak valid, karena tidak memenuhi asumsi uji yang digunakan.
Dan jika data tidak berdistribusi normal, maka kita tidak bisa menggunakan uji statistik parametrik seperti uji-t atau ANOVA, dan solusinya harus menggantinya dengan uji non-parametrik agar hasil analisis tetap benar.
tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak.
Dampaknya jika data yang kita gunakan tidak ber distribusi normal adalah hasil analisis statistik bisa menjadi tidak akurat atau tidak valid, karena tidak memenuhi asumsi uji yang digunakan.
Dan jika data tidak berdistribusi normal, maka kita tidak bisa menggunakan uji statistik parametrik seperti uji-t atau ANOVA, dan solusinya harus menggantinya dengan uji non-parametrik agar hasil analisis tetap benar.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Nama : Sholehatun Endang Mutiara Ningrum
NPM : 22144100024
Tujuan dilakukannya uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berdistribusi normal atau tidak, hal tersebut sebagai penentu awal untuk memilih uji statistiknya. jika data yang kita miliki tidak berdistribusi normal maka kita harus menggunakan uji statistik non parametrik agar hasil analisis kita valid
NPM : 22144100024
Tujuan dilakukannya uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berdistribusi normal atau tidak, hal tersebut sebagai penentu awal untuk memilih uji statistiknya. jika data yang kita miliki tidak berdistribusi normal maka kita harus menggunakan uji statistik non parametrik agar hasil analisis kita valid
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
ANANDA PRAMESTI R.A.C_22144100015_UPY
Izin menjawab ibu
Tujuan kita melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki mengikuti distribusi normal. Dampaknya jika data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal adalah hasil uji statistik bisa bias atau tidak akurat, penurunan kekuatan uji (statistical power), dan perlu transformasi data atau metode alternatif.
Izin menjawab ibu
Tujuan kita melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki mengikuti distribusi normal. Dampaknya jika data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal adalah hasil uji statistik bisa bias atau tidak akurat, penurunan kekuatan uji (statistical power), dan perlu transformasi data atau metode alternatif.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. untuk mengatasi hal tersebut bisa melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika data masih tetap tidak berdistribusi normal maka sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik.
Mutiara Parang A.-UPY
Uji normalitas bertujuan untuk memastikan data berdistribusi normal agar analisis statistik (seperti uji t atau regresi) valid. Jika data tidak normal, hasil analisis bisa keliru, sehingga perlu transformasi data atau memakai metode nonparametrik.
Uji normalitas bertujuan untuk memastikan data berdistribusi normal agar analisis statistik (seperti uji t atau regresi) valid. Jika data tidak normal, hasil analisis bisa keliru, sehingga perlu transformasi data atau memakai metode nonparametrik.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
oktavia nur anisa_23144100018_upy
Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang digunakan dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak. Distribusi normal penting karena banyak teknik analisis statistik, terutama uji parametrik (seperti uji t, ANOVA, dan regresi linear), mensyaratkan data berdistribusi normal agar hasil perhitungannya valid dan dapat dipercaya.
Dampak jika data tidak berdistribusi normal:
1.Hasil analisis bisa menjadi tidak akurat, karena asumsi dasar dari uji parametrik tidak terpenuhi.
2. Kesimpulan penelitian bisa menyesatkan, misalnya peneliti salah menolak atau menerima hipotesis.
3. Interpretasi hubungan antar variabel bisa salah, karena model statistik tidak sesuai dengan pola data yang sebenarnya.
Dampak jika data tidak berdistribusi normal:
1.Hasil analisis bisa menjadi tidak akurat, karena asumsi dasar dari uji parametrik tidak terpenuhi.
2. Kesimpulan penelitian bisa menyesatkan, misalnya peneliti salah menolak atau menerima hipotesis.
3. Interpretasi hubungan antar variabel bisa salah, karena model statistik tidak sesuai dengan pola data yang sebenarnya.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Nama : Amelia Adinda Putri
NPM : 23144100006
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Uji normalitas bertujuan memastikan data memenuhi asumsi untuk analisis statistik parametrik. Jika tidak normal, kita harus transformasi data atau pakai uji nonparametrik agar hasil tetap valid.
NPM : 23144100006
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Uji normalitas bertujuan memastikan data memenuhi asumsi untuk analisis statistik parametrik. Jika tidak normal, kita harus transformasi data atau pakai uji nonparametrik agar hasil tetap valid.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. untuk mengatasi hal tersebut kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika data masih tetap tidak norma maka sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Andin Nurhati Dewi_22144100005_UPY
Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data dalam suatu penelitian berdistribusi normal atau tidak. jika data yang digunakan tidak berdistribusi normal, maka hasil analisis statistik bisa menjadi tidak valid
Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data dalam suatu penelitian berdistribusi normal atau tidak. jika data yang digunakan tidak berdistribusi normal, maka hasil analisis statistik bisa menjadi tidak valid
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Nama : Apta Mia Sari
NIM : 22144100010
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Jika data tidak normal namun tetap dianalisis dengan uji parametrik, hasilnya dapat menjadi bias dan kesimpulannya kurang akurat. Oleh karena itu, dapat melakukan transformasi data atau menggunakan uji non-parametrik agar analisis tetap tepat dan valid.
NIM : 22144100010
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Jika data tidak normal namun tetap dianalisis dengan uji parametrik, hasilnya dapat menjadi bias dan kesimpulannya kurang akurat. Oleh karena itu, dapat melakukan transformasi data atau menggunakan uji non-parametrik agar analisis tetap tepat dan valid.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Uji normalitas bertujuan untuk memastikan data berdistribusi normal agar analisis statistik (seperti uji t atau regresi) valid. Jika data tidak normal, hasil analisis bisa keliru, sehingga perlu transformasi data atau memakai metode nonparametrik.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Alisa Nur Adila_23144100010_UPY
Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berdistribusi normal atau tidak. Uji ini penting karena banyak analisis statistik, seperti uji t atau ANOVA, mensyaratkan data yang berdistribusi normal agar hasilnya valid. Jika data tidak normal, maka hasil analisis bisa menjadi kurang tepat, sehingga perlu digunakan uji nonparametrik atau dilakukan transformasi data.
Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berdistribusi normal atau tidak. Uji ini penting karena banyak analisis statistik, seperti uji t atau ANOVA, mensyaratkan data yang berdistribusi normal agar hasilnya valid. Jika data tidak normal, maka hasil analisis bisa menjadi kurang tepat, sehingga perlu digunakan uji nonparametrik atau dilakukan transformasi data.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Nama: Monica Lingga Anggraini
NPM : 22144100023
Universitas PGRI Yogyakarta
Tujuan kita melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita gunakan berdistribusi normal atu tidak. Jika data yang digunakan tidak berdistribusi normal, dampak utamanya adalah kesimpulan dari pengujian parametrik tersebut bisa menjadi bias atau salah. Sebagai solusinya, kita harus beralih menggunakan statistika non-parametrik agar kesimpulan yang ditarik tetap akurat
NPM : 22144100023
Universitas PGRI Yogyakarta
Tujuan kita melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita gunakan berdistribusi normal atu tidak. Jika data yang digunakan tidak berdistribusi normal, dampak utamanya adalah kesimpulan dari pengujian parametrik tersebut bisa menjadi bias atau salah. Sebagai solusinya, kita harus beralih menggunakan statistika non-parametrik agar kesimpulan yang ditarik tetap akurat
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Nama: Dina Olivia S.F.
NPM: 0723012641
Tujuan melakukan uji normalitas adalah untuk memastikan apakah data berdistribusi normal agar bisa menggunakan uji parametrik dengan sah.
Sedangkan dampaknya jika data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal adalah hasil uji parametriknya tidak valid.
NPM: 0723012641
Tujuan melakukan uji normalitas adalah untuk memastikan apakah data berdistribusi normal agar bisa menggunakan uji parametrik dengan sah.
Sedangkan dampaknya jika data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal adalah hasil uji parametriknya tidak valid.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Mohon izin menjawab ibu, tujuan uji normalitas adalah untuk memastikan data berdistribusi normal, karena banyak uji statistik parametrik mensyaratkan hal tersebut agar hasilnya valid. Jika data tidak normal, maka hasil analisis bisa bias dan peneliti perlu menggunakan uji non-parametrik sebagai alternatif
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Tujuan melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang dimiliki berdistribusi normal atau tidak. Distribusi normal sangat penting karena banyak analisis statistik parametrik mengasumsikan bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Tujuan melakukan uji normalitas adalah untuk memeriksa apakah data yang kita gunakan berdistribusi normal atau tidak. Jika data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal, maka hasil analisis datanya tidak valid.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Tujuan uji normalitas dalam statistika penelitian adalah untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal, karena banyak analisis statistik membutuhkan asumsi tersebut. Jika data tidak berdistribusi normal, maka hasil analisis bisa tidak valid.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Uji normalitas membantu memastikan metode statistik yang kita gunakan tepat dan hasilnya dapat dipercaya.
dampaknya jika data tidak normal, maka kita perlu transformasi data atau menggunakan analisis non-parametrik agar hasil tetap valid.
dampaknya jika data tidak normal, maka kita perlu transformasi data atau menggunakan analisis non-parametrik agar hasil tetap valid.
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Tujuan uji normalitas adalah Menentukan apakah analisis parametrik valid
Jika tidak normal maka Hasil uji bisa salah → pilih transformasi atau metode non-parametrik
Relevansinya adalah sangat penting pada penelitian pendidikan dan sosial
Jika tidak normal maka Hasil uji bisa salah → pilih transformasi atau metode non-parametrik
Relevansinya adalah sangat penting pada penelitian pendidikan dan sosial
Izin menjawab, uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang kita gunakan berdistribusi normal atau tidak — artinya apakah penyebaran data mengikuti pola distribusi normal. dan dampak jika data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal maka analisis parametrik tidak bisa digunakan secara langsung, misalnya, uji-t, ANOVA, dan regresi linier klasik bisa menjadi tidak valid karena melanggar asumsi dasar.