Pencarian global tidak diaktifkan.
Lewati ke konten utama
Forum

Forum Diskusi 3

Uji Normalitas

Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI - Jumlah balasan: 59

Apa tujuan kita melakukan uji normalitas? dan apa dampaknya jika data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal?

Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh MOCHAMMAD RIFQI AL KHADZIQ -
Nama : Mochammad Rifqi Al Khadziq
Npm: 0723012671

tujuannya untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berdistribusi normal atau tidak. Dampaknya hasil analisis datanya tidak valid
Sebagai balasan MOCHAMMAD RIFQI AL KHADZIQ

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
iya betul sekali mas rifqi, solusinya jika tidak normal maka bisa menggunakan statistik non parametrik.
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh BUDI SANTOSO -
Budi Santoso-22144100002-UPY
 
Uji Normalitas kita gunakan untuk mengetahui apakah data yang kita ambil data data yang kita dapatkan berdistribusi normal atau tidak. jika data yang kita dapatkan atau kita ambil tidak berdistribusi normal, nantinya jika kita menganalisis dengan analisis parametrik maka hasil analisis data akan tidak valid dan kesimpulan yang nantinya kita akan hasilkan akan kurang akurat mungkin akan menyesatkan. solusinya jika data tidak berdistribusi normal, data bisa kita uji dengan uji non-parametrik.
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh ALYA ADILA -
Tujuan dilakukannya uji normalitas adalah untuk memastikan bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Jika data tidak normal, maka dampaknya : Hasil uji statistik bisa menjadi tidak valid, harus menggunakan uji alternatif (nonparametrik), dan interpretasi hasil menjadi terbatas.
Sebagai balasan ALYA ADILA

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh ERLANGGA WISNU ADJI -
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Tujuan uji normalitas adalah memastikan bahwa data berasal dari populasi berdistribusi normal.

Dampaknya, jika data tidak normal, maka uji parametrik menjadi tidak sah dan perlu diganti dengan uji non-parametrik agar hasil tetap valid.
Sebagai balasan ERLANGGA WISNU ADJI

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh FAIRUZA AQILAH -
Izin menjawab ibu, uji normalitas dilakukan untuk memastikan data berdistribusi normal agar hasil analisis statistik parametrik valid.
Jika data tidak normal, hasil analisis bisa bias, sehingga perlu transformasi data atau menggunakan uji nonparametrik sebagai alternatif.
Sebagai balasan FAIRUZA AQILAH

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh HIKMATUL LAILA -
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang digunakan mengikuti distribusi normal, karena banyak analisis statistik parametrik seperti uji t, ANOVA, dan regresi linier mensyaratkan asumsi bahwa data berdistribusi normal. Tujuannya adalah memastikan kelayakan penggunaan metode parametrik sehingga hasil analisis valid dan dapat dipercaya. Jika data tidak berdistribusi normal, maka hasil uji statistik dapat menjadi tidak akurat, nilai p tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, dan kesimpulan penelitian bisa keliru. Dalam kondisi demikian, peneliti dapat melakukan transformasi data agar mendekati normal atau menggunakan metode nonparametrik sebagai alternatif analisis.
Sebagai balasan HIKMATUL LAILA

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh ALIKA RISQI HANDAYANI -
Tujuan utama uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data kita berdistribusi normal atau tidak artinya, apakah data mengikuti pola sebaran yang simetris seperti kurva lonceng
Sebagai balasan ALIKA RISQI HANDAYANI

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh NADA KAMILAH RAMADHANI -
Uji normalitas bertujuan untuk memastikan bahwa data yang digunakan memenuhi asumsi dasar analisis statistik parametrik.
Jika data tidak normal, maka analisis tidak valid dan kita perlu menggunakan uji non-parametrik atau melakukan transformasi data.
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh EFTI PUJI LESTARI -
Efti pujj lestari (0723012541)

Tujuan Uji Normalitas kita gunakan untuk mengetahui apakah data yang kita ambil data data yang kita dapatkan berdistribusi normal atau tidak.
Konsekuensi dari melanggar asumsi mornmmalitas atau homogen saat menggunakan uji t ata anava adalah nilai p yang tidak akurat yang mengakibatkan peningkatan risiko kesalahan atau kekuatan statistik sehingga validitas kesimpulan inferensial menjadi diragukan.
Sebagai balasan EFTI PUJI LESTARI

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik karena hasil uji statistik tidak valid/akurat. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh DIVA FITRIANA -
Diva Fitriana_23144100016_UPY
Tujuan melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang digunakan berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Hal ini penting karena banyak uji statistik, seperti uji-t dan ANAVA, mensyaratkan data yang normal agar hasil analisisnya valid. Jika data tidak berdistribusi normal, maka hasil perhitungan bisa menjadi tidak akurat dan kesimpulan penelitian bisa salah. Dalam kasus seperti itu, sebaiknya digunakan uji non-parametrik yang tidak memerlukan asumsi normalitas.
Sebagai balasan DIVA FITRIANA

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh NURUL KHIKMAH -
Tujuan utama kita melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berasal dari populasi yang berdistribusi normal (berbentuk lonceng simetris). Dan dampak apabila data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal adalah kesimpulan statistik bisa menjadi tidak valid.
Sebagai balasan NURUL KHIKMAH

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh MUTIAROFAH MUTIAROFAH -
Nama : Mutiarofah
NPM : 0723012781

Izin menjawab pertanyaan ibu,
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam suatu penelitian berdistribusi normal atau tidak. Distribusi normal berarti data tersebar secara seimbang di sekitar nilai rata-rata sebagian besar data berada di tengah, dan semakin sedikit data yang jauh dari rata-rata (membentuk kurva lonceng).
Dampak jika data tidak berdistribusi normal yaitu hasil uji bisa bias atau menyesatkan dan kesimpulan penelitian menjadi tidak valid
Sebagai balasan MUTIAROFAH MUTIAROFAH

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh AYU ANGGITA RISQIANI -
Izin menjawab ibu,
tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak.

Dampaknya jika data yang kita gunakan tidak ber distribusi normal adalah hasil analisis statistik bisa menjadi tidak akurat atau tidak valid, karena tidak memenuhi asumsi uji yang digunakan.
Dan jika data tidak berdistribusi normal, maka kita tidak bisa menggunakan uji statistik parametrik seperti uji-t atau ANOVA, dan solusinya harus menggantinya dengan uji non-parametrik agar hasil analisis tetap benar.
Sebagai balasan AYU ANGGITA RISQIANI

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh SHOLEHATUN ENDANG MUTIARA NINGRUM -
Nama : Sholehatun Endang Mutiara Ningrum
NPM : 22144100024
Tujuan dilakukannya uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berdistribusi normal atau tidak, hal tersebut sebagai penentu awal untuk memilih uji statistiknya. jika data yang kita miliki tidak berdistribusi normal maka kita harus menggunakan uji statistik non parametrik agar hasil analisis kita valid
Sebagai balasan SHOLEHATUN ENDANG MUTIARA NINGRUM

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh ANANDA PRAMESTI REGITA AYU CAHYANI -
ANANDA PRAMESTI R.A.C_22144100015_UPY
Izin menjawab ibu
Tujuan kita melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki mengikuti distribusi normal. Dampaknya jika data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal adalah hasil uji statistik bisa bias atau tidak akurat, penurunan kekuatan uji (statistical power), dan perlu transformasi data atau metode alternatif.
Sebagai balasan ANANDA PRAMESTI REGITA AYU CAHYANI

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. untuk mengatasi hal tersebut bisa melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika data masih tetap tidak berdistribusi normal maka sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik.
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh MUTIARA PARANG ANGGRAHENI -
Mutiara Parang A.-UPY

Uji normalitas bertujuan untuk memastikan data berdistribusi normal agar analisis statistik (seperti uji t atau regresi) valid. Jika data tidak normal, hasil analisis bisa keliru, sehingga perlu transformasi data atau memakai metode nonparametrik.
Sebagai balasan MUTIARA PARANG ANGGRAHENI

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh OKTAVIA NUR ANISA -
oktavia nur anisa_23144100018_upy
Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang digunakan dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak. Distribusi normal penting karena banyak teknik analisis statistik, terutama uji parametrik (seperti uji t, ANOVA, dan regresi linear), mensyaratkan data berdistribusi normal agar hasil perhitungannya valid dan dapat dipercaya.

Dampak jika data tidak berdistribusi normal:
1.Hasil analisis bisa menjadi tidak akurat, karena asumsi dasar dari uji parametrik tidak terpenuhi.
2. Kesimpulan penelitian bisa menyesatkan, misalnya peneliti salah menolak atau menerima hipotesis.
3. Interpretasi hubungan antar variabel bisa salah, karena model statistik tidak sesuai dengan pola data yang sebenarnya.
Sebagai balasan OKTAVIA NUR ANISA

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh AMELIA ADINDA PUTRI -
Nama : Amelia Adinda Putri
NPM : 23144100006
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Uji normalitas bertujuan memastikan data memenuhi asumsi untuk analisis statistik parametrik. Jika tidak normal, kita harus transformasi data atau pakai uji nonparametrik agar hasil tetap valid.
Sebagai balasan AMELIA ADINDA PUTRI

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. untuk mengatasi hal tersebut kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika data masih tetap tidak norma maka sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh ANDIN NURHATI DEWI -
Andin Nurhati Dewi_22144100005_UPY
Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data dalam suatu penelitian berdistribusi normal atau tidak. jika data yang digunakan tidak berdistribusi normal, maka hasil analisis statistik bisa menjadi tidak valid
Sebagai balasan ANDIN NURHATI DEWI

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat menggunakan statistik nan parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh APTA MIA SARI -
Nama : Apta Mia Sari
NIM : 22144100010
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Jika data tidak normal namun tetap dianalisis dengan uji parametrik, hasilnya dapat menjadi bias dan kesimpulannya kurang akurat. Oleh karena itu, dapat melakukan transformasi data atau menggunakan uji non-parametrik agar analisis tetap tepat dan valid.
Sebagai balasan APTA MIA SARI

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh DEVAILIN NANDA DWI SHABILA -
Uji normalitas bertujuan untuk memastikan data berdistribusi normal agar analisis statistik (seperti uji t atau regresi) valid. Jika data tidak normal, hasil analisis bisa keliru, sehingga perlu transformasi data atau memakai metode nonparametrik.
Sebagai balasan DEVAILIN NANDA DWI SHABILA

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh ALISA NUR ADILA -
Alisa Nur Adila_23144100010_UPY
Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita miliki berdistribusi normal atau tidak. Uji ini penting karena banyak analisis statistik, seperti uji t atau ANOVA, mensyaratkan data yang berdistribusi normal agar hasilnya valid. Jika data tidak normal, maka hasil analisis bisa menjadi kurang tepat, sehingga perlu digunakan uji nonparametrik atau dilakukan transformasi data.
Sebagai balasan ALISA NUR ADILA

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh MONICA LINGGA ANGGRAINI -
Nama: Monica Lingga Anggraini
NPM : 22144100023
Universitas PGRI Yogyakarta

Tujuan kita melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang kita gunakan berdistribusi normal atu tidak. Jika data yang digunakan tidak berdistribusi normal, dampak utamanya adalah kesimpulan dari pengujian parametrik tersebut bisa menjadi bias atau salah. Sebagai solusinya, kita harus beralih menggunakan statistika non-parametrik agar kesimpulan yang ditarik tetap akurat
Sebagai balasan MONICA LINGGA ANGGRAINI

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh DINA OLIVIA SEKAR FEBRI YANTI -
Nama: Dina Olivia S.F.
NPM: 0723012641

Tujuan melakukan uji normalitas adalah untuk memastikan apakah data berdistribusi normal agar bisa menggunakan uji parametrik dengan sah.
Sedangkan dampaknya jika data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal adalah hasil uji parametriknya tidak valid.
Sebagai balasan DINA OLIVIA SEKAR FEBRI YANTI

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh SITI KHAWA -
Mohon izin menjawab ibu, tujuan uji normalitas adalah untuk memastikan data berdistribusi normal, karena banyak uji statistik parametrik mensyaratkan hal tersebut agar hasilnya valid. Jika data tidak normal, maka hasil analisis bisa bias dan peneliti perlu menggunakan uji non-parametrik sebagai alternatif
Sebagai balasan SITI KHAWA

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh NILTA MUNA ZIDA ADZKIYA -
Tujuan melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang dimiliki berdistribusi normal atau tidak. Distribusi normal sangat penting karena banyak analisis statistik parametrik mengasumsikan bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
Sebagai balasan NILTA MUNA ZIDA ADZKIYA

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh MUCH. NASYITH SAPUTRA -
Tujuan melakukan uji normalitas adalah untuk memeriksa apakah data yang kita gunakan berdistribusi normal atau tidak. Jika data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal, maka hasil analisis datanya tidak valid.
Sebagai balasan MUCH. NASYITH SAPUTRA

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh IMAM FAUZI -
Tujuan uji normalitas dalam statistika penelitian adalah untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal, karena banyak analisis statistik membutuhkan asumsi tersebut. Jika data tidak berdistribusi normal, maka hasil analisis bisa tidak valid.
Sebagai balasan IMAM FAUZI

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh LUTHFY ULYA LAZIMA -
Uji normalitas membantu memastikan metode statistik yang kita gunakan tepat dan hasilnya dapat dipercaya.
dampaknya jika data tidak normal, maka kita perlu transformasi data atau menggunakan analisis non-parametrik agar hasil tetap valid.
Sebagai balasan LUTHFY ULYA LAZIMA

Re: Uji Normalitas

oleh AMALIA FITRI -
Terima kasih atas responnya. Tepat sekali bahwa uji normalitas digunakan untuk menguji kenormalan suatu data dan jika data tidak normal maka tidak dapat dilanjut ke uji statistik parametrik. sebagai solusinya kita dapat melakukan transformasi data atau membuang outlier/data pencilan/data ekstrim. Namun jika masih tetap tidak normal maka kita dapat menggunakan statistik non parametrik
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh MUHAMMAD PASCAL ADDARAQUTNI -
Tujuan uji normalitas adalah Menentukan apakah analisis parametrik valid
Jika tidak normal maka Hasil uji bisa salah → pilih transformasi atau metode non-parametrik
Relevansinya adalah sangat penting pada penelitian pendidikan dan sosial
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Uji Normalitas

oleh RARA ANISA NABILAH -
Izin menjawab, uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang kita gunakan berdistribusi normal atau tidak — artinya apakah penyebaran data mengikuti pola distribusi normal. dan dampak jika data yang kita gunakan tidak berdistribusi normal maka analisis parametrik tidak bisa digunakan secara langsung, misalnya, uji-t, ANOVA, dan regresi linier klasik bisa menjadi tidak valid karena melanggar asumsi dasar.