oktavia nur anisa
23144100018
Universitas PGRI yogkarta
Dalam uji ANAVA satu jalur, terdapat dua prasyarat penting yang harus dipenuhi, yaitu data berdistribusi normal dan varians antar kelompok bersifat homogen. Kedua prasyarat ini sangat berpengaruh terhadap keakuratan hasil analisis. Jika salah satu di antaranya tidak terpenuhi, maka hasil uji ANAVA dapat menjadi kurang dapat dipercaya, karena ANAVA merupakan uji statistik parametrik yang sangat bergantung pada asumsi tersebut.
Apabila dalam penelitian ternyata data tidak berdistribusi normal atau varians antar kelompok tidak homogen, peneliti sebaiknya tidak memaksakan menggunakan ANAVA, melainkan beralih ke metode alternatif yang bersifat nonparametrik, yaitu uji Kruskal–Wallis.
Uji Kruskal–Wallis berfungsi sebagai pengganti ANAVA satu jalur ketika data tidak memenuhi asumsi dasar. Uji ini membandingkan median antar kelompok dan tidak memerlukan distribusi normal, sehingga hasilnya tetap valid meskipun data tidak ideal untuk ANAVA. Dengan demikian, uji ANAVA hanya dapat dipercaya jika semua prasyaratnya terpenuhi, dan uji Kruskal–Wallis menjadi pilihan terbaik ketika kondisi tersebut tidak terpenuhi dalam penelitian pendidikan matematika.