Pencarian global tidak diaktifkan.
Lewati ke konten utama
Forum

Forum Diskusi Pertemuan 9

Diskusi 1

Diskusi 1

oleh AMALIA FITRI - Jumlah balasan: 10

Dalam konteks penelitian pendidikan, menurut Anda kapan penggunaan ANAVA dua jalur lebih tepat dibandingkan ANAVA satu jalur? Berikan contoh situasi atau desain penelitian yang relevan.

Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Diskusi 1

oleh FAIRUZA AQILAH -
Nama : Fairuza Aqilah
NPM : 0723012731

Izin menjawab bu, ANAVA dua jalur lebih tepat digunakan ketika penelitian melibatkan dua variabel bebas yang sama-sama diperkirakan memengaruhi variabel terikat, dan peneliti ingin mengetahui pengaruh masing-masing faktor serta interaksi di antara keduanya. Misalnya, penelitian yang membandingkan efektivitas beberapa metode pembelajaran ditinjau dari perbedaan gender siswa. Dengan desain tersebut, peneliti dapat melihat apakah metode berpengaruh, apakah gender berpengaruh, dan apakah efektivitas metode tertentu berbeda antara siswa laki-laki dan perempuan.
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Diskusi 1

oleh ERLANGGA WISNU ADJI -
Nama : Erlangga Wisnu
NPM : 0723012711

Izin menjawab, bu.
ANAVA dua jalur lebih tepat digunakan apabila sebuah penelitian melibatkan dua variabel independen yang mempengaruhi variabel hasil. ANAVA dua jalur juga digunakan ketika ingin mengetahui dampak dan interaksi dari masing-masing variabel independen.

Misalnya penelitian ingin mengetahui efektivitas metode pembelajaran kooperatif dengan metode pembelajaran tradisional dengan meninjau perbedaan gender siswa. Dari penelitian itu, peneliti dapat mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan metode pembelajaran, bagaimana pengaruh perbedaan gender, dan seberapa efektif metode pembelajaran kooperatif atau tradisional jika diterapkan pada siswa laki-laki atau siswi perempuan.
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Diskusi 1

oleh NADA KAMILAH RAMADHANI -
Nama : Nada Kamilah Ramadhani
Npm : 0723012601
Izin menjawab Bu, ANAVA dua jalur lebih tepat digunakan ketika penelitian memiliki dua variabel bebas (dua faktor) dan peneliti ingin mengetahui:
1. Pengaruh faktor A
2. Pengaruh faktor B
3. Pengaruh interaksi antara A × B
ANAVA satu jalur hanya digunakan jika hanya ada satu faktor.
Contoh situasi ANAVA dua jalur:
Model pembelajaran (PBL vs STAD) × jenis kelamin (L vs P) terhadap hasil belajar.
Metode mengajar (demonstrasi vs eksperimen) × tingkat kecemasan (rendah–sedang–tinggi).
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Diskusi 1

oleh MOCHAMMAD RIFQI AL KHADZIQ -
Nama : Mochammad Rifqi Al Khadziq
NPM : 0723012671

penggunaan ANAVA dua jalur lebih tepat dibandingkan ANAVA satu jalur ketika adanya Dua Faktor Independen. Penelitian melibatkan dua variabel independen (misalnya, Metode Mengajar, Jenis Kelamin) dan satu variabel dependen (misalnya, Nilai Siswa).
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Diskusi 1

oleh ALYA ADILA -
Izin menjawab bu, ANAVA dua jalur lebih tepat digunakan dibandingkan ANAVA satu jalur ketika peneliti ingin menguji pengaruh dua variabel bebas (faktor) sekaligus terhadap satu variabel terikat, serta ingin mengetahui apakah ada interaksi antara kedua faktor tersebut. Contohnya :
Pengaruh Metode Pembelajaran dan Jenis Media terhadap Hasil Belajar
Variabel bebas 1 (Faktor A): Metode pembelajaran (ceramah dan PBL)
Variabel bebas 2 (Faktor B): Jenis media pembelajaran (Video animasi dan Modul cetak)
Variabel terikat: Nilai tes hasil belajar
Peneliti ingin tahu:
1. Apakah metode pembelajaran berpengaruh?
2. Apakah jenis media berpengaruh?
3. Apakah kombinasi metode × media memberikan hasil yang berbeda? (interaksi)
Ini tepat menggunakan ANAVA dua jalur.
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Diskusi 1

oleh AYU ANGGITA RISQIANI -
Nama : Ayu Anggita Risqiani
NPM : 0723012721

Izin menjawab ibu, ANAVA dua jalur lebih tepat digunakan dibandingkan ANAVA satu jalur ketika peneliti melibatkan dua variabel bebas sekaligus dan ingin mengetahui pengaruh masing-masing variabel serta apakah ada interaksi diantara keduanya terhadap satu variabel terikat. Contoh desain penelitiannya:
Judul Penelitian: Pengaruh Metode Pembelajaran dan Gaya Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa
Variabel Bebas:
1. Faktor A: Metode Pembelajaran (STS,CTL)
2. Faktor B: Gaya Belajar (Visual, Auditori)
Variabel Terikat: Hasil Belajar Matematika Siswa
Analisisnya menggunakan ANAVA dua jalur, ada dua faktor, peneliti ingin melihat apakah metode pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa, apakah gaya belajar juga berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa, serta apakah ada interaksi antara metode pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar matematika siswa.
Kalau ANAVA satu jalur itu hanya menguji satu faktor (satu variabel bebas), misalnya hanya ingin membandingkan antara metode STS vs CTL tanpa mempertimbangkan variabel lain.
Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Diskusi 1

oleh ALIKA RISQI HANDAYANI -
Nama : Alika Risqi Handayani
Npm : 0723012651

Izin menjawab ibu,
ANAVA dua jalur lebih tepat digunakan dibandingkan ANAVA satu jalur ketika peneliti ingin mengetahui pengaruh dua variabel bebas sekaligus serta interaksi di antaranya terhadap satu variabel terikat. Contohnya, penelitian yang mengkaji pengaruh model pembelajaran (tatap muka dan daring) dan tingkat motivasi belajar (tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar siswa.

Sebagai balasan AMALIA FITRI

Re: Diskusi 1

oleh EFTI PUJI LESTARI -
Nama : Efti Puji Lestari
NPM : 0723012541

Izin menjawab bu, ANAVA dua jalur lebih tepat digunakan ketika ingin meneliti pengaruh dua variabel bebas s terhadap satu variabel terikat, terutama untuk mendeteksi efek interaksi. Berbeda dengan ANAVA satu jalur yang hanya menguji satu faktor, anava dua jalur memungkinkan peneliti memahami apakah efektivitas suatu perlakuan bergantung pada kondisi tertentu. Misalnya, dalam penelitian pendidikan, tidak hanya menguji pengaruh Metode Mengajar (Faktor A: Diskusi vs. Ceramah), tetapi juga menyertakan Tingkat Motivasi Siswa (Faktor B: Tinggi vs. Rendah).