Seeding bertugas mengisi data awal ke database.
Controller bertugas mengatur logika dan mengambil data dari database.
jQuery bertugas membuat halaman lebih interaktif di browser pengguna.
Jadi, ketiganya saling mendukung dalam aplikasi web: seeding menyiapkan data, controller memproses data, dan jQuery membantu pengguna berinteraksi dengan halaman web secara lebih dinamis.
Controller bertugas mengatur logika dan mengambil data dari database.
jQuery bertugas membuat halaman lebih interaktif di browser pengguna.
Jadi, ketiganya saling mendukung dalam aplikasi web: seeding menyiapkan data, controller memproses data, dan jQuery membantu pengguna berinteraksi dengan halaman web secara lebih dinamis.
Seeding digunakan untuk mengisi data awal ke dalam database. Controller berfungsi untuk mengambil dan mengelola data dari database tersebut, lalu mengirimkannya ke tampilan atau merespons permintaan. jQuery digunakan di sisi frontend untuk berinteraksi dengan pengguna dan dapat mengirim permintaan ke controller tanpa reload halaman. Jadi, seeding menyediakan data, controller mengolah data, dan jQuery menampilkan atau mengirim data secara dinamis.