LMS-SPADA INDONESIA
Basis data terdistribusi pada dasarnya adalah basis data yang tidak terbatas pada satu sistem, melainkan tersebar di berbagai situs, misalnya di beberapa komputer atau melalui jaringan komputer. Sistem database terdistribusi terletak di berbagai situs yang tidak berbagi komponen fisik. Hal ini mungkin diperlukan ketika database tertentu perlu diakses oleh berbagai pengguna secara global. Hal ini perlu dikelola sedemikian rupa sehingga bagi pengguna tampak seperti satu database tunggal.
Jenis:
1. Basis Data Homogen:
Dalam basis data homogen, semua situs berbeda menyimpan basis data secara identik. Sistem operasi, sistem manajemen basis data, dan struktur data yang digunakan – semuanya sama di semua situs. Oleh karena itu, mereka mudah dikelola.
2. Basis Data Heterogen:
Dalam basis data terdistribusi heterogen, situs yang berbeda dapat menggunakan skema dan perangkat lunak yang berbeda yang dapat menyebabkan masalah dalam pemrosesan kueri dan transaksi. Selain itu, situs tertentu mungkin sama sekali tidak mengetahui situs lainnya. Komputer yang berbeda mungkin menggunakan sistem operasi yang berbeda, aplikasi database yang berbeda. Mereka bahkan mungkin menggunakan model data yang berbeda untuk database. Oleh karena itu, terjemahan diperlukan agar situs yang berbeda dapat berkomunikasi.
Penyimpanan Data Terdistribusi :
Ada 2 cara untuk menyimpan data di situs berbeda. Ini adalah:
1. Replikasi –
Dalam pendekatan ini, seluruh hubungan disimpan secara berlebihan di 2 situs atau lebih. Jika seluruh database tersedia di semua situs, maka database tersebut sepenuhnya redundant. Oleh karena itu, dalam replikasi, sistem memelihara salinan data.
Hal ini menguntungkan karena meningkatkan ketersediaan data di berbagai situs. Selain itu, kini permintaan kueri dapat diproses secara paralel.
Namun, ia juga mempunyai kelemahan tertentu. Data perlu terus diperbarui. Setiap perubahan yang dilakukan di satu situs perlu dicatat di setiap situs tempat relasi disimpan, jika tidak maka akan menyebabkan inkonsistensi. Ini adalah biaya overhead yang besar. Selain itu, kontrol konkurensi menjadi jauh lebih kompleks karena akses bersamaan kini perlu diperiksa di sejumlah situs.
2. Fragmentasi –
Dalam pendekatan ini, relasi difragmentasi (yaitu, relasi dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil) dan masing-masing fragmen disimpan di lokasi berbeda yang memerlukannya. Harus dipastikan bahwa fragmen tersebut sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk merekonstruksi relasi aslinya (misalnya, tidak ada data yang hilang).
Fragmentasi menguntungkan karena tidak membuat salinan data, konsistensi tidak menjadi masalah.
Fragmentasi hubungan dapat dilakukan dengan dua cara:
Dalam kasus tertentu, pendekatan yang merupakan gabungan antara fragmentasi dan replikasi digunakan.
Aplikasi Basis Data Terdistribusi:
Sistem basis data terdistribusi adalah jenis sistem manajemen basis data yang menyimpan data di beberapa komputer atau situs yang terhubung melalui jaringan. Dalam sistem basis data terdistribusi, setiap situs memiliki basis datanya sendiri, dan basis data tersebut terhubung satu sama lain untuk membentuk satu sistem yang terintegrasi.
Keuntungan utama dari sistem database terdistribusi adalah dapat memberikan ketersediaan dan keandalan yang lebih tinggi dibandingkan sistem database terpusat. Karena data disimpan di beberapa situs, sistem dapat terus berfungsi meskipun satu atau lebih situs gagal. Selain itu, sistem database terdistribusi dapat memberikan kinerja yang lebih baik dengan mendistribusikan data dan beban pemrosesan di beberapa situs.
Arsitektur klien-server: Dalam arsitektur ini, klien terhubung ke server pusat, yang mengelola sistem database terdistribusi. Server bertanggung jawab untuk mengoordinasikan transaksi, mengelola penyimpanan data, dan menyediakan kontrol akses.
Arsitektur peer-to-peer: Dalam arsitektur ini, setiap situs dalam sistem database terdistribusi terhubung ke semua situs lainnya. Setiap situs bertanggung jawab untuk mengelola datanya sendiri dan mengoordinasikan transaksi dengan situs lain.
Arsitektur gabungan: Dalam arsitektur ini, setiap situs dalam sistem database terdistribusi memelihara database independennya sendiri, namun database tersebut terintegrasi melalui lapisan middleware yang menyediakan antarmuka umum untuk mengakses dan menanyakan data.
Sistem database terdistribusi dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk e-commerce, jasa keuangan, dan telekomunikasi. Namun, merancang dan mengelola sistem database terdistribusi bisa jadi rumit dan memerlukan pertimbangan yang cermat terhadap faktor-faktor seperti distribusi data, replikasi, dan konsistensi.
1) Ada pemrosesan data yang cepat karena beberapa situs berpartisipasi dalam pemrosesan permintaan.
2) Keandalan dan ketersediaan sistem ini tinggi.
3) Memiliki pengurangan biaya operasional.
4) Lebih mudah untuk memperluas sistem dengan menambahkan lebih banyak situs.
5) Meningkatkan kemampuan berbagi dan otonomi daerah.
1) Sistem menjadi kompleks untuk dikelola dan dikendalikan.
2) Masalah keamanan harus dikelola dengan hati-hati.
3) Sistem memerlukan penanganan kebuntuan selama pemrosesan transaksi, jika tidak,
seluruh sistem mungkin berada dalam keadaan tidak konsisten.
4) Perlu adanya standarisasi untuk pengolahan
sistem database terdistribusi.