LMS-SPADA INDONESIA
PHP bekerja dengan cara menerima permintaan dari browser (HTTP request), kemudian memprosesnya di server dan mengirimkan hasilnya kembali ke browser dalam bentuk HTML atau data lain yang bisa dibaca oleh browser.
Berikut adalah tahapan kerja PHP:
Request dari Browser:
Ketika
pengguna mengakses halaman web yang mengandung skrip PHP, browser
mengirimkan permintaan ke server yang menyimpan file PHP.
Proses di Server:
Server
web (seperti Apache, Nginx) yang terhubung dengan interpreter PHP
kemudian mengeksekusi kode PHP tersebut. Di sinilah PHP dapat melakukan
berbagai tugas seperti mengambil data dari database, mengolah input
pengguna, atau memanipulasi file.
Pengembalian HTML ke Browser:
Setelah
server memproses skrip PHP, hasilnya dikirim kembali ke browser dalam
bentuk HTML. Kode PHP tidak akan terlihat oleh pengguna karena hanya
hasil eksekusinya yang ditampilkan di halaman web.
Contoh sederhana kode PHP:
<?phpDalam contoh ini, jika halaman PHP tersebut diakses, pengguna hanya akan melihat teks "Hello, World!" di browser, meskipun di balik layar PHP sedang memproses perintah tersebut di server.
PHP adalah bahasa server-side, sehingga memerlukan server untuk menjalankan kode PHP. Dua web server yang sering digunakan adalah:
Agar server dapat memahami dan menjalankan kode PHP, diperlukan PHP interpreter. Interpreter PHP ini biasanya sudah terintegrasi dengan server seperti Apache atau Nginx, dan bertugas mengeksekusi kode PHP di server sebelum hasilnya dikirimkan ke browser.
Jika aplikasi web PHP memerlukan penyimpanan dan pengolahan data, seperti dalam kasus aplikasi berbasis data (misalnya, sistem login), Anda akan memerlukan DBMS. Beberapa DBMS yang sering digunakan dengan PHP adalah:
Untuk menulis kode PHP, Anda memerlukan editor teks atau IDE. Beberapa opsi yang populer adalah:
Untuk mempermudah setup dan pengembangan lokal, banyak pengembang menggunakan paket pengembangan seperti:
Browser digunakan untuk menampilkan hasil eksekusi dari halaman PHP setelah diolah oleh server. Browser seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, atau Microsoft Edge bisa digunakan untuk mengetes aplikasi PHP.
Beberapa fitur PHP memerlukan ekstensi tambahan untuk mendukung fungsi-fungsi tertentu, seperti: