LMS-SPADA INDONESIA
Tujuan Pembelajaran: Setelah menyelesaikan tugas ini, mahasiswa diharapkan mampu:
Menerjemahkan model data konseptual (ERD) menjadi model data fisik (PDM) yang siap diimplementasikan.
Menentukan tipe data, primary key, foreign key, dan constraint yang tepat untuk setiap tabel dan kolom.
Mengimplementasikan berbagai jenis kardinalitas relasi (1-1, 1-N, M-N) ke dalam skema database fisik.
Deskripsi Tugas: Lanjutkan pekerjaan Anda dari Tugas 1 (Studi Kasus) dan Tugas 2 (Desain ERD). Pada tugas ini, Anda diminta untuk melakukan konversi atau transformasi dari diagram ER (Entity-Relationship) yang telah Anda rancang menjadi sebuah Physical Data Model (PDM). PDM ini merupakan cetak biru teknis dari database yang akan dibangun, lengkap dengan detail spesifik seperti tipe data dan constraints.
Prasyarat: Pastikan Anda sudah memiliki:
Dokumen studi kasus dari Tugas 1.
Diagram ERD final yang telah diselesaikan pada Tugas 2.
Setiap entitas pada diagram ERD Anda akan diubah menjadi sebuah tabel dalam PDM.
Penamaan: Beri nama tabel yang jelas dan konsisten. Praktik yang baik adalah menggunakan huruf kecil dan pemisah _ (underscore), misalnya entitas Data Barang menjadi tabel data_barang.
Dokumentasi: Catat setiap entitas dan nama tabel yang bersesuaian.
Setiap atribut pada sebuah entitas akan diubah menjadi kolom (atau field) di dalam tabel yang bersesuaian. Untuk setiap kolom, Anda wajib mendefinisikan properti berikut:
A. Tipe Data (Data Type): Pilih tipe data yang paling sesuai dan efisien.
Contoh Umum:
INT atau BIGINT: Untuk ID numerik atau angka bulat lainnya.
VARCHAR: Untuk teks dengan panjang yang bervariasi dan terbatas (misal: nama, email, judul). n adalah jumlah karakter maksimal.
TEXT: Untuk teks deskriptif yang panjang.
DATE atau DATETIME: Untuk menyimpan informasi tanggal dan waktu.
DECIMAL(p, s): Untuk data keuangan atau angka yang membutuhkan presisi.
BOOLEAN atau TINYINT(1): Untuk merepresentasikan nilai TRUE/FALSE.
B. Kunci Primer (Primary Key - PK): Identifikasi satu kolom (atau kombinasi kolom) yang berfungsi sebagai pengenal unik untuk setiap baris dalam tabel. Kolom ini tidak boleh kosong (NOT NULL) dan nilainya harus unik. Tandai kolom ini dengan jelas sebagai PK.
C. Batasan (Constraints): Terapkan batasan untuk menjaga integritas data.
NOT NULL: Kolom ini wajib diisi dan tidak boleh dibiarkan kosong.
UNIQUE: Nilai dalam kolom ini harus unik untuk setiap baris (contoh: email, NIK).
DEFAULT: Menentukan nilai otomatis jika tidak ada nilai yang diberikan saat data baru dimasukkan.
Ini adalah langkah krusial untuk menghubungkan antar tabel. Cara implementasinya bergantung pada kardinalitas relasi:
Relasi One-to-Many (1:N):
Ambil Primary Key (PK) dari tabel di sisi "one" (satu).
Tambahkan PK tersebut sebagai kolom baru di tabel pada sisi "many" (banyak).
Kolom baru ini disebut Foreign Key (FK). Ia merujuk kembali ke tabel asalnya.
Contoh: Relasi kategori (1) dengan produk (N). Ambil id_kategori dari tabel kategori dan tambahkan ke tabel produk.
Relasi Many-to-Many (M:N):
Relasi ini diimplementasikan dengan membuat tabel perantara baru (sering disebut junction table atau associative table).
Tabel baru ini akan berisi minimal dua kolom yang masing-masing adalah Foreign Key (FK) yang merujuk ke PK dari dua tabel yang dihubungkan.
Gabungan dari kedua FK ini biasanya dijadikan Composite Primary Key untuk tabel perantara tersebut.
Contoh: Relasi mahasiswa (M) dengan mata_kuliah (N). Buat tabel baru bernama transkrip yang berisi kolom id_mahasiswa (FK) dan id_matakuliah (FK).
Relasi One-to-One (1:1):
Ambil PK dari salah satu tabel dan tambahkan sebagai FK di tabel lainnya.
Untuk memastikan relasi ini tetap 1-1 secara ketat, terapkan constraint UNIQUE pada kolom FK tersebut.
Anda wajib mengumpulkan dalam satu file PDF (NIM_Nama_Tugas3.pdf):
1. Diagram Physical Data Model (PDM)
Gambarkan PDM Anda menggunakan tools seperti Lucidchart, draw.io, MySQL Workbench. atau tool lain Diagram harus dengan jelas dan rapi menampilkan:
Semua nama tabel.
Semua nama kolom di setiap tabel.
Tipe data untuk setiap kolom.
Indikator yang jelas untuk PK dan FK.
Garis relasi yang menghubungkan FK ke PK tabel rujukannya.
| Kriteria | Bobot | Deskripsi |
| Kebenaran Konversi | 40% | Ketepatan dalam memetakan entitas, atribut, dan relasi dari ERD ke PDM. |
| Ketepatan Detail Teknis | 30% | Pemilihan tipe data yang logis, efisien, serta definisi PK, FK, dan constraints yang benar. |
| Kualitas Visual & Dokumen | 20% | Kejelasan, kerapian, dan kemudahan membaca diagram PDM serta kelengkapan Kamus Data. |
| Kesesuaian dengan Studi Kasus | 10% | Model data yang dibuat tetap relevan dan menjawab semua kebutuhan dari studi kasus. |