Menurut saya, tantangan terbesar dalam implementasi demokrasi di level pemerintahan desa yaitu kurangnya kesadaran politik karena banyak warga desa yang kurang memahami hak dan kewajiban mereka dalam sistem demokrasi karena edukasi politik menjadi sangat penting untuk meningkatkan partisipasi. Sedangkan tantangan besar otonomi di level pemerintahan desa adalah keterbatasan kapasitas sumber daya manusia karena banyak desa masih menghadapi tantangan dalam hal kapasitas manajerial dan teknis sehingga keterbatasan ini dapat menghambat efektivitas program pembangunan yang dirancang.
Dewi Haryati Barus 2123600003 diskusi 3
Number of replies: 1Ni Made Dewi Purnama Sari
202221121004
Univ. Warmadewa
Mohon ijin menambahkan sedikit terkait apa yang telah teman saya (dewi haryati barus) sampaikan tersebut mengenai kurangnya kesadaran politik , menurut saya kesadaran politik yang rendah mengakibatkan partisipasi warga dalam proses pengambilan keputusan, seperti musyawarah desa, menjadi minim. Banyak warga yang tidak memahami pentingnya peran mereka dalam pemerintahan desa dan bagaimana keputusan yang diambil dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini diperparah oleh kurangnya pendidikan politik yang memadai, sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui hak-hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Selain itu, faktor budaya dan tradisi yang mengedepankan hierarki dan ketergantungan kepada pemimpin desa juga menghambat partisipasi aktif warga. Tanpa adanya kesadaran politik yang kuat, upaya untuk membangun pemerintahan desa yang demokratis dan transparan menjadi sulit, dan potensi konflik serta ketidakpuasan masyarakat terhadap keputusan pemerintah desa semakin meningkat.
202221121004
Univ. Warmadewa
Mohon ijin menambahkan sedikit terkait apa yang telah teman saya (dewi haryati barus) sampaikan tersebut mengenai kurangnya kesadaran politik , menurut saya kesadaran politik yang rendah mengakibatkan partisipasi warga dalam proses pengambilan keputusan, seperti musyawarah desa, menjadi minim. Banyak warga yang tidak memahami pentingnya peran mereka dalam pemerintahan desa dan bagaimana keputusan yang diambil dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini diperparah oleh kurangnya pendidikan politik yang memadai, sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui hak-hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Selain itu, faktor budaya dan tradisi yang mengedepankan hierarki dan ketergantungan kepada pemimpin desa juga menghambat partisipasi aktif warga. Tanpa adanya kesadaran politik yang kuat, upaya untuk membangun pemerintahan desa yang demokratis dan transparan menjadi sulit, dan potensi konflik serta ketidakpuasan masyarakat terhadap keputusan pemerintah desa semakin meningkat.
Sekian dan Terimakasih