Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Diskusi 4

Hartika Istiani Prinsip - prinsip mayer

Hartika Istiani Prinsip - prinsip mayer

by HARTIKA ISTIANI - Number of replies: 0

1. Prinsip Multimedia

Isi prinsip:
Belajar lebih efektif ketika siswa menerima informasi melalui teks dan gambar dibanding teks saja.
Penerapan:

  • Dalam video edukasi, tampilkan narasi disertai ilustrasi, diagram, atau animasi.

  • Dalam e-learning, gunakan kombinasi teks penjelas dengan infografis atau simulasi visual.

Contoh:
Video biologi menjelaskan sistem pernapasan manusia menggunakan narasi suara yang disertai animasi alur udara dalam paru-paru.

 2. Prinsip Kontiguitas Spasial (Spatial Contiguity)

Isi prinsip:
Teks dan gambar yang saling berkaitan harus ditempatkan berdekatan, bukan terpisah jauh.
Penerapan:

  • Dalam aplikasi interaktif, letakkan label atau keterangan dekat dengan bagian gambar yang dijelaskan.

  • Dalam presentasi digital, hindari teks penjelas yang jauh dari gambar utamanya.

Contoh:
Pada modul e-learning anatomi, label “paru-paru” langsung berada di atas gambar paru-paru, bukan di daftar teks di bawah layar.

 3. Prinsip Kontiguitas Temporal (Temporal Contiguity)

Isi prinsip:
Informasi verbal dan visual disajikan secara bersamaan, bukan terpisah waktu.
Penerapan:

  • Dalam video pembelajaran, narasi muncul bersamaan dengan visualisasi, bukan setelahnya.

Contoh:
Saat menjelaskan gaya gravitasi, animasi jatuhnya bola ditampilkan serentak dengan suara penjelasan konsep gaya tarik bumi.


4. Prinsip Koherensi (Coherence Principle)

Isi prinsip:
Hindari informasi yang tidak relevan seperti musik, gambar, atau teks tambahan yang tidak mendukung pembelajaran.
Penerapan:

  • Dalam video edukasi, hindari efek suara atau latar musik yang berlebihan.

  • Dalam modul interaktif, hilangkan elemen visual dekoratif yang tidak memiliki nilai edukatif.

Contoh:
Video matematika cukup menggunakan visual angka dan grafik tanpa tambahan animasi lucu yang bisa mengganggu fokus.


5. Prinsip Modalitas (Modality Principle)

Isi prinsip:
Belajar lebih efektif ketika narasi disampaikan melalui suara, bukan teks tertulis di layar.
Penerapan:

  • Gunakan voice-over dalam video pembelajaran alih-alih teks panjang.

  • Cocok untuk simulasi interaktif, di mana siswa mendengar instruksi sambil melihat animasi.

Contoh:
Video fisika menggunakan suara penjelasan sambil memperlihatkan eksperimen, bukan hanya menampilkan paragraf teks.


 6. Prinsip Redundansi (Redundancy Principle)

Isi prinsip:
Jangan menyajikan narasi suara + teks tertulis + gambar sekaligus, karena berlebihan dan membebani memori kerja.
Penerapan:

  • Pilih antara narasi suara atau teks singkat, jangan keduanya penuh.

Contoh:
Dalam video sejarah, gunakan narasi suara sambil menampilkan peta dan gambar tokoh tanpa teks panjang di layar.


 7. Prinsip Segmentasi (Segmenting Principle)

Isi prinsip:
Materi kompleks sebaiknya dibagi menjadi bagian-bagian pendek (segmen) agar mudah dipahami.
Penerapan:

  • Dalam video edukasi, pisahkan bab atau topik menjadi video pendek (3–5 menit).

  • Dalam e-learning, sediakan tombol “next” agar siswa bisa belajar sesuai kecepatan mereka.

Contoh:
Kursus online pemrograman dibagi menjadi segmen: variabel → kondisi → perulangan, dengan latihan interaktif di tiap bagian.

 8. Prinsip Pretraining

Isi prinsip:
Siswa lebih mudah memahami materi baru jika sudah mengenal istilah dasar dan konsep kunci sebelumnya.
Penerapan:

  • Sediakan modul pengantar sebelum pelajaran utama.

  • Dalam video, tampilkan definisi singkat istilah penting di awal.

Contoh:
Sebelum belajar tentang fotosintesis, video menjelaskan arti “klorofil”, “stomata”, dan “karbon dioksida”.


 9. Prinsip Personalization

Isi prinsip:
Gaya bahasa yang bersahabat dan percakapan (conversational) membuat siswa lebih terlibat.
Penerapan:

  • Dalam narasi video, gunakan bahasa seperti “ayo kita lihat...” bukan “perhatikan berikut ini...”.

  • Dalam aplikasi interaktif, gunakan chatbot edukatif dengan gaya ramah.

Contoh:
Aplikasi belajar sains menyapa pengguna: “Hai, mari kita coba eksperimen gravitasi sederhana!”


 10. Prinsip Voice dan Image

Isi prinsip:
Suara manusia lebih efektif daripada suara sintetis, dan menampilkan wajah pembicara kadang meningkatkan koneksi sosial belajar.
Penerapan:

  • Dalam video edukasi, tampilkan pengajar saat menjelaskan.

  • Dalam e-learning, gunakan rekaman suara asli manusia.

Contoh:
Kursus online bahasa Inggris menampilkan wajah tutor yang berbicara langsung ke kamera sambil menunjukkan contoh kalimat.

 Kesimpulan

Penerapan prinsip Mayer membantu menciptakan media pembelajaran digital yang efektif dan efisien secara kognitif.

  • Video edukasi: Gunakan kombinasi visual + narasi singkat.

  • E-learning: Gunakan segmentasi, personalisasi, dan kontrol pengguna.

  • Simulasi & aplikasi interaktif: Terapkan prinsip pretraining, kontiguitas, dan koherensi.