Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Diskusi 4

Prinsip-prinsip Mayer

Prinsip-prinsip Mayer

by ZAFIRA CINDY KARTIKA - Number of replies: 0

🧠 1. Prinsip Koherensi (Coherence Principle)

Hindari menampilkan elemen yang tidak relevan seperti musik, gambar, atau teks tambahan yang tidak mendukung tujuan belajar.
Contoh: Dalam video edukasi sains, narasi hanya menjelaskan langkah eksperimen tanpa efek suara berlebihan atau animasi yang tidak berkaitan.


🎧 2. Prinsip Modalitas (Modality Principle)

Gunakan kombinasi visual dan audio daripada visual dan teks tertulis.
Contoh: Dalam e-learning, penjelasan konsep diberikan melalui narasi audio bersamaan dengan gambar ilustratif, bukan dengan teks panjang di layar.


📜 3. Prinsip Redundansi (Redundancy Principle)

Hindari menyajikan teks tertulis yang sama persis dengan narasi audio, karena dapat membebani memori kerja.
Contoh: Video pembelajaran sebaiknya hanya menampilkan poin penting atau kata kunci, bukan seluruh kalimat yang diucapkan.


🧩 4. Prinsip Kontiguitas (Contiguity Principle)

Tempatkan teks dan gambar yang saling berkaitan berdekatan secara spasial dan temporal.
Contoh: Dalam simulasi interaktif, label atau keterangan ditaruh tepat di samping objek yang dijelaskan, bukan di bagian bawah layar.


💡 5. Prinsip Segmentasi (Segmenting Principle)

Bagi materi menjadi beberapa bagian pendek agar siswa dapat mengatur tempo belajar sendiri.
Contoh: Modul e-learning memiliki tombol “lanjut” di setiap subtopik agar siswa bisa jeda dan memahami materi sebelum melanjutkan.


🔄 6. Prinsip Pre-training (Pre-training Principle)

Berikan pengenalan awal terhadap istilah dan konsep utama sebelum materi kompleks disajikan.
Contoh: Sebelum simulasi sistem pernapasan, aplikasi menampilkan bagian-bagian organ tubuh beserta fungsinya.


🗣️ 7. Prinsip Personalization (Personalization Principle)

Gunakan gaya bahasa konversasional agar interaksi terasa alami dan meningkatkan motivasi belajar.
Contoh: Dalam aplikasi interaktif, instruksi berbentuk kalimat ramah seperti “Yuk, coba tekan tombol ini untuk melihat hasil percobaannya!”


🎬 8. Prinsip Signaling (Signaling Principle)

Gunakan penanda visual atau verbal untuk menyoroti informasi penting.
Contoh: Dalam video pembelajaran, panah atau highlight digunakan untuk menunjukkan bagian utama pada diagram.


🔍 9. Prinsip Multimedia (Multimedia Principle)

Menggabungkan teks, gambar, dan suara lebih efektif daripada hanya teks atau suara saja.
Contoh: Dalam pembelajaran bahasa, e-learning menampilkan gambar objek sambil menyuarakan pelafalan katanya.


Kesimpulan

Penerapan prinsip-prinsip Mayer membantu menciptakan multimedia pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik. Dalam konteks digital modern seperti video edukasi dan aplikasi interaktif, prinsip ini tidak hanya memperindah tampilan, tetapi juga mendukung pemrosesan kognitif, meminimalkan beban memori, dan meningkatkan pemahaman konseptual siswa.