Pencarian global tidak diaktifkan.
Lewati ke konten utama
Forum

Olahraga dan Gender

Ayo berpendapat!

Ayo berpendapat!

oleh HURRY MEGA INSANI - Jumlah balasan: 25

Mari kemukakan kenapa gender berpengaruh pada jenis olahraga yang dilakukan?

Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh MARSHA AYU RIZKIKA -
Baik ibu, izin menjawab. Menurut saya di masyarakat kita, ada pandangan tertentu tentang olahraga yang dianggap "cocok" untuk laki-laki dan perempuan. Misalnya, olahraga seperti sepak bola dan basket sering dianggap sebagai olahraga laki-laki, sedangkan senam atau tari lebih identik dengan perempuan. Pandangan ini muncul dari norma-norma sosial yang sudah ada sejak lama, di mana kekuatan fisik dan kompetisi diasosiasikan dengan laki-laki, sementara keanggunan dan estetika lebih terkait dengan perempuan.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh MUTIARA MEIDINA PUTRI -
izin menjawab bu, berdasarkan literatur yang saya baca pada jurnal penelitian Arsani et al (2021) karena berpengaruh dalam pembentukan body image dan struktur sosial buu.
Gender dalam aktivitas olahraga sangat kental dengan persepsi masyarakat, khususnya pada perempuan yang terdapat keterikatan yang kuat dan hampir tidak dapat dipisahkan antara norma-norma gender dan cita-cita feminisme. Jadi, peran masyarakat juga memiliki pengaruh terhadap citra tubuh.
 
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh ALIYAH KHAIRUNNISA SYAFITRI -
Izin menjawab ibu, saya berpendapat bahwa gender berpengaruh terhadap jenis olahraga yang dilakukan karena adanya motivasi yang berbeda, jika pada laki laki memiliki motivasi berolahraga untuk kompetisi dan tantangan, sedangkan perempuan termotivasi untuk penampilan. Serta Stereotipe gender berpengaruh. Adapun dipengaruhi oleh faktor biologis (fisik)
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh MARZSA ALIFAH -
Izin menjawab ibu, dilihat dari aspek fisiologisnya laki-laki cenderung memiliki massa otot lebih besar dan kemampuan aerobik lebih tinggi, sehingga olahraga dengan intensitas fisik tinggi seperti angkat beban, sepak bola, atau lari jarak jauh lebih sesuai dengan laki-laki. Sedangkan, perempuan cenderung memiliki fleksibilitas dan keseimbangan yang baik sehingga lebih sesuai dengan olahraga seperti yoga, senam, atau balet.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh SARA SOLITA BR LUMBANTOBING -
Izin menjawab ibu, gender bisa mempengaruhi jenis olahraga yang dilakukan karena secara umum, laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan fisiologis, seperti kekuatan otot, distribusi lemak tubuh, dan kemampuan kardiovaskular. Ini sering kali dapat mempengaruhi pilihan olahraga yang mungkin lebih cocok untuk masing-masing gender.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh YASMIN PUTRI PRASANTI -
İzin menjawab ibu, umumnya di masyarakat kita masih terdapat "stigma" atak pandangan terkait olahraga tertentu khusus untuk gender tertentu. Selain itu, terdapat beberapa olahraga yang dirasa dan dianggap cukup "berat" bila dilakukan wanita dan memiliki risiko terhadap kesehatan.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh INTAN NABILAH -
Izin menjawab, Bu. Secara fisik, gender memengaruhi pilihan olahraga karena laki-laki umumnya memiliki massa otot dan kekuatan lebih besar, sehingga lebih cocok untuk olahraga berbasis kekuatan atau eksplosif seperti angkat beban dan sepak bola. Sedangkan perempuan memiliki fleksibilitas dan daya tahan yang lebih baik, sehingga cenderung unggul dalam olahraga seperti yoga, renang jarak jauh, atau senam. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor biologis seperti hormon, struktur otot, dan anatomi tubuh, yang memengaruhi kemampuan fisik dalam berbagai aktivitas olahraga.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh ELITA AL AZIZAH -
Baik ibu, izin menjawab. Gender memiliki pengaruh yang tidak signifikan dengan jenis olahraga. Terdapat penelitian yang mengemukakan bahwa remaja perempuan memiliki hubungan kuat dengan aktivitas olahraga tipe lembut (senam irama, dll.), sementara remaja laki-laki cenderung lebih kuat dengan olahraga tipe keras (sepakbola, pencak silat). Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor seperti faktor biologis dimana terdapat perbedaan komposisi tubuh, hormon antara laki-laki dan perempuan, faktor social budaya, dan faktor  psikologis.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh ALIEFYA SALFI NAYADA -
Izin menjawab bu, apabila ditinjau dari sisi psikologi laki-laki dan perempuan memiliki gejala tingkah laku yang berbeda dan hal tersebut cenderung mempengaruhi olahraga yang dipilih. Laki-laki cenderung memiliki sifat tegas, suka pada tantangan, dan lainnya sehingga, tipe olahraga bela diri lebih sering dipilih laki-laki, sedangkan wanita cenderung bersifat pasif, lebih menyukai kelembutan, dan lainnya sehingga, olahraga yang dipilih dominan pada fleksibilitas tubuh seperti senam irama, yoga, dan pilates .
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh SYAFIRA SALSABILA -
Baik ibu, izin menjawab. Gender memengaruhi jenis olahraga yang dipilih karena faktor fisik, sosial, dan budaya. Secara fisik, pria cenderung memilih olahraga yang menuntut kekuatan atau daya tahan, seperti angkat beban atau sepak bola, sedangkan wanita sering memilih olahraga yang fokus pada fleksibilitas atau estetika, seperti yoga atau senam. Secara sosial dan budaya, stereotip tentang “olahraga maskulin” atau “feminin” juga memengaruhi pilihan tersebut. Selain itu, lingkungan dan dukungan masyarakat ikut membentuk preferensi olahraga berdasarkan gender.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh WAHID RIVALDY -
Izin menjawab Ibu, pengaruh gender terhadap jenis olahraga yang dipilih dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan psikologis. Secara sosial, banyak budaya mengasosiasikan olahraga tertentu dengan gender, seperti sepak bola untuk pria dan senam untuk wanita, meskipun stereotip ini mulai pudar. Budaya juga memengaruhi partisipasi, di mana wanita di beberapa tempat mungkin terbatas aksesnya karena norma sosial konservatif. Secara psikologis, pria cenderung termotivasi oleh kompetisi, sementara wanita lebih fokus pada aspek sosial dan kesehatan. Secara keseluruhan, seharusnya perubahan persepsi terhadap gender dan olahraga penting untuk menciptakan kesempatan yang setara, membangun lingkungan yang inklusif dan adil bagi semua individu.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh ZAHRA NURFADILAH -
izin menjawab ibu, adanya alasan dimana olahraga pada laki-laki cenderung termotivasi oleh faktor intrinsik seperti tantangan dan kompetisi, sementara perempuan lebih termotivasi oleh faktor ekstrinsik seperti kesehatan dan penampilan. Hal ini menciptakan perbedaan dalam jenis olahraga yang dipilih; contohnya, pria mungkin lebih tertarik pada olahraga kompetitif, sedangkan wanita mungkin memilih aktivitas yang lebih bersifat sosial atau rekreasi.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh ABELLINDA PUTRI PRIBADI -
Baik ibu izin menjawab. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan fisiologis antara laki-laki dan perempuan, seperti kekuatan otot dan kemampuan kardiovaskular. Selain itu, pandangan masyarakat tentang jenis olahraga yang sesuai untuk masing-masing gender juga berperan dalam membuat individu merasa lebih nyaman atau terdorong untuk memilih olahraga yang sesuai dengan gender mereka.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh ANANDA SALMA NURHALIMAH -
baik ibu, izin menjawab. gender berpengaruh terhadap jenis olahraga yang dilakukan. hal tersebut karena adanya faktor biologis, seperti perbedaan kekuatan fisik dan hormon yang dimiliki. serta faktor sosial budaya, seperti stigma atau persepsi masyarakat. Pria cenderung memilih olahraga intensitas tinggi, sementara wanita lebih sering memilih olahraga dengan fokus pada fleksibilitas.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh IMTIYAZ IRBATUNNISA -
izin menjawab ibu, gender pada memiliki pengaruh tersendiri dalam bidang olahraga. Terdapat perbedaan biologis atau fisiologis di antara perempuan dan laki-laki, seperti massa otot, struktur tubuh, hingga hormon. Ketiga hal tersebut dapat berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap performa atlet.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh CITRA SEPTIANI -
Izin menjawab ibu. Hubungan gender dan olahraga erat kaitannya dengan isu keadilan dan kesetaraan yang dipengaruhi oleh norma budaya dan ideologi. Selain itu, stereotip gender turut membentuk pandangan masyarakat mengenai jenis olahraga yang dianggap sesuai untuk laki-laki atau perempuan, sehingga memengaruhi partisipasi dan pilihan olahraga.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh FARRAH LULA KLARISSA HENDROYONO -
Izin menjawab bu, menurut Farrah, dalam kegiatan olahraga sendiri tentu faktor gender mempengaruhi jenis olahraga yang dilakukan karena adanya perbedaan dalam norma sosial dan persepsi masyarakat. Wanita sering kali terlibat dalam olahraga yang dianggap "feminin", seperti senam dan tari, sementara pria lebih cenderung memilih olahraga kompetitif atau ekstrem, seperti sepak bola dan bela diri. Selain itu, motivasi berolahraga juga berbeda; wanita lebih termotivasi oleh aspek sosial, sedangkan pria lebih berfokus pada kompetisi atau persaingan bu. Budaya seperti ini terus berkembang, mempengaruhi pilihan olahraga berdasarkan gender dari sejak dulu.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh CHINTYA FATMA HIDAYAH -
Baik ibu, saya Chintya izin berpendapat, olahraga sering kali dikaitkan dengan sifat maskulin bu, sementara aktivitas yang lebih lembut atau estetis dianggap lebih feminin. Hal tersebut mengakibatkan perempuan lebih cenderung memilih olahraga yang dianggap sesuai dengan norma feminin, seperti senam atau tari, sedangkan pria lebih memilih olahraga kontak atau kompetitif seperti sepak bola dan tinju. Selain itu, persepsi diri atau body image juga berpengaruh, dimana atlet perempuan sering kali merasa tertekan untuk memenuhi standar kecantikan dan feminitas yang ditetapkan oleh masyarakat. Ini dapat memengaruhi pilihan olahraga mereka, di mana mereka mungkin menghindari olahraga yang dianggap terlalu agresif atau maskulin. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang berpartisipasi dalam olahraga maskulin sering kali dipersepsikan sebagai lebih maskulin, sementara mereka yang terlibat dalam olahraga feminin dipandang lebih feminin.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh WYANDA AURELLIA RAMADINA -
Izin menjawab ibu, menurut pendapat saya gender bisa berpengaruh pada jenis olahraga yang dilakukan karena dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan biologis. Norma dan stereotip gender sering membentuk persepsi masyarakat tentang olahraga yang "cocok" untuk laki-laki atau perempuan, seperti sepak bola yang dianggap maskulin dan senam yang dianggap feminin. Selain itu, perbedaan fisiologis, seperti kekuatan fisik, massa otot, dan hormon mampu memengaruhi kecenderungan individu dalam memilih olahraga tertentu. Faktor-faktor tersebut dapat mendorong adanya pembagian gender dalam partisipasi olahraga.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh LUTHFIAH NURUL FATIMAH -
Izin menjawab ibu, menurut saya gender dapat memengaruhi pilihan olahraga seseorang, karena ada perbedaan fisik dan pengaruh sosial budaya bu. Di lihat secara fisik, laki-laki dan perempuan memiliki kekuatan dan komposisi tubuh yang berbeda, hal tersebut tentu akan memengaruhi jenis olahraga yang dipilih. Selain itu, norma sosial sering kali mengarahkan pria untuk memilih olahraga yang lebih mengutamakan kekuatan, seperti sepak bola atau basket, sementara wanita cenderung memilih olahraga yang dianggap lebih lembut, seperti senam atau yoga. Hal ini menunjukkan bahwa pilihan olahraga seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan fisik, tetapi juga oleh harapan masyarakat terhadap peran gender.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh ANISA NUR WULAN -
izin menjawab bu, perbedaan gender berpengaruh terhadap jenis olahraga yang dilakukan, hal ini karena adanya perbedaan motivasi dan kondisi fisik antara laki-laki dan perempuan, contohnya seperti laki-laki lebih menyukai jenis olahraga tantangan dan kompetensi yang memiliki tingkat intensitas lebih tinggi, sedangkan wanita biasanya cenderung menyukai jenis olahraga yang menurut mereka dapat mengubah bentuk tubuh seperti yoga, senam, dan jenis olahraga lainnya. Selain itu, perbedaan komposisi tubuh pada pria dan wanita seperti pada pria lebih ingin membentuk otot pada bagian tubuh mereka dibandingkan wanita yang ingin berolahraga untuk mendapatkan bentuk tubuh bagus dan ideal.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh DIVANIA PUTRI SALSABILA GOSAL -
izin menjawab ibu, hal tersebut dikarenakan gender dapat mempengaruhi jenis olahraga yang dilakukan salah satunya karena faktor biologis, sosial, dan budaya. Secara biologis, perbedaan fisiologis seperti massa otot dan fleksibilitas memengaruhi preferensi olahraga, seperti laki-laki cenderung memilih olahraga kekuatan sementara perempuan lebih sering pada olahraga kelenturan. Secara sosial, stereotip gender dan norma budaya membatasi pilihan olahraga, seperti sepak bola lebih identik dengan laki-laki dan senam dengan perempuan. Hal ini membentuk preferensi dan partisipasi olahraga berdasarkan gender.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh GEBY GANDINI -
Baik Ibu, izin menjawab. Menurut saya gender dapat memengaruhi jenis olahraga yang dilakukan karena norma sosial dan budaya yang ada di masyarakat. Banyak orang masih percaya bahwa beberapa olahraga lebih cocok untuk pria atau wanita, yang menciptakan batasan dalam partisipasi. Misalnya, wanita sering kali kurang didorong untuk terlibat dalam olahraga yang bersifat kontak fisik atau berisiko tinggi. Hal ini dapat menghambat kesempatan mereka untuk mengeksplorasi minat dan bakat di bidang olahraga.
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh SHERLY RIZKI ANDRIANI -
Izin menjawab ibu, gender dapat memengaruhi jenis olahraga yang dilakukan karena adanya perbedaan kondisi dan kekuatan fisik antara laki-laki dan perempuan, seperti kekuatan otot dan stamina, serta faktor sosial seperti adanya stereotipe di lingkungan sosial di mana olahraga tertentu dianggap sebagai jenis olahraga yang "maskulin," seperti angkat besi atau tinju sehingga banyak dilakukan oleh laki-laki, sedangkan olahraga seperti yoga atau senam lebih sering dikaitkan dengan perempuan
Sebagai balasan HURRY MEGA INSANI

Re: Ayo berpendapat!

oleh WILLY AULIYA YASHILVA -
Gender berpengaruh pada jenis olahraga yang dilakukan karena adanya stereotip sosial yang membatasi peran dan kemampuan fisik yang dianggap sesuai dengan jenis kelamin, serta perbedaan akses dan dukungan terhadap olahraga tertentu.