Global searching is not enabled.
Skip to main content

Topic outline

  • KESEHATAN OLAHRAGA

      Dosen Pengampu : Hurry Mega Insani, S. Pd., M. Si
    Email: hurimega@upi.edu
      Dosen Pengampu : Dr. Syifa F. Syihab, S. TP., M. Si
    Email: syifasyihab@upi.edu
      Dosen Pengampu : Ayu Mutiara Santanu, S. Farm., Apt., M. KM
    Email: yurasantanuupi.edu

    Mata Kuliah   :   KESEHATAN OLAHRAGA
    Kode   :   GZ324
    Program Studi   :   S1 Gizi
    Perguruan Tinggi   :   Universitas Pendidikan Indonesia

    Sport Medicine atau Kesehatan Olahraga membahas semua aspek medis dan olahraga mulai dari aspek-aspek anatomis, fisiologis, psikologis olahraga kesehatan, olahraga pada anak dan lansia, doping, cedera pada atlet serta pencegahan cedera sesuai dengan jenis luka yang ditemui, perawatan pasca cedera, pemulihan kondisi fisk setelah sembuh dari cedera derajat satu atau lebih & P3K pada cedera olahraga serta kesehatan mental, narkotika dan kesehatan olahraga di lingkungan sekolah. Mata kuliah ini terdiri dari 2 SKS teori dengan durasi perkuliahan selama 100 menit. Pelaksanaan kuliah menggunakan pendekatan Ekpositori dalam bentuk ceramah dan tanya jawab yang dilengkapi dengan media pembelajaran yang tersedia di Lembaga serta menggunakan pembelajaran case method dan project based learning untuk membandingkan dan menganalisis kasus yang ada di lapangan dan teori yang ada. Kemudian juga pendekatan inkuiri dalam bentuk penjelasan tugas dan penyajian makalah dan diskusi. Evaluasi terhadap tahap penguasaan mahasiswa selain melalui UTS dan UAS, evaluasi juga dilakukan terhadap tugas, kuis dan diskusi.

    Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

    1. Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis konsep dasar Kesehatan olahraga yang ditekankan pada bidang gizi dengan baik (P1, KK1).
    2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi peranan Kesehatan olahraga pada kehidupan masyarakat yang ditekankan pada bidang gizi dengan baik (S3, KU2, KK1).
    3. Mahasiswa mampu merancang program Kesehatan olahraga pada masyarakat yang ditekankan pada bidang gizi dengan baik (S3, P1, KU2, KK1).
    4. Mahasiswa mampu menelaah fungsi Program Kesehatan olahraga yang ditekankan pada bidang gizi dengan baik (S3, P1, KU2, KK1).

      Unduh RPS
  • 1. Peraturan Perkuliahan dan Konsep Dasar

    Selamat siang rekan-rekan mahasiswa sekalian
    Pada pertemuan pertama ini, kita akan mempelajari terkait Konsep Dasar Ilmu Kesehatan Olahraga yang terdiri dari definisi, jenis, manfaat dan tujuan olahraga dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi para atlet dari berbagai cabang olahraga. Konsep ini dapat diterapkan sehari-hari oleh kalian agar dapat konsisten dalam melakukan olahraga minimal 3 kali dalam 1 minggu. Selain itu, kita juga akan mempelajari ruang lingkup kesehatan yang berhubungan dengan olahraga. Mari bersama-sama kita kenali seberapa penting melakukan olahraga serta peranannya dalam dunia kesehatan. Mengapa perlu olahraga dan apa manfaatnya bagi tubuh? Ayo kita cermati bersama!

    Hurry Mega Insani, S. Pd., M. Si

    Sebelum itu, rekan-rekan sekalian dapat mencari referensi untuk pertemuan pertama terkait...
    1. Definisi olahraga; ruang lingkup kesehatan.
    2. Diskusi terkait materi Definisi olahraga; ruang lingkup kesehatan
    • Perkuliahan ini akan dilaksanakan secara Hybrid dengan 16 pertemuan. Rekan-rekan sekalian akan diberikan link zoom untuk beberapa pertemuan di awal sehingga harap memperhatikan peraturan perkuliahan secara daring. Terdapat perkuliahan di kelas secara luring, silahkan cermati peraturan berikut!
      Peraturan perkuliahan daring:
      1. Mahasiswa hadir tepat waktu pada zoom meeting.
      2. Diharapkan untuk open camera dan mengkondisikan lingkungan belajarnya
      3. Link zoom tersedia di SPADA
      Peraturan perkuliahan luring:
      1.Terlambat >20 menit tidak masuk absen
      2.Menggunakan pakaian yang rapi
      3.Jika mau ke toilet atau masuk kelas karena terlambat tidak perlu izin
      4.Mengangkat tangan saat bertanya dan berpendapat

    • Lebih lengkapnya, peraturan perkuliahan dilampirkan dalam power point berikut ini. Silahkan di unduh dan dipelajari kembali! Harap taati peraturan untuk membentuk perilaku dan sikap yang baik.

    • Siapa yang mau dapat nilai A? Berikut kami lampirkan proporsi nilai pada perkuliahan ini. Proporsi nilai dikategorikan kedalam Tugas/Studi Kasus, UTS, UAS dan kehadiran. Bagi mahasiswa yang aktif dalam forum diskusi secara daring dan aktif dalam kelas akan diberikan nilai plus! Semangat!

    • Materi perkuliahan dilampirkan dalam power point berikut ini. Silahkan di unduh dan dipelajari kembali!

    • Mari kita pahami konsep dasar dari kesehatan olahraga!

      Kesehatan Olahraga adalah sekumpulan Ilmu-ilmu yang membahas segala permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan Olahraga. Olahraga itu sendiri di samping sebagai tujuan yaitu mencapai prestasi yang setinggi-tingginya dalam Olahraga Prestasi, hakekatnya adalah juga alat untuk meningkatkan derajat kesehatan, yang berarti meningkatkan mutu sumber daya manusia. Dengan demikian maka konsep dasar Kesehatan Olahraga adalah pembinaan mutu sumber daya manusia menuju sehat seutuhnya sesuai rumusan sehat Organissasi Kesehatan Dunia (World Health Organisation = WHO), melalui Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, pelaksanaan Olahraga Kesehatan maupun Olahraga Prestasi, dan pelayanan Kesehatan Olahraga.

    • Selain materi, ayo kenali alat-alat yang ada di Laboratorium Sport Science! Alat-alat ini akan membantu kalian untuk mengenali jenis-jenis latihan yang diberikan kepada atlet. Jenis-jenis latihan akan dipelajari di materi selanjutnya. Selain pengenalan alat, rekan mahasiswa juga dapat melihat Video pembelajaran dan RPS perkuliahan pada link ini. Ayo buka sekarang! Klik disini

  • 2. Sejarah dan Perkembangan Kesehatan Olahraga

    Selamat siang rekan-rekan mahasiswa sekalian
    Pada pertemuan ini, rekan-rekan sekalian akan meninjau masa lampau dunia olahraga dan perkembangannya dari zaman-zaman. Dimulai dari cabang olahraga yang digemari banyak orang yakni sepakbola hingga cabang olahraga lainnya. Selain itu pada pertemuan ini juga akan dipelajari permasalahan dalam dunia olahraga dan kaitannya dengan dunia kesehatan. Terdapat beberapa etika yang perlu dipahami pada dunia olahraga terutama bagi atlet agar pertandingan dinilai sebagai sesuatu yang adil. Mari kita cermati bersama!

    Hurry Mega Insani, S. Pd., M. Si

    Pada pertemuan kali ini, silahkan pelajari referensi terkait:
    1. Evolusi dunia kesehatan dan olahraga.
    2. permasalahan; aspek sains; legalitas; etika di bidang kesehatan dan olahraga.
    3. kaitan ilmu kesehatan dan olahraga dgn disiplin ilmu lainnya.
    • Mari cermati gambar dibawah ini terkait perkembangan olahraga dari zaman ke zaman!

    • Olahraga sendiri dibagi kedalam beberapa jenis, diantaranya adalah:
      1.Olahraga Prestasi
      2.Olahraga Rekreasi
      3.Olahraga Kesehatan
      4.Olahraga Pendidikan

      Dalam kaitannya olahraga; OR rehabilitatif dan  kuratif yang dilakukan terutama di pusat-pusat  rehabilitasi/rumah sakit sudah merupakan disiplin ilmu tersendiri yaitu : Physiotherapi.

    • Tahukah kalian? Terdapat beberapa keterampilan pada atlet yang akan dilihat sesuai dengan cabang olahraganya. Selain itu, atlet juga melakukan tes fisik setiap 3 bulan sekali untuk melihat perkembangan kemampuannya dalam bidang olahraga tersebut. Keterampilan yang akan diuji diantaranya adalah sebagai berikut:

    • Olahraga akan bermanfaat untuk kesehatan bagi orang yang  tahu kapan dan bagaimana melakukannya. Perkataan “Olahraga” semestinya mengandung arti  adanya sesuatu yang berhubungan dengan peristiwa  mengolah “raga” atau jasmani. Namun sampai saat ini batasan “olahraga” masih belum  tegas, akibatnya kegiatan yang tidak layak untuk  mendapat sebutan olahraga dimasukkan juga kelompok  olahraga (catur, bridge, mancing, dll.). Berikut adalah materi lengkap pada pertemuan kali ini. Mari cermati!

    • Pekuliahan hari ini akan dilaksanakan secara daring, setelah membaca materi yang disampaikan, mari bergabung kedalam link zoom untuk menambah materi dan berdiskusi bersama! Klik disini

  • 3. Aktivitas Fisik dan Olahraga

    Selamat siang rekan-rekan sekalian
    Pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari terkait perbedaan Olahraga dan aktivitas dari berbagai aspek. Penjelasan tersebut akan dijelaskan pada video pembelajaran dibawah, silahkan buka dan pelajari video tersebut.
    Rekan mahasiswa juga perlu mengetahui beberapa aspek seperti aspek kardiovaskular, respirasi, metabolisme dan neuromuskular pada saat seseorang melakukan olahraga. Hal tersebut juga dapat menentukan pola latihan atlet yang tepat. Selain itu, rekan mahasiswa juga perlu mengenali biomekanika untuk meminimalisir cedera pada atlet. Ayo kita cermati bersama!

    Hurry Mega Insani, S. Pd., M. Si

    Mari mencari referensi terkait:
    1. Aspek kardiovaskular dan respirasi dalam olahraga.
    2. Metabolisme tubuh saat berolahraga.
    3. Aspek neuromuskular.
    4. Fisiologi jaringan tulang dan penghubung.
    5. Biomekanika dalam gerak dasar tubuh.
    • Kenali kata-kata di bawah ini!

      • Bergerak/aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang  meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi (pengeluaran  kalori).
      • Olahraga adalah suatu bentuk aktifitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh secara berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani.
      • Sehat adalah keadaan badan sejahtera dari badan , jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
      • Bugar adalah keadaan tubuh melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan.
      • Lakukan aktivitas fisik -+60 menit
      • Lakukan secara bertahap hingga mencapai 60  menit
      • Aktivitas fisik dianjurkan minimal 60 menit
      • Aktivitas  fisik dapat dilakukan dimana saja,  perhatikan: lingkungan aman dan nyaman, bebas  polusi, tidak menimbulkan cidera, EX: dirumah,  ditempat kerja, tempat umum (sarana olahraga)
      • Aktivitas fisik dimulai sejak muda sampai usia lanjut dan dapat dilakukan setiap hari.
      • Olahraga dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut
      • Dapat dilakukan dimana saja, perhatikan  lingkungan yang aman dan nyaman, bebas dari polusi, tidak menimbulkan cidera. EX: rumah,  lapangan
      • Beri variasi, berganti-ganti jenisnya, supaya tidak monoton
      • Bertahap, mulai dr pemanasan 5-10 menit, inti  minimal 20 menit, diakhiri pendinginan 5-10  menit
      • Frekuensi latihan 3-5 kali per minggu
    • Manfaat Olahraga:

      Menurut pakar Olahraga  adalah sebuah aktivitas  manusia yang bertujuan  untuk mencapai  kesejahteraan (sejahtera  jasmani maupun rohani)  manusia itu sendiri.

      • Meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan  pembuluh darah.
      • Meningkatkan kekuatan otot dan kepadatan tulang.
      • Meningkatkan kelenturan (fleksibilitas)
      • Meningkatkan metabolisme tubuh
      • Meningkatkan kemampuan kognitif
      • Mengurangi resiko terjadinya berbagai macam penyakit
      • Meningkatkan  sistem  hormonal  melalui  peningkatan sesitifitas hormon terhadap jaringan tubuh
      • Meningkatkan  aktivitas  sistem  kekebalan tubuh  terhadap penyakit

      Manfaat aktivitas fisik secara biologis:

      • Menjaga tekanan darah  tetap stabil dalam batas  normal.
      • Meningkatkan daya tahan  tubuh terhadap penyakit.
      • Menjaga berat badan ideal.
      • Menguatkan tulang dan  otot.
      • Meningkatkan kelenturan  tubuh.
      • Meningkatkan kebugaran  tubuh

      Manfaat aktivitas fisik secara mental:

      • Mengurangi stress.
      • Meningkatkan rasa percaya  diri.
      • Membangun rasa  sportifitas.
      • Memupuk tanggung jawab.
      • Membangun  kesetiakawanan sosial.
      • Ilmu pengetahuan yang mempelajari hukum-hukum mekanika terhadap mahluk hidup yang merupakan ilmu kombinasi antara ilmu mekanika terapan, ilmu biologi dan fisiologi
      • Mekanika: ilmu fisika yang berhubungan dengan gaya dan gerak
      • Penelitian biomekanika meliputi mengukur kekuatan dan ketahanan fisik manusia dalam melakukan pekerjaan atau sikap tertentu
      • Tujuan: mendapatkan cara kerja yang lebih baik, dimana kekuatan/ketahanan fisik maksimum dan kemungkinan cedera minimum.
    • Mari pahami apa perbedaan aktivitas fisik dan olahraga!

      Olahraga merupakan salah satu bagian aktivitas fisik dengan tujuan tertentu seperti kebugaran atau kesehatan. Olahraga dilakukan minimal 120 menit dalam satu minggu sedangkan aktivitas fisik dilakukan minimal 60 menit dalam satu hari. Maretri lengkapnya, ada di bawah ini. Ayo pelajari!

    • Apasih perbedaan olahraga dan aktivitas fisik? Ayo cermati video berikut ini 

    • Pekuliahan hari ini akan dilaksanakan secara daring, setelah membaca materi yang disampaikan, mari bergabung kedalam link zoom untuk menambah materi dan berdiskusi bersama! Klik disini

  • 4. Olahraga pada Anak

    Selamat siang rekan-rekan mahasiswa sekalian
    Pada pertemuan kali ini kita akan belajar mengenal peran olahraga pada anak. Pengenalan ini akan dimulai dari tumbuh kembang anak dalam lingkup biologis yang tentunya dihubungkan dengan aktivitas pada anak. Perlu diketahui bahwa aktivitas pada anak dan orang dewasa sangat berbeda, begitupun dengan jenis olahraga yang dapat dilakukan oleh anak. Anak tidak boleh dipaksakan untuk melakukan latihan yang berat karena akan mempengaruhi masa tumbuh kembangnya. Selain itu, terdapat beberapa aktivitas yang dapat dilakukan oleh anak dengan penyakit kronis. Aktivitas tersebut tentunya akan berbeda dengan aktivitas yang dilakukan oleh anak dengan kondisi tubuh yang normal. 

    Hurry Mega Insani, S. Pd., M. Si


    Ayo cari referensi berikut ini:
    1. Tumbuh kembang anak.
    2. Aktivitas fisik anak.
    3. Aktivitas fisik pada anak dengan penyakit kronis.
    4. Manfaat olahraga pada anak
      • Jenis olahraga tidak sama dengan orang dewasa, karena masih dalam tumbuh kembang terutama sisi fisiologisnya
      • Olahraga berfungsi menunjang psikomotor, afektif dan kognisi nya
      • Olahraga prestasi: dimulai Latihan minimal usia 8-10 tahun
    • Pekerjaan berat sulit dilakukan oleh anak karena:

      • Sistem jantung dan peredaran darah: denyut nadi/jantung maksimal lebih tinggi dari orang dewasa sehingga mudah Lelah
      • Isi sekuncup jantung: Jumlah darah yang dikeluarkan dari jantung dalam satu kali berdenyut lebih sedikit dari orang dewasa. Akibatnya jamlah zat-zat makan dan oksigen yang dapat dikirim keseluruh tubuh, terutama kepada bagian yang aktif bekerja sedikit. Dampaknya adalah cepat mengalami kelelahan.
      • Sistem pernapasan: Frekuensi pernapasan lebih tinggi dari orang dewasa Keadaan tersebut merupakan salah satu titik lemah anak usia sekolah dasar.

      Setidaknya ada dua kerugian yang dialami, yaitu;

      • Irama nafas yang cepat mengakibatkan jumlah oksigen yang dapat diambil menjadi lebih sedikit dibanding irama napas yang lambat dan dalam.
      • Sebagian dari oksigen yang diisap diambil untuk memenuhi kebutuhan keja otot- otot pernapasan.
    • Latihan dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh jika Latihan hanya diberikan dalam satu sisi saja.

      Penggunaan latihan kekuatan atau latihan dengan kontraksi isometrik yang pre-dominant dapat berpengaruh negatif terhadap perkembangan otot kerangka, jaringan ikat, dan juga dapat mengakibatkan prematur pada epifisis tulang.

    • Lebih lengkapnya, silahkan download dan pelajari materi ini!

    • Mari saksikan video ini untuk mengenal lebih jauh terkait Long Term Athlete Develpoment 

    • Orang tua atlet tentunya memegang peranan yang penting dalam keberhasilan seorang atlet muda. Dengan beban latihan yang begitu besar di usia belia, orang tua memiliki keinginan untuk menjaga kondisi kesehatan anaknya, sehingga memberikan suplemen whey protein bagi anaknya masih berusia di bawah 14 tahun. 
      Bagaimana pendapatmu, apakah pemberian suplemen whey protein bagi anak di bawah 14 tahun dapat diperkenankan?

    • Pekuliahan hari ini akan dilaksanakan secara daring, setelah membaca materi yang disampaikan, mari bergabung kedalam link zoom untuk menambah materi dan berdiskusi bersama! Klik disini

  • 5. Olahraga pada Lansia

    Selamat siang rekan-rekan mahasiswa sekalian
    Pada pertemuan kali ini, mahasiswa akan mempelajari peranan olahraga pada Lansia. Berbada dengan jenis olahraga lain, lansia memiliki klasifikasi olahraganya sendiri karena perbedaan fisik serta metabolisme pada tubuh yang sudah tidak maksimal. Olahraga pada lansia juga biasanya disesuaikan dengan penyakit yang diderita oleh lansia tersebut. Terkadang, pada prosesnya, olahraga yang dilakukan ditunjang dengan alat-alat yang mudah ditemui di rumah seperti kursi dan lain sebagainya. Olahraga juga biasanya tidak membebani lutut atau bagian tubuh yang rentan pada lansia. Selain jenis olahraga, kita juga akan mempelajari terkait aging pada lansia dan efeknya terhadap tubuh. Mari kita cermati!

    Hurry Mega Insani, S. Pd., M. Si
    Mari pelajari terkait:
    1. Aging pada lansia.
    2. Efek Aging pada lansia.
    3. Olahraga dan aktivitas fisik pada lansia.
    • Tahukah kamu? Terdapat sekitar 11,01% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 273,88 juta jiwa yang berusia >60 tahun. Mari kita lihat rinciannya:

      • 60-64 tahun:11,3 juta jiwa (37,48%)
      • 65-69 tahun: 7,77 juta (25,77%)
      • 70-74 tahun: 5,1 juta jiwa (16,94%)
      • >75 tahun: 5,98 juta (19,81%)

    • Bagaimana perubahan fisik pada lansia akibat aging??

      • Komposisi tubuh, otot, tulang dan sendi, sistem kardiovaskular, respirasi, dan kognisi.
      • Distribusi lemak berubah dengan bertambahnya usia. Laki-laki dengan bertambahnya usia akan mengakumulasi lemak terutama di sekitar batang tubuh (truncus) dan di sekitar organ-organ dalam, sedangkan wanita terutama di sekitar organ-organ dalam.
      • Penurunan massa otot, perubahan distribusi darah ke otot, penurunan PH dalam sel otot, otot menjadi lebih kaku, dan ada penurunan kekuatan otot.
      • Perubahan pada sistem kardiovaskular ditandai dengan adanya perubahan anatomi di jantung dan pembuluh darah, menurunnya denyut nadi maksimal, meningkatnya tekanan darah, hipotensi postural, perubahan dalam pemulihan denyut nadi sesudah aktivitas fisik, menurunnya jumlah darah yang dipompa dalam tiap denyutan, dan perubahan dalam darah (sel darah merah, hemoglobin).
      • Meningkatnya infeksi saluran nafas atas, berkurangnya luas permukaan paru (75m2 pada usia 20 tahun menjadi 50-60 m2 pada usia 80 tahun, berkurangnya elastisitas paru
      • Fungsi kognitif menurun dan mengalami kendala pengaturan keseimbangan
    • Proses penuaan (aging process) merupakan suatu proses yang alami ditandai dengan adanya penurunan atau perubahan kondisi fisik, psikologis maupun sosial dalam berinteraksi dengan orang lain (Handayani, dkk, 2013).

      • Primary aging is  normal,  diseasefree development during adulthood.
      • Secondary aging is developmental changes that are related to disease, lifestyle, and other environmentally induced changes that are not inevitable (e.g., pollution).
      • Tertiary aging is the rapid losses that occur shortly before death.
      1. Memperpanjang usia, menyehatkan jantung, membuat Lansia lebih mandiri, mencegah obesitas, mengurangi kecemasan dan depresi, dan memperoleh kepercayaan diri yang lebih tinggi
      2. Memperbaiki komposisi tubuh, seperti lemak tubuh, kesehatan tulang, massa otot, dan meningkatkan daya tahan, massa otot dan kekuatan otot, serta fleksibilitas sehingga lansia lebih sehat dan bugar dan risiko jatuh berkurang
      3. Menurunkan risiko penyakit diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung
      4. Meningkatkan nafsu makan, membuat kualitas tidur lebih baik, dan mengurangi kebutuhan terhadap obat-obatan
      5. Meningkatkan mood, mengurangi risiko pikun, dan mencegah depresi. Secara sosial, olahraga dapat mengurangi ketergantungan pada orang lain, mendapat banyak teman, dan meningkatkan produktivitas
    • Para ahli mengemukakan bahwa sebelum berolahraga, lansia perlu melalui pemeriksaan untuk melihat olahraga yang cocok dan akibat yang ditimbulkan dari jenis olahraga yang dilakukan. Maka, silahkan cermati olahraga apa yang baik bagi lansia.

    • Mari kenali hidrasi dan saksikan video berikut ini

    • Pekuliahan hari ini akan dilaksanakan secara daring, setelah membaca materi yang disampaikan, mari bergabung kedalam link zoom untuk menambah materi dan berdiskusi bersama! Klik disini

  • 6. Cedera Olahraga

    Selamat siang rekan-rekan mahasiswa sekalian
    Pada pertemuan ini kita akan diajak untuk mengenali cedera olahraga pada individu normal dan juga atlet. Perlu diketahui, cedera bisa terjadi kapan saja dan dimana saja jika seseorang tidak berhati-hati atau berlebihan dalam berolahraga. Hal tersebut menyebabkan beberapa ahli membuat rincian olahraga atau latihan pada atlet yang akan meminimalisir kasus cedera. Cedera bisa saja mencakup cedera yang ringan, sedang hingga parah. Cedera parah dalam beberapa kasus dapat menghambat performa atlet saat latihan atau bertanding. Oleh karena itu, ayo cermati jenis-jenisnya dan gejalanya!

    Hurry Mega Insani, S. Pd., M. Si

    Ayo pelajari dan cari referensi terkait:
    1. Faktor penyebab cedera olahraga.
    2. Metode diagnosis cedera.
    3. Jenis cedera umum
    4. Efek cedera; perawatan dan penanggulangan cedera
    • Cedera olahraga adalah cedera yang terjadi pada  saat seseorang melakukan Fitness, Latihan atau Pertandingan olahraga
      Cedera dapat terjadi di seluruh bagian tubuh, yang  tersering adalah otot dan rangka (sistem  muskuloskeletal)
      Cedera olahraga dapat memberikan keluhan:
      • Subjektif, keluhan yang dirasakan oleh  seseorang setelah latihan
      • Keluhan objektif, keluhan subjektif yang  kemudian terbukti terdapat suatu cedera  setelah dilakukan pemeriksaan oleh  dokter.
      • Gejala utama terjadinya cedera  adalah rasa nyeri
      • Timbul < 24 jam setelah latihan.
      • Diakibatkan oleh adanya luka pada  otot dan kerusakan jaringan ikat
    • Cedera  ringan  atau  tingkat  pertama:

      • Cedera  yang  sangat  ringan,  dengan  robekan  yang  hanya dapat dilihat dengan mikroskop
      • Keluhan  minimal
      • Tidak/sedikit  mengganggu  penampilan
      • Misal: lecet, memar, sprain ringan

      Cedera sedang atau tingkat kedua:

      • Kerusakan jaringan nyata
      • Terdapat nyeri , bengkak, merah atau panas.
      • Terdapat gangguan fungsi yang nyata dan berpengaruh pada penampilan
      • Misalnya: lebam, robek tendon atau strain, robek ligamen atau  sprain

      Cedera berat:

      • Terjadi robekan lengkap atau hampir lengkap dari otot
      • Fraktur tulang
      • Perlu pengobatan intensif, istirahat total atau operasi
    • Atlet seringkali mengalami cedera akibat latihan atau bertanding, berikut beberapa cedera yang biasanya terjadi pada atlet:

      Berdasarkan waktu terjadinya cedera:
      • Cedera akut
      • Cedera kronis
      Berdasarkan letak
      • Cedera kepala
      • Cedera leher
      • Cedera tulang belakang
      • Cedera pada dada dan perut
      • Cedera anggota badan atas
      • Cedera anggota badan bawah

      Lebih jelasnya, mari cermati materi dibawah ini!

    • Terdapat dua jenis cedera yang sering kali dialami oleh atlet yaitu Strain dan Sprain. Mari kenali perbedaan cedera tersebut agar bisa membantu menanggulanginya, saksikan video berikut ini 

    • Ayo cermati pertolongan pertama pada cedera melalui video berikut ini

       

    • Pekuliahan hari ini akan dilaksanakan secara daring, setelah membaca materi yang disampaikan, mari bergabung kedalam link zoom untuk menambah materi dan berdiskusi bersama! Klik disini

  • 7. Pemulihan Pasca Latihan

    Highlighted

    Selamat siang rekan-rekan mahasiswa semua. Kita berjumpa lagi di pertemuan ke-7 pada mata kuliah Kesehatan Olahraga. 

    Pada pertemuan ini, perkuliahan dilaksanakan secara asinkron, yaitu tatap muka melalui Zoom Meeting dan pembelajaran mandiri melalui SPADA. Capaian pada pertemuan ini adalah mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan seputar Recovery dan Rehabilitasi pada latihan. Setelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu :

    • Memahami penyebab, mekanisme, dan gejala cedera saat latihan.
    • Mengidentifikasi proses recovery dan rehabilitasi yang dapat dilakukan pasca cedera.

    Terdapat beberapa materi pembelajaran yang disampaikan yaitu 1) Penyebab cedera dan mekanisme pemulihannya,  2) Overtraining pada latihan, 3) Prinsip recovery dan rehabilitasi, dan 4) Latihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cedera akibat overtraining. 

    Anda bisa membaca berbagai materi dalam bentuk power point perkuliahan serta menyimak penjelasan melalui video pembelajaran yang kami sediakan di pertemuan ke-7 ini. 

    Jalan-jalan ke pasar baru
    Jangan lupa membeli jambu
    Walaupun banyak LMS baru
    Namun tetap SPADA di hatiku

    Salam sehat,

    Dr. Syifa F. Syihab, S.TP., M.Si.

      • Usia mempengaruhi recovery. Atlet yang berusia lebih dari 25 tahun membutuhkan  waktu istirahat lebih panjang dibandingkan atlet yang lebih muda. Atlet yang berusia  dibawah 18 tahun membutuhkan periode istirahat lebih panjang diantara latihan  untuk memfasilitasi terjadinya overcompensasi (Nudel 1989, Rowland 1990, Schoner-  Kolb 1990). Atlet yang lebih berpengalaman akan pulih lebih cepat karena adaptasi  fisiologis yang lebih cepat dan gerak yang lebih efisien (Noakes 1991).
      • Gender akan mempengaruhi derajat recovery. Atlet wanita cenderung mempunyai  tingkat regenerasi yang lebih lambat karena perbedaan endocrinological, terutama  untuk wanita yang mempunyai hormon testoteron lebih rendah (Noakes 1991, Nudel  1989, Rowland 1990, Vander at al. 1990, Zauner, Maksud, dan Melichna 1989).
      • Lingkungan. Termasuk pertandingan di tempat yang lebih tinggi (lebih dari 3000  meter), dimana tekanan oksigen lebih rendah (Berglund 1992), atau latihan ditempat  yang sangat dingin.
      • Tipe serabut otot yang digunakan dalam latihan dapat mempengaruhi recovery.  Serabut otot cepat cenderung lebih cepat lelah dibanding serabut otot lambat karena  keterkaitan properti contractile (Fox 1984; Noakes 1991).
      • Type exercise dan tentunya tipe sistem energy yang dipakai mempengaruhi derajat  recovery. Atlet yang berlatih daya tahan membutuhkan istirahat lebih pendek  dibanding seseorang yang berlatih jarak pendek (Fox 1984; Noakes 1991).
      • Ketika atlet berlomba atau bertanding dinegara yang berbeda, dimana perbedaan  waktunya 3 sampai 10 jam atau lebih akan mempengaruhi irama sircadian tubuh.  Gejala tersebut diantaranya, rasa tidak enak badan, selera menurun, kelelahan selama  siang hari, desynchronisasi fungsi berkenaan dengan ginjal (Kelebihan kalium dan  sodium yang dikeluarkan menyebabkan kram otot, kelelahan yang berlebihan, sakit  kepala)
    • Restoring Intramuscular Glycogen (IMCHO)

      Hultman dan Berstrom (1967), yang dikutif oleh Fox (1984) memberikan beberapa  patokan berkaitan dengan pengisian kembali glycogen setelah mengikuti latihan:

      • Hanya dengan mengkonsumsi atau diet karbohidrat tinggi yang akan mengakomodasi  pengisian kembali glycogen secara penuh tergantung pada karakteristik aktivitasnya  (speed-atau power – dominant; anaerobik vs aerobik).
      • Jika seseorang tidak mengkonsumsi diet tinggi karbohidrat, maka proses pengisian  kembali glycogen hanya terjadi sebagian.
      • Pengisian kembali secara komplit carbohidrat membutuhkan waktu 24 jam, disamping
      • diet tinggi karbohidrat.
      • Pengisian kembali glycogen otot terjadi dalam 10 jam pertama. Untuk latihan  intermitten mempunyai protokol yang berbeda (Fox 1984).
      • Intramuscular glycogen diisi kembali dalam waktu 2 jam setelah selesai latihan dan  tanpa masukan carbohidrat. Pengisian kembali, bagaimanapun, tidak komplit. Beberapa  pengisian kembali terjadi dalam 30 menit.
      • Ketersediaan glycogen otot secara penuh terisi kembali dalam waktu 24 jam dengan  diet normal.
    • Mengeluarkan Asam Laktat membutuhkan dua fase: dari dalam otot dan dari  darah. Aktivitas yang dilakukan selama istirahat akan merupakan faktor  yang sangat mempengaruhi (1984). Secara kasar, membutuhkan waktu 2  jam untuk menghilangkan LA daro otot dan darah apabila atlet  melakukannya dengan istirahat dan recovery pasif. Ini mengacu kepada  berhenti secara tiba-tiba setelah melakukan aktivitas latihan anaerobik yang  intensif. Metode istirahat aktif atau recovery aktif seperti jalan, jogging  ringan akan menurunkan derajat LA pada otot dan darah lebih cepat  (sekitar 1 jam).

    • Atlet seringkali mengalami cedera yang diakibatkan oleh latihan atau pertandingan. Cedera yang didapatkan biasanya akan segera ditangani agar tidak terdapat trauma di masa yang akan datang. Pelatih atau psikolog atlet biasanya akan melakukan hal-hal tertentu untuk melakukan pemulihan pasca latihan atau cedera yang dialami oleh atlet. Pemulihan-pemulihan tersebut dilampirkan di dalam materi dibawah ini.

    • Ketika kesetimbangan homeostatis tubuh terganggu, organ manusia dengan sendirinya  mencoba untuk memulihkan kesetimbangan tersebut. Setelah mengatur rangsangan latihan  yang sesuai, Recovery lengkap organisme berlangsung selama 12-24 jam. Untuk Recovery dari  latihan yang merupakan dalam batas limit atlet, teknik regenerasi yang spesifik dan  perencanaan peningkatan pembebanan harus menjadi bahan pertimbangan.

      • Kelelahan akut adalah akibat overstrein otot adalah hasil dari sebuah pelatihan tunggal.  Kelelahan ini adalah singkat, 1-2 hari atau malah kurang, biasanya akibat kelelahan otot,  gangguan tidur, dan tingginya respon terhadap alergi.
      • Rangsangan yang terlalu berat dengan overstrain otot diakibatkan oleh shock mycrocycle  dan adalah sama dengan kelelahan akut. Bagaimanapun, gejalanya lebih dari 2 hari.
      • Gejalanya meliputi malas bekerja, gangguan tidur, kehilangan selera makan, penggunaan  energi yang irasional, dan gangguan emosional.
    • Untuk mempermudah perkuliahan, kami tampilkan video di bawah ini, silahkan dicermati! 

  • 8. Ujian Tengah Semester

    Selamat siang rekan-rekan mahasiswa semua.
    Tibalah kita di tengah pertemuan perkuliahan ini.
    Saatnya kita mengevaluasi pemahaman Anda di mata kuliah Kesehatan Olahraga melalui Ujian Tengah Semester. Kami harap Anda dapat menyelesaikan evaluasi ini dengan menjawab soal-soal yang kami berikan dengan baik dan benar. Anda dapat mempelajari lagi materi-materi yang telah kami sampaikan dari pertemuan 1 hingga 7. 
    Selamat menjalani evaluasi di Ujian Tengah Semester.


    Salam sehat,


    Dr. Syifa F. Syihab, S.TP., M.Si.
  • 9. Kesehatan Mental

    Selamat siang rekan-rekan mahasiswa semua. Kita berjumpa lagi di pertemuan ke-9 pada mata kuliah Kesehatan Olahraga. 

    Pada pertemuan ini, kita akan membahas salah satu topik yang sedang trending  di kalangan anak muda, terutama Gen Z, yaitu tentang Kesehatan Mental. Kegiatan perkuliahan dilaksanakan secara asinkron, yaitu pembelajaran mandiri melalui SPADA. Capaian pada pertemuan ini adalah mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan seputar Kesehatan Mental. Setelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi beberapa hal berikut:

    • Indikator kesehatan mental.
    • Faktor penyebab kesehatan mental.
    • Jenis gangguan kesehatan mental.
    • Cara menjaga kesehatan mental.

    Terdapat beberapa materi pembelajaran yang disampaikan yaitu 1) Teori dan Prinsip Kesehatan Mental,  2) Teori Psikodinamik, 3) Kesehatan mental dan kompetisi olahraga, dan 4) Gerakan Kesehatan Mental

    Anda bisa membaca berbagai materi dalam bentuk power point perkuliahan yang kami sediakan di pertemuan ke-9 ini. 

    Jalan-jalan ke pasar baru
    Jangan lupa membeli jambu
    Walaupun banyak LMS baru
    Namun tetap SPADA di hatiku

    Salam sehat,

    Dr. Syifa F. Syihab, S.TP., M.Si.



      1. Memahami pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam penanganan kesehatan mental
      2. Memiliki kemampuan dasar dalam usaha peningkatan dan pencegahan kesehatan mental masyarakat
      3. Memiliki sikap proaktif dan mampu memanfaatkan berbagai sumber daya dalam upaya penanganan kesehatan mental masyarakat
      4. Meningkatkan kesehatan mental dan mengurangi timbulnya gangguan mental.
      1. Kesehatan dan penyesuaian mental tidak terlepas dari kesehatan fisik dan integritas organisme.
      2. Dalam memelihara kesehatan mental, tidak terlepas dari sifat manusia sebagai pribadi yang bermoral, intelek, religius, emosional, dan sosial.
      3. Kesehatan dan penyesuaian mental memerlukan integrasi dan pengendalian diri, meliputi: pengendalian pemikiran, imajinasi, hasrat, emosi dan perilaku.
      4. Memperluas pengetahuan diri merupakan keharusan dalam pencapaian dan memelihara kesehatan mental.
      5. Kesehatan mental memerlukan konsep diri yang sehat, meliputi: penerimaan dan usaha yang realistik terhadap status dan harga diri.
      6. Pemahaman dan penerimaan diri harus ditingkatkan dalam usaha meningkatkan diri dan realisasi diri untuk mencapai kesehatan mental
      7. Stabilitas mental memerlukan pengembangan yang terus menerus dalam diri individu, terkait dengan: kebijaksanaan, keteguhan hati, hukum, ketabahan, moral, dan kerendahan hati
      8. Pencapaian dalam pemeliharaan kesehatan mental terkait dengan penanaman kebiasaan baik.
      9. Stabilitas mental menuntut kemampuan adaptasi, kapasitas mengubah situasi dan kepribadian.
      10. Stabilitas mental memerlukan kematangan pemikiran, keputusan, emosionalitas, dan perilaku.
      11. Kesehatan mental memerlukan belajar mengatasi
    • Teori Psikodinamik mejelaskan individu yang memiliki kepribadian sehat sebagai individu yang:

      1. Mampu untuk mencintai & bekerja (lieben und arbeiten) (Freud): individu mampu peduli pada orang lain secara mendalam, terikat dalam suatu hubungan yang intim dan mengarahkannya dalam kehidupan kerja yang produktif. Selain itu, impuls seksual dapat diekspresikan dalam relasi dengan orang dewasa yang berlainan gender, sedangkan impuls yang lain tersalurkan dalam kegiatan sosial produktif.
      2. Memiliki ego strength: ego dari individu yang berkepribadian sehat memiliki kekuatan mengendalikan dan mengatur id dan superego-nya, sehingga ekspresi primitif individu berkurang dan ekspresi yang sesuai dengan situasi yang muncul tanpa adanya represi dari ego secara berlebihan.
      3. Merupakan creative self (Jung & Adler): mengungkapkan bahwa individu yang berkepribadian sehat merupakan self yang memiliki kekuatan untuk mengarahkan perilaku mengembangkan potensi yang dimilikinya..
      4. Mampu melakukan kompensasi bagi perasaan inferiornya (Adler): juga menambahkan bahwa individu haruslah menyadari ketidaksempurnaan dirinya dan mampu mengembangkan potensi yang ada untuk mengimbangi kekurangannya tersebut.
      5. Memiliki hasil yang positif dalam setiap tahap interaksinya dengan lingkungan sosial (Erikson): Setiap keberhasilan dalam tiap tahap psikososial yang diungkap Erikson memberikan kontribusi pada individu yang sehat kepribadiannya. Misal: bayi akan sangat baik apabila memiliki kepercayaan dasar, sehingga akan dapat berkegiatan aktif ketika masa sekolah, dan mampu memahami dirinya ketika remaja, yang akan membantu mereka menjalin relasi yang intim dengan pasangan setelah dewasa.
      • Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.
      • Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk.
      • Kesehatan mental yang paling sering terjadi: Stres, Gangguan Kecemasan dan Depresi
  • 10. Doping pada Atlet

    Selamat siang rekan-rekan mahasiswa semua. Kita berjumpa lagi di pertemuan ke-10 pada mata kuliah Kesehatan Olahraga. 

    Pada tahun 2024 ini terdapat 2 event olahraga yang diikuti oleh para atlet Indonesia, yakni Olimpiade Paris 2024 dan PON ke-XXI di Aceh dan Sumut. Salah satu issue yang selalu marak diperbincangkan dalam event olahraga yakni terkait Doping pada atlet. 

    Pada perkuliahan kali ini, kita akan membahas salah satu topik yang selalu muncul di ajang kompetisi, yakni doping pada atlet. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara asinkron, yaitu pembelajaran mandiri melalui SPADA. Capaian pada pertemuan ini adalah mahasiswa mampu memahami definisi doping, mengidentifikasi zat-zat yang masuk kedalam kategori doping, serta bagaimana tes doping dilakukan.  Setelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu memahami beberapa hal berikut:

    • Latar belakang, definisi dan aturan terkait doping
    • Sangsi penggunaan doping
    • Klasifikasi/ jenis doping
    • Prosedur pengujian doping

    Anda bisa membaca berbagai materi dalam bentuk power point perkuliahan dan video pembelajaran yang kami sediakan di pertemuan ke-10 ini. 

    Jalan-jalan ke pasar baru
    Jangan lupa membeli jambu
    Walaupun banyak LMS baru
    Namun tetap SPADA di hatiku

    Salam sehat,

    Dr. Syifa F. Syihab, S.TP., M.Si.

    • Ada tugas! Silahkan download file pdf dibawah lalu silahkan kerjakan kuis pilihan ganda!

      Kumpulkan secara luring yah!

    • Bagaimana prosedur pemeriksaan doping? Ayo perhatikan!

      1. Setiap individu memiliki potensi melakukan pelanggaran, ditambah lagi apabila lingkungan memberi kesempatan untuk melakukan pelanggaran tersebut
      2. Individu yang memiliki konsep diri maupun harga diri negatif atau rendah, dalam menghadapi situasi  kompetitif, memiliki kecenderungan mencari keuntungan pribadi dengan jalan menggunakan cara yang tidak sehat seperti doping
      3. Lingkungan masyarakat: Kekalahan dalam bertanding selalu mendapat respons dari masyarakat baik berupa cacian, kritikan, amukan bahkan kemarahan yang tidak proporsional, sehingga yang ada dibenak atlet adalah harus “menang” dalam setiap pertandingan yang diikutinya
      4. Lingkungan pemain: Keinginan menang selalu ada dalam lingkungan pemain, baik pelatih maupun official bahkan keluarga, sehingga dapat melahirkan keinginan dan rasa tanggung jawab yang tak terkontrol merasa sungkan dan takut pada atasan jika kalah 
      5. Nilai social kemenangan: Dalam setiap kompetisi, kemenangan, prestasi, atau medali terkadang menjadi satu-satunya idaman setiap individu atau kelompok tanpa mempertimbangkan hal-hal lain
      6. Kurangnya informasi tentang bahaya penggunaan doping bagi diri sendiri dan orang lain.
      7. Ketatnya persaingan.
      8. Komersialisasi: para atlet atau pelatih sering kurang selektif menghadapi gencarnya tawaran obat-obatan dari produsen.
      9. Propaganda: persaingan merebut bonus misalnya, merupakan salah satu pendorong bagi atlet untuk dapat merebut predikat terbaik pada setiap event yang dihadapi.
      10. Frustasi karena latihan yang telah dilakukannya tidak kunjung membuahkan prestasi.
      • Doping berasal dari kata dope  yakni campuran candu dengan narkotika yang pada awalnya digunakan untuk pacuan kuda di Inggris tahun 1889
      • Pemberian/penggunaan oleh peserta lomba, berupa bahan yang asing bagi organism melalui jalan apa saja atau bahan fisiologis dalam jumlah yang abnormal atau diberikan melalui  jalan yang abnormal, dengan tujuan meningkatkan prestasi secara buatan atau tidak jujur
      • Penggunaan perangsang untuk mempertinggi prestasi atau menambah daya tahan sementara pada atlet tetapi dilarang karena membahayakan atau merusak kesehatan

      Lebih jelasnya, silahkan download materi di bawah ini!

    • Apasih doping itu? Yuk simak video berikut agar lebih jelas! 

    • Bagaimana akibat doping pada tubuh atlet? Ayo cermati video ini! 

    • Pada materi perkuliahan kali ini, dosen akan membahas mengenai doping dan alkohol terkait kebugaran dan mendiskusikannya dengan mahasiswa.

  • 11. Olahraga dan Gender

    Selamat siang rekan-rekan mahasiswa semua. Kita berjumpa lagi di pertemuan ke-11 pada mata kuliah Kesehatan Olahraga. 

    Masih ingatkah kamu dengan Windy Cantika Aisah? Mojang Bandung peraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020, saat itu baru berusia 18 tahun saat meraih medali Olimpiade pertamanya. Tentunya hal ini menjadi sebuah catatan membanggakan bagi keterlibatan atlet wanita Indonesia di event olahraga paling bergengsi di dunia. 

    Pada perkuliahan kali ini, kita akan membahas topik Olahraga dan Gender yang ditunjukkan dengan semakin tingginya involvement atlet wanita di event olahraga nasional maupun internasional. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara asinkron, yaitu pembelajaran mandiri melalui SPADA. Capaian pada pertemuan ini adalah mahasiswa mampu memahami menelaah olahraga dan gender dari aspek fisiologis maupun psikologis.  Setelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu memahami beberapa hal berikut:

    • Perbedaan aspek fisiologis antar gender
    • Efek dan perbedaan kelas olahraga berdasarkan gender
    • Pencapaian wanita dalam berbagai jenis olahraga.

    Anda bisa membaca berbagai materi dalam bentuk power point perkuliahan dan video pembelajaran yang kami sediakan di pertemuan ke-11 ini. 

    Jalan-jalan ke pasar baru
    Jangan lupa membeli jambu
    Walaupun banyak LMS baru
    Namun tetap SPADA di hatiku

    Salam sehat,

    Dr. Syifa F. Syihab, S.TP., M.Si.

      • Suatu konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dari sudut non-biologis, lebih banyak berkonsentrasi pada aspek sosial, budaya, psikologis dan aspek-aspek non-biologis lainnya
      • Sex yang secara umum digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dari segi anatomi biologi lebih banyak berkonsentrasi pada aspek biologis seseorang yang meliputi perbedaan komposisi kimia dan hormon dalam tubuh, anatomi fisik, reproduksi dan karakteristik biologis lainnya
      • Studi gender lebih menekankan perkembangan maskulinitas (masculinity/rujuliyah) atau feminitas (feminity/nisa’iyyah) seseorang. Sedangkan studi sex lebih menekankan perkembangan aspek biologis dan komposisi kimia dalam tubuh laki-laki (maleness/dzukurah) dan perempuan (femaleness/unutsah)
      • Gender diartikan sebagai jenis kelamin sosial, sedangkan sex adalah jenis kelamin biologis.
      • Merupakan konsep hubungan sosial yang membedakan (memilahkan atau memisahkan) fungsi dan peran antara perempuan dan laki-laki. Perbedaan fungsi dan peran antara laki-laki dan perempuan itu tidak ditentukan karena keduanya terdapat perbedaan biologis atau kodrat, melainkan dibedakan menurut kedudukan, fungsi dan peranan masing-masing dalam berbagai kehidupan dan pembangunan
      • Kesetaraan gender juga meliputi penghapusan diskriminasi dan ketidakadilan struktural, baik terhadap laki-laki maupun perempuan.
      • BPS menunjukkan perkawinan pertama pada perempuan usia di bawah 19 tahun masih sangat tinggi, yaitu usia 17-18 tahun sebesar 20,74 persen dan usia kurang dari 16 tahun sebanyak 15,48 persen (Kemen. PPPA, 2020a)
      • Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan masih sangat rendah dibandingkan laki-laki dan Dalam sepuluh tahun terakhir, TPAK perempuan tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Di tahun 2019, TPAK perempuan hanya sebesar 51,89 persen, jauh tertinggal dibandingkan laki-laki yang sudah mencapai 83,13 persen.
      1. Mengakhiri semua bentuk diskriminasi terhadap semua perempuan dan anak perempuan dimanapun
      2. Menghapuskan semua bentuk kekerasan terhadap semua perempuan dan anak perempuan di ruang publik dan pribadi, termasuk perdagangan orang dan eksploitasi seksual dan berbagai jenis eksploitasi lainnya
      3. Menghapus kan semua praktik berbahaya, seperti anak, pernikahan dini dan paksa, serta mutilasi alat kelamin wanita
      4. Mengenali dan menghargai pekerjaan mengasuh dan pekerjaan rumah tangga yang tidak dibayar melalui penyediaan pelayanan publik, infrastruktur dan kebijakan perlindungan sosial dan peningkatan tanggung jawab bersama dalam rumah tangga dan keluarga yang tepat secara nasional
      5. Menjamin partisipasi penuh dan efektif serta kesempatan yang sama bagi perempuan untuk kepemimpinan di semua tingkat pengambilan keputusan dalam kehidupan politik, ekonomi dan masyarakat
      6. Menjamin akses universal terhadap kesehatan seksual dan reproduksi dan hak reproduksi seperti yang telah disepakati sesuai dengan Program Aksi Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan dan Platform Aksi Beijing serta dokumen-dokumen hasil reviu dari konferensi-konferensi tersebut.
      7. Melakukan reformasi untuk memberikan perempuan hak yang sama atas sumber daya ekonomi, serta akses ke kepemilikan dan kendali atas tanah dan bentuk properti lainnya, layanan keuangan, warisan dan sumber daya alam, sesuai dengan hukum nasional
      8. Meningkatkan penggunaan teknologi yang memungkinkan, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, untuk mempromosikan pemberdayaan perempuan
      9. Mengadopsi dan memperkuat kebijakan yang kuat dan perundang-undangan yang dapat ditegakkan untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan semua perempuan dan anak perempuan di semua tingkatan
      • Wanita dan pria memiliki respon tubuh yang berbeda meski melakukan olahraga rutin yang sama
      • Wanita memilki lemak tubuh yang lebih banyak ketimbang pria, Pada dasarnya laki-laki mempunyai simpanan lemak yang lebih sedikit dari pada wanita. Hal ini disebabkan oleh kadar hormon estrogen yang lebih tinggi pada wanita. Bahkan di kalangan atlet sekalipun, atlet wanita tetap memiliki kadar lemak yang lebih banyak yaitu sekitar 8% dari total komposisi tubuh. Jika dibandingkan dengan atlet pria yang hanya 4%.
      • Otot tubuh yang terbentuk akan lebih banyak dimiliki pria dari pada Wanita, Massa otot yang dimiliki pria memang lebih banyak ketimbang wanita. Hal ini disebabkan oleh hormon testoteron yang ada di dalam tubuh pria – meskipun sebenarnya wanita juga mempunyai hormon ini dalam jumlah sedikit. Hormon testoteron membuat para kaum pria mampu untuk mengembangkan otot-otot rangkanya menjadi lebih besar. Tak hanya itu, pria juga mempunyai proporsi serat otot yang lebih banyak dan besar, sehingga menghasilkan kekuatan dan kecepatan yang lebih.
      • Dari segi kekuatan dan ketahanan fisik, memang tubuh pria dirancang untuk lebih kuat. Karena itu, terkesan respon tubuh pria terhadap olahraga rutin yang dilakukan lebih baik. Padahal, wanita pun juga mendapatkan respon yang sama. Wanita juga bisa membentuk otot-otot tubuhnya, meskipun harus berolahraga lebih keras.
    • •Target Berolahraga
      Saat berolahraga, pria dan wanita sama-sama ingin memiliki penampilan yang lebih baik. Namun bedanya, pria memiliki target yang lebih spesifik dibandingkan wanita. Pria selalu melibatkan angka saat membuat target untuk di mereka sendiri, misalnya memperoleh berat badan tertentu dalam waktu 3 bulan dan sebagainya. Sementara wanita cenderung tidak terlalu ambisius terhadap target mereka.
      •Penampilan Saat Berolahraga
      Saat berolahraga, pria tidak peduli jika tubuh mereka banyak berkeringat. Bahkan, keringat tersebut adalah bukti bahwa mereka telah bekerja keras. Sebaliknya, tidak ada wanita yang ingin tampak berkeringat dan lepek. Wanita juga cenderung kurang percaya diri saat harus mengenakan pakaian olahraga di depan banyak orang.
      •Jenis Olahraga
      Wanita lebih menyukai olahraga yang menghasilkan keseimbangan jiwa dan raga, misalnya yoga, tai chi, dan kardio. Pria lebih menyukai olahraga atletik dan permainan. Mereka cenderung menghindari olahraga yang melibatkan tarian dan koordinasi.
      •Rekan olahraga
      Wanita lebih menyukai olahraga berkelompok dibandingkan pria. Hal ini dikarenakan wanita merasa lebih percaya diri saat bersama orang lain di dalam gym dan mereka mementingkan aspek sosial dari olahraga.
      •Frekuensi dan durasi
      Wanita memang lebih jarang berolahraga daripada pria. Mereka sering menggunakan alasan ‘tidak ada waktu’ untuk membenarkan tindakan ini. Hal ini karena wanita terlalu sibuk mengurus orang lain (keluarga) dibandingkan diri mereka sendiri.
      •Massa Otot
      Massa Otot wanita lebih kecil daripada pria, itu sebabnya saat melakukan latihan angkat beban, wanita harus menggunakan beban yang lebih ringan untuk menhindari cedera.
      •Personal Trainer
      Wanita lebih mudah menerima instruksi daripada pria. Wanita kerap meminta saran dari personal trainer ataupun kelompoknya saat berolahraga, Sementara pria cenderung segan meminta saran tentang cara berolahraga karena tidak mau terlihat bodoh.
    • Mari kenali olahraga yang disesuaikan dengan gender, berikut materi perkuliahan hari ini.

    • Ada yang tahu soal Female Athlete Triad Syndrome? Sindrom ini banyak terjadi pada atlet wanita, ayo kita pelajari video ini! 

    • Ayo berdiskusi!!

  • 12. Olahraga pada Wanita

    Semangat pagi, rekan-rekan mahasiswa!
    Kita berjumpa lagi di pertemuan ke-12 pada mata kuliah Kesehatan Olahraga. 

    Pada pertemuan ini, kita akan membahas mengenai olahraga pada wanita. Capaian pada pertemuan ini adalah mahasiswa mampu menelaah lebih dalam Wanita dan OlahragaSetelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi beberapa hal berikut:

    • Sejarah atlet wanita.
    • Kebutuhan gizi pada atlet wanita.
    • Prestasi atlet wanita.
    • Gangguan reproduksi pada atlet wanita 

    Rekan-rekan sekalian dapat mempelajari berbagai materi dalam bentuk slide presentasi, studi kasus mau pun video dan lain sebagainya; pada menu SPADA yang kami sediakan di pertemuan ke-12 ini.

    Salam sehat,

    apt. Ayu M. Santanu, S.Farm., M.KM

      • Eumenorrhoea: sikius mentruasi teratur dengan interval perdarahan yang terjadi antara 21-35 hari
      • Oligomenorrhoea: mentruasi yang terjadi dengan interval antara 35-90 hari
      • Amenorrhoea: tidak terjadi menstruasi dalam waktu 3 bulan berturut-turut.
      • Hasil penelitian beberapa ahli menunjukakan bahwa atlet yang berusia di bawah 25 tahun lebih besar kemungkinannya mengalami amenoerrhoea.
      • Diameter dan total masa serubut otot wanita dapat ditingkatkann dengan latihan yang sistematis, tetapi tidak dapat menyamai kaum pria karena kadar testoteronnya relatif rendah dari kaum pria.
      • Meningkatnya pada wanita tidak menghasilkan perbaikan metabolisme lemak pada olahraga daya tahan, misalnya seperti maraton. Lemak tubuh yang tinggi pada wanita sangat bermanfaat untuk daya apung dan sekaligus merupakan faktor penunjang keunggulan penampilan perenang-perenang jarak ultra jauh.
      • Komite Olimpiade Internasional atau disebut dengan International Olympic Committee memiliki sebuah komisi khusus, yaitu Women in Sport yang focus dalam meningkatkan kesempatan partisipasi perempuan dalam dunia olahraga.
      • Diskriminasi terhadap wanita dalam olahraga baru didokumentasikan dan dianggap sebagai masalah pada tahun 1970-an. Di mana tim olahraga wanita menerima dana yang lebih rendah dari tim pria.
      • Status atlet, yang dimiliki wanita, merupakan achieved-status yaitu kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usahausaha yang disengaja. Kedudukan ini tidak diperoleh atas dasar kelahiran (ascribestatus).
      • Pelatihan olahraga dipengaruhi oleh: intensitas, frekuensi, lamanya pelatikan, genetic, jenis kelamin dan umur (semakin sering, semakin bugar)
      • Androgen hormon seks steroid maskulinisasi estrogen hormon yang menyebabkan feminisasi
      • Kegiatan olahraga bagi kaum wanita pada zaman sekarang justru merupakan salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat saat mereka menderita akibat haid, karena berbagai ganguan; perasaan tidak enak, sakit (dysmenorrrhoea), rasa tidak enak pada payudara dan kecemasan jadi berkurang.
      • Mampu tampil sama baiknya ketika akan dan sedang mentruasi. Kemudian beberapa di antaranya mampu mencipta rekor-rekor Olympiade (Saantosa Girirwijoyo 2007)
    • Nilai positif Olahraga: kegembiraan, membangkitkan percaya diri, memelihara koordinasi motorik, memelihara kebugaran dan kesehatan tubuh, kuhusnya kardiovaskular serta integritas tulang

      Bagaimana efeknya olahraga pada wanita?

    • Mari kita cermati video berikut ini

    • Materi         : Olahraga Pada Wanita

      Jenis Kuis   : Studi Kasus

      Kasus          : Tantangan dan Peluang Wanita dalam Dunia Olahraga

       

      Latar Belakang Kasus:

      Di sebuah negara maju, perkembangan olahraga wanita telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Banyak atlet wanita telah menunjukkan prestasi luar biasa di berbagai cabang olahraga, seperti sepak bola, tenis, atletik, dan renang. Namun, meskipun ada kemajuan, kesenjangan gender di dunia olahraga masih terlihat dalam beberapa aspek, seperti perbedaan gaji antara atlet pria dan wanita, kurangnya paparan media terhadap olahraga wanita, serta stereotip yang masih melekat tentang kemampuan fisik wanita.

      Salah satu contoh nyata adalah tim nasional sepak bola wanita negara tersebut yang telah memenangkan beberapa gelar juara dunia. Namun, meskipun prestasi mereka lebih tinggi daripada tim nasional pria, gaji mereka jauh lebih rendah. Ini menimbulkan perdebatan publik tentang bagaimana seharusnya atlet wanita diperlakukan dan bagaimana olahraga wanita dapat lebih dihargai.

      Selain itu, meskipun beberapa olahraga telah mengalami peningkatan partisipasi wanita, ada cabang olahraga tertentu yang masih didominasi oleh pria. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya partisipasi wanita dalam olahraga ini meliputi stereotip gender, kurangnya dukungan fasilitas, dan minimnya peran wanita dalam kepemimpinan olahraga.

      Pertanyaan Diskusi:

      1. Analisis Masalah:
        • Apa saja hambatan utama yang dihadapi oleh wanita dalam mencapai kesetaraan dengan pria dalam dunia olahraga? Diskusikan dari segi ekonomi, sosial, dan budaya.
      2. Kebijakan Publik:
        • Bagaimana peran pemerintah dalam mendorong kesetaraan gender di dunia olahraga? Jelaskan kebijakan atau regulasi yang dapat diimplementasikan untuk memperbaiki kondisi olahraga bagi wanita.
      3. Peran Media:
        • Media memiliki peran besar dalam mempengaruhi persepsi publik terhadap olahraga wanita. Bagaimana strategi yang dapat diterapkan oleh media untuk meningkatkan popularitas dan eksposur olahraga wanita?
      4. Kepemimpinan dalam Olahraga:
        • Menurut Anda, bagaimana peran wanita dalam kepemimpinan olahraga dapat ditingkatkan? Diskusikan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mendorong lebih banyak wanita masuk ke posisi manajemen atau kepelatihan.
      5. Perbedaan Gaji:
        • Mengapa masih terjadi perbedaan gaji yang signifikan antara atlet pria dan wanita? Apa saja faktor yang mempengaruhi hal ini dan bagaimana solusi untuk mengurangi kesenjangan tersebut?
      6. Partisipasi dan Stereotip Gender:
        • Bagaimana stereotip gender memengaruhi partisipasi wanita dalam olahraga tertentu, seperti angkat besi atau tinju? Apa yang dapat dilakukan oleh pelatih dan organisasi olahraga untuk mendorong partisipasi wanita dalam olahraga yang didominasi pria?
      7. Kesetaraan di Olimpiade:
        • Di Olimpiade, ada peningkatan jumlah partisipasi atlet wanita. Namun, apakah peningkatan ini juga sejalan dengan pengakuan dan penghargaan yang setara? Bagaimana Komite Olimpiade Internasional (IOC) dapat lebih mendukung kesetaraan gender?
      8. Pengaruh Sosial:
        • Diskusikan bagaimana olahraga dapat digunakan sebagai alat untuk memberdayakan wanita, terutama di negara-negara berkembang. Apa peran olahraga dalam mengatasi diskriminasi gender dan meningkatkan status sosial wanita?
      9. Studi Banding:
        • Bandingkan perkembangan olahraga wanita di negara maju dan negara berkembang. Apa saja faktor yang menyebabkan perbedaan ini dan bagaimana negara berkembang dapat meningkatkan partisipasi wanita dalam olahraga?
      10. Rencana Aksi:
        • Jika Anda adalah seorang manajer olahraga di sebuah federasi olahraga nasional, apa saja langkah-langkah konkret yang akan Anda ambil untuk mempromosikan partisipasi wanita dalam olahraga dan mengatasi hambatan-hambatan yang ada?

       

      Petunjuk untuk Diskusi:

      • Fokuskan analisis Anda pada konteks budaya dan sosial yang memengaruhi wanita dalam olahraga.
      • Gunakan contoh nyata dari negara atau cabang olahraga tertentu untuk mendukung argumen Anda.
      • Diskusikan solusi praktis yang bisa diimplementasikan baik di tingkat kebijakan maupun organisasi.

      Soal-soal case method ini mengharuskan mahasiswa untuk berpikir kritis dan menganalisis berbagai aspek yang memengaruhi partisipasi wanita dalam olahraga.

  • 13. Rokok, Alkohol dan Napza

    Selamat datang di pertemuan perkuliahan hari ini! 
    Kita berjumpa lagi di pertemuan ke-13 pada mata kuliah Kesehatan Olahraga. 

    Kita akan membahas topik yang sangat penting dan relevan, yaitu rokok, alkohol, dan narkotika serta zat adiktif (napza). Diskusi ini akan mencakup dampak kesehatan, aspek sosial, dan kebijakan terkait penggunaan zat-zat tersebut. Capaian pada pertemuan ini adalah mahasiswa mampu menelaah faktor resiko Rokok, Alkohol, dan NAPZASetelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi beberapa hal berikut:

    • Definisi dan jenis resiko Rokok, Alkohol, dan NAPZA.
    • Bahaya dan pengaruhnya terhadap kesehatan.
    • Edukasi resiko Rokok, Alkohol, dan NAPZA.

    Rekan-rekan sekalian dapat mempelajari berbagai materi dalam bentuk slide presentasi, studi kasus mau pun video dan lain sebagainya; pada menu SPADA yang kami sediakan di pertemuan ke-12 ini. Kami harap pertemuan ini bisa memberikan pemahaman yang lebih dalam serta mendorong kesadaran akan risiko dan konsekuensi yang ditimbulkan. 

    Salam sehat,

    apt. Ayu M. Santanu, S.Farm., M.KM

      • Australia dan Malaysia dan negara Barat umumnya memberlakukan undang-undang yang ketat bagi perokok dan bahkan terdapat sangsi hukuman dan denda bagi mereka yang melanggar.
      • Amerika, akhir-akhir ini mengeluarkan slogan (melalui internet) “lebih baik Anda minum (beverage beralkohol) dari pada Anda merokok”.
      • Rokok dibuat dengan bahan utama adalah daun tembakau yang dikeringkan yang dapat mengandung 1% – 3% senyawa nikotin. Bila rokok dinyalakan dan asapnya dihisap maka nikotin dalam darah meningkat sekitar 40 – 50 mg/ml darah. Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Agus Dwi Susanto mengatakan, rokok mengandung lebih dari 4000 zat kimia, sebanyak 60 di antaranya bersifat karsinogenik atau penyebab kanker (Kompas, Mei 2016).
      • Ada sekitar 4000 bahan kimia yang dihasilkan dari pembakaran rokok, dan yang bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker diantaranya adalah nikotin, gas karbon monooksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, ammoniak, asetilen, benzaldehid, uretan, benzen, metanol, koumarin, 4-etilkatekol, ortokresol, perilen dan lainnya, yang berada dalam bentuk komponen gas dan padat atau partikel. Komponen padat: nikotin dan tar.
      • Indonesia memiliki rokok dengan kadar tar yang lebih tinggi dibandingkan luar negeri
      1. Merokok juga merupakan penyebab kematian satu dari 10 kematian orang dewasa di seluruh dunia, serta mengakibatkan 5,4 juta kematian pada tahun 2006, ini berarti rata-rata satu kematian setiap 6,5 detik (Jia-Xiang, 2014
      2. Pasien penderita kanker paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), stroke, dan jantung koroner, kebanyakan adalah perokok
      3. Hampir 70% perokok di Indonesia memulai merokok sebelum umur 19 tahun, bahkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) 2003 meyebutkan usia 8 tahun sudah mulai merokok.
      4. World Health Organization (WHO) melansir bahwa angka kematian akbat merokok mencapai 30%, atau setara dengan 17,3 juta orang. Angka kematian tersebut diperkirakan terus meningkat hingga 2030, sebanyak 23,3 juta orang.
      5. Penyatik tidak menular yang diakibatkan dari rokok: 90% penyakit kanker paru-paru pada pria dan 70% pada wanita, 56-80% penyakit saluran pernafasan (brokhitis kronis dan pneumonia), 22% penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah lainnya, 50% impotensi pada pria, Infertilitas pada wanita baik sebagai perokok aktif maupun pasif, Abortus spontan, bayi berat lahir rendah, bayi lahir mati dan komplikasi melahirkan lainnya pada wanita, Meningkatkan infeksi saluran pernafasan, penyakit telinga tengah, asma atau sudden infant death syndrome (SIDS) pada bayi dan anak-anak.
      • Jenis-jenis minuman dengan kandungan alkohol, yaitu: Anggur mengandung 10-15%, Bir mengandung 2-6%, Brandy mengandung 45%, Rum mengandung 50-60%, Likeur mengandung 35-40%, Wine mengandung 10-15, Whisky mengandung 34-40%, Captikus mengandung rata- rata 40%. Minum minuman alkohol berarti mengkonsumsi antara 10-12 gram etanol
      • Kandungan alkohol pada bir dan soda alkohol (1%-10% alkohol), martini dan anggur (10%-20% alkohol), dan minuman keras import yang biasa disebut sebagai whisky dan brandy (20%-50% alkohol). Alkohol sendiri dibedakan menjadi 3 golongan, golongan A berkadar 0,1%-05%, golongan B berkadar 0,5%-20%, dan golongan C berkadar 20%-50%
      • Minuman keras mengandung etanol atau alkohol. Etanol adalah bahan psikoaktif, bentuk molekul sederhana dari alkohol yang sangat mudah diserap dalam saluran pencernaan mulai dari mulut, esophagus, lambung, sampai usus halus, daerah paling banyak menyerap alkohol adalah bagian proksimal usus halus, disini juga diserap vitamin B yang larut dalam air, kemudian dengan cepat beredar dalam darah, kadar alkohol diserap dalam darah maksimum 30-90 menit.
      • Di Indonesia, tingkat konsumsi alkohol terus meningkat dari tahun ke tahun, namun belum ditetapkan batas KAD dan KAU yang diperbolehkan bagi seseorang untuk mengendarai mobil di jalan raya
      • Konsumsi alkohol pada anak dan remaja dipengaruhi oleh factor: pengetahuan yang kurang terhadap bahaya alkohol, lingkungan yang mendukung (terbiasa konsumsi atau melihat mengkonsumsi) dan pengaruh teman sebaya
      • Alkohol sendiri adalah zat psikoatif yang bersifat adiktif. Psikoatif karena alkohol bekerja secara selektif terutama pada otak, yang dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, kognitif, persepsi, dan kesadaran seseorang
      • Mengkonsumsi minuman keras atau alkohol, memiliki dampak negatif bagi kesehatan dan sosial seperti gangguan perkembangan otak, bunuh diri dan depresi, kehilangan memori, resiko tinggi terhadap perilaku seksual, kecanduan, pengambilan keputusan terganggu, prestasi akademis yang buruk, kekerasan, dan kecelakaan kendaraan bermotor (cedera dan kematian)
      • Penyalagunaan alkohol dapat mempengaruhi gangguan perilaku serius yang dimulai dengan, kehilangan ingatan, depresi akut atau kronik, tingkat bunuh diri yang tinggi, flaktuasi emosi, dan kehilangan kesadaran sela ma mabuk
      • Mengkonsumsi alkohol di dunia meyebabkan kematian lebih dari 3,3 juta orang setiap tahunnya atau 5,9% dari semua kematian. Dalam laporan status Global mengenai Alkohol dan Kesehatan, pada tahun 2012 terdapat kurang lebih dari 320.000 orang antara usia 15-20 tahun meninggal setiap tahun karena berbagai penyebab terkait dengan alkohol.
      • Mengkonsumsi minuman keras dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh manusia yaitu: dampak fisik, dampak psikologi, dan dampak sosial. Dampak fisik, ada beberapa penyakit yang diyakini berasosiasi dengan kebiasaan minum alkohol diantaranya serosis hati, kanker, penyakit jantung dan syaraf. Sebagian besar kasus serosis hati atau liver cirrhosis dialami oleh peminum berat yang kronis.
      • NAPZA adalah (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) adalah bahan/zat/obat yang apabila masuk kedalam tubuh manusia bisa mempengaruhi tubuh terutama pada otak/susunan saraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis, dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan, ketagihan (adiksi) serta ketergantungan (dependensi) terhadap NAPZA.
      • NAPZA sering disebut juga sebagai zat psikoaktif, yaitu zat yang bekerja pada otak, sehingga menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, pikiran.
      • Ketergantungan napza yang merupakan suatu kondisi yang cukup berat dan parah sehingga mengalami sakit yang cukup berat ditandai dengan ketergantungan fisik (sindrom putus zat dan toleransi). Sindrom putus zat adalah suatu kondisi dimana individu yang menggunakan napza, menurunkan atau menghentikan penggunaan napza sehingga akan menimbulkan gejala kebutuhan biologi terhadap NAPZA
      • Heroin : serbuk putih seperti tepung yang bersifat opioid atau menekan nyeri dan juga depressan SSP.
      • Kokain : diolah dari pohon Coca yang punya sifat halusinogenik.
      • Putau : golongan heroin
      • Ganja : berisi zat kimia delta-9-tetra hidrokanbinol, berasal dari daun Cannabis yang dikeringkan, konsumsi dengan cara dihisap seperti rokok tetapi menggunakan hidung.
      • Shabu-shabu : kristal yang berisi methamphetamine, dikonsumsi dengan menggunakan alat khusus yang disebut Bong kemudian dibakar.
      • Ekstasi : methylendioxy methamphetamine dalam bentuk tablet atau kapsul, mampu meningkatkan ketahanan seseorang (disalahgunakan untuk aktivitas hiburan di malam hari).
      • Diazepam, Nipam, Megadon : obat yang jika dikonsumsi secara berlebih menimbulkan efek halusinogenik.
      • Alkohol : minuman yang berisi produk fermentasi menghasilkan atanol, dengan kadar diatas 40% mampu menyebabkan depresi susunan saraf pusat, dalam kadar tinggi bisa memicu Sirosis hepatic, hepatitis alkoholik maupun gangguan system persyarafan.
      • Ganja: pemakaian lama menurunkan daya tahan sehingga mudah terserang infeksi. Ganja juga memperburuk aliran darah koroner.
      • Kokain: bisa terjadi aritmia jantung, ulkus atau perforasi sekat hidung, jangka panjang terjadi anemia dan turunannya berat badan.
      • Alkohol: menimbulkan banyak komplikasi misalnya gangguan lambung, kanker usus, gangguan hati, gangguan pada otot jantung dan saraf, gangguan metabolisme, cacat janin dan gangguan seksual.
      • Akibat cara pakai atau alat yang tidak steril. Akan terjadi infeksi, berjangkitnya AIDS atau hepatitis.
      • Akibat pertolongan yang keliru misalnya dalam keadaan tidak sadar diberi minum.
      • Akibat tidak langsung misalnya terjadi stroke pada pemakaian alkohol atau malnutrisi karena gangguan absorbsi pada pemakaian alkohol.
      • Akibat cara hidup pasien: terjadi kurang gizi, penyakit kulit, kerusakan gigi dan penyakit kelamin.
      • Intoksikasi alkohol atau sedatif-hipnotik menimbulkan perubahan kehidupan mental emosional yang bermanifestasi pada gangguan perilaku tidak wajar
      • Pada umumnya prestasi akan menurun, lalu dipecat/dikeluarkan yang berakibat makin kuatnya dorongan untuk menyalahgunakan obat.
    • Mari cermati pengaruh rokok, alkohol dan napza pada atlet

    • Silahkan perhatikan video berikut ini

  • 14. Olahraga sebagai Pencegahan Penyakit

    Selamat datang di pertemuan perkuliahan hari ini! Pada kesempatan ini, kita akan membahas topik yang sangat relevan dan bermanfaat: "Olahraga sebagai Pencegahan Penyakit."

    Kita akan mengeksplorasi berbagai manfaat olahraga bagi kesehatan fisik dan mental. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara teratur dapat membantu mencegah berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Selain itu, kita juga akan membahas bagaimana olahraga berkontribusi pada kesehatan mental, termasuk pengurangan stres, kecemasan, dan depresi.

    Capaian pada pembelajaran di pertemuan ke 14 ini adalah mahasiswa mampu menguraikan peran Olahraga dan Pencegahan PenyakitSetelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi beberapa hal berikut:

    • Macam-macam penyakit tidak menular: Hipertensi, Gangguan Jantung, Diabetes Mellitus, Osteoporosis, Asma.
    • Faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular.

    Rekan-rekan sekalian dapat mempelajari berbagai materi dalam bentuk slide presentasi, studi kasus mau pun video dan lain sebagainya; pada menu SPADA yang kami sediakan di pertemuan ke-14 ini. Mari kita bersama-sama menggali informasi dan berdiskusi mengenai peran penting olahraga dalam menjaga kesehatan kita dan meningkatkan kualitas hidup. Semoga pertemuan ini memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk lebih aktif dan sehat!

    Salam sehat,

    apt. Ayu M. Santanu, S.Farm., M.KM

    • Obesitas merupakan suatu keadaan di mana berat badan seseorang berada di atas 120 % dari berat badan relatif (BBR) atau berada di atas 27 dari indeks masa tubuh (IMT). Tujuan utama olahraga pada obesitas adalah menurunkan berat badan dengan membakar kelebihan lemak yang dimiliki. Apabila kegemukan sudah terjadi, harus dilakukan balance energe negatif dengan melakukan diet (mengurangi porsi makan) serta peningkatan aktivitas fisik.

       Obesitas adalah suatu penyakit multifaktorial yang diduga bahwa sebagian besar obesitas disebabkan karena interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain meliputi: aktivitas, gaya hidup, sosial ekonomi dan nutrisional, yaitu perilaku makan dan pemberian makanan padat yang terlalu dini diberikan pada bayi.

    • Latihan Kardiovaskular pada Obesitas

      Latihan Beban pada Obesitas

      • Penyakit jantung yaitu merupakan penyebab utama kematian di dunia, beberapa faktor penyebab penyakit bervariasi dan sulit untuk di deteksi sejak dini. Salah satu penyakit jantung yang sering diderita adalah jantung koroner. Jantung coroner atau Aterosklerosis berawal dari penumpukan kolesterol terutama ester kolesterol-LDL (lipoprotein densitas rendah) di dinding arteri. LDL secara normal bisa masuk dan keluar dari dinding arteri lewat endotel. Masuknya lipoprotein ke lapisan dalam dinding pembuluh darah meningkat seiring tingginya jumlah lipoprotein dalam plasma (hiperlipidemia), ukuran lipoprotein dan tekanan darah (hipertensi).
      • Peningkatan semua itu akan meningkatkan permeabilitas dinding pembuluh darah, sehingga lipoprotein dan ester kolesterol mengendap di dinding arteri. Gangguan fungsi lapisan dinding pembuluh darah ini menjadi awal proses aterosklerosis dan mendorong mekanisme inflamasi serta infeksi. Inflamasi atau peradangan merupakan respon dasar tubuh terhadap luka, luka pada umumnya disebabkan oleh infeksi, tetapi bisa juga sebagai reaksi alergi
    • Jenis gerak badan : berjalan, jogging, bersepeda, berenang

      1. Intensitas : mulai rangkaian pada 60 – 70 persen dari DN max atau kurang, hingga mencapai zona latihan antara 70 – 85 persen dari DN max
      2. Durasi: 20 – 60 menit, memerlukan kalori 300 kkal
      3. Frekuensi : 3 – 5 hari per minggu, pengeluaran kalori total per minggu kurang lebih 900 kkal Kemungkinan efek dari gerak badan atau aktivitas fisik antara lain:
      • Pengurangan faktor risiko koronaria lain 
      • Perbaikan fungsi dan efisiensi kardiovaskuler
      • Peningkatan vaskularitas myocardium dan ukuran arteria coronaria
      • Peningkatan tahanan terhadap fibrilasi ventrikel
      • Penurunan kecenderungan ke trombosit
      • Perbaikan toleransi terhadap stress.
    • Diabetes melitus adalah salah satu gangguan metabolisme yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan sering berhubungan dengan beberapa masalah kesehatan yang serius akibat komplikasi yang timbul. DM dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) atau DM yang bergantung pada insulin untuk pengobatannya dan Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau DM yang tidak terlalu bergantung pada insulin untuk pengobatannya.

      Penyakit diabetes mellitus ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah sewaktu puasa dan/atau 2 jam post prandial. Diagnosa diabetes ditegakkan bila kadar glukosa darah sewaktu lebih dari 200 mg/dL dan glukosa darah puasa diatas 126 mg/dL. Kebiasaan melakukan aktivitas fisik dan olahraga akan mempengaruhi kadar gula darah. Pada pasien diabetes melitus, aktivitas sedentary harus dihindari seperti menonton televisi, menggunakan internet, dan duduk santai. Peningkatan aktivitas fisik tinggi seperti jalan cepat, bersepeda, dan olah otot dianjurkan.

      Secara garis besar diabetes dapat dikategorikan menjadi tipe 1 atau tipe 2. Dalam tipe 1, yang merupakan 5% -10% dari seluruh kasus diabetes, yang menjadi penyebabnya adalah kekurangan sekresi insulin secara absolut akibat kerusakan sel yang memproduksi insulin di pankreas oleh suatu proses autoimun. Diabetes tipe 2 (90% -95% dari seluruh kasus) merupakan kombinasi dari ketidakmampuan sel untuk merespon insulin (resistensi insulin) dan kompensasi sekresi insulin yang tidak memadai, sehingga menyebabkan kegagalan penyerapan glukosa ke dalam otot dan hati.

    • Klasifikasi tekanan darah tinggi menurut WHO, adalah tekanan darah normal, jika sistolik kurang atau sama dengan 140 mmHg dan diastolik kurang atau sama dengan 90 mmHg. Tekanan darah perbatasan, di mana sistolik 141-149 mmHg dan diastolik 91-94 mmHg. Tekanan darah tinggi atau hipertensi, yaitu jika sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan diastolik lebih besar atau sama dengan 95 mmHg.

      Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi penderita hipertensi yaitu: jika kelebihan berat badan, asupan natrium (sodium), asupan kalium (potassium) dan pembatasan konsumsi alkohol. Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). ACE memegang peran fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah

    • Terdiri dari olahraga pada obesitas, penyakit jantung, diabetes mellitus dan hipertensi. Silahkan dicermati.

    • Silahkan perhatikan video berikut ini

  • 15. Olahraga di Sekolah

    Semangat pagi, rekan-rekan mahasiswa!
    Dalam pertemuan ke-15 kali ini, kita telah membahas topik yang sangat relevan dan penting, yaitu "Olahraga di Sekolah," yang tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga berfokus pada pola makan sehat dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekolah; sebagai capaian pembelajaran pada perkuliahan kali ini.

    Kita telah mempelajari bahwa olahraga memiliki banyak manfaat bagi siswa, termasuk peningkatan kesehatan fisik dan mental, serta pengembangan keterampilan sosial. Namun, semua itu perlu didukung oleh pola makan yang sehat dan kebiasaan hidup bersih. Kita menyadari bahwa jajanan yang sehat merupakan salah satu cara untuk mendukung asupan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, terutama bagi siswa yang aktif secara fisik.

    Diskusi kita mengenai jajanan sehat menekankan pentingnya pilihan makanan yang bergizi dan aman. Kita perlu mendorong sekolah untuk menyediakan pilihan jajanan yang tidak hanya lezat tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Misalnya, mengedepankan buah-buahan segar, sayuran, dan camilan yang rendah gula dan lemak. Dengan memberikan opsi jajanan sehat, kita dapat membantu siswa untuk membuat keputusan yang lebih baik mengenai asupan makanan mereka.

    Selain itu, kita juga membahas tentang PHBS di sekolah, yang meliputi kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan aktivitas fisik yang teratur. Penerapan PHBS sangat penting untuk mencegah penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh siswa. Melalui pendidikan tentang perilaku hidup bersih, kita dapat menanamkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kebersihan sejak dini.

    Sebagai kesimpulan, kombinasi antara olahraga, jajanan sehat, dan PHBS akan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih mendukung bagi perkembangan siswa. Mari kita semua berkomitmen untuk mempromosikan gaya hidup sehat di sekolah, agar setiap siswa dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Terima kasih atas partisipasi aktif kalian semua, dan semoga kita terus dapat berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan bermanfaat!

    Salam sehat,
    apt. Ayu M. Santanu, S.Farm., M.KM.

    • Silahkan perhatikan video berikut ini

    • Materi ini akan membahas berbagai aspek terkait olahraga dan kebugaran bagi anak sekolah, yang merupakan bagian penting dari perkembangan fisik dan mental mereka. Dengan meningkatnya gaya hidup sedentari dan penggunaan teknologi, penting bagi kita untuk memahami manfaat aktivitas fisik dan bagaimana mengintegrasikannya dalam rutinitas sehari-hari anak.

      Tujuan:

      1. Memahami pentingnya olahraga dalam perkembangan anak.
      2. Mengetahui berbagai jenis olahraga yang cocok untuk anak sekolah.
      3. Mengidentifikasi manfaat kesehatan dari kebugaran fisik.
      4. Mendorong anak untuk aktif dan mencintai olahraga.

      Dengan memahami pentingnya olahraga dan kebugaran, kita dapat membantu anak-anak kita tumbuh menjadi individu yang sehat, bahagia, dan aktif. Mari kita dukung mereka untuk mencintai olahraga dan menjaga kebugaran mereka!

    • Olahraga apa yang cocok dilaksanakan disekolah untuk anak usia 9-12 tahun?