LMS-SPADA INDONESIA

![]() |
Dosen Pengampu : Hurry Mega Insani, S. Pd., M. Si Email: hurimega@upi.edu ![]() |
|||||||
|
||||||||
| Mata Kuliah | : | KESEHATAN OLAHRAGA |
| Kode | : | GZ324 |
| Program Studi | : | S1 Gizi |
| Perguruan Tinggi | : | Universitas Pendidikan Indonesia |
Sport Medicine atau Kesehatan Olahraga membahas semua aspek medis dan olahraga mulai dari aspek-aspek anatomis, fisiologis, psikologis olahraga kesehatan, olahraga pada anak dan lansia, doping, cedera pada atlet serta pencegahan cedera sesuai dengan jenis luka yang ditemui, perawatan pasca cedera, pemulihan kondisi fisk setelah sembuh dari cedera derajat satu atau lebih & P3K pada cedera olahraga serta kesehatan mental, narkotika dan kesehatan olahraga di lingkungan sekolah. Mata kuliah ini terdiri dari 2 SKS teori dengan durasi perkuliahan selama 100 menit. Pelaksanaan kuliah menggunakan pendekatan Ekpositori dalam bentuk ceramah dan tanya jawab yang dilengkapi dengan media pembelajaran yang tersedia di Lembaga serta menggunakan pembelajaran case method dan project based learning untuk membandingkan dan menganalisis kasus yang ada di lapangan dan teori yang ada. Kemudian juga pendekatan inkuiri dalam bentuk penjelasan tugas dan penyajian makalah dan diskusi. Evaluasi terhadap tahap penguasaan mahasiswa selain melalui UTS dan UAS, evaluasi juga dilakukan terhadap tugas, kuis dan diskusi.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
| Unduh RPS |
Lebih lengkapnya, peraturan perkuliahan dilampirkan dalam power point berikut ini. Silahkan di unduh dan dipelajari kembali! Harap taati peraturan untuk membentuk perilaku dan sikap yang baik.
Siapa yang mau dapat nilai A? Berikut kami lampirkan proporsi nilai pada perkuliahan ini. Proporsi nilai dikategorikan kedalam Tugas/Studi Kasus, UTS, UAS dan kehadiran. Bagi mahasiswa yang aktif dalam forum diskusi secara daring dan aktif dalam kelas akan diberikan nilai plus! Semangat!

Materi perkuliahan dilampirkan dalam power point berikut ini. Silahkan di unduh dan dipelajari kembali!
Mari kita pahami konsep dasar dari kesehatan olahraga!
Kesehatan Olahraga adalah sekumpulan Ilmu-ilmu yang membahas segala permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan Olahraga. Olahraga itu sendiri di samping sebagai tujuan yaitu mencapai prestasi yang setinggi-tingginya dalam Olahraga Prestasi, hakekatnya adalah juga alat untuk meningkatkan derajat kesehatan, yang berarti meningkatkan mutu sumber daya manusia. Dengan demikian maka konsep dasar Kesehatan Olahraga adalah pembinaan mutu sumber daya manusia menuju sehat seutuhnya sesuai rumusan sehat Organissasi Kesehatan Dunia (World Health Organisation = WHO), melalui Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, pelaksanaan Olahraga Kesehatan maupun Olahraga Prestasi, dan pelayanan Kesehatan Olahraga.
Selain materi, ayo kenali alat-alat yang ada di Laboratorium Sport Science! Alat-alat ini akan membantu kalian untuk mengenali jenis-jenis latihan yang diberikan kepada atlet. Jenis-jenis latihan akan dipelajari di materi selanjutnya. Selain pengenalan alat, rekan mahasiswa juga dapat melihat Video pembelajaran dan RPS perkuliahan pada link ini. Ayo buka sekarang! Klik disini
Mari cermati gambar dibawah ini terkait perkembangan olahraga dari zaman ke zaman!
Dalam kaitannya olahraga; OR rehabilitatif dan kuratif yang dilakukan terutama di pusat-pusat rehabilitasi/rumah sakit sudah merupakan disiplin ilmu tersendiri yaitu : Physiotherapi.
Tahukah kalian? Terdapat beberapa keterampilan pada atlet yang akan dilihat sesuai dengan cabang olahraganya. Selain itu, atlet juga melakukan tes fisik setiap 3 bulan sekali untuk melihat perkembangan kemampuannya dalam bidang olahraga tersebut. Keterampilan yang akan diuji diantaranya adalah sebagai berikut:
Olahraga akan bermanfaat untuk kesehatan bagi orang yang tahu kapan dan bagaimana melakukannya. Perkataan “Olahraga” semestinya mengandung arti adanya sesuatu yang berhubungan dengan peristiwa mengolah “raga” atau jasmani. Namun sampai saat ini batasan “olahraga” masih belum tegas, akibatnya kegiatan yang tidak layak untuk mendapat sebutan olahraga dimasukkan juga kelompok olahraga (catur, bridge, mancing, dll.). Berikut adalah materi lengkap pada pertemuan kali ini. Mari cermati!
Pekuliahan hari ini akan dilaksanakan secara daring, setelah membaca materi yang disampaikan, mari bergabung kedalam link zoom untuk menambah materi dan berdiskusi bersama! Klik disini
Kenali kata-kata di bawah ini!
Manfaat Olahraga:
Menurut pakar Olahraga adalah sebuah aktivitas manusia yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan (sejahtera jasmani maupun rohani) manusia itu sendiri.
Manfaat aktivitas fisik secara biologis:
Manfaat aktivitas fisik secara mental:
Mari pahami apa perbedaan aktivitas fisik dan olahraga!
Olahraga merupakan salah satu bagian aktivitas fisik dengan tujuan tertentu seperti kebugaran atau kesehatan. Olahraga dilakukan minimal 120 menit dalam satu minggu sedangkan aktivitas fisik dilakukan minimal 60 menit dalam satu hari. Maretri lengkapnya, ada di bawah ini. Ayo pelajari!
Apasih perbedaan olahraga dan aktivitas fisik? Ayo cermati video berikut ini
Pekuliahan hari ini akan dilaksanakan secara daring, setelah membaca materi yang disampaikan, mari bergabung kedalam link zoom untuk menambah materi dan berdiskusi bersama! Klik disini
Pekerjaan berat sulit dilakukan oleh anak karena:
Setidaknya ada dua kerugian yang dialami, yaitu;
Latihan dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh jika Latihan hanya diberikan dalam satu sisi saja.
Penggunaan latihan kekuatan atau latihan dengan kontraksi isometrik yang pre-dominant dapat berpengaruh negatif terhadap perkembangan otot kerangka, jaringan ikat, dan juga dapat mengakibatkan prematur pada epifisis tulang.
Lebih lengkapnya, silahkan download dan pelajari materi ini!
Mari saksikan video ini untuk mengenal lebih jauh terkait Long Term Athlete Develpoment
Orang tua atlet tentunya memegang peranan yang penting dalam keberhasilan seorang atlet muda. Dengan beban latihan yang begitu besar di usia belia, orang tua memiliki keinginan untuk menjaga kondisi kesehatan anaknya, sehingga memberikan suplemen whey protein bagi anaknya masih berusia di bawah 14 tahun.
Bagaimana pendapatmu, apakah pemberian suplemen whey protein bagi anak di bawah 14 tahun dapat diperkenankan?
Pekuliahan hari ini akan dilaksanakan secara daring, setelah membaca materi yang disampaikan, mari bergabung kedalam link zoom untuk menambah materi dan berdiskusi bersama! Klik disini
Tahukah kamu? Terdapat sekitar 11,01% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 273,88 juta jiwa yang berusia >60 tahun. Mari kita lihat rinciannya:
Bagaimana perubahan fisik pada lansia akibat aging??
Proses penuaan (aging process) merupakan suatu proses yang alami ditandai dengan adanya penurunan atau perubahan kondisi fisik, psikologis maupun sosial dalam berinteraksi dengan orang lain (Handayani, dkk, 2013).
Para ahli mengemukakan bahwa sebelum berolahraga, lansia perlu melalui pemeriksaan untuk melihat olahraga yang cocok dan akibat yang ditimbulkan dari jenis olahraga yang dilakukan. Maka, silahkan cermati olahraga apa yang baik bagi lansia.
Mari kenali hidrasi dan saksikan video berikut ini
Pekuliahan hari ini akan dilaksanakan secara daring, setelah membaca materi yang disampaikan, mari bergabung kedalam link zoom untuk menambah materi dan berdiskusi bersama! Klik disini
Cedera ringan atau tingkat pertama:
Cedera sedang atau tingkat kedua:
Cedera berat:
Atlet seringkali mengalami cedera akibat latihan atau bertanding, berikut beberapa cedera yang biasanya terjadi pada atlet:
Lebih jelasnya, mari cermati materi dibawah ini!
Terdapat dua jenis cedera yang sering kali dialami oleh atlet yaitu Strain dan Sprain. Mari kenali perbedaan cedera tersebut agar bisa membantu menanggulanginya, saksikan video berikut ini
Ayo cermati pertolongan pertama pada cedera melalui video berikut ini
Pekuliahan hari ini akan dilaksanakan secara daring, setelah membaca materi yang disampaikan, mari bergabung kedalam link zoom untuk menambah materi dan berdiskusi bersama! Klik disini
Selamat siang rekan-rekan mahasiswa semua. Kita berjumpa lagi di pertemuan ke-7 pada mata kuliah Kesehatan Olahraga.
Pada pertemuan ini, perkuliahan dilaksanakan secara asinkron, yaitu tatap muka melalui Zoom Meeting dan pembelajaran mandiri melalui SPADA. Capaian pada pertemuan ini adalah mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan seputar Recovery dan Rehabilitasi pada latihan. Setelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu :
Terdapat beberapa materi pembelajaran yang disampaikan yaitu 1) Penyebab cedera dan mekanisme pemulihannya, 2) Overtraining pada latihan, 3) Prinsip recovery dan rehabilitasi, dan 4) Latihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cedera akibat overtraining.
Anda bisa membaca berbagai materi dalam bentuk power point perkuliahan serta menyimak penjelasan melalui video pembelajaran yang kami sediakan di pertemuan ke-7 ini.
Jalan-jalan ke pasar baru
Jangan lupa membeli jambu
Walaupun banyak LMS baru
Namun tetap SPADA di hatiku
Salam sehat,
Dr. Syifa F. Syihab, S.TP., M.Si.
Restoring Intramuscular Glycogen (IMCHO)
Hultman dan Berstrom (1967), yang dikutif oleh Fox (1984) memberikan beberapa patokan berkaitan dengan pengisian kembali glycogen setelah mengikuti latihan:
Mengeluarkan Asam Laktat membutuhkan dua fase: dari dalam otot dan dari darah. Aktivitas yang dilakukan selama istirahat akan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi (1984). Secara kasar, membutuhkan waktu 2 jam untuk menghilangkan LA daro otot dan darah apabila atlet melakukannya dengan istirahat dan recovery pasif. Ini mengacu kepada berhenti secara tiba-tiba setelah melakukan aktivitas latihan anaerobik yang intensif. Metode istirahat aktif atau recovery aktif seperti jalan, jogging ringan akan menurunkan derajat LA pada otot dan darah lebih cepat (sekitar 1 jam).
Atlet seringkali mengalami cedera yang diakibatkan oleh latihan atau pertandingan. Cedera yang didapatkan biasanya akan segera ditangani agar tidak terdapat trauma di masa yang akan datang. Pelatih atau psikolog atlet biasanya akan melakukan hal-hal tertentu untuk melakukan pemulihan pasca latihan atau cedera yang dialami oleh atlet. Pemulihan-pemulihan tersebut dilampirkan di dalam materi dibawah ini.
Ketika kesetimbangan homeostatis tubuh terganggu, organ manusia dengan sendirinya mencoba untuk memulihkan kesetimbangan tersebut. Setelah mengatur rangsangan latihan yang sesuai, Recovery lengkap organisme berlangsung selama 12-24 jam. Untuk Recovery dari latihan yang merupakan dalam batas limit atlet, teknik regenerasi yang spesifik dan perencanaan peningkatan pembebanan harus menjadi bahan pertimbangan.
Untuk mempermudah perkuliahan, kami tampilkan video di bawah ini, silahkan dicermati!
Silahkan mengisi tautan berikut untuk mengerjakan Ujian Tengah Semester.
Selamat bekerja.
Ingat, tidak ada yang lebih indah daripada kejujuran.
https://forms.gle/CZB92QBipgNUmm1s6
Silahkan upload bukti pengerjaan UTS disini!
Selamat siang rekan-rekan mahasiswa semua. Kita berjumpa lagi di pertemuan ke-9 pada mata kuliah Kesehatan Olahraga.
Pada pertemuan ini, kita akan membahas salah satu topik yang sedang trending di kalangan anak muda, terutama Gen Z, yaitu tentang Kesehatan Mental. Kegiatan perkuliahan dilaksanakan secara asinkron, yaitu pembelajaran mandiri melalui SPADA. Capaian pada pertemuan ini adalah mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan seputar Kesehatan Mental. Setelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi beberapa hal berikut:
Terdapat beberapa materi pembelajaran yang disampaikan yaitu 1) Teori dan Prinsip Kesehatan Mental, 2) Teori Psikodinamik, 3) Kesehatan mental dan kompetisi olahraga, dan 4) Gerakan Kesehatan Mental
Anda bisa membaca berbagai materi dalam bentuk power point perkuliahan yang kami sediakan di pertemuan ke-9 ini.
Jalan-jalan ke pasar baru
Jangan lupa membeli jambu
Walaupun banyak LMS baru
Namun tetap SPADA di hatiku
Salam sehat,
Dr. Syifa F. Syihab, S.TP., M.Si.
Teori Psikodinamik mejelaskan individu yang memiliki kepribadian sehat sebagai individu yang:
Selamat siang rekan-rekan mahasiswa semua. Kita berjumpa lagi di pertemuan ke-10 pada mata kuliah Kesehatan Olahraga.
Pada tahun 2024 ini terdapat 2 event olahraga yang diikuti oleh para atlet Indonesia, yakni Olimpiade Paris 2024 dan PON ke-XXI di Aceh dan Sumut. Salah satu issue yang selalu marak diperbincangkan dalam event olahraga yakni terkait Doping pada atlet.
Pada perkuliahan kali ini, kita akan membahas salah satu topik yang selalu muncul di ajang kompetisi, yakni doping pada atlet. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara asinkron, yaitu pembelajaran mandiri melalui SPADA. Capaian pada pertemuan ini adalah mahasiswa mampu memahami definisi doping, mengidentifikasi zat-zat yang masuk kedalam kategori doping, serta bagaimana tes doping dilakukan. Setelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu memahami beberapa hal berikut:
Anda bisa membaca berbagai materi dalam bentuk power point perkuliahan dan video pembelajaran yang kami sediakan di pertemuan ke-10 ini.
Jalan-jalan ke pasar baru
Jangan lupa membeli jambu
Walaupun banyak LMS baru
Namun tetap SPADA di hatiku
Salam sehat,
Dr. Syifa F. Syihab, S.TP., M.Si.
Ada tugas! Silahkan download file pdf dibawah lalu silahkan kerjakan kuis pilihan ganda!
Kumpulkan secara luring yah!
Bagaimana prosedur pemeriksaan doping? Ayo perhatikan!
Lebih jelasnya, silahkan download materi di bawah ini!
Apasih doping itu? Yuk simak video berikut agar lebih jelas!
Bagaimana akibat doping pada tubuh atlet? Ayo cermati video ini!
Pada materi perkuliahan kali ini, dosen akan membahas mengenai doping dan alkohol terkait kebugaran dan mendiskusikannya dengan mahasiswa.
Selamat siang rekan-rekan mahasiswa semua. Kita berjumpa lagi di pertemuan ke-11 pada mata kuliah Kesehatan Olahraga.
Masih ingatkah kamu dengan Windy Cantika Aisah? Mojang Bandung peraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020, saat itu baru berusia 18 tahun saat meraih medali Olimpiade pertamanya. Tentunya hal ini menjadi sebuah catatan membanggakan bagi keterlibatan atlet wanita Indonesia di event olahraga paling bergengsi di dunia.
Pada perkuliahan kali ini, kita akan membahas topik Olahraga dan Gender yang ditunjukkan dengan semakin tingginya involvement atlet wanita di event olahraga nasional maupun internasional. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara asinkron, yaitu pembelajaran mandiri melalui SPADA. Capaian pada pertemuan ini adalah mahasiswa mampu memahami menelaah olahraga dan gender dari aspek fisiologis maupun psikologis. Setelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu memahami beberapa hal berikut:
Anda bisa membaca berbagai materi dalam bentuk power point perkuliahan dan video pembelajaran yang kami sediakan di pertemuan ke-11 ini.
Jalan-jalan ke pasar baru
Jangan lupa membeli jambu
Walaupun banyak LMS baru
Namun tetap SPADA di hatiku
Salam sehat,
Dr. Syifa F. Syihab, S.TP., M.Si.
Mari kenali olahraga yang disesuaikan dengan gender, berikut materi perkuliahan hari ini.
Ada yang tahu soal Female Athlete Triad Syndrome? Sindrom ini banyak terjadi pada atlet wanita, ayo kita pelajari video ini!
Ayo berdiskusi!!
Semangat pagi, rekan-rekan mahasiswa!
Kita berjumpa lagi di pertemuan ke-12 pada mata kuliah Kesehatan Olahraga.
Pada pertemuan ini, kita akan membahas mengenai olahraga pada wanita. Capaian pada pertemuan ini adalah mahasiswa mampu menelaah lebih dalam Wanita dan Olahraga. Setelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi beberapa hal berikut:
Rekan-rekan sekalian dapat mempelajari berbagai materi dalam bentuk slide presentasi, studi kasus mau pun video dan lain sebagainya; pada menu SPADA yang kami sediakan di pertemuan ke-12 ini.
Salam sehat,
apt. Ayu M. Santanu, S.Farm., M.KM
Nilai positif Olahraga: kegembiraan, membangkitkan percaya diri, memelihara koordinasi motorik, memelihara kebugaran dan kesehatan tubuh, kuhusnya kardiovaskular serta integritas tulang
Bagaimana efeknya olahraga pada wanita?
Mari kita cermati video berikut ini
Materi : Olahraga Pada Wanita
Jenis Kuis : Studi Kasus
Kasus : Tantangan dan Peluang Wanita dalam Dunia Olahraga
Latar Belakang Kasus:
Di sebuah negara maju, perkembangan olahraga wanita telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Banyak atlet wanita telah menunjukkan prestasi luar biasa di berbagai cabang olahraga, seperti sepak bola, tenis, atletik, dan renang. Namun, meskipun ada kemajuan, kesenjangan gender di dunia olahraga masih terlihat dalam beberapa aspek, seperti perbedaan gaji antara atlet pria dan wanita, kurangnya paparan media terhadap olahraga wanita, serta stereotip yang masih melekat tentang kemampuan fisik wanita.
Salah satu contoh nyata adalah tim nasional sepak bola wanita negara tersebut yang telah memenangkan beberapa gelar juara dunia. Namun, meskipun prestasi mereka lebih tinggi daripada tim nasional pria, gaji mereka jauh lebih rendah. Ini menimbulkan perdebatan publik tentang bagaimana seharusnya atlet wanita diperlakukan dan bagaimana olahraga wanita dapat lebih dihargai.
Selain itu, meskipun beberapa olahraga telah mengalami peningkatan partisipasi wanita, ada cabang olahraga tertentu yang masih didominasi oleh pria. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya partisipasi wanita dalam olahraga ini meliputi stereotip gender, kurangnya dukungan fasilitas, dan minimnya peran wanita dalam kepemimpinan olahraga.
Pertanyaan Diskusi:
Petunjuk untuk Diskusi:
Soal-soal case method ini mengharuskan mahasiswa untuk berpikir kritis dan menganalisis berbagai aspek yang memengaruhi partisipasi wanita dalam olahraga.
Selamat datang di pertemuan perkuliahan hari ini!
Kita berjumpa lagi di pertemuan ke-13 pada mata kuliah Kesehatan Olahraga.
Kita akan membahas topik yang sangat penting dan relevan, yaitu rokok, alkohol, dan narkotika serta zat adiktif (napza). Diskusi ini akan mencakup dampak kesehatan, aspek sosial, dan kebijakan terkait penggunaan zat-zat tersebut. Capaian pada pertemuan ini adalah mahasiswa mampu menelaah faktor resiko Rokok, Alkohol, dan NAPZA. Setelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi beberapa hal berikut:
Rekan-rekan sekalian dapat mempelajari berbagai materi dalam bentuk slide presentasi, studi kasus mau pun video dan lain sebagainya; pada menu SPADA yang kami sediakan di pertemuan ke-12 ini. Kami harap pertemuan ini bisa memberikan pemahaman yang lebih dalam serta mendorong kesadaran akan risiko dan konsekuensi yang ditimbulkan.
Salam sehat,
apt. Ayu M. Santanu, S.Farm., M.KM
Mari cermati pengaruh rokok, alkohol dan napza pada atlet
Silahkan perhatikan video berikut ini
Selamat datang di pertemuan perkuliahan hari ini! Pada kesempatan ini, kita akan membahas topik yang sangat relevan dan bermanfaat: "Olahraga sebagai Pencegahan Penyakit."
Kita akan mengeksplorasi berbagai manfaat olahraga bagi kesehatan fisik dan mental. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara teratur dapat membantu mencegah berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Selain itu, kita juga akan membahas bagaimana olahraga berkontribusi pada kesehatan mental, termasuk pengurangan stres, kecemasan, dan depresi.
Capaian pada pembelajaran di pertemuan ke 14 ini adalah mahasiswa mampu menguraikan peran Olahraga dan Pencegahan Penyakit. Setelah mempelajari materi pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi beberapa hal berikut:
Rekan-rekan sekalian dapat mempelajari berbagai materi dalam bentuk slide presentasi, studi kasus mau pun video dan lain sebagainya; pada menu SPADA yang kami sediakan di pertemuan ke-14 ini. Mari kita bersama-sama menggali informasi dan berdiskusi mengenai peran penting olahraga dalam menjaga kesehatan kita dan meningkatkan kualitas hidup. Semoga pertemuan ini memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk lebih aktif dan sehat!
Salam sehat,
apt. Ayu M. Santanu, S.Farm., M.KM
Obesitas merupakan suatu keadaan di mana berat badan seseorang berada di atas 120 % dari berat badan relatif (BBR) atau berada di atas 27 dari indeks masa tubuh (IMT). Tujuan utama olahraga pada obesitas adalah menurunkan berat badan dengan membakar kelebihan lemak yang dimiliki. Apabila kegemukan sudah terjadi, harus dilakukan balance energe negatif dengan melakukan diet (mengurangi porsi makan) serta peningkatan aktivitas fisik.
Obesitas adalah suatu penyakit multifaktorial yang diduga bahwa sebagian besar obesitas disebabkan karena interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain meliputi: aktivitas, gaya hidup, sosial ekonomi dan nutrisional, yaitu perilaku makan dan pemberian makanan padat yang terlalu dini diberikan pada bayi.
Latihan Kardiovaskular pada Obesitas
Latihan Beban pada Obesitas
Jenis gerak badan : berjalan, jogging, bersepeda, berenang
Diabetes melitus adalah salah satu gangguan metabolisme yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan sering berhubungan dengan beberapa masalah kesehatan yang serius akibat komplikasi yang timbul. DM dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) atau DM yang bergantung pada insulin untuk pengobatannya dan Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau DM yang tidak terlalu bergantung pada insulin untuk pengobatannya.
Penyakit diabetes mellitus ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah sewaktu puasa dan/atau 2 jam post prandial. Diagnosa diabetes ditegakkan bila kadar glukosa darah sewaktu lebih dari 200 mg/dL dan glukosa darah puasa diatas 126 mg/dL. Kebiasaan melakukan aktivitas fisik dan olahraga akan mempengaruhi kadar gula darah. Pada pasien diabetes melitus, aktivitas sedentary harus dihindari seperti menonton televisi, menggunakan internet, dan duduk santai. Peningkatan aktivitas fisik tinggi seperti jalan cepat, bersepeda, dan olah otot dianjurkan.
Secara garis besar diabetes dapat dikategorikan menjadi tipe 1 atau tipe 2. Dalam tipe 1, yang merupakan 5% -10% dari seluruh kasus diabetes, yang menjadi penyebabnya adalah kekurangan sekresi insulin secara absolut akibat kerusakan sel yang memproduksi insulin di pankreas oleh suatu proses autoimun. Diabetes tipe 2 (90% -95% dari seluruh kasus) merupakan kombinasi dari ketidakmampuan sel untuk merespon insulin (resistensi insulin) dan kompensasi sekresi insulin yang tidak memadai, sehingga menyebabkan kegagalan penyerapan glukosa ke dalam otot dan hati.
Klasifikasi tekanan darah tinggi menurut WHO, adalah tekanan darah normal, jika sistolik kurang atau sama dengan 140 mmHg dan diastolik kurang atau sama dengan 90 mmHg. Tekanan darah perbatasan, di mana sistolik 141-149 mmHg dan diastolik 91-94 mmHg. Tekanan darah tinggi atau hipertensi, yaitu jika sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan diastolik lebih besar atau sama dengan 95 mmHg.
Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi penderita hipertensi yaitu: jika kelebihan berat badan, asupan natrium (sodium), asupan kalium (potassium) dan pembatasan konsumsi alkohol. Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). ACE memegang peran fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah
Terdiri dari olahraga pada obesitas, penyakit jantung, diabetes mellitus dan hipertensi. Silahkan dicermati.
Silahkan perhatikan video berikut ini
Silahkan perhatikan video berikut ini
Materi ini akan membahas berbagai aspek terkait olahraga dan kebugaran bagi anak sekolah, yang merupakan bagian penting dari perkembangan fisik dan mental mereka. Dengan meningkatnya gaya hidup sedentari dan penggunaan teknologi, penting bagi kita untuk memahami manfaat aktivitas fisik dan bagaimana mengintegrasikannya dalam rutinitas sehari-hari anak.
Tujuan:
Dengan memahami pentingnya olahraga dan kebugaran, kita dapat membantu anak-anak kita tumbuh menjadi individu yang sehat, bahagia, dan aktif. Mari kita dukung mereka untuk mencintai olahraga dan menjaga kebugaran mereka!
Olahraga apa yang cocok dilaksanakan disekolah untuk anak usia 9-12 tahun?