Tantangan utama dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran berbasis teknologi di kelas mencakup beberapa aspek. Pertama, keterbatasan akses dan infrastruktur teknologi menjadi hambatan signifikan, terutama di sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai, seperti perangkat dan koneksi internet yang stabil. Selain itu, kemampuan dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi secara efektif juga menjadi tantangan, karena tidak semua guru terbiasa atau terlatih dalam penggunaan alat digital untuk pembelajaran. Resistensi terhadap perubahan, baik dari guru maupun siswa, juga seringkali menghambat adopsi teknologi dalam proses pembelajaran. Di sisi lain, teknologi yang digunakan dalam pembelajaran dapat menimbulkan distraksi bagi siswa jika tidak dikelola dengan baik, serta dapat menambah kompleksitas dalam penilaian dan umpan balik yang diberikan kepada siswa.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pengelolaan kelas yang efektif sangat penting. Salah satu cara adalah dengan memberikan pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru, sehingga mereka dapat meningkatkan keterampilan dalam menggunakan teknologi dan merancang pembelajaran berbasis teknologi yang efektif. Perencanaan pembelajaran yang jelas dan terintegrasi dengan teknologi juga perlu dilakukan, memastikan bahwa tujuan pembelajaran, metode, dan evaluasi selaras dengan alat dan platform yang digunakan. Pemilihan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan siswa, serta penerapan pengelolaan kelas yang efektif, seperti mengatur penggunaan perangkat hanya untuk tujuan pembelajaran, juga sangat penting. Selain itu, memberikan umpan balik yang cepat dan konstruktif melalui platform digital, serta menciptakan pengalaman pembelajaran yang interaktif dan menarik, dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis teknologi.