Mikoremediasi atau fitoremediasi dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran limbah logam berat baik di air atau di tanah, Konsentrasi logam berat dalam tanah dapat dikurangi melalui penanaman tanaman pengikat logam berat dengan proses fitoremediasi dengan tanaman hiperakumulator. Fitoremediasi adalah teknologi untuk memperbaiki lahan dengan menggunakan tanaman (Mangkoedihardjo dkk., 2008). Selain eceng gondok dan semanggi air ada beberapa tanaman yang berpotensi menjadi agen fitoremediator yang dapat mengatasi limbah logam berat yaitu Tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dan jengger ayam (Celosia pulmosa). Kedua tanaman tersebut merupakan jenis tanaman hiperakumulator yang dapat meremediasi tanah yang tercemar logam berat (Pb). Yusuf dkk. (2014) menyimpulkan bahwa tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata) memiliki kemampuan menyerap konsentrasi Pb dalam tanam sebesar 56,63%. Penelitian yang dilakukan Alam dan Juhriah (2016) menyebutkan bahwa tanaman jengger ayam (Celosia pulmosa) memiliki kemampuan menyerap konsentrasi Pb dalam tanah sebesar 74,44%.
referensi :
Ratnawati, R., & Fatmasari, R. D. (2018). Fitoremediasi tanah tercemar logam timbal (Pb) menggunakan tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dan jengger ayam (Celosia plumosa). Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan, 3(2), 62-69.