LMS-SPADA INDONESIA
Mata kuliah Kewirausahaan menumbuhkan minat mahasiswa untuk menjadi wirausahawan yang memiliki ide atau gagasan usaha menjadi suatu lapangan usaha dengan memahami situasi dan kondisi yang terjadi di sekitarnya sehingga dapat menjadi wirausahawan yang sukses dan dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Mahasiswa mempraktikan konsep-konsep kewirausahaan dan mampu menjalankan usaha secara mandiri atau berkelompok
Mata Kuliah Kimia Lingkungan bertujuan untuk mendukung capaian pembelajaran lulusan berupa kemampuan mahasiswa dalam memberikan kontribusi untuk memecahkan masalah dalam lingkup pekerjaannya. Mata kuliah ini membahas tentang reaksi kimia yang ada di lingkungan seperti kimia air, udara, dan tanah. Selanjutnya, mahasiswa setelah menyelesaikan perkuliahan ini dapat lebih bijak dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tujuan mata kuliah ini untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada mahasiswa tentang berbagai kompartemen lingkungan baik lingkungan perairan, udara dan tanah dari segi tinjauan kimia. Selain itu mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan berbagai proses transformasi kimia yang berlangsung di lingkungan dan berbagai aktivitas yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan serta penanggulangannya. Softskill yang masuk dalam matakuliah ini adalah problem solving. Penyisipan softskill dapat menumbuhkan dan mendasari keinginan mahasiswa dalam menyikapi isu-isu lingkungan.
Mata Kuliah ini menyajikan komunikasi sebagai komponen penting untuk sukses di tempat kerja.
Di kelas ini, Anda akan mengembangkan landasan untuk merancang pesan yang efektif, baik tertulis maupun lisan, mulai dari konsep hingga penyampaian.
Anda akan menggunakan model komunikasi untuk mengidentifikasi tujuan, menganalisis audiens, memilih informasi, dan membuat pengaturan dan saluran yang paling efektif untuk pesan tersebut.
Secara khusus, Mata Kuliah ini menekankan unsur-unsur komunikasi persuasif: bagaimana merancang pesan untuk audiens yang beragam dan mungkin menolak dan bagaimana menyajikan informasi tersebut dengan cara yang kredibel dan meyakinkan.
Secara khusus, Anda akan berlatih menyusun dan mengedit dokumen bisnis tertulis yang jelas, tepat, dan dapat dibaca serta belajar merancang dokumen untuk membuat informasi mudah diakses oleh pembaca tingkat eksekutif yang sibuk. Selain itu, Anda akan mengembangkan dan menyampaikan presentasi individu, menggunakan dukungan visual yang tepat dan efektif, di mana Anda menyajikan argumen persuasif yang menunjukkan relevansi dan manfaat bagi audiens di berbagai tingkat keahlian atau minat.
Kursus ini membahas komunikasi sebagai komponen kunci untuk sukses di tempat kerja. Dalam kelas ini, kamu akan membangun dasar untuk merancang pesan-pesan yang efektif, baik secara tertulis maupun lisan, dari konsep hingga penyampaian. Kamu akan menggunakan model komunikasi untuk mengidentifikasi tujuan, menganalisis audiens, memilih informasi, dan membuat susunan serta saluran yang paling efektif untuk pesan tersebut. Khususnya, kursus ini menekankan elemen-elemen komunikasi persuasif: bagaimana merancang pesan-pesan untuk audiens yang beragam dan mungkin resisten, serta bagaimana menyajikan informasi tersebut dengan cara yang kredibel dan meyakinkan.
Secara khusus, kamu akan berlatih menyusun dan mengedit dokumen bisnis tertulis yang jelas, tepat, dan mudah dibaca, serta belajar merancang dokumen agar informasi mudah diakses oleh pembaca yang sibuk dan berada di level eksekutif. Selain itu, kamu akan mengembangkan dan menyampaikan presentasi individu, dengan menggunakan dukungan visual yang sesuai dan efektif. Dalam presentasi ini, kamu akan menyajikan argumen persuasif yang menunjukkan relevansi dan manfaat kepada audiens dengan tingkat pengetahuan atau minat yang berbeda-beda.
Mata kuliah ini memberikan pemahaman
komprehensif tentang konsep, teori, dan aplikasi machine learning.
Mahasiswa akan belajar menjelaskan prinsip-prinsip dasar supervised,
unsupervised, dan reinforcement learning, serta memahami
istilah-istilah umum seperti dataset, feature, instance, class, label,
training, testing, dan model. Selain itu, mahasiswa akan
menguasai dasar-dasar pemrograman Python, termasuk conditional
statement, input/output, looping, dan struktur data, serta mampu membaca
dan memvisualisasikan dataset. Pembelajaran berlanjut dengan
mengimplementasikan proses pelatihan dan pengujian dataset, serta
menerapkan tahapan inti machine learning melalui kasus sederhana.
Mahasiswa juga akan menelaah dan menguraikan struktur dataset
menggunakan teknik seperti exploratory data analysis (EDA) dan principal
component analysis (PCA) untuk mengidentifikasi pola dan anomali. Validasi
kualitas dan hasil analisis dataset dilakukan dengan pendekatan
seperti k-fold cross-validation dan bootstrap sampling untuk
meningkatkan keandalan model. Mahasiswa akan belajar mengorganisasikan
dataset dari berbagai sumber dengan teknik seperti feature
engineering, data augmentation, normalisasi, dan ensemble methods.
Analisis dataset untuk mengidentifikasi pola dan tren yang signifikan
serta melakukan EDA menjadi bagian penting untuk mendapatkan wawasan
awal tentang data. Selain itu, pemilihan pendekatan machine learning
yang tepat serta penerapan teknik optimasi seperti hyperparameter tuning
akan diajarkan untuk memaksimalkan kinerja model. Mahasiswa akan
menguji dan mengukur karakteristik dataset menggunakan pustaka Python
seperti Pandas dan NumPy, serta mengevaluasi efektivitas
berbagai pendekatan machine learning dengan metrik kinerja seperti accuracy,
precision, recall, F1-score, dan ROC-AUC. Akhirnya, mahasiswa
akan mampu merekomendasikan solusi machine learning yang tepat,
merancang arsitektur model yang sesuai dengan kebutuhan spesifik, dan
membangun serta mengimplementasikan model secara end-to-end
untuk aplikasi nyata, mulai dari pengumpulan data hingga deployment.
Dosen Pengampu ;

Syakhruni, S. Pd, M. Sn.

Sri Wahyuni Muhtar, S.Pd., M.Sn
Deskripsi Mata Kuliah :
Mata kuliah ini memberi
penjelasan mengenai manajemen pertunjukan secara teoretis,
mata kuliah ini adalah mata kuliah dasar atau awal yang memiliki mata kuliah lanjutan yaitu
Manajemen Produksi
Tari 2. Mata kuliah ini membahas tentang profil organisasi seni pertunjukan di
Indonesia, konsep dasar manajemen organisasi seni pertunjukan, perencanaan
stratejik, manajemen proyek, manajemen pemasaran, manajemen keuangan dan
penggalangan dana. Output dari mata kuliah ini adalah proposal penyelenggaraan
pertunjukan tari.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah ;
Mahasiswa dapat menambah pengetahuan sebagai tim produksi dan pihak manajemen yang akan mengatur produksi pertunjukan tari dan dapat membuat serta mengajukan proposal penyelenggaraan pertunjukan tari.
Selamat datang para Pejuang Muda dalam pembelajaran Kampus Merdeka “Pejuang Muda" selama satu semester ke depan. Pembelajaran akan dilaksanakan dalam dua bagian, yaitu pembelajaran Materi Umum melalui online/daring dan Team Based Project.
Kompetensi Pembelajaran Kampus Merdeka “Pejuang Muda” terdiri dari 7 modul yaitu:
Modul 1: pengantar materi umum sebanyak 9 materi yang wajib diikuti oleh semua peserta.
Selanjutnya, bagian kedua adalah team- based project dengan program tematik sebanyak 4 jenis program yang terbagi dalam 4 modul yaitu:
Modul 2: Pengembangan program bantuan sosial,
Modul 3: Pemberdayaan Fakir Miskin dan Lanjut Usia,
Modul 4: Pola Hidup Sehat dan Kesehatan Lingkungan,
Modul 5: Fasilitas untuk kepentingan umum.
Untuk menunjang program team-based project, terdapat 2 modul pendukung yaitu:
Modul 6: Social Enterpreneurship
Modul 7: Pengembangan Project Proposal
Tahun Akademik:
Gasal 2021/2022
Kelas-Offr:
K-K
Deskripsi:
Teknologi internet secara
signifikan mempengaruhi cara sebuah bisnis menjual produk mereka dan
berinteraksi dengan pemasok mereka. E-Marketing akan membantu kita
mengembangkan pemahaman menyeluruh tentang prinsip dan praktik penggunaan
Internet dan teknologi lainnya seperti media sosial dan telepon seluler untuk memasarkan
barang dan jasa. Meneliti berbagai model bisnis yang digunakan dalam pemasaran
elektronik, dan mengeksplorasi teknik dan metodologi untuk melakukan penelitian
e-market dan mengembangkan kecerdasan kompetitif dalam sebuah organisasi.
Selain itu, E-Marketing juga menjabarkan secara rinci untuk merencanakan dan
menerapkan strategi E-Marketing yang komprehensif menggunakan strategi
penetapan harga alternatif, periklanan dan promosi, dan jalur distribusi.
E-Marketing juga mempertimbangkan isu penting lainnya seperti akuisisi dan
retensi pelanggan, dan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam penerapan
strategi E-Marketing di pasar global
Memahami apa itu Pemasaran Online (E-Marketing)
dan hal-hal yang berkaitan dan mendukungnya
Memahami Lingkungan yang melingkupi E-Marketing
Memahami Strategi E-Marketing
Memahami Manajemen E-Marketing
Strauss, J. & Frost,
R. 2014. E-Marketing. Essex: Pearson
Education
Laudon, K.C. & Traver, C.G. 2018. E-Commerce
2017. Essex: Pearson Education
Jurnal Nasional dan Internasional Kredibel
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib dan merupakan kelanjutan dari materi Fisika Modern yang kajiannya berfokus pada materi Inti Atom. Materi perkuliahan ini merupakan pemantapan mata kuliah Fisika Modern dalam mempelajari fisika mikroskopik yang membahas tentang sifat-sifat inti, gaya antar nukleon, model inti, peluruhan radioaktif dan radioaktivitas, reaksi inti (termasuk reaksi fisi dan fusi), dan aplikasi fisika inti dalam berbagai bidang, seperti energi nuklir, kedokteran, serta lingkungan. Mahasiswa diajak memahami prinsip-prinsip dasar fisika inti secara konseptual dan kuantitatif, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap isu-isu sains dan teknologi terkait energi nuklir. Pembelajaran dilaksanakan secara daring (sinkron dan/atau asinkron) melalui kombinasi perkuliahan, diskusi, pemecahan masalah, dan team-based project. Dalam perkuliahan ini, ada 4 indikator penilaian untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa yaitu: (1) Quiz 12%; (2) Tugas 28% ; (3) Team-Based Project 40%; (4) UTS 10% ; dan (5) UAS 10%.
Mata kuliah Pendidikan Jasmani dan Olahraga termasuk mata kuliah umum (MKU) yang merupakan bagian dari keseluruhan kurikulum pendidikan maupun non-pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia. Mata kuliah Pendidikan Jasmani dan Olahraga diberikan pada tahun kedua dengan bobot 2 sks selama satu semester. Mata kuliah ini membekali peserta didik melalui pengalaman belajar yang diarahkan untuk mengembangkan nilai-nilai kesehatan, kebugaran jasmani dan afektif sepanjang hayat. Dengan berpartisipasi dalam mata kuliah ini diharapkan mahasiswa memiliki kualitas hidup yang lebih baik, mengurangi resiko terkena penyakit dan mendapatkan manfaat-manfaat psikologis maupun emosional melalui aktivitas jasmani. Disamping itu, pendekatan, metode hingga model pembelajaran yang dikembangkan dalam mata kuliah ini diarahkan untuk memberi kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiwa untuk meningkatkan keterampilan sosial dan kognifitf sehingga terbentuk gaya hidup sehat dan aktif serta meningkatnya partisipasi dalam beraktifiats fisik secara mandiri sepanjang hayat. Sejalan dengan tujuan UPI yaitu menghasilkan pendidik, tenaga kependidikan, ilmuwan, dan tenaga ahli pada semua jenis dan program pendidikan tinggi, yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif global, maka mata kuliah Pendidikan Jasmani dan Olahraga sangat relevan dan penting untuk mewujudkan tercapainya Visi dan Misi UPI.
Proses belajar mengajar, istilah pendekatan, metode dan teknik pembelajaran .Istilah-istilah tersebut sering digunakan dengan pengertian yang sama. Artinya orang memaknai bahwa pendekatan, metode dan teknik adalah hal yang sama dalam proses pembelajaran. Istilah–istilah tersebut memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya.
Setiap guru tidak selalu mempunyai pandangan yang sama dalam menilai anak didik. Hal ini akan mempengaruhi pendekatan yang guru ambil dalam pengajaran. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centeredapproach).
Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif (Sanjaya, 2008: 127). Menurut Darmiyati Zuchdi ( 1996: 30), pendekatan merupakan dasar teoritis untuk suatu metode. Pendekatan ini mengacu pada seperangkat asumsi yang saling berkaitan, dan berhubungan dengan sifat bahasa.
Ketepatan penggunaan suatu metode akan menunjukkan fungsionalnya strategi dalam kegiatan pembelajaran. Istilah metode dapat digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, sebab secara umum menurut kamus Purwadarminta (1976), metode adalah cara yang telah teratur dan terfikir baik-baik untuk mencapai sesuatu maksud. Metode pembelajaran bahasa ialah rencana pembelajaran yang mencakup pemilihan, penentuan, dan penyusunan secara sistematis bahan yang akan diajarkan serta kemungkinan pengembangan (Darmiyati Zuchdi, 1996: 30).
Berdasarkan hal tersebut maka kedudukan metode dalam pembelajaran mempunyai ruang lingkup sebagai cara dalam:
Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. Teknik yang digunakan oleh guru bergantung pada kemampuannya membuat siasat agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Enny Zubaedah (disampaikan dalam Sarasehan Pengembangan Pembelajaran di SD dan TK Jurusan Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Dasar FIP, 2006: 8) memaparkan teknik dalam pengajaran selalu mengacu pada pengertian implementasi perencanaan pengajaran di depan kelas, yakni penyajian pelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas. Oleh karena itu, teknik bersifat implementasional.
Pemaparan diatas memberi kesimpulan bahwa pendekatan pembelajaran menjadi dasar untuk menentukan metode yang tepat pada pembelajaran tersebut. Setelah itu, metode tersebut menjadi dasar penerapan teknik pembelajaran.
Pendekatan dalam pembelajaran bahasa terdiri dari beberapa macam, seperti yang akan diuraikan berikut.
Kelompok ini berpandangan bahwa proses penguasaan kemampuan berbahasa anak sebenarnya dikendalikan dari luar sebagai akibat berbagai rangsangan yang diterapkan lingkungan kepada Si Anak. Bahasa sebagai wujud perilaku manusia merupakan kebiasaan yang harus dipelajari. Jadi kemampuan berkomunikasi anak melalui bahasa pada dasarnya sangat ditentukan oleh stimulus-respon dan peniruan-peniruan.
Pandangan ini berpendapat bahwa anak sudah dibekali secara alamiah dengan apa yang disebut LAD (Language Acquisition Device). LAD sudah diprogramkan untuk mengolah butir-butir tatabahasa yang dianggap sebagai suatu bagian dari otak. LAD membekali anak dengan kemampuan alamiah untuk dapat berbahasa. Dengan demikian belajar berbahasa pada hakikatnya hanyalah mengisi detail dalam struktur yang sudah ada secara alamiah.
Kemapuan berbahasa anak berasal dan diperoleh sebagai akibat dari kematangan kognitif anak. Bahasa dalam pandangan kognitif distrukturlisasi dan dikendalikan oleh nalar. Dengan demikian perkembangan kognisi sangat berpengaruh pada perkembangan bahasa.
Pendekatan ini merupakan perpaduan teori-teori yang telah disebutkan di atas. Kesimpulan teori-teori bahasa anak mempunyai potensi dasar (kognitif) dari bawaannya yang tidak terlepas dari pengaruh lingkungan melalui proses interaksi. Inti pembelajaran interaktif adalah siswa membuat pertanyaan atau mencari masalah sendiri dan berusaha menyelesaikan sendiri. Hal ini akan meningkatkan kreativitas dan berpikir kritis siswa.
Penerapan pendekatan tujuan ini sering dikaitkan dengan ‘’cara belajar tuntas’’. Dengan ‘’cara belajar tuntas’’, berarti suatu kegiatan belajar mengajar dianggap berhasil, apabila sedikit-dikitnya 85% dari jumlah siswa yang mengikuti pelajaran itu menguasai minimal 75% dari bahan ajar yang diberikan oleh guru. Penentuan keberhasilan itu didasarkan hasil tes sumatif; jika sekurang-kurangnya 85% dari jumlah siswa dapat mengerjakan atau dapat menjawab dengan betul minimal 75% dari soal yang diberikan oleh guru maka pembelajaran dapat dianggap berhasil.
Pandangan ini berpendapat bahwa bahasa adalah data yang didengar/ditulis untuk dianalisis sesuai dengan tatabahasa. Jadi belajar bahasa adalah belajar struktur (tatabahasa).
Pendekatan komunikatif didasarkan pada pandangan bahwa bahasa adalah sarana berkomunikasi. Karena itu tujuan utama pengajaran bahasa adalah meningkatkan keterampilan berbahasa siswa, bukan kepada pengetahuan tentang bahasa, pengetahuan bahasa diajarkan untuk menunjang pencapaian keterampilan bahasa.
Pendekatan ini mengutamakan keterampilan berbahasa dengan memperhatikan faktor-faktor penentu berbahasa, seperti: pemeran serta, tujuan, situasi, konteks juga aspek pengembangan: emosi, moral, sosial dan intelektual.
Suatu pendekatan untuk mengembangkan mengajarkan bahasa yang dilaksanakan secara menyeluruh, meliputi: mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan tersebut memiliki hubungan yang interaktif yang tidak terpisah-pisah dengan aspek kebahasaan: fonem, kata, ejaan, kalimat, wacana dan sastra. Di samping itu pendekatan ini juga mementingkan multimedia, lingkungan, dan pengalaman belajar anak.
Karakteristik pengembangan whole languange menurut Goodman & Newman (Rofi’uddin, Ahmad & darmiyati Zuchdi, 2002: 133-136) yaitu:
Konsep whole languange berasal dari pernyataan Dewey tentang hakikat pembelajar. Penganut whole languange mengatakan bahwa pembelajar memiliki kekuatan, kesanggupan, dan keinginan untuk belajar. Pembelajar merupakan pribadi yang kreatif, ia mampu menyusun menciptakan, dan menemukan pemecahan terhadap berbagai persoalan secara aktif jika mereka diberi kesempatan untuk melakukan aktifitas tersebut selaras dengan kemampuannya. Piaget dan kawan-kawan membuktikan dalam sebuah penelitian bahwa ank-anak terlibat secara aktif dalam memahami dunianya mampu menjawab berbagai pertanyaan dan memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya. Anak belajar melalui aktivitas dan keterlibatan mereka dengan objek-objek di luar dirinya dan menyusun kategori-kategori pemikiran mereka sendiri serta mengorganisasikan dunianya.
Anak mengembangkan konsep mereka sendiri. Setiap pembelajar memiliki perbedaan yang bersifat personal sebagai refleksi dari keberagaman manusia yaitu budaya, sistem nilai, pengalaman, kebutuhan, minat, dan bahasa serta bersifat sosial yaitu suku, budaya, dan sistem budaya dari kelompok sosial di mana pembelajar berada. Guru kelas menghargai perbedaan tersebut diantara pembelajar. Pembelajar bertanggung jawab terhadap terhadap apa yang mereka pelajari dan mendapat dukungan penuh dalam mengembangkan dan memenuhi tujuan pembelajarannya.
Guru sebagai mediator yang menyediakan fasilitas kepada pembelajaran dalam melaksanakan transaksi dengan dunia luar. Para guru adalah tenaga profesional yang memahami kondisi pembelajar, teori belajar, dan kegiatan belajar-mengajar. Guru tidak bertindak sebagai pengontrol dalam pembelajaran namun memiliki kewenangan dalam merencanakan, mengorganisasikan, dan memilih sumber belajar yang diperlukan anak. Guru mengajar ke dan dari pembelajar. Guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan melainkan bersama-sama memecahkan masalah dan mencari jawaban bersama pembelajar. Guru menolak model-model pengajaran efektif yang bersifat membatasi, karena dianggap bahwa mengajar lebih kompleks dan komperhensif dari sekedar menerapkan model.
Keberadaan bahasa disebabkan oleh dua alasan. Pertama, karena manusia sanggup berfkir simbolik, mereka mempresentasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain, mereka mampu menciptakan sistem-sistem semiotik. Kedua, karena manusia adalah makhluk sosial yang menggunakan bahasa sebagai saran komunikasi dalam kehidupannya. Berdasarkan alasan di atas, jelas bahwa bahasa bagi manusia adalah media komunikasi dan berfikir. Haliday menjelaskan ada tiga jenis belajar bahasa yang terjadi secara simultan, yaitu: belajar bahasa, belajar melalui bahasa, dan belajar tentang bahasa. Dalam whole languange berpandangan bahwa program pengajaran membaca, menulis, berbicara, dan menyimak tidak terpisah melainkan terpadu. Bahasa lisan dan tulis lebih baik dan lebih mudah dipelajari dalam aktivitas berbahasa yang autentik dan peristiwa berbahasa sesuai dengan fungsi bahasa yang sesungguhnya.
Halliday menyimpulkan bahwa sebenarnya kita belajar melalui bahasa sewaktu kita belajar bahasa. Ini mendasari penyusunan kurikulum whole languangeyaitu kurikulum ganda, setiap aktivitas, pengalaman, atau unit memiliki kesempatan dalam pengembangan linguistik dan sekaligus kognitif. Bahasa dan pikiran berkembang, namun disaat yang bersamaan pengetahuan dan konsep dikembangkan dan dibangun. Guru menggunakan pembelajaran tematik dalam menerapkan kurikulum ganda.Whole languange menegaskan konsep “ belajar sambil bekerja”. Kurikulum ganda keterpaduan, keautentikan, pilihan pembelajar, dan kolaborasi merupakan hal-hal yang mendasar. Istilahwhole languange memiliki makna dibagi/tidak terpisah, dan terpadu.
Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning atau CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa.
Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalamai, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil. Dalam konteks itu, siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan begaimana mencapainya. Mereka sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya nanti. Dengan begitu mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya nanti.
Pendekatan terpadu dalam bidang bahasa hampir sama dengan pendekatan “Whole Language”, yang pada dasarnya pembelajaran bahasa senantiasa harus terpadu, tidak terpisahkan antara keterampilan berbahasa (menyimak,berbicara,membaca,menulis) dengan komponen kebahasaan (tatabunyi, tatamakna, tatabentuk, tatakalimat) juga aspek sastra. Di samping itu untuk kelas-kelas rendah pendekatan terpadu ini menggunakan jenis pendekatan lintas bidang studi, yang artinya pembelajaran Bahasa Indonesia dapat disatukan dengan mata pelajaran lain seperti: Pendidikan Agama, Matematika, Sains, Pengetahuan Sosial, Kesenian dan Pendidikan Jasmani.
Pendekatan ini merupakan suatu sistem pembelajaran yang menekankan kadar keterlibatan siswa secara fisik, mental, intelektual dan emosional untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kadar CBSA dapat dilihat dari aktivitas belajar siswa tinggi, aktivitas guru sebagai fasilitator, desain pembelajaran berfokus pada keterlibatan siswa, suasana belajar kondusif. Misal: dalam pembelajaran membaca permulaan di kelas satu, dapat dilaksanakan secara individual, kelompok atau klasikal. Kegiatan secara individual dapat membaca nyaring (bagi siswa yang sudah lancar membaca), dapat pula membaca gambar, menyusun balok-balok huruf menjadi kata, menjodohkan gambar dan kata.
Keterampilan proses adalah kemampuan yang dibangun oleh sejumlah keterampilan dalam proses pembelajaran yang meliputi:
Keterampilan proses berfungsi sebagai alat menemukan dan mengembangkan konsep. Konsep itu akan menunjang pula keterampilan proses. Keterampilan proses dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia meliputi kegiatan: mengamati, menggolongkan, menafsirkan, menerapkan, dan mengomunikasikan.
Pendekatan komunikatif merupakan pendekatan yang dilandasi oleh pemikiran bahwa kemampuan menggunakan bahasa dalam komunikasi merupakan tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran bahasa. Tampak bahwa bahasa tidak hanya dipandang sebagai seperangkat kaidah tetapi lebih luas lagi, yakni sebagai sarana untuk berkomunikasi. Ini berarti, bahasa ditempatkan sesuai dengan fungsinya, yaitu fungsi komunikatif. Menurut Littlewood (1981) pemikiran pendekatan komunikatif didasarkan pada pemikiran bahwa:
Matakuliah ini membahas tentang pengertian, karakteristik, klasifikasi media audio format program audio, pengorganisasian personil produksi, pengenalan dan penggunaan studio rekaman dan peralatannya, langkah-langkah penyusunan rancangan yang meliputi penentuan ide, perumusan tujuan, perumusan pokok materi, pengembangan treatment, penulisan naskah dan produksi media audio dan penyiaran untuk keperluan pembelajaran melalui pembelajaran saintifik. Perkuliahan dilaksanakan dengan cara blended learning. Penilaian dilakukan dengan cara tanya jawab dan tertulis.
Menurut Sadiman, Media audio adalah media untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan dalam bentuk lambang – lambang auditif, baik verbal (ke dalam kata–kata atau bahasa lisan) maupun non verbal.
Menurut Rudi Susilana dan Cepi Riyana media audio adalah media yang penyampaian pesannya hanya dapat diterima oleh indra pendengaran. Pesan atau informasi yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif yang berupa kata-kata, musik, dan sound effect.
Sedangkan menurut Sudjana dan Rivai media audio untuk pengajaran adalah bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (pita suara, atau piringan suara), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar.
Berdasarkan pendapat di atas dapat kami simpulkan bahwa Media audio adalah media yang digunakan untuk menyampaikan pesan verbal maupun non verbal, dimana fokus pada aspek pendengaran sebagai penangkap informasi. Kegiatannya meliputi beberapa unsur.
Mata kuliah ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum untuk mahasiswa Jurusan S1 Pendidikan Biologi. Fokusnya adalah untuk memberikan kemampuan kepada mahasiswa calon guru dalam menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam menciptakan alat bantu pembelajaran biologi, serta mendorong kemampuan mahasiswa calon guru dalam mengembangkan berbagai jenis media pembelajaran dan sumber belajar yang efektif untuk mendukung terciptanya pembelajaran biologi yang bermutu. Mata kuliah ini mencakup pemahaman mendalam tentang konsep media dan sumber belajar, berbagai macam media yang ada, dan teori dasar penggunaan media. Mahasiswa diharapkan dapat menguasai berbagai aspek pengembangan media, termasuk definisi dan fungsi berbagai jenis media, serta langkah-langkah praktis dalam pengembangannya, seperti media cetak, grafis, tiga dimensi, audio, visual, multimedia, dan berbasis internet. Selain itu, mata kuliah ini juga membahas berbagai model pengembangan produk seperti ADDIE, Dick & Carey, dan lainnya. Mahasiswa akan diajak untuk mengembangkan media dengan prosedur tertentu sebagai bagian dari pembelajaran ini. Para mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih jenis media yang ingin dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan keterjangkauan dalam bentuk kerja kelompok.
Tahun Akademik:
Gasal 2023/2024
Deskripsi:
Analisis Situasi Masyarakat; Teori perencanaan dan evaluasi program promosi kesehatan; Model Perencanaan promosi kesehatan; Pengembangan Work Plan; Pengembangan Indikator dan Target; Evaluasi Program Promosi Kesehatan; Model Evaluasi promosi kesehatan; Keberlangsungan Program; Implementasi dan evaluasi program promosi kesehatan
Capaian Pembelajaran
Daftar Pustaka:
Dalam mata kuliah Inovasi Pendidikan, mahasiswa melakukan kajian mengenai konsep dasar inovasi pendidikan konsep inovasi pendidikan yang meliputi: pengertian inovasi dan modernisasi; dan karakteristik inovasi pendidikan dari berbagai sumber yaitu observasi, buku, internet, dan jurnal. Setelah itu, mahasiswa diarahkan untuk menganalisis proses inovasi (yang meliputi difusi dan diseminasi inovasi, proses keputusan inovasi, model proses inovasi pendidikan) dan strategi inovasi pendidikan (yang meliputi strategi dan petunjuk penerapan strategi inovasi pendidikan). Dalam matakuliah ini, mahasiswa juga diarahkan untuk menganalisis inovasi kurikulum dan inovasi pembelajaran serta inovasi profesionalisme pendidik. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengaktualisasikan inovasi pendidikan di SD.
Dalam mata kuliah Inovasi Pendidikan, mahasiswa melakukan kajian mengenai konsep dasar inovasi pendidikan konsep inovasi pendidikan yang meliputi: pengertian inovasi dan modernisasi; dan karakteristik inovasi pendidikan dari berbagai sumber yaitu observasi, buku, internet, dan jurnal. Setelah itu, mahasiswa diarahkan untuk menganalisis proses inovasi (yang meliputi difusi dan diseminasi inovasi, proses keputusan inovasi, model proses inovasi pendidikan) dan strategi inovasi pendidikan (yang meliputi strategi dan petunjuk penerapan strategi inovasi pendidikan). Dalam matakuliah ini, mahasiswa juga diarahkan untuk menganalisis inovasi kurikulum dan inovasi pembelajaran serta inovasi profesionalisme pendidik. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengaktualisasikan inovasi pendidikan di SD.
Mata kuliah Program Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa Prodi PBSI. Mata kuliah ini mempunyai bobot 3 SKS. Sebagai salah satu mata kuliah yang esensial, mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman belajar bagi mahasiswa agar mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam melakukan desain pembelajaran. Mata kuliah ini berisi topik bahasan antara lain pengembangan program PBSI mencakup RPE, jadwal pelajaran, prota, promes, silabus dan RPP. Selain itu terdapat juga materi tentang remedial dan pengayaan. Hal yang harus disusun atau dikerjakan oleh mahasiswa dalam mata kuliah ini adalah menyusun semua perangkat pembelajaran layaknya guru yang ada di sekolah. Penguasaan materi dalam mata kuliah ini menggunakan metode diskusi, ceramah dan tanya jawab serta tugas protofolio. Sistem perkuliahan dilakukan dengan tatap muka dikelas dan dikombinasi dengan sistem perkuliahan daring (online) dengan web milik kampus. Penilaian akhir dari mata kuliah ini diambil dari absensi, keaktifan di kelas, tugas dan penampilan saat presentasi materi. Tujuan umum dari mata kuliah ini adalah agar mahasiswa PBSI mampu merancang dan menyembangkan perangkat pembelajaran yang inovatif dan kreatif sesuai dengan perkembangan jaman. Selain itu, adanya
Mata kuliah perkembangan psikologi pendidikan membekali mahasiswa untuk memiliki kemampuan memahami menjelaskan, menganalisis, mengaplikasikan dan mengevaluasi psikologi pendidikan dalam lingkup pendidikan anak uusia dini dengan topik yang di bahas yaitu; 1). Mengetahui konsep, unsur dan perilaku siswa dalam psikologi perkembangan, 2). Memahami kecakapan dan perkembangan peseta didik; 3). Menjelaskan kepribadian dan konsep teori belajar dalam psikologi; 4). Menganalisis yang mempengaruhi kesulitan belajar; 5).Mngaplikasikan asesmen hasil belajar; 6)Mengevaluasi peran seorang guru dalam psikologi pendidikan.