Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Diskusi 4

Tugas Pertemuan4 - Prinsip Mayer

Tugas Pertemuan4 - Prinsip Mayer

by HIKMA AMELIA - Number of replies: 0

9 Prinsip Mayer !!

  • Prinsip Koherensi (Coherence): Pembelajaran akan lebih efektif jika materi yang tidak relevan atau hanya menarik perhatian dibuang dari materi utama, sehingga fokus tetap pada inti materi. Dalam penerapannya, hal ini dapat dilakukan dengan menghindari penambahan musik latar yang tidak perlu atau suara yang mengganggu pada video pembelajaran, serta tidak menyertakan gambar-gambar dekoratif yang tidak berhubungan dengan konsep yang sedang diajarkan di slide presentasi.

  • Prinsip Sinyal (Signaling): Pembelajaran menjadi lebih efektif jika terdapat sinyal atau petunjuk yang menyoroti informasi penting dalam materi, seperti dengan menggarisbawahi, memperbesar, atau mewarnai bagian tertentu. Contoh penerapannya adalah dengan menggunakan huruf tebal (bold), warna, atau garis bawah pada teks kunci, serta menambahkan panah atau lingkaran di sekitar bagian penting dari sebuah gambar atau diagram.

  • Prinsip Redundansi (Redundancy): Pembelajaran lebih baik jika menghindari penyajian kata-kata dalam bentuk teks dan narasi secara bersamaan dengan gambar atau animasi, karena hal ini bisa membebani otak. Dalam praktiknya, saat membuat video tutorial, sebaiknya tidak menampilkan seluruh narasi dalam bentuk teks di layar, melainkan cukup menggunakan narasi audio ditambah gambar atau animasi, serta menambahkan teks singkat seperti judul, label, atau poin-poin penting jika memang diperlukan.

  • Prinsip Kontiguitas Spasial (Spatial Contiguity): Pembelajaran akan lebih efektif jika kata-kata yang berhubungan erat dengan gambar ditempatkan berdekatan secara visual. Sebagai contoh, ketika menjelaskan bagian-bagian jantung, label teks untuk setiap bagian sebaiknya diletakkan tepat di sebelah bagian tersebut pada diagram, bukan dalam daftar terpisah di bagian bawah.

  • Prinsip Kontiguitas Temporal (Temporal Contiguity): Pembelajaran akan lebih efektif jika kata-kata, terutama narasi audio, disajikan secara bersamaan dengan animasi atau gambar yang relevan. Dalam aplikasinya, misalnya pada video tentang proses fotosintesis, narasi audio harus menjelaskan langkah-langkah secara real time saat animasi yang sesuai sedang diputar, tanpa ada jeda antara penjelasan dan visual.

  • Prinsip Segmentasi (Segmenting): Pembelajaran menjadi lebih baik jika materi multimedia dibagi menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna atau dapat dikendalikan oleh pengguna. Contoh penerapannya adalah dengan memecah video pembelajaran panjang menjadi beberapa bagian pendek atau modul, serta memberikan kontrol kepada pengguna seperti tombol “lanjut” untuk berpindah ke bagian berikutnya setelah menyelesaikan satu konsep yang kompleks.

  • Prinsip Modalitas (Modality): Pembelajaran lebih baik ketika penjelasan diberikan melalui narasi audio daripada melalui teks di layar, terutama jika teks tersebut disajikan bersamaan dengan gambar atau animasi, karena ini dapat mengurangi beban pada saluran visual. Sebagai contoh, untuk menjelaskan animasi kompleks, lebih baik menggunakan suara narator dibandingkan menyuruh siswa membaca paragraf panjang sambil menonton animasi.

  • Prinsip Multimedia (Multimedia): Prinsip dasar ini menyatakan bahwa pembelajaran lebih baik ketika informasi disajikan dalam bentuk kata-kata (teks atau narasi) dan gambar (grafis atau animasi), dibandingkan hanya menggunakan kata-kata saja. Sebagai contoh, saat menjelaskan cara kerja motor, akan lebih efektif menggunakan ilustrasi atau animasi dibanding hanya memberikan deskripsi secara lisan atau tertulis.

  • Prinsip Personalisasi (Personalization): Pembelajaran akan lebih efektif jika disampaikan dengan gaya bahasa yang bersifat percakapan dan menggunakan kata ganti orang kedua seperti "Anda" atau "Kamu", dibanding gaya yang terlalu formal. Dalam penerapannya, narasi dalam video bisa menggunakan ungkapan seperti "Nah, kamu bisa lihat di sini bahwa..." atau "Coba Anda perhatikan bagian ini..." dan menggunakan suara narator yang bersahabat serta antusias agar lebih membangun keterlibatan peserta didik.