Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Diskusi 4

Deskripsikan dan berikan pengaplikasiannya Prinsip-prinsip Multimedia menurut Mayer: Kohorensi, Signaling, Redudancy, Spasial Kontiguity, Temporal Kontiguity, Segmentasi, Modality, Multimedia dan Personalisasi.

Deskripsikan dan berikan pengaplikasiannya Prinsip-prinsip Multimedia menurut Mayer: Kohorensi, Signaling, Redudancy, Spasial Kontiguity, Temporal Kontiguity, Segmentasi, Modality, Multimedia dan Personalisasi.

by HANA FAIZAH - Number of replies: 0
  • Kohorensi (Coherence Principle)
    Prinsip kohorensi menyatakan bahwa pembelajaran yang efektif hanya akan terjadi jika informasi yang disampaikan relevan dengan materi dan tujuan pembelajaran. Informasi yang tidak relevan atau berlebihan hanya akan mengganggu pemahaman dan mengalihkan perhatian. Oleh karena itu, dalam pembuatan materi pembelajaran multimedia, penting untuk menghindari penambahan elemen-elemen yang tidak langsung mendukung inti pembelajaran. Sebagai contoh, dalam sebuah video instruksional, menambahkan animasi atau efek visual yang tidak terkait dengan topik dapat mengurangi efektivitas dan membuat siswa bingung. Fokus hanya pada informasi yang benar-benar penting untuk dipahami oleh siswa.

  • Signaling (Signaling Principle)
    Prinsip signaling menggarisbawahi pentingnya memberikan tanda atau penanda untuk menunjukkan informasi penting yang harus diperhatikan oleh siswa. Penanda ini bisa berupa teks yang lebih besar, warna yang mencolok, atau ikon visual tertentu yang menarik perhatian pada poin utama. Dalam presentasi atau video pembelajaran, menggunakan elemen-elemen visual seperti tanda panah atau warna berbeda pada teks dapat membantu siswa fokus pada ide utama. Misalnya, dalam sebuah slide presentasi, menyoroti kata kunci atau poin penting dengan font yang lebih besar atau warna yang berbeda dapat meningkatkan pemahaman dan retensi informasi.

  • Redundancy (Redundancy Principle)
    Prinsip redundancy menyarankan agar informasi tidak disajikan secara berlebihan, terutama dalam bentuk yang sama. Menyajikan teks yang muncul bersamaan dengan narasi yang menyebutkan teks tersebut, misalnya, dapat menurunkan efektivitas pembelajaran. Ini terjadi karena siswa harus memproses informasi yang disampaikan dua kali, yang bisa membingungkan dan mengganggu fokus mereka. Dalam desain materi pembelajaran multimedia, sebaiknya gunakan kombinasi gambar, animasi, atau suara yang mendukung, tanpa mengulang informasi dalam bentuk teks yang panjang. Misalnya, dalam video tutorial, lebih baik menampilkan gambar atau diagram yang menggambarkan konsep daripada menambahkan teks yang menjelaskan hal yang sama.

  • Spasial Kontiguity (Spatial Contiguity Principle)
    Prinsip spasial kontiguity menyatakan bahwa informasi yang saling berkaitan sebaiknya ditempatkan berdekatan dalam tampilan visual. Dengan menempatkan elemen-elemen yang saling terkait dalam jarak yang dekat, siswa dapat lebih mudah menghubungkan informasi tersebut dan memahami hubungan antar konsep. Dalam pembuatan materi seperti slide presentasi atau modul e-learning, pastikan teks yang menjelaskan gambar atau diagram berada di dekat elemen visual tersebut. Misalnya, ketika menjelaskan grafik atau diagram, letakkan penjelasan atau label langsung di samping grafik agar siswa dapat menghubungkan kedua informasi dengan mudah dan cepat.

  • Temporal Kontiguity (Temporal Contiguity Principle)
    Prinsip temporal kontiguity menyatakan bahwa informasi yang saling berkaitan harus disajikan secara bersamaan dalam waktu yang tepat agar siswa dapat memprosesnya secara efektif. Hal ini sangat relevan dalam pembelajaran multimedia yang menggunakan video atau animasi. Misalnya, dalam video instruksional, penjelasan suara harus disampaikan pada saat yang sama dengan gambar atau diagram yang relevan agar siswa dapat memahami informasi secara bersamaan. Jika penjelasan suara datang terlebih dahulu atau terlambat setelah gambar muncul, siswa mungkin kesulitan mengaitkan informasi dan proses pembelajaran menjadi kurang efektif.

  • Segmentasi (Segmenting Principle)
    Prinsip segmentasi menyarankan bahwa informasi yang kompleks sebaiknya dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dicerna, memungkinkan siswa untuk memprosesnya secara bertahap. Pembelajaran akan lebih efektif jika siswa diberikan kesempatan untuk mengontrol kecepatan belajar mereka, baik itu melalui modul yang tersegmentasi atau video yang dapat diputar ulang. Misalnya, dalam kursus online, materi dapat dibagi menjadi beberapa segmen pendek dengan durasi 5-10 menit per segmen, sehingga siswa dapat belajar tanpa merasa kewalahan dan memiliki kesempatan untuk memahami materi dengan lebih baik sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya.

  • Modality (Modality Principle)
    Prinsip modality menyatakan bahwa penggunaan dua saluran media, yaitu visual dan auditory, lebih efektif daripada hanya menggunakan satu saluran. Dalam pembelajaran multimedia, menggabungkan teks dengan gambar atau diagram dan menambahkannya dengan narasi suara dapat meningkatkan pemahaman siswa. Misalnya, dalam video instruksional, lebih baik menjelaskan konsep dengan menggunakan gambar yang menunjukkan proses atau diagram bersama dengan suara yang memberikan penjelasan, daripada hanya menampilkan teks di layar. Ini memungkinkan siswa untuk memproses informasi lebih efisien dengan menggunakan kedua saluran indera (penglihatan dan pendengaran).

  • Multimedia (Multimedia Principle)
    Prinsip multimedia menyarankan bahwa menggunakan kombinasi dari berbagai bentuk media, seperti teks, gambar, suara, dan video, akan lebih efektif daripada hanya menggunakan satu jenis media saja. Menggabungkan beberapa format media dalam materi pembelajaran membantu siswa memahami dan mengingat informasi dengan lebih baik. Misalnya, ketika menjelaskan konsep sains yang kompleks, sebaiknya gunakan diagram yang diikuti dengan penjelasan suara dan teks sebagai penjelasan tambahan. Hal ini memungkinkan siswa untuk memproses informasi dengan berbagai cara, yang meningkatkan pemahaman dan retensi mereka.

  • Personalisasi (Personalization Principle)
    Prinsip personalisasi mengusulkan agar materi pembelajaran disampaikan dengan gaya percakapan yang lebih pribadi dan ramah. Penggunaan bahasa yang lebih santai dan mudah dipahami dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan membantu mereka merasa lebih nyaman dalam proses belajar. Misalnya, dalam video pembelajaran, menggunakan narasi yang berbicara langsung kepada siswa, seperti "Sekarang mari kita lihat bagaimana ini bekerja," atau "Bagaimana menurut Anda?" dapat menciptakan suasana yang lebih akrab dan meningkatkan interaksi. Gaya komunikasi ini membantu siswa merasa lebih terlibat dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan pengalaman mereka secara keseluruhan.