Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Diskusi 4

Tugas Pertemuan 4

Tugas Pertemuan 4

by NADIA IMELDA ROSALIA - Number of replies: 0

Nama : Nadia Imelda Rosalia

NIM    : 230121603870

Asal    : Universitas Negeri Malang

Penjelasan prinsip-prinsip multimedia menurut Mayer beserta contoh penerapannya dalam konteks pembelajaran digital:

  1. Koherensi (Coherence Principle)
    Prinsip ini menekankan agar materi belajar tidak terlalu ramai dengan gambar, musik, atau teks yang tidak relevan.
    Contoh: Dalam video edukasi sains, hanya tampilkan ilustrasi dan narasi yang mendukung konsep percobaan hindari efek suara lucu atau gambar tambahan yang tidak perlu/tidak berhubungan dengan materi.

  2. Penandaan (Signaling Principle)
    Tujuannya membantu siswa fokus pada hal penting dengan memberi petunjuk visual atau verbal.
    Contoh: Dalam e-learning, bagian penting bisa diberi highlight warna kuning atau tanda panah agar siswa tahu mana poin utama.

  3. Redundansi (Redundancy Principle)
    Jangan menampilkan teks yang sama persis dengan narasi suara secara bersamaan karena bisa membingungkan.
    Contoh: Dalam video pembelajaran, gunakan narasi suara untuk menjelaskan diagram tanpa menuliskan teks panjang di layar.

  4. Kontiguitas Spasial (Spatial Contiguity Principle)
    Informasi yang saling berkaitan sebaiknya ditempatkan berdekatan.
    Contoh: Dalam aplikasi interaktif anatomi tubuh, nama organ sebaiknya muncul tepat di samping gambar organ, bukan di bagian bawah layar.

  5. Kontiguitas Temporal (Temporal Contiguity Principle)
    Kata dan gambar yang saling berhubungan disajikan bersamaan, bukan terpisah waktu.
    Contoh: Dalam video simulasi eksperimen, narasi penjelasan muncul bersamaan dengan tampilan proses percobaan, bukan sesudahnya.

  6. Segmentasi (Segmenting Principle)
    Materi panjang sebaiknya dibagi menjadi beberapa bagian kecil agar mudah dipahami.
    Contoh: Dalam modul e-learning, pembelajaran “Sistem Pencernaan” dibagi menjadi segmen kecil seperti mulut, lambung, dan usus, dengan tombol “lanjut” di setiap bagian.

  7. Modalitas (Modality Principle)
    Gunakan kombinasi audio dan visual daripada hanya teks dan gambar.
    Contoh: Dalam video edukasi sejarah, gunakan narasi suara untuk menjelaskan gambar peristiwa agar lebih menarik dan tidak monoton.

  8. Multimedia (Multimedia Principle)
    Belajar lebih efektif jika menggunakan kombinasi teks, gambar, audio, atau video daripada teks saja.
    Contoh: Dalam aplikasi pembelajaran matematika, tampilkan animasi langkah-langkah menyelesaikan soal disertai narasi penjelasan.

  9. Personalisasi (Personalization Principle)
    Gaya penyampaian yang hangat dan seperti percakapan lebih membantu pemahaman daripada gaya formal.
    Contoh: Dalam video e-learning, narator menggunakan bahasa santai seperti “Yuk, kita lihat bagaimana prosesnya!” daripada kalimat kaku seperti “Perhatikan proses berikut ini.”