Prinsip-prinsip multimedia menurut Richard E. Mayer adalah pedoman untuk merancang materi pembelajaran multimedia yang efektif. Prinsip-prinsip ini didasarkan pada cara kerja otak manusia dalam memproses informasi. Berikut adalah deskripsi dan pengaplikasian dari prinsip-prinsip yang disebutkan:
Koherensi (Coherence)
Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik ketika materi yang tidak relevan dihilangkan dari presentasi multimedia.
Pengaplikasian: Hindari menambahkan kata-kata, gambar, atau suara yang tidak berhubungan dengan materi pelajaran. Misalnya, dalam video pembelajaran tentang fotosintesis, jangan menyertakan musik latar yang mengganggu atau gambar-gambar tumbuhan yang tidak relevan.
Signaling
Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik ketika petunjuk visual atau isyarat ditambahkan untuk menyoroti informasi penting.
Pengaplikasian: Gunakan panah, sorotan, atau teks tebal untuk menarik perhatian pada poin-poin kunci dalam diagram atau teks.
Redundancy
Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik dari gambar dan narasi (suara) daripada dari gambar, narasi, dan teks di layar secara bersamaan.
Pengaplikasian: Jika Anda menggunakan video dengan narasi, hindari menempatkan teks yang sama persis dengan narasi di layar. Teks di layar sebaiknya hanya digunakan untuk poin-poin penting atau label.
Spasial Kontiguity (Spatial Contiguity)
Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik ketika kata-kata dan gambar yang terkait disajikan berdekatan satu sama lain di layar.
Pengaplikasian: Letakkan label teks tepat di samping bagian diagram yang dijelaskan, bukan di bagian bawah halaman.
Temporal Kontiguity (Temporal Contiguity)
Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik ketika kata-kata dan gambar yang terkait disajikan secara bersamaan, bukan berurutan.
Pengaplikasian: Dalam video, pastikan narasi (suara) dan animasi atau gambar yang relevan muncul pada waktu yang sama.
Segmentasi (Segmentation)
Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik ketika materi multimedia yang panjang dibagi menjadi segmen-segmen yang lebih kecil dan dapat dikontrol.
Pengaplikasian: Bagi video pembelajaran yang panjang menjadi beberapa bab atau bagian yang lebih pendek, sehingga peserta didik dapat mencerna informasi sedikit demi sedikit.
Modalitas (Modality)
Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik dari animasi dan narasi (kata-kata yang diucapkan) daripada dari animasi dan teks di layar.
Pengaplikasian: Gunakan narasi untuk menjelaskan visual atau animasi, daripada meminta peserta didik membaca teks di layar yang dapat membebani saluran visual mereka.
Multimedia
Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar daripada dari kata-kata saja.
Pengaplikasian: Selalu gunakan kombinasi teks dan visual (gambar, diagram, video) untuk menjelaskan konsep, bukan hanya mengandalkan teks.
Personalisasi (Personalization)
Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik ketika kata-kata disajikan dalam gaya percakapan yang lebih santai daripada gaya formal.
Pengaplikasian: Gunakan bahasa yang lebih personal dan langsung dalam narasi atau teks, seperti menggunakan "Anda" atau "kita", untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik.